Pacaran dan hamil 2 bulan, bingung
Dear Bapak terhormat,
Pertama-tama saya mengucapkan terimakasih jika Bapak bersedia membaca email saya dan sekedar memberikan komentar dan saran akan apa yang harus saya lakukan, karena terus terang tidak banyak yang bisa saya bisa mintai saran akan masalah yang tengah saya hadapi.
Saya bukan seorang Katolik, walaupun saya dibesarkan dan dididik secara Katolik. Usia saya 28 tahun, saya belum menikah dan saat ini saya tengah mengandung janin kurang lebih berusia 2 bulan. Saya tidak pernah terpikir untuk melakukan aborsi terhadap janin saya, itu keputusan dan prinsip saya. Tetapi seperti yang mungkin Bapak ketahui, keadaannya tidak selalu mudah bagi saya karena keadaan saya yang belum menikah.
Ayah dari anak saya adalah seorang Katolik. Pada dasarnya ia tidak meninggalkan saya walaupun ia telah mengatakan dari semula bahwa ia tidak akan pernah bisa menikahi saya. Alasan terutama adalah karena dia tidak mau menghancurkan kehidupan yang selama ini telah ia jalani (ia sudah bertunangan dengan seorang perempuan lain cukup lama dan berencana mau menikah dalam tahun ini). Ia telah meminta saya agar tidak memberitahu siapapun akan kehamilan saya dikarenakan jika hal itu diketahui tentu akan menyakiti hati banyak orang. Dan saya setuju karena pada dasarnya saya tidak pernah mau menyakiti hati siapapun juga walaupun terus terang sangat berat bagi saya untuk melakukan hal tersebut setiap hari.
Sering saya merasa tidak mengerti lagi harus berbuat apa, harus terus menjalani hidup untuk alasan apa. Satu-satunya kekuatan bagi saya adalah anak saya yang masih dalam kandungan saya. Hanya itu yang membuat saya bertahan. Saya mencintai ayah dari anak saya, dan dia pun mencintai saya, walaupun saya mengerti bahwa dia tidak mau mengorbankan segala yang telah ia capai, rencana dan impian yang telah ia rencanakan, untuk bersama dengan saya. Dan itu yang membuat saya sangat sedih dan terluka.
Saya juga bingung akan masa depan saya dan anak saya. Saya ragu apakah saya dan dia telah mengambil keputusan yang memang terbaik bagi semua orang (dengan merahasiakan ini dan tidak menikah). Jujur sebagai seorang wanita saya ingin mempunyai suami dan keluarga yang lengkap, namun saya tidak mau jika keinginan saya membuat hancur kehidupan orang lain. Namun jika saya membiarkan dia tetap dengan keputusannya dan mungkin suatu hari akan menikah dengan orang lain dan mempunyai keluarga sendiri, saya sering berfikir apakah dengan itu saya berarti merampas hak dari anak saya untuk mempunyai ayah? (karena selamanya ia akan menyembunyikan fakta bahwa ia telah mempunyai anak dari saya untuk menjaga keutuhan keluarganya.)
Selain itu saya sungguh bingung akan status anak saya nantinya. Apakah dia dapat diterima dan dibabtis di gereja Katolik? Sebelum kejadian ini, saya pun telah memutuskan untuk menjadi Katolik, namun belum sempat terealisasikan.
Mohon pandangan Bapak akan hal yang tengah saya hadapi. Apa yang sebaiknya saya lakukan, apa yang seharusnya kami lakukan? Saya sadar bahwa sekarang bukan waktu yang baik bagi saya untuk selalu bertanya pada ayah anak saya karena keadaan dia sendiri yang masih dalam keadaan terguncang dan belum sepenuhnya menerima akan apa yang telah terjadi.
Mohon juga doa dan dukungan moril dari Bapak. Sampai saat ini tidak ada seorangpun yang mengetahui kondisi saya, karena janji yang telah saya ucapkan, saya menahan diri saya untuk sekedar bercerita dan meminta saran dari orang lain.
Saya terus berdoa dan meminta agar saya dikuatkan, untuk itu saya mohon agar Bapak sekedar dapat memberi saran bagi saya agar sedikit dapat memberikan saya masukan atas apa yang tengah kami hadapi bersama.
