Peluang memiliki saham di sebuah lembaga keuangan
Barangkali tidak sedikit orang belum mengenal Credit Union Bererod Gratia (CUBG). Karena itulah saya ingin memperkenal sedikit mengenai CUBG. Hanya saja perkenalan ini akan saya lakukan berdasarkan pengalaman saya sebagai anggota CUBG hingga saat ini saya ditugaskan menjadi Manajer CUBG.
Kali ini saya ingin memperkenalkan CUBG lebih dalam khusus kepada kawan-kawan kaum muda karena sepanjang hari dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT)* saya mendapat cukup banyak pertanyaan mengenai bagaimana menarik minat kaum muda untuk bergabung menjadi anggota CUBG. Mmmm, saya sendiri sebagai kaum muda masih kesulitan juga menjawab semua pertanyaan itu karena sejujurnya saya sendiri pun tak mudah untuk berminat menjadi anggota CUBG.
Kala itu, sebelum saya memutuskan untuk bergabung menjadi anggota CUBG, saya sudah memutuskan hubungan terlebih dahulu dengan budaya konsumerisme. Terasa sangat berat untuk melepas kebiasaan itu, akan tetapi jika tidak dimulai, maka selamanya saya akan terbelenggu oleh jeratnya yang semakin hari semakin menggiurkan.
Malah, godaan konsumerisme semakin berkembang dengan maraknya kehadiran kartu kredit dan belanja online yang menyediakan fasilitas instant untuk membeli segala macam kebutuhan. Walah.semakin susah dunks ya untuk putus hubungan dengan budaya konsumerisme. Untung saja, sekarang ini saya sudah mampu untuk mengendalikan hasrat belanja itu.
Kemampuan mengendalikan hasrat belanja semata-mata hanya didasari atas keinginan untuk merancang masa depan saya yang lebih baik. Dahulu, saya dapat mengandalkan orang tua sewaktu-waktu gaji saya sudah tidak memadai untuk membiayai operasional harian termasuk hasrat belanja. Lalu, saya tiba di satu fase dimana saya bertanya “Sampai kapankah saya akan mengandalkan orang tua untuk membiayai kebutuhan saya?” “Kapankah saya mampu membantu orang tua untuk berkontribusi membiayai operasional rumah?” “Mampukah saya mempunyai sesuatu atau membuat sesuatu dengan uang saya sendiri?”
Saya sudah mengenal budaya menabung sejak saya masih kanak-kanak dengan menyisihkan uang saku harian untuk membeli sesuatu yang sangat diinginkan di akhir bulan atau suatu waktu ke depan. Setelah dewasa, budaya menabung itu mulai menghilang karena merasa sudah mampu mencari uang sendiri dan merasa berhak untuk menikmati hasil jerih payah selama sebulan bekerja.
Kehidupan terus berlanjut dan saya terus menerima penghasilan setiap bulan sepanjang tahun. Budaya konsumerisme dalam diri saya ternyata tidak bertahan lama, saya merasa jenuh dengan budaya instant yang ada. Jenuh karena saya merasa tidak tertantang dalam memanfaatkan uang saya secara optimal. Saya pun mulai mencari-cari lembaga keuangan yang dapat memberikan tantangan itu hingga saat ini saya telah berkenalan CUBG yang saya nilai cukup memberi tantangan bagi saya untuk memanfaatkan uang saya secara optimal.
CUBG memberi tantangan pada saya sebagai salah satu pemilik saham CUBG. Wuah.saya tidak pernah bermimpi sebelumnya kalau saya dapat mempunyai saham di perusahaan atau lembaga apapun. Tetapi kini saya adalah salah satu pemilik saham CUBG.
Sebagai pemilik saham CUBG, saya berhak untuk menentukan pertumbuhan dan perkembangan CUBG. Bersama dengan pemilik saham lainnya, saya ikut mengusulkan segala macam ide untuk membuat CUBG menjadi lebih baik sesuai dengan impian dan harapan saya.
Sekarang saya malah ditugaskan sebagai Manajer CUBG, berarti saya semakin dalam dilibatkan untuk menjalankan roda CUBG bersama dengan Tim Manajemen yang lain. Tantangan itu pun menjadi semakin menarik.
