Pedoman Tata Laksana Bantuan Kematian Santo Yusup

PEDOMAN TATA LAKSANA

BANTUAN KEMATIAN

SANTO YUSUP

Gereja St Anna

Paroki Duren Sawit

2010

Kata Pengantar

Untuk meningkatkan pelayanan kepada umat dan masyarakat sekitar, Dewan Paroki St Anna menyusun PEDOMAN TATA LAKSANA BANTUAN KEMATIAN SANTO YUSUP  di Paroki St Anna, Duren Sawit.

Pedoman ini disusun berdasarkan pada:

1.      Panduan Kerja Dewan Paroki Santa Anna 1 September 2008.

2.      Dinamika dan perkembangan jumlah umat yang terjadi di Paroki Santa Anna.

3.      Perubahan kondisi sosial kemasyarakatan di wilayah Paroki Santa Anna.

Pedoman ini dimaksudkan sebagai dasar pijakan, arah dan petunjuk umum dalam melaksanakan program membantu meringankan beban keluarga umat yang sangat membutuhkan bantuan pada saat terjadi kematian.

Pedoman ini hanya mengatur hal-hal pokok saja dengan harapan membuka peluang kreativitas dan inisiatif dari seluruh umat dalam menggiatkan pelayanan social bagi umat Paroki dan warga masyarakat sekitarnya.

Jakarta, 1 Januari 2010

Dewan Paroki Harian

Paroki Santa Anna – Jakarta.

BAB I

DASAR PELAYANAN

Dasar Pedoman Tata Laksana
Bantuan Kematian Santo Yusup
Pasal 1

Pedoman Tata Laksana Bantuan Kematian Santo Yusup didasarkan pada Pedoman Pelayanan Pastoral Dewan Paroki Santa Anna 1 September 2008 dengan memperhatikan dinamika dan perkembangan serta kondisi sosial umat saat ini. Pedoman ini disusun guna mengatur hal-hal pokok dalam pelaksanaan program bantuan guna meringankan beban keluarga bagi umat yang tertimpa musibah kematian.

Visi dan Misi

Pasal 2

Sub-seksi Santo Yusup mempunyai visi dan misi sosial untuk membantu meringankan beban keluarga karena salah satu anggota keluarga meninggal dunia. Tujuannya adalah untuk menggalang semangat persaudaraan sejati dan kebersamaan umat Katolik Paroki Santa Anna Jakarta. Visi dan mis ini ini dicapai melalui sarana penggalangan dana Santo Yusup dari, oleh, dan untuk umat.

Sasaran Pelayanan
Pasal 3

1. Seluruh Umat Katolik di Paroki Santa Anna yang memiliki Kartu Keluarga Katolik, Kartu Kuning, kartu hijau dan terdaftar sebagai anggota Santo Yusup.

2. Untuk anggota keluarga yang tidak terdaftar dalam kartu kuning usia maksimal 30 tahun. Pemakai kartu hijau masih mempunyai hubungan khusus dengan keluarga yang memegang kartu kuning dan berdomisili di wilayah Santa Anna.

Pelaksana Tugas Pelayanan
Pasal 4

Sub-seksi Santo Yusup bertindak sebagai pelaksana harian dalam melayani umat yang membutuhkan bantuan.

BAB II

KEPENGURUSAN

Pengurus
Pasal 5

Sub-seksi Santo Yusup berada di bawah koordinasi Seksi Pelayanan Sosial dan Ekonomi Paroki . Susunan pengurus terdiri dari :

a.       Ketua

b.       Sekretaris

c.        Bendahara

d.       Anggota.

Jumlah anggota disesuaikan dengan kebutuhan.

Tugas dan Tanggung Jawab
Pasal 6

1. Pengurus Sub-seksi Santo Yusup bertugas:

a.   Membuat perencanaan dan menentukan program bantuan kematian sesuai dengan visi dan misi yang telah ditetapkan oleh Paroki.

b.    Menyelenggarakan pengelolaan bantuan kematian bagi anggota yang membutuhkan.

c.    Mempersiapkan dan mengadakan rapat-rapat sesuai dengan kebutuhan.

d.    Menyusun laporan berkala kepada Dewan Paroki setiap tiga bulan.

2. Pengurus Sub-seksi Santo Yusuf bertanggung jawab kepada Seksi Pelayanan Sosial dan Ekonomi Paroki .

Tugas Ketua

Pasal 7

1.   Memimpin Sub-seksi Santo Yusup.

2.   Membuat rencana kerja dan menentukan program bantuan kematian berdasarkan Pedoman Pelayanan Pastoral Paroki bersama anggota lainnya.