Sebelumnya saya berterimakasih atas perhatian Bapak.
Tuhan memberkati.
VGL







Waduh mbak VGL, kasusnya rumit,ya.. tapi ada jalan untuk mendapat terang. Disini perlu kejujuran, keterbukaan,dan keputusan yang bijaksana. Memang ini harus ada yang berkorban, tapi ya..yang ringanlah, jangan double korban. Ini kan satu cowok menghadapi dua cewek.Katakan cewek yang mau dinikahi itu bernama A, sedangkan sewek yg hamil dua bulan bernama B. Kan pernikahan cowok itu dengan A belum terlaksana, tapi cowok itu menghamili B, saya usul deh, silahkan mengadakan rapat keluarga B, B mesti jujur dalam rapat itu, bahwa B telah hamil dengan cowok itu.Anggap saya adalah keluarga B, saya akan datang rembukan dengan keluarga cowok itu, tentu saya minta pertanggungjawaban cowok itu, cowok itu mencintai B, demikian B mencitai cowok itu, jujur sajalah. Biar semua tahu, termasuk A, jika cowok itu telah menghamili B tentu si A akan mundur terhormat. ah ini saran boleh didengar, boleh tidak.Selanjutnya terserah anda.
Salam Damai
Dari Yuliana
Salam sejahtera dalam nama Yesus Kristus!
Saya laki-laki 35 tahun, sudah berkeluarga dan memiliki 1 orang putra. Menanggapi posting ini memang tidak semudah yang dibayangkan, tetapi satu hal yang mau saya katakan sebelumnya adalah saya pernah mengalami hal serupa hanya saja situasi dan kondisinya berbeda.
Dulu saya dan pacar saya (istri saya sekarang) pernah mengalami masalah ini dan kami melalui bersama. Kebetulan kami berdua adalah memang dari keluarga katolik. Tetapi terlepas dari semua itu bukan agama-nya yang menjadi pedoman, melainkan tindakannya!
Berani berbuat berarti harus berani menanggung resikonya.
Saya melihat dari sisi anda sebagai seorang perempuan (yang belum katolik) dan berencana menjadi seorang katolik, sesungguhnya jalan yang anda ambil saat ini dan sebelumnya sudah mencerminkan sebagai seorang katolik yang rela berkorban apapun untuk menunjukan cintai anda kepada orang lain. Hanya saja saya masih menganggap masih ada yang salah.
Mungkin wajar saja demikian, anda memang dalam keadaan yang bingung dan kalut karena keadaan anda saat ini yang tengah hamil muda.
Tetapi disini saya mencoba menolong dan meluruskan. Jika cara anda seperti ini anda berdua egois! karena anda tidak mengatakan yang sebenar-benarnya! Apakah anda tidak berpikir darah yang mengalir di dalam tubuh anak anda adalah sama dengan kakek dan neneknya (khususnya dari orang tua pacar anda). Anda benar bertanya “bagaimana dengan nasib anak saya?”. Mulai dari jantungnya berdetak di rahim anda dia sudah memiliki hak hidup, hak mengetahui siapa orang tuanya siapa kakek-neneknya kelak, saudara-saudaranya, dan lain sebagainya.
Apakah anda berdua berpikir juga perasaan keluarga kalian jika pada akhirnya mengetahui hal ini? Sepandai-pandainya manusia menutupi kebusukan akan tercium juga! Bukankah itu salah? saya tidak mengatakan dosa karena hanya Tuhan yang mampu mengatakan hal tersebut.
Kenapa anda tidak memulai untuk membenarkan semuanya. Karena Yesus selalu mengatakan yang sebenarnya walaupun kebenaran itu membawa Ia kepada kematian di kayu salib. Demikian juga anda dan pacar anda. Jika anda berdua demikian menyelesaikan permasalahan ini, sungguh disayangkan anda menjadi seorang katolik atau agama apapun. Karena semua agama selalu mengajarkan kebenaran.