Barangkali tidak semua anggota mempunyai kesempatan yang sama seperti saya saat ini yang ditugaskan menjadi Manajer CUBG, akan tetapi saya yakin setiap anggota pemilik saham CUBG mempunyai kesempatan yang sama untuk mengembangkan CUBG dengan cara yang berbeda yang tentu jauh lebih menarik dari sekedar menjadi Manajer CUBG. Kesempatan itu bisa muncul dalam bentuk kesempatan membuat usaha sendiri (wirausaha), kesempatan membentuk jaringan kerja bersama anggota pemilik saham lainnya, dan kesempatan menarik jenis lainnya yang dapat ditemukan jika kita jeli melihatnya.
Nah.kawan2 kaum muda, saya ingin mengajak kalian semua sebagai sesama kaum muda untuk menantang jiwa muda kalian mumpung masih ada waktu dengan menjadi anggota pemilik saham CUBG. Jika ingin tertantang lagi, silahkan kawan2 kaum muda bergabung menjadi Kelompok Inti Pengembangan CUBG sehingga kawan2 pun ikut terlibat penuh menentukan perkembangan CUBG yang dapat menjawab kebutuhan kita kaum muda.
Familia Novita Simanjuntak**
Catatan Admin:
*) Tanggal 7 Maret 2010 yang lalu dilangsungkan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Credit Union Bererod Gratia (CUBG) di Aula Leo Soekoto Paroki SPM Blok Q. Rapat dihadiri oleh sekitar 200 orang anggota perwakilan. CUBG berbadan hukum tanggal 17 Juli 2007, nomor 631/BH/Meneg.I/VII/2007. Pada akhir tahun 2009, anggota berjumlah 4.638 orang, aset di atas Rp 43.5 milyar. Di Unit Duren Sawit, Anggota per akhir 2009 berjumlah 250 orang, aset di atas Rp 2.6 milyar.
**) Anda bisa membaca artikel lain dari penulis yang sama di situs ini rubrik “Credit Union”. Judulnya “Mari Atur Uang Kita Bersama CUBG”.







Bu,
apakah CUBG menberikan konsultasi bisnis bagi pemula usahawan kecil sehingga pinjam uang di CUBG tidak untuk konsumerisme tapi untuk usaha yang menghasilkan uang bagi kaum muda?
Kalo belum ada, tolong mengadakan supaya anak muda tidak jadi pegawai tapi jadi wirausahawan berkat CUBG.
terima kasih.
salam berkat Tuhan, rin
dear bu rin,
Waka bidang Pendidikan CUBG telah membuat rencana pelatihan kewirausahaan kepada anggota CUBG pada minggu I dan minggu IV bulan Mei 2010. kami akan pastikan bahwa rencana ini tidak mengalami perubahan jadwal, tetapi kalaupun ada perubahan, kami akan memberi kabar lebih lanjut.
salam,
novi
Terima kasih ya bu.
Tapi masih juga nanya neeehhh….
Apakah rencananya HANYA Pelatihan atau ada PENDAMPINGAN. Jadi, misal saya ikut pelatihan, lalu bila saya mulai usaha ya CUBG akan mendampingi langkah langkah awal saya tersebut. Masalahnya, biasanya orang itu gak berani memulainya. biar ilmunya segudang belum tentu orang berani mulai.
salam berkat Tuhan, rin
mmmm, mengenai hal itu barangkali bisa dijawab oleh kelompok inti pengembangan CUBG setempat, karena CUBG sebagai lembaga keuangan hanya mampu bergerak di bidang pelatihan/pendampingan sekaligus mendukung setiap anggota dalam hal penyediaan modal usaha.
CUBG Duren Sawit mempunyai kelompok inti pengembangan yang kebetulan personilnya juga adalah Pengurus CUBG yaitu Waka bidang Pendidikan, Mas Agung Kudus N., saya sendiri (Manajer CUBG) yang secara langsung dibina oleh pastor paroki Duren Sawit yaitu romo sudri, so silahkan bu rin bergabung ya dengan kami sebagai kelompok inti CUBG Duren Sawit untuk mendiskusikan bagaimana langkah2 konkrit yang dapat kita lakukan bersama terkait dengan permintaan ibu tersebut.
demikian ya bu dari saya. terima kasih bu atas tanggapannya.
Cheers,
novi