Pengalaman Retret (2): Berakhirnya Masa Lalu
Berikut testimoni saudari FNS, 28 tahun, Environment & Agriculture Consultant (Freelancer), peserta baru.
===========
Pertama kali FNS ingin mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada FNS untuk dapat berproses bersama dengan teman2 dalam retret meditasi.
Retret seperti ini memang bukan yang pertama kali namun pengalaman yang dirasakan selama berproses bersama sungguh-sungguh baru pertama kali. Sayangnya kesempatan untuk sharing pengalaman teman2 selama proses meditasi begitu singkat sehingga hanya dapat mendengar sharing pengalaman dari beberapa teman saja.
Proses awal terasa begitu berat terutama karena dimulai pada pukul 3.00 (waktu klimaks nikmatnya tidur…hehehe) dan harus sudah tidur pukul 21.30 agar besok pagi bisa bangun…otomatis, jadwal ini merubah jam biologis FNS yang terbiasa bangun pukul 4.30 dan tidur pukul 23.30…apalagi proses bangun tidak dibantu oleh bunyi alarm (oleh karena HP ditahan….hiks T_T), alhasil FNS dan room mate sering terbangun tengah malam hanya karena ingin mengecek jam supaya tidak telat bangun…(gengsi gitchu loh =D)…eitz…FNS ga ngeluh loh mo…sekedar ingin menceritakan secara kronologis adza…
Sungguh menakjubkan, ret2 meditasi kali ini benar2 hening sehingga sangat mudah bagi FNS untuk masuk ke dalam suasana meditasi.
Ketika pertama kali masuk ke dalam suasana meditasi, FNS shock karena yang pertama kali muncul adalah kenangan di masa lalu. Kemudian muncul reaksi kecewa, sedih dan tertekan karena kenangan masa lalu itu sudah cukup lama FNS tutup dan pendam dalam2. Saat itu, FNS tiada kuasa melawan kehadiran mereka, hingga akhirnya FNS biarkan saja semuanya masuk ke dalam diri FNS.
Sampai pada waktunya makan siang, FNS merasa sangat tersiksa karena berusaha untuk menolak semuanya…lalu FNS mendengar sebuah suara yang mengatakan ”jangan dipikirkan”…”jangan dinilai”…biarkan semuanya masuk kemudian amatilah semua kenangan itu satu per satu…tidak mudah melakukan apa yang diminta oleh suara itu terutama karena memang FNS sudah diselimuti oleh emosi…karena tidak tahan, akhirnya FNS pun melakukan meditasi berjalan di luar sambil mengamati alam sekitar…pepohonan yang tetap bertunas meski sudah dipangkas beberapa kali…bunga yang tetap indah mekar meski di sekitarnya terdapat kelayuan…burung2 yang berkicau merdu sambil bersenda gurau…dan terakhir FNS juga dapat menghirup udara segar dan melihat semua keindahan itu dengan kondisi yang sempurna…
Cukup lama juga FNS mengamati alam sekitar sampai kemudian perlahan-lahan FNS kembali merasakan kehidupan meskipun kenangan masa lalu tetap masuk satu per satu namun kali ini FNS tidak lagi merasa sakit, kecewa ataupun tertekan…FNS biarkan saja mereka semuanya masuk tanpa FNS pikirkan kenapa harus terjadi dan juga tanpa menilai apakah kenangan itu menyakitkan atau menyedihkan ataupun menyenangkan.
Proses meditasi seperti ini masih berlanjut sampai hari ini dimana FNS masih saja diiringi oleh kenangan masa lalu…semua ingatan itu muncul tapi kali ini FNS tidak lagi pikirkan atau nilai…FNS terima semuanya sebagai bagian tak terpisahkan dari perjalanan kehidupan di dunia…bahkan kali ini FNS bersyukur karena telah dimampukan untuk melalui semuanya itu…FNS bersyukur karena sampai detik ini nafas kehidupan yang digerakkan oleh Kasih Ilahi masih dapat FNS rasakan.
Yup…aku tiada daya mengendalikan apa yang sudah terjadi di masa lalu dan apa yang akan terjadi di masa depan…yang dapat aku lakukan sekarang adalah menjalani kehidupan di saat ini…bak air sungai mengalir yang tidak lagi kembali ke aliran semula dan terus mengalir menuju aliran berikutnya tanpa tahu apa yang akan terjadi…
~Love&Regard~
FNS







Kesalahan di masa lalu adalah sebuah pelajaran untuk hari ini. Saya ingat dulu pernah terjatuh ke dalam kolam ketika belajar mengendarai sepeda. Tapi karena peristiwa itulah saya jadi selalu ingat berhati-hati dan tidak pernah terjatuh lagi. Bandingkan dengan orang yang tidak pernah terjatuh, orang yang pernah terjatuh jadi jauh lebih mahir.