Apapun itu resikonya, entah itu pacar anda akan dibenci semua orang adalah drama kehidupan yang harus ia lewati bersama anda dan anaknya karena dia sudah mengambil peran ini. Dan jika anda membiarkan hal itu terjadi dengan menyetujui apa yang pacar anda inginkan berarti anda tidak mencintai diri anda, pacar anda dan terutama anak-anak kalian.
Saran saya ada baiknya anda berbicara dengan orang tua pacar anda (khususnya ibu dari pacar anda) tetapi tanpa diketahui pacar anda tersebut. Carilah waktu yang tepat dan buatlah appointment di suatu tempat yang nyaman. Beritahukan yang sebenarnya dengan dimulai kata “MAAF” dan jika perlu anda mencium telapak kakinya untuk memohon ampun. Mengapa demikian? Ampunan paling ampuh di dunia ini adalah dari seorang ibu baik ibu anda maupun pacar anda. Selebihnya apa yang akan orang tua kalian lakukan adalah resiko yang harus kalian berdua hadapi. Jadilah dewasa, disini dalam artian dewasa di dalam Yesus. Anda sudah 28 tahun, milikilah prinsip yang bukan hanya baik tetapi benar! Karena baik itu belum tentu benar tetapi benar sudah pasti baik.
Mengenai tunangannya, dia baru tunangan kapan saja bisa lepas hubungan itu. Jangankan demikian, yang sudah menikah berpuluh tahun saja bisa bercerai. Tetapi disini adalah demi kebaikan anda, pacar anda maupun tunangannya terlebih untuk menyelamatkan buah cinta kasih kalian, yaitu anak anda yang sedang anda kandung saat ini.
Jangan jadikan masalah ini berlarut-larut. Lebih cepat anda selesaikan akan lebih baik. Atau anda berdua akan menyesal seumur hidup dibelakang hari nanti.
Yang jelas disini saya menekankan tanggung jawab seorang katolik dari pacar anda. Sama halnya tanggung jawab Yesus kepada manusia sebagai anak-anak yang dicintai Allah. Karena jika dia (pacar anda) memang benar mencintai anda dan anak yang tengah anda kandung saat ini, apapun itu resikonya akan dia tempuh.
Jika demikian anda mau mendengarkan dan menjalani saran saya, jadikan diri anda sebagai gereja Allah yang kokoh bagi diri anda, pacar anda (yang mungkin kelak akan menjadi suami anda) dan anak-anak kalian, demikian juga sebaliknya pacar anda.
Demikian saran saya, berdoalah selalu untuk kebenaran yang ingin anda bangun. Percayalah Tuhan akan selalu mendengarkan doa orang-orang yang ingin menunjukan Kebesaran dan Kemuliaan-Nya.
Disini saya juga ikut mendoakan agar apa yang harus terjadi sebenarnya haruslah terjadi.
Saya tutup pesan ini dengan Kemulian Kepada Allah di Surga, seperti pada permulaan, sekarang, selalu sepanjang segala abad. Amin.
Hallo VGL,
Tentu pertama-tama anda harus bertanggung jawab atas anak dan diri anda sendiri. Itu konsekwensi logis dari perbuatan anda. Untuk itu anda harus punya penghasilan. Kalau anda di Jakarta, anda dapat bergabung dengan perkumpulan single mother di Susteran Gembala Baik di Jatinegara Barat. Coba telp. 857 2033, 857 2044, cari Sr. Rina.
Kedua, kalau ingin anak jadi Katolik ya memang anda sendiri sebaiknya Katolik dulu. Untuk itu bisa dibicarakan dengan Sr. Rina juga atau pastor di gereja Katolik terdekat.
ketiga, soal keinginan punya keluarga, berdoalah. Lupakan saja lelaki itu. Mulai dengan hidup baru. Kelihatannya dia model lelaki pengecut yang beraninya menghamili lalu ngumpet, tidak berani ketahuan tunangannya. Anda lebih beruntung lho dari pada tunangannya yang ditipunya itu. Bayangkan, anda bisa pisah dari dia sedangkan perempuan itu kalau sempat terjebak kawin dengan lelaki pengecut itu kan bakal terikat sepanjang hidupnya. Untuk apa bertahan dengan lelaki model begitu? Jangan pernah menoleh padanya lagi. Cari saja lelaki lain. Banyak koq yang baik dan mau tanggung jawab. Jangan repot repot putus asa karena sekarang yang kalian perlukan adalah survive. Berbahagialah dalam Tuhan. Karena Tuhan pasti menolong.
salam berkat Tuhan, rin
Dear mba Yuliana dan juga mas Kembalinya Anak Yang Hilang
Terimakasih atas perhatian dan tanggapannya atas masalah jujur saya merasa sedikit banyak dikuatkan dengan adanya tanggapan dan saran dari mas dan mba berdua.