3.     Bertanggung jawab atas seluruh kegiatan dan aktivitas Sub-seksi Santo Yusup.

4.     Mengarahkan, mengkoordinasikan dan mengawasi pelaksanaan tugas anggota pengurus lainnya.

5.     Mengadakan hubungan kerja dengan pihak-pihak lain dalam rangka pelaksanaan tugas sehari hari.

6.   Membuat laporan kegiatan setiap tiga bulan kepada Seksi Social Paroki.

Tugas Sekretaris
Pasal 8

1.     Membantu Ketua dalam menyusun rencana kerja Sub-seksi Santo Yusup dan memantau pelaksanaannya.

2.     Mewakili Ketua apabila Ketua berhalangan.

3.     Membuat konsep surat menyurat dan agenda surat-surat masuk dan keluar.

4.     Melaksanakan koordinasi penyusunan laporan kegiatan secara periodik untuk dilaporkan kepada Seksi Pelayanan Sosial dan Ekonomi Paroki .

5.     Mengkoordinasikan penyelenggaraan rapat-rapat sesuai dengan jadwal yang ditentukan.

6.     Membuat notulen hasil rapat pada setiap rapat dan menyampaikan kepada anggota.

7.     Mengelola dokumen dan arsip yang dimiliki oleh Sub-seksi Santo Yusup dengan baik, teratur, aman.

Tugas Bendahara

Pasal 9

1.  Membuat kebijakan keuangan bersama Ketua dalam rangka pengelolaan keuangan Sub-seksi Santo Yusup sesuai dengan rencana kerja yang telah disetujui oleh Dewan Paroki.

2.  Bendahara wajib memberitahukan dan mendapatkan persetujuan dari Ketua Sub-seksi Santo Yusup atas setiap pengeluaran dana.

3.     Mengatur mekanisme penerimaan iuran dari anggota dan donatur serta mengawasi penyaluran dana bantuan kepada anggota yang membutuhkan.

4.     Menyusun laporan keuangan Sub-seksi Santo Yusup setiap tiga bulan dan melaporkannya kepada Dewan Paroki.

5.     Melaksanakan inventarisasi harta benda Sub-seksi Santo Yusup.

5. Menyelenggarakan pembukuan sesuai dengan sistem yang telah ditentukan oleh Dewan Paroki.

6. Bersama dengan Ketua dan Dewan Paroki, menentukan besarnya iuran dan Bantuan kematian.

Tugas Anggota
Pasal 10

I. Membantu Ketua dalam melaksanakan tugas-­tugasnya sesuai dengan pelimpahan wewenang yang ditentukan oleh Ketua.

2.     Membantu kelancaran tugas-tugas Sub-seksi Santo Yusup.

3.     Memelihara dan mengusulkan pengembangan sistem dan kinerja kelembagaan dalam pengelolaan Sub-seksi Santo Yusup.

BAB III

PEMILIHAN, PENGANGKATAN,

DAN MASA JABATAN

KEPENGURUSAN

Kualifikasi Calon Pengurus
Pasal 11

Kualifikasi pokok calon pengurus Sub-seksi Santo Yusup didasarkan atas:

a.   Telah dibaptis dalam Gereja Katolik.

b.   Memiliki kemampuan serta kesanggupan untuk bekerjasama dalam pelayanan.

c.   Mempunyai komitmen yang kuat dalam pelayanan.

d.   Mampu menyediakan waktu guna melaksanakan tugasnya.

e.   Diterima oleh umat.

f.    Sudah berdomisili di Paroki Santa Anna sekurang-kurangnya selama 6 bulan.

Pengangkatan
Pasal 12

1.     Pengurus Sub-seksi Santo Yusup diangkat dan dilantik oleh Dewan Paroki Harian.

2.     Keputusan Dewan Paroki Harian adalah sah dan mengikat serta tidak dapat diganggu gugat.

Masa Kepengurusan

Pasal 13

1.     Pengurus Sub-seksi Santo Yusup diangkat untuk satu periode masa kepengurusan selama 3 tahun.

2.     Selama belum ada pengangkatan pengurus yang baru, pengurus yang lama tetap melaksanakan tugas kepengurusan.

3.     Masa jabatan pengurus maksimum 2 periode berturut-turut.

4.     Kepengurusan berakhir oleh karena:

A. Meninggal dunia

B. Mengundurkan diri

C. Pindah Paroki

D. Diberhentikan oleh Dewan Paroki.

5.     Pengurus Dewan Paroki seyogyanya dapat mendengarkan terlebih dahulu pembelaan dari pengurus yang diusulkan untuk diberhentikan dalam rapat khusus sebelum keputusan dijatuhkan.

6.     Keputusan rapat pengurus Dewan Paroki mengenai hal-hal yang dimaksud dalam pasal ini bersifat final dan mengikat semua pihak serta tidak dapat diganggu gugat.

