Pembatalan perkawinan (3)
Romo,
Saya menikah th 2000, dengan dispensasi krn calon suami Kristen, saat ini kami sudah bercerai, akte perceraian secara sipil juga sudah beres. Yang saya ingin tanyakan adalah sy akan mengajukan pembatalan pernikahan, apakah proses ini sudah benar.
1. Domisili saya di bogor & selama ini saya berkonsultasi dgn Rm Sugiri, saya sudah membuat kronologis dan melengkapi dokumen yang dibutuhkan, tinggal memasukkan ke kathedral bogor.
2. kronologis yg ada bahwa sebelum menikah, keluarga saya sebenarnya menentang krn calon suami bukan katolik, orang tua selalu mengidamkan seorang menantu yg katolik, sehingga untuk dapat menikah saya dan calon suami mencoba mencari informasi mengenai kawin campur, dan kami disarankan oleh Pastor Paroki waktu itu di Solo ( Gereja San Inigo) dengan menikah cara dispensasi. Terjadi pertentangan di keluarga saya, sy mencoba meyakinkan orang tua, dan akhirnya mereka meluluskan walau denga berat hati.
2. Kursus pernikahan dijalankan dan segala komitmen seperti mensisik dan membawa keluarga ke kehidupan katolik pun diajarkan termasuk kelak membabtis anak dengan cara katolik.
3. Semua itu disetujui oleh calon suami, tetapi pada prakteknya saya tidak pernah didukung untuk ke gereja katolik,sy harus menemani dia ke gereja Kristen, sampai kemudian saya didaftarkan ke gereja kristen ( ini kemudian tidak disetujui oleh pendeta setempat krn saya tidak menyerahkan surat pindah gereja katolik ke kristen dari domisili saya)
4. Pernikahan dilangsungkan, tapi dari pihak calon suami tetap ingin ada pendeta yg ikut memberkati, sehingga pada saat pernikahan ada pastur dan pendeta yang memberkati.
5. Setelah pernikahan, sy tetap tidak didukung untuk ke gereja Katolik, shg gereja pun akhirnya sy harus ke gereja kristen, sampai kemudian Mama saya saat mau meninggal menitip pesan kepada kakak ipar saya untuk menjaga saya agar jangan sampai berpindah agama ke Kristen.
7. Keluarga saya sangat prihatin untuk kodisi ini dari awalnya hingga saat saya memiliki seorang anak, yang kemudian harus dibabtis Kristen, krn suami tidak mau babtis Katolik.
8.Semua ini berlangsung terus hingga usia pernikahan kami 7 th, dan selama itu walaupun saya mengingatkan selalu dijawab
sudahlah dengan gerejaku saja
9. Hingga akhirnya pada awal th. 2008, saya menemukan perselingkuhan suami, dan suami sudah tidak pernah pulang.
10. Proses perceraian dijalankan krn memang suami menghendaki perceraian secepat mungkin, hal ini terjadi karena sejak perselingkuhannya saya ketahui, dia sudah tidak pernah ada di rumah kami sehingga pada bulan Juni 2008 kami mengurus perceraian. Dan pada awal th 2009 mantan suami sudah menikah lagi.
11. Sebenarnya apa yang membuat kami bercerai Adalah komitmen di awal yang tidak pernah dipenuhinya, dari mulai mendidik dan mendukung saya membentuk keluarga katolik, membabtis anak dengan cara katolik, keterbukaan dan kejujuran yang sejak awal sudah tidak ada. Komitmen sebagai kepala keluarga dalam menjaga keutuhan rumah tangga, dia berterus terang sudah tidak sanggup lagi. Karena hati dan pikiran sudah tidak ada lagi untuk keluarga ini.
Romo dengan latar belakang ini semua, dan krnologis yang saya buat hampir mirip dengan ini, bagaimana pendapat Romo
Mohon saran,
Thanks, GBU
Maria







kepada ibu Maria
Mohon maaf sebelumnya karena mengomentari tulisan anda dan kebetulan sy bukan seorang romo. Pertama sy bersimpati kepada apa yg telah terjadi pada diri ibu. Tetapi jika ibu ingin menanyakan mengenai proses kronologis yg ibu buat apakah sudah benar apa belum, mungkin ada baiknya ibu langsung saja bertanya kepada yg berwenang di katedral bogor.
tks
saya pun bukan seorang Romo..
tetapi dari kisah anda, maka sebenarnya anda belum memiliki alasan yang cukup kuat untuk mengajukan pembatalan. Pun kalo diajukan, akan kecil kemungkinannya untuk memperoleh pengabulan.
mengapa kecil kemungkinan, karena pernikahan anda sah di mata GK, dan dasar pernikahan anda adalah cinta [melihat anda berjuang di dalam keluarga anda untuk dapat menikah dengannya].
Walaupun demikian masih ada kemungkinan, apabila anda memiliki saksi atau bukti yang mendukung pernyataan anda bahwa suami anda telah berbohong untuk dapat menikah dengan anda, karena sebelum menikah ia telah berjanji memberikan kebebasan anda untuk menjalankan kewajiban anda sebagai seorang Katolik dan membaptis anak-anak anda secara Katolik, sehingga anda mau menikah dengannya. Dan hal itu juga menjadi alasan penting mengapa anda bersedia menikah dengannya.
Untuk saat ini saran saya, sebaiknya anda tidak berkonsentrasi dengan terkabul atau tidaknya permohonan pembatalan, tetapi lebih kepada kualitas hidup anda dan anak-anak anda.