Saya pun pada dasarnya selalu memilih untuk berkata benar, karena serapat apapun suatu kebohongan ditutupi, akhirnya pasti nanti akan terungkap juga. Yang menjadi masalah sekarang adalah kejujuran itu nantinya akan membuat banyak hati orang terluka.
Saya hanya tidak tahu harus memulai dari mana, karena apapun keputusan yang saya ambil ada kemungkinan di depan bahwa pada akhirnya saya akan menghadapi yang terjadi di depan sendirian. Jika saya memberitahu keluarganya akan hal ini, ada kemungkinan ia akan membenci saya dan menolak untuk menjadi ayah dari anak saya.
Namun apapun itu, kata2 dari mas sangat memberikan saya pencerahan, bahwa Yesus selalu mengatakan yang sebenarnya walaupun kebenaran itu membawa Ia kepada kematian di kayu salib.
Tentang rencana saya untuk menjadi seorang Katolik dan juga agar anak saya dapat dibabtis secara Katolik, mohon doanya juga agar semua dapat berjalan dengan lancar dan kami selalu diberi kekuatan atas segala cawan penderitaan yang kami terima sekarang.
Tuhan memberkati mas dan mba sekalian. Salam damai Kristus.
Hai betapa mulia hatimu Vigilia. Sementara diluaran banyak domba yang hilang dan tersesat, anda datang menyerahkan diri seutuhnya kepada Yang Maha Kuasa.
Adakah gembala yang berkenan menuntunmu?
Anda memang harus kuat demi janin yang anda kandung.
Mengapa harus menyembunyikan kejujuran walau itu anda anggap menyakitkan banyak orang, bukankah anda hidup untuk anda dan anak anda ! Lihat, anda terluka karena tidak dapat merasakan kebebasan hidup anda dan anda sedang mengandung, itu tidak baik untuk kondisi anda dan anak anda.
Mengapa anda tidak berkata jujur kepada keluarga anda untuk mendapatkan dukungan moril? Keluarga anda mungkin akan terluka dan dari kejujuran atau keterbukaan anda akan ada pintu yang terbuka untuk masalah anda, keluarga tentu akan membantu mencari jalan terbaik untuk anda dengan demikian anda tidak lagi sendiri menanggung beban itu.
Anda ingin menjadi Katolik? Sungguh besar rahmat yang Tuhan berikan kepada anda! Datanglah ke GK yang terdekat dengan tempat tinggal anda untuk konsultasi dengan Pastor paroki, atau mencari informasi melalui orang-orang yang telah mendidik anda secara Katolik.
Salam dan doa.
@VGL…
kamu tidak perlu mengikuti saran untuk memintamu datang kepihak laki-laki baik untuk menuntut pertanggungjawaban [lagi] atau meminta maaf kepada sanak keluarganya. mengapa ?
1. karena hal itu sangat mungkin tidak memberikan manfaat apapun kecuali anda dihina dan orang yang seharusnya paling bertanggungjawab tidak membela. Saya tidak yakin anda siap menghadapi kemungkinan terburuk untuk sesuatu yang tidak perlu anda lakukan.
2. Memaksa bukanlah ciri seorang Katolik. pun bila si laki-laki mau bertanggungjawab, tetapi dasar pernikahan Katolik sebenarnya tidak ada, karena pernikahan karena “kecelakaan” (hamil) bukanlah dasar pernikahan Katolik (walaupun kamu belum menjadi Katolik setidaknya berbuatlah seturut kehendak Allah melalui perintah Gereja-Nya)
Yang harus anda lakukan terutama adalah meminta ampun dari Allah. jadi berdoalah dengan sungguh-sungguh untuk memohon ampun kepada-Nya. Anda bisa pergi ke romo paroki dan mintalah nasihatnya, apa yang harus anda lakukan agar Allah mengampunimu. Karena inilah yang terutama. Kamu pun bisa bercerita mengenai masalahmu kepada pastor paroki, karena beliau bisa membantu apabila kamu membutuhkan dukungan ketika berbicara kepada orang tuamu.
Anda tidak perlu menutupi kondisi anda dari orang-orang di sekitar anda, terutama keluarga anda. Cepat atau lambat mereka pasti tahu, perubahan fisik yang kamu alami tidak bisa selamanya anda tutupi. Justru saat ini anda membutuhkan sebanyak-banyaknya dukungan dari orang-orang terdekat anda, terutama keluarga anda. Mintalah dukungan moral kepada keluarga anda dan bila memungkinkan finansial [minta maaflah kepada orang tua karena kelalaianmu ini, tetapi jika tidak dimaafkan tidak masalah, karena yang terutama adalah pengampunan dari Allah]. Tetapi jangan membiarkan mereka terlibat dalam masalahmu (contoh melabrak teman laki-lakimu itu), karena tidak memberi manfaat apa pun bagi diri anda.
Sebenarnya anda bisa meminta kepada teman laki-lakimu itu untuk bertanggungjawab secara finansial, yaitu memberikan kamu sejumlah uang yang cukup untuk membantu/memenuhi kebutuhan kehamilan hingga kelahiran anakmu kelak. Jika ia menolak, tidak perlu memaksa. Kamu akhirnya akan tahu tipe laki-laki macam apa ia sebenarnya.
Jika secara finansial anda kesulitan, sebenarnya anda bisa mencari informasi yayasan Katolik yang menampung kasus pernikahan di luar nikah seperti anda dan mereka bahkan menampung bayi yang dilahirkan. Jika anda ragu dapat memberikan kebutuhan hidup sang bayi, walaupun bukan solusi ideal, anda bisa menitipkannya ke yayasan tersebut. mungkin paroki di tempatmu berada bisa memberikan informasi ini..
pilihan lain adalah bila si bayi diadopsi oleh keluargamu.
May God bless your steps and protect you
Dear VGL,
Membaca permasalahan kamu sungguh dramatis,saya hanya bisa memberi saran..mintalah pertanggung jawaban laki-laki yang telah menghamili kamu, bila dia seorang Katolik yang baik saya yakin dia akan mempertanggung jawabkan perbuatannya…..bila dia tidak mau mempertanggung jawabkan …..kamu harus bisa melupakan dia laki-laki yang kamu cintai tak lebih hanya…laki-laki bejad…., tinggal kamu harus jujur ke pada keluarga kamu…..dan ingat JANGAN pernah kamu gugurkan kandungan kamu….jangan tambah dosa kamu lagi…Saya doakan supaya Laki-laki yang telah menghamili kamu mau bertanggung jawab….
Syalom ..Kuatkanlah Iman Mu…Serahkanlah Beban Beratmu Kepada Tuhan Yesus..maka akan diringankan NYA….
Terimakasih atas dukungan dan perhatian semuanya.
Untuk mba Rin, terimakasih atas info yang diberikan tentang Susteran Gembala Baik.
Untuk mba Lucia, terimakasih untuk semangatnya, mengikuti saran mbak, segera setelah semua bisa reda, saya akan mencari Pastor paroki di lingkungan saya.
Untuk Pak Johan, semua saran Bapak tengah saya lakukan. Memang keadaan saya pasti lama-lama akan diketahui oleh orang banyak, dan banyak sekali maaf yang harus saya berikan kepada orang-orang di sekitar saya, termasuk keluarga dan teman-teman, yang akan kecewa. Tidak ada sedikitpun niat saya untuk memaksa meminta pertanggungjawaban karena apapun yang dilandasi dengan rasa terpaksa, termasuk pernikahan, adalah tidak benar. Saya cuma bisa berdoa Tuhan masih mau membukakan jalan dan melunakkan hati orang-orang agar dapat menerima saya dan anak saya nantinya, termasuk ayah kandungnya dan keluarganya. Untuk anak, saya ingin merawat anak saya sendiri, walaupun mungkin sulit, namun saya akan berusaha untuk mencari jalan yang terbaik, untuk itu mungkin saya akan adopsi anak saya sendiri. Saya pernah baca untuk akta kelahiran tidak dibutuhkan nama ayah, apa itu benar dan memungkinkan bagi saya untuk mengurus akte lahir anak saya secara sah walaupun sendirian? Mohon informasinya.