BAB IV

TATA PELAKSANAAN

Kewajiban dan Kewenangan
Pasal 14

1.  Kewenangan tertinggi berada pada keputusan rapat Dewan Paroki Harian.

2.  Ketua Seksi Pelayanan Sosial dan Ekonomi Paroki  melaksanakan tugas pengawasan terhadap program dan pelaksanaan kerja.

3.  Pengurus Sub-seksi Santo Yusup berwenang untuk mengajukan usulan perubahan Pedoman Tata Laksana Bantuan Kematian kepada Dewan Paroki.

Bantuan Kematian
Pasal 15

1.  Bantuan Kematian Santo Yusup diberikan kepada anggota yang terdaftar sebagai anggota aktif Santo Yusup.

2.     Bantuan kematian yang diberikan sebesar Rp. 2.500.000,- (Dua juta lima ratus ribu rupiah).

3.     Besarnya tersebut dapat ditinjau sewaktu-waktu sesuai kebutuhan dan harus mendapatkan persetujuan dari Dewan Paroki Harian.

Keanggotaan

Pasal 16

1.   Anggota Santo Yusup yang wajib membayar iuran adalah

a.       mereka yang telah berusia 20 tahun

b.      mereka yang sudah bekerja

c.       mereka yang sudah berkeluarga.

2.   Anggota yang berhak mendapatkan bantuan kematian adalah anggota aktif dan anggota di bawah usia 20 tahun yang namanya tercantum di dalam kartu anggota aktif.

3.   Anggota aktif adalah mereka yang aktif membayar iuran.

4.   Ketua Lingkungan wajib menyerahkan data anggota di lingkungannya kepada Sub-seksi Santo Yusup dan melaporkan setiap perubahan yang terjadi.

5.     Data yang diakui sah oleh Sub-seksi Santo Yusup adalah data terakhir anggota yang terdaftar di Paroki.

Tata Cara Pemberian Bantuan Kematian
Pasal 17

1. Yang berhak menerima bantuan kematian adalah anggota aktif yang sudah terdaftar sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan.

Bantuan kematian diberikan kepada keluarga atau ahli waris anggota yang meninggal clunia.

Keluarga atau ahli waris yang membutuhkan bantuan kematian wajib mengisi formulir permohonan bantuan yang dapat diambil di sekretariat Paroki pada setiap hari kerja atau di situs resmi paroki.

Formulir yang telah diisi lengkap, ditanda-tangani anggota keluarga atau ahli waris dan disahkan oleh Ketua Lingkungan sebelum diserahkan kepada petugas Sub-seksi Santo Yusup.

Pemegang kartu kuning adalah anggota Santo Yusup yang memiliki Kartu Keluarga Katolik dan pemegang kartu hijau adalah anggota yang tidak memiliki Kartu Keluarga Katolik.

A. Bagi pemegang kartu kuning, formulir yang telah disahkan, diserahkan langsung oieh anggota keluarga atau ahli waris kepata petugas Sub-seksi Santo Yusup dengan dilampiri:

A1. Surat pemberitahuan kematian dari lingkungan.

A2. Surat Keterangan Kematian dari Rumah Sakit atau Puskesmas.

A3. Fotocopy surat keterangan kematian dari RT/RW/Kelurahan.

A4. Fotocopy Kartu Keluarga Katolik.

A5. Foto copy kartu kuning Santo Yusup.

B.  Bagi pemegang kartu hijau, formulir yang telah disahkan, diserahkan langsung oleh anggota keluarga atau ahli waris kepada petugas Sub-seksi Santo Yusup dengan dilampiri:

B1. Surat pemberitahuan kematian dari lingkungan.

B2. Surat Keterangan Kematian dari Rumah Sakit atau Puskesmas.

B3. Fotocopy surat keterangan kematian dari RT/RW/Kelurahan.

B4. Fotocopy Kartu Keluarga.

B5. Fotocopy kartu hijau Santo Yusup

Pencairan bantuan kematian dilakukan dalam bentuk chek dalam waktu paling lama tujuh (7) hari kerja setelah formulir dan kelengkapannya diterima oleh petugas Sub-seksi Santo Yusup.

Bantuan kematian tidak diberikan kepada anggota keluarga atau ahli waris yang tidak mengajukan permohonan bantuan kematian dalam empat belas (14) hari sejak tanggal kematian almarhum.

Anggota yang lalai melaksanakan kewajibannya menyetorkan iuran Santo Yusup selama 3 bulan berturut-turut, dikeluarkan dari keanggotaan.

Anggota yang dikeluarkan tidak berhak meminta kembali uang yang sudah disetorkan kepada Sub-seksi Santo Yusup.