Untuk pembaca para wanita lajang Katolik supaya mengambil kisah ini menjadi contoh. Jika pasangan anda, sejak awal terlihat tidak memberi kebebasan atau membatasi anda menjadi seorang Katolik yang baik, sudah dapat dipastikan hal ini akan menjadi masalah di kemudian hari, dan sebaiknya kalian menunda atau membatalkan pernikahan dengannya.
Konsekuensi dan tanggungjawab sebuah pernikahan Katolik jauh lebih besar dibandingkan agama lain [bahkan protestan sekali pun yang masih mengijinkan sebuah perceraian].
May God bless your steps and give you strength
Dear Romo,
maaf Romo kalo saya mengganggu sebentar .krn saya benar2 tdk tahu apa yg hrs dilakukan .saya menikah scr katolik(dgn dispensasi beda agama,krn suami saya katolik) thn 2003(Grj Petrus-Paulus).
kami berdomisisli di singapur ssdh menikah seiirng dgn jalannya wkt ia berselingkuh n mendepak saya tanpa status sewkt saya berllibur bersama anak saya ke jakarta. sy tdk tahan dgn kelakuan dia Romo,dia memaki keluarga saya di telpon,meneror dan mw mngambil anak saya.Saya sempat meningglkan anak kpd org tua sy di jak dan kembali ke sing utk mencari dia,tp krn mslh uang terpaksa sy bekerja utk hdp sy.sy tdk tahu dimana dia tinggl dan hp nya jg diganti,setiap kali telpon sy cmn minta cerai..krn tdk tahan perlakuannya sy gugat dia di p.n,saat yg sama pula dia menggugat sy.
intinya km sdh pisah di mata hukum.yg jd pertanyaan sy ,mengenai surat perkawinan sy di grj Katolik,,apa bs dibatalkan krn wkt itu sy blm mengenal Tuhan dan blm dibaptis Romo.
Trima kasih sebelumnya Romo
DWY
apakah anda sudah menjadi Katolik ? jika ya, maka secara otomatis pernikahan anda adalah sakramen. Dan melihat umur pernikahan anda yang sudah cukup lama, dan sudah dikaruniai keturunan, maka sulit bagi anda untuk mendapatkan alasan pembatalan, kecuali sejak awal pernikahan anda tidak didasari cinta atau ada kebohongan besar yang ia sembunyikan untuk dapat menikahi anda.
silahkan anda datang ke pastor di paroki di mana anda berdomisili saat ini untuk berdiskusi, bagaimana pun status pernikahan anda dan kemungkinan anda menikah lagi dalam Gereja Katolik hanya bisa diputuskan oleh tribunal Gereja di keuskupan.. tetapi sementara itu saran saya, jangan terlalu fokus untuk mendapatkan pembatalan ini. fokus kepada diri anda dan terutama anak-anak anda. bagaimana anda menata kehidupan bersama-sama anak-anak anda. Bagaimana memenuhi kebutuhan mereka baik materi maupun moral, fisik maupun psikis..
May God bless your steps, protect you and your children and give you strength..
Ya Tuhan…..
saya gemetar membaca semua ini,…
kebetulan nama depan saya juga Maria,
dari keluarga Katolik,…keluarga sy menginginkan saya memilih pasangan hidup yg seagama, yakni katolik, krn menurut keluarga dan hukum gereja, dengan menikah sakramen di gereja katolik, artinya menikah sekali seumur hidup.
Ini juga lah yg merupakan impian saya selama ini….
saya mempunyai pacar beragama kristen. kami sudah cukup lama menjalin hubungan.Bahkan dia sudah pernah bertemu dengan ortu saya. dan dia sendiri telah berjanji pada ortu saya untuk menjadi seorang katolik, dan menjadi bagian dalam keluarga kami, yakni kel katolik. namun akhir2 ini sepertinya pacar saya kelihatannya agak ragu, dia jg pernah bertanya lagi ke saya, apakah saya benar2 ga mau pindah ke kristen? tiba2 pertanyaan itu membuat sy bingung lagi,…saya sangat mencintai gereja saya, saya tdk bisa berbohong dan membawa alasan perasaan “cinta” kepadanya untuk membohongi nurani saya. bahkan ibu saya (kristen) yg menikah dengan ayah saya (Katolik) dan sekarang menjadi seorang ibu teladan dalam hidup saya, sangat mendalami hidupnya sebagai seorang Katolik. Dan justru dia lah yg lebih bersikeras agar saya ttp memilih apa kata hati saya sebenarnya yakni: mengimani Katolik. pertimbangan itulah yg membuat saya semakin kuat untuk ttp menjadi katolik. dan hal ini sejak awal pacaran sudah saya tegaskan ke pacar saya. saat ini,.. pacar saya yg setelah saya tanyakan lagi, sebenarnya bagaimana kata hati dia, dia menjawab, bahwa dia “ttp ingin menjadi katolik” namun,… membaca kisah ibu maria ini saya jd gemetaran >’<
Tuhan tolong beri saya petunjuk,… sebelum saya terlanjur jauh, sebelum smuanya menjadi berantakan, kumohon ya Tuhan beri aku petunjuk, ini demi aku dan juga demi pacarku. jika dia memang bersedia dengan penuh kesadaran, berilah petunjuk MU, namun jika masih ada keraguan padanya, Tuhan terangilah hati dan pikirannya agar dia berani mengatakan apa yg sebenarnya menjadi pilihannya. karena ini juga untuk hidup kami masing2 kelak. saya akan lebih menghargai keputusannya jika dia mau berkata jujur sebelum smuanya terlambat.
Kami memang saling mencintai,.. namun saya tak ingin salah dalam melangkah ya Tuhan,…
Untuk semua sahabat tolong doakan saya dan Ibu Maria di atas ea,.. makasie