Untuk Hamba Tuhan Yang Peduli, terimakasih untuk doa dan semangatnya.
Semua yang telah memberikan komentar dan turut memberikan saran di sini sangat menguatkan saya.
Tuhan memberkati kita semua dan selamat menjalani rangkaian perayaan Paskah.
@vigilia… kamu tidak bisa mengadopsi anakmu sendiri, karena tidak ada istilah demikian untuk seorang ibu yang hendak memelihara anaknya sendiri… untuk akte kelahiran cukup nama ibunya saja, dan kelak setelah dirimu dibaptis, maka anakmu pun bisa dibaptis dalam Gereja Katolik.
May God bless your steps..
Soal akte kelahiran dan adopsi itu begini:
Anak luar nikah, bila diurus akta lahirnya maka akan tercatat sebagai anak dari perempuan yang melahirkan.
Bila itu yang terjadi, maka Vigilia tidak perlu mengadopsi anak itu. Sejauh ibunya jujur, dan dekat dengan anak maka anak akan siap secara psikologis menerima kenyataan bahwa pada akta lahirnya hanya tertulis nama ibunya.
Soal adopsi, bila Vigilia akan mengadopsi anak itu, toh harus jelas siapa yang dianggap ibu / ibu bapak anak itu. Artinya, harus ada akta lahir anak yang bertuliskan bahwa anak itu adalah anak dari perempuan A / perempuan A dan lelaki B.
Baru kemudia Vigilia mengadopsinya dengan akta adopsi yang dikeluarkan di pengadilan.
Kesulitannya: adopsi banyak aturannya.
Ancaman hukumannya: dengan melakukan langkah ini maka Vigilia sudah melakukan “merubah/merekayasa asal usul seseorang (si anak)” karena membuat akta lahir asli tapi palsu secara materi.
Maka, saran saya, sebaiknya buat saja akta lahir yang asli materinya, walaupun memang hanya akan tertulis nama Vigilia. Lalu kasihi anak itu secara mesra untuk memperlihatkan kepada anak itu bahwa Vigilia mengasihi anak itu sungguh sungguh. Bukan berarti memanjakannya. Tapi persiapkan suatu saat dia akan sadar bahwa dia berbeda status dengan teman temannya. Biasanya anak ABG yang baru sadar bahwa dia anak luar nikah akan jadi minder atau marah terhadap perbuatan masa lalu ibunya karena membuatnya malu. Hindarkan itu dengan mengatakan, “Biarpun hanya ibu yang ada, tapi ibu mengasihimu.” Tiap hari katakan,”I love you” Buat dia merasa punya harga diri walaupun dia anak luar nikah. Toh anak luar nikah selalu punya hak untuk hidup baik to….
Salam berkah Dalem, rin
Saya sependapat dengan Pak Johan. Vigilia, anda tidak perlu mengadopsi bayi yang ada di rahimmu sebab bayi itu adalah darah daging anda. Kelak setelah sang bayi lahir, buatkan akta kelahiran dan kelak setelah anda dibaptis bawalah bayi anda kepada pastor untuk dibaptis di gereja setempat. Itu saja.
Sekarang ini anda perlu mempersiapkan fisik dan mental, sebab dalam triwulan pertama kehamilan anda harus banyak istirahat. Jangan lupa memeriksakan kandungan kepada bidan atau dokter kandungan secara teratur.
Semoga Tuhan senantiasa menyertai anda dan bayi anda.
Hai Vigilia,
Saya seorang unmarried single mother, 28 th. Putra saya berumur 2,5 th sekarang. Saya sangat bisa merasakan kekalutan yang kamu hadapi sekarang.