BAB V

SUMBER DANA DAN

PENGGUNAANNYA

Sumber Dana
Pasal 18

Sumber dana untuk membiayai program Sub-seksi Santo Yusup diperoleh dari :

1. Lingkungan Paroki Santa Anna:

a.    Setiap Lingkungan di Paroki Santa Anna wajib melakukan kegiatan pengumpulan dana dari setiap anggota yang terdaftar.

b.    Iuran dana ditetapkan minimum Rp. 35.000,- (Tiga puluh ribu rupiah) per-tahun untuk setiap anggota.

c.    Besarnya dana iuran bisa ditinjau kembali setiap saat dan diputuskan oleh Dewan Paroki Harian.

d.    Pengumpulan dana dilaksanakan oleh Ketua Lingkungan setahun sekali paling lambat tanggal 31 Maret tahun berjalan.

2. Setiap orang dapat menjadi donatur bagi kegiatan Sub-seksi Santo Yusup.

3. Penghasilan lain-lain diperoleh dari bunga simpanan, sumbangan donatur, bantuan kematian yang tidak diambil dan  yang disumbangkan kembali.

4. Kegiatan pengumpulan dana di luar dari yang sudah ditetapkan di atas, harus mendapatkan persetujuan dari Dewan Paroki Harian.

Penggunaan Dana
Pasal 19

Dana yang terhimpun melalui ketentuan seperti pasal 18 di atas dipergunakan untuk :

1.     Bantuan kematian untuk anggota.

2.     Biaya operasional Sub-seksi Santo Yusup.

3.     Penggunaan di luar yang sudah disebutkan, misalnya pembelian tanah makam, mobil, dst, dimungkinkan dengan syarat:

A. Sudah memiliki dana cadangan pada kas sebesar 2  (dua) kali dari jumlah iuran yang diterima dalam setahun.

B.     Harus mendapat persetujuan dari Dewan Paroki Harian.


BAB VI

KETENTUAN PENUTUP

Pengembangan Paroki
Pasal 20

1. Bila terjadi pengembangan Paroki dan Paroki yang baru berminat untuk mengelola sendiri dana Santo Yusup atau tidak akan melanjutkan keikutsertaannya, maka akan dibentuk tim verifikasi dengan keanggotaan dari masing-masing Paroki.

2.   Hasil dari tim verifikasi wajib dilaporkan kepada Dewan Paroki Harian.

3.   Dana yang tersisa akan dibagi antara kedua Paroki secara proporsional sesuai dengan jumlah umat yang terdaftar sebagai anggota.

Pembubaran Sub-seksi Santo Yusup
Pasal 21

1. Pembubaran Sub-seksi Santo Yusup dilakukan dalam rapat khusus yang diselenggarakan untuk itu oleh Dewan Paroki.

2.     Panggilan rapat dilaksanakan sesuai dengan Pedoman Pelayanan Pastoral Paroki Santa Anna.

3.             Setelah pembubaran disetujui, seluruh dana dan kekayaan Sub-seksi Santo Yusup akan diserah-terimakan kepada Dewan Paroki.
Interpretasi
Pasal 22

Apabila terjadi perbedaan interpretasi atas rumusan dalam Pedoman Tata Laksana Bantuan Kematian Santo Yusup ini, maka akan digunakan rumusan interpretasi dari Dewan Paroki.

Penutup
Pasal 23

I. Segala sesuatu yang tidak atau belum diatur dalam pedoman ini, akan diatur dalam peraturan tambahan yang akan dibuat dan dikeluarkan oleh Dewan Paroki.

2.     Peraturan tambahan tersebut di atas menjadi bagian yang tak terpisahkan dari Pedoman Tata Laksana Bantuan Kematian Santo Yusup ini.

3.     Pedoman ini dapat ditinjau sewaktu-waktu sesuai kebutuhan.

Pedoman Tata Laksana Bantuan Kematian Santo Yusup ini mulai berlaku sejak ditetapkan.

Jakarta, 1 Januari 2010

Dewan Paroki Harian St Anna

Y. Sudriyanto, SJ                              Dewa Putu Ridiasa

(Ketua Umum)                                    (Sekretaris)

sekretariat_stanna@yahoo.com

www.gerejastanna.org

silahkan klik link dibawah untuk download

PEDOMAN DASAR ST. YUSUP

One Response to “Pedoman Tata Laksana Bantuan Kematian Santo Yusup”

  1. Yth Pengurus Santo Yusup,

    Saya mau bertanya apakah utk tahun 2014 ada perubahan iuran Santo Yusup?? Adakah ketentuan baru dan dimana saya bisa melihat terima kasih atas bantuannya….

    Ibu Evy

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>