Pengalaman Retret 2010 (10): “Oh my God, saya baru sadar”

Testimoni Ibu IH, 36 th, karyawan.
========
Sebelumnya saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesarnya atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk ikut dalam retret meditasi tanggal 12-16 Maret 2010 yang lalu. Saya juga berterima kasih atas pendampingan dan bimbingan Romo dalam pembelajaran saya untuk memasuki kesadaran diri yang seutuhnya dalam perngembaraan hidup ini. Melalui retret ini saya disadarkan bahwa selama hidup ini banyak sekali waktu yang telah saya sia-siakan baik secara sadar maupun tidak sadar untuk melakukan hal-hal duniawi yang tujuannya untuk menjadikan pribadi ini sebagai pribadi yang menyenangkan hati Bapa (saya lebih senang menyebut Yang Ilahi itu dengan sebutan Bapa). Dan ternyata pembentukan pribadi tersebut malahan hanya memperkuat aku/ego itu sendiri. Oh my God…saya baru menyadarinya bahwa pada saat aku ini ada dengan segala eksistensiku, pada saat itulah Bapa-ku yang ada di dalamku tidak ada; yang ada hanya aku yang mendominasi laku ini.

Ditambah pula ternyata saya begitu rapuh dengan adanya penderitaan-penderitaan akibat kelekatan yang selama ini ada dan mengakar begitu kuat dalam diri ini tanpa saya sadari sebelumnya (sampai saat timbul kesadaran murni waktu mengikuti meditasi hari ke-3, dan saya yakin itu belum semuanya terkuak). Penderitaan-penderitaan itupun tidak pernah saya hadapi, malahan yang terjadi adalah pelarian demi pelarian melalui berbagai kesibukan, kerja, aktivitas, doa dan bahkan membiarkan pikiran ini menyeretnya makin dalam sehingga timbul penderitaan lain yang mungkin tidak saya sadari – pada akhirnya membuat luka batin.

Dengan mengikuti retret ini saya belajar membiasaan diri selalu sadar bahwa eksistensikulah yang ternyata menghalangi kesatuanku dengan Bapaku karena aku begitu asyik dengan ego dan mengasihi diri sendiri. Saya berharap pendampingan ini tidak selesai sampai retret ini berakhir Romo, namun saya berharap Romo tetap berkenan untuk membantu saya sehingga saya mampu untuk meruntuhkan aku/ego yang sudah terbangun dengan kokoh berdasarkan iman/pemikiran/dogma/kebiasaan yang sudah mengakar sangat kuat untuk akhirnya saya bisa menyatu dengan Bapa. Saya merasa bahwa akan ada banyak hal yang nantinya saya alami dalam olah batin ini seperti yang Romo katakan bahwa selalu ada hal yang baru, dan saya berharap bisa tetap berkonsultasi dengan Romo.

Mungkin tulisan saya ini salah dalam hal pemahaman tentang kesatuan dengan Sang Ilahi, saya mohon bimbingan Romo Sudri. Sekali lagi terima kasih, semoga Sang Ilahi senantiasa memampukan Romo dalam melaksanakan tugas pelayanan Romo dan semoga cahaya wajahNya selalu menuntun perjalanan-perjalanan hening kita semua.

IH

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>