Apa yang disarankan Rin mengenai susteran Gembala Baik adalah benar & sangat baik. Saya pernah di shelter tersebut (namanya Villa Shalom) selama saya mengandung dari 4 bulan sampai anak saya lahir 2 minggu. Itu hal terbaik yang bisa saya anjurkan sekarang. Tidak usah memikirkan hal yang lain. Tunda atau tidak usah sama sekali meminta pertanggung jawaban dari laki-laki itu. Hal yang terpenting adalah kamu harus menenangkan hati & pikiran supaya bayimu tumbuh dengan sehat.
Apakah keluargamu sekarang sudah tahu keadaanmu ini? Jika kamu belum siap, tidak apa-apa, pihak Susteran akan membantu menghubungi. Tetapi jika kamu yakin bahwa keluargamu moderat, lebih baik kamu beritahu, karena semarah apapun keluarga, mereka pasti akan tetap menyayangi dan mendukungmu. Dukungan dari keluarga sangat penting artinya.
Anak saya dibaptis Katolik ketika berumur 2 minggu di kapel Gembala Baik dengan mendatangkan Romo dari paroki St Yoseph Matraman, dan surat baptisnya tidak tercantum nama ayahnya. Akte lahir juga sudah bisa saya dapatkan atas nama saya sendiri, tidak ada nama ayah dan tanpa embel-embel “anak di luar nikah”.
Jadi, kamu jangan takut. Semua yang kamu takutkan akan terjawab asal kamu percaya pada kehendak-Nya, dan menjadi kuatlah untuk menjadi ibu yang terbaik bagi anakmu.
NB: Bersama dengan para single mother yang lain (unmarried & karena ditinggalkan suami), kami membentuk Single Mother Community. Cukup banyak pengalaman dari rekan-rekan lain yang bisa membantu menguatkan. Ini email saya: eveline_victa@yahoo.com. Dengan senang hati saya akan bantu kamu.
God always bless and keep you…
jika kamu berkenan, kami mau mengadopsi anak yg kamu kandung. kebetulan, kami ingin mengadopsi anak, karena sdh 2,5 thn belum mendapat momongan. kami dari keluarga kristen juga. dan anak tsb akan kami besarkan dgn sebaik2nya dan semampu kami. no hp saya : 0812-78767687, jika kamu ingin menghubungi. tq n gbu.
saat ini kami sdh menikah 6th,tp kami belum dikaruniai anak.
dan jika kamu berkenan ijinkanlah kami utk mengadopsi anak kamu,km dr keluarga kristen,dimana anak tersebut akan kami besarkan dgn kasih sayang,dan sebaik2nya,ini no hp saya : 021-45758559,jika kamu mau menghubungi kami,Terima kasih,JBU.
Dear VGL,
Berkenankah anda menghubungi saya, Martha.
Apakah anda bermaksud untuk memberikan calon baby tsb kepada orang lain ?
Mohon hubungi saya (nr. flexi 2739 2700)
Terima kasih.
Martha
shalom, sy bukan seorang katolik..tp pacar sy seorang katolik..
kami pacaran melampaui batas.. di saat saya hamil muda sy ada masalah dengan pacar sy karena masalah sms yg menurutnya menyakiti hatinya…tp sms itu bukan sekali yg sebenanrnya karena wanita marah blm tentu tdk syg aplg kondisi hamil seperti itu..kami tidak bertemu cukup lama, akhirnya sy putuskan untuk tdk melanjuti kandungan ini, karena sy mikir pacar sy jg belum siap dengan kehamilan sy.. sekarang karena masalah sms itu menjadi akar kepahitan pacar sy yg memutuskan hubungan dengan saya…sya tidak rela karena sy marah bukan krn sy tdk cinta tp krn sy syg, sy mengorbankan kehamilan sy karena sy tdk mau merusak masa depannya, apakah sy wajar untuk mendapatkan pertanggung jawaban dari pacar saya ini? karena dy meninggalkan saya sekarang..sebagai wanita tentu khawatir bagaimana sy menghadapi hr2 yg ketakutan dengan hal ini…mohon hubungi saya di 0818185xxx, ini nomor pacar saya 08176666xxx. kami sudah berdosa, tentu kami tidak ingin lepas dari tanggung jwab dosa kami ber2. mohon sarannya. terimakasih.
