Pacar gampang emosi
Sy AML. sy ingin menanyakan sekarang saya mempunya pacar yg udh berjalan 15 bulan. selama awal pacaran dy selalu bisa mengontrol emosinya. setelah hampir 1 tahun dy mulai gampang emosi (mnrt sy karena dy mempunyai masalah ekonomi dikeluarganya). dy pernah sekali berlaku kasar sm sy, tp hanya karena sy memaksa untuk memeluk dy krn wkt itu dy lg emosi sm sy dan sy ingin mendinginkan dy. dy hanya menyentakan tangan sy dr dy.
kalau dy marah kdg dy smp mengucapkan perkataan yg sehrsnya tdk diucapkan dy juga tdk terlalu percaya sm sy. stlh sy tanya kenapa dy bs seperti itu dy menjawab kalau sy orgnya blm terbuka secara pribadi dgn dy (cerita ttg yg kurasakan) mknya dy blm bs percaya penuh dgn sy tentang hal emosi dan krn sy pernah bercerita bagaimana sy dl dengan pacar sy sblmnya dy menilai kalau sy tipe yg gampang selingkuh, smp akhirnya sy menceritakan penyebab knp sy dl bs deket sm cowo lain wkt sy udh punya pacar. dy udh pernah meminta sy untuk tdk mendekati dy dl sewaktu dy lagi emosi. krn dy akan mencari sy sendiri kalau dy udh reda emosinya, selm ini sy selalu mendekati dy kalau dy lagi emosi.
yg ingin sy tanyakan bagaimana sy menyakinkan dy untuk percaya penuh sm sy, krn sy ingin bs serius dgn dy. dy jg udh mengatakan kalau pengin serius sm sy. sy jg mnt dy berjanji sm sy kalau dy menjaga perkataan dan perlakuan dengan sy kalau dy lagi emosi. dy jg krn pernah mengetahui masa lalu sy dengan pacar sy sblmnya yg buruk ( sy dengan pacar sy sblmnya pernah melakukan seperti suami istri tp tdk smp benar2 berhubungan intim).
dy pertama tdk bs menerima itu smua, smp dy memtskan hubungan (ini terjadi wkt hubungan kami baru berjalan +- 3bln ). sampai akhirnya kakak perempuannya dy cerita ttg ms lalu sy dan kakaknya yg mengingatkan dy kalau org bs berubah dan nerima sy kembali. akhirnya dy mau menerima sy tetapi dy tdk ingin sy berhubungan lagi sm pacar sy itu untuk selamanya,bahkan sy jg tdk blh ke kota sy menempuh kuliah tanpa ada dy (krn disana sy melakukan itu). apakah dy benar2 bisa menerima sy sepenuhnya. terkadang sy merasa tdk bersih, tdk layak untuk dy (krn dy lbh lurus jlnnya dibanding sy). oya romo, mama sy blm memberikan restu krn dy blm mapan, dy lbh muda dan karena mama sy melihat secara fisik pacar sy
sy mengerti kalau mama sy menginginkn sy bahagia dengan mendapatkan cowok