@Wijaya, berhubungan seks di luar nikah sudah menyakiti hati Allah, terlebih lagi bila kamu ingin membunuh janin dalam kandunganmu demi ego kalian. Dosa tidak akan bisa dihapuskan oleh dosa. Segeralah bertobat dan mencari pengampunan Allah.
kamu layak meminta pertanggungjawaban kepada pria yang telah membuatmu hamil. PErtanggungjawaban sebagai seorang Katolik yang taat pada Allah, yang telah terlebih dahulu mengasihinya.
Jadi sudah sepantasnya ia membalas kasih Allah, dengan mengasihi-Nya, dan juga mengasihi sesamanya, termasuk dirimu dan bayi yang kamu kandung. tetapi tentu saja, kamu belum tentu bisa memaksa dia untuk bertanggungjawab. Bisa saja karena ketakutan dan ego-nya ia menghindar. Namun bila itu terjadi, hendaknya kamu tidak mengikuti keputusannya itu. Lebih baik kamu memutuskan hubungan dengan laki-laki pengecut seperti itu, dibandingkan kamu melanjutkan hubungan dengannya dan membunuh janin yang kamu kandung. Pertanggungjawaban yang kamu minta, lebih banyak kepada materi sebenarnya (walaupun bila ia mau menikahimu pun tidak masalah. Namun sebenarnya pernikahan karena kehamilan di luar nikah bukanlah dasar pernikahan Katolik. Karena dasarnya adalah keterpaksaan). Masa Kehamilan, masa persalinan, masa memelihara sang bayi membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Jika memungkinkan carilah sebanyak-banyaknya pertolongan, dukungan dan bantuan dari orang-orang terdekatmu (terutama keluarga) baik secara materi maupun secara psikis. Ini akan sangat membantumu melalui masa-masa kehamilan dan persalinan. Jauhkan dirimu dari stress atau hal lain yang mengganggu kandungan.
Jadi pertahankan kandunganmu dan lahirkan anak itu. Jika kamu mampu, peliharalah dan rawatlah ia layaknya perhatian dan kasih sayang seorang ibu kepada anaknya. Semoga saja hati pria yang menolaknya, tergerak, dan mau membantu menjadi seorang “ayah” dan semoga saja kelak ia sungguh-sungguh mau menjadi ayah bagi anak tersebut. Jika pun itu tidak terjadi, setidaknya anak itu berada dalam kasih sayang sang ibu, dan kelak perjuanganmu melahirkan, merawat dan menjaganya sebagai single parent, menjadi suri tauladan bagi anak itu kelak. Jangan lupa segeralah membaptis anakmu dalam Gereja Katolik. oh ya, kamu pun bisa bergabung dalam komunitas single parent yang diasuh oleh suster-suster Gembala Baik.
Jika kamu tidak sanggup melakukannya, maka demi kesejahteraan sang anak, kamu bisa memberikan tanggungjawab itu kepada keluarga, kepada orang yang bisa kamu percayai atau pilihan lain adalah menyerahkan pemeliharaan atas anak itu kepada yayasan atau panti asuhan Katolik. Bagaimana pun lakukan yang terbaik untuk kesejahteraan si anak. Jangan biarkan ia menderita karena perbuatan kedua orang tuanya. Segala bentuk kasih sayangmu kepadanya, adalah bentuk kasihmu kepada Allah.
May God bless your steps..
Saya memiliki teman, seorang gadis yg hamil diluar nikah, berencana akan menghubungi villa shalom, setelah melahirkan teman saya tsb akan menata hidupnya dg melanjutkan study tetapi karna akan menjadi single parent maka utk sementara waktu akan menitipkan anaknya tsb ke panti asuhan, susteran atau dimana ada tempat singgah yg mau menampung sementara sambil si calon ibu melanjutkan study?mohon info.GBU
@Elisabeth
silahkan buka topik ini…
http://gerejastanna.org/gadis-15th-hamil-3-bulan-ingin-dinikahi/
jawaban langsung-nya ada di poin 2..
May God bless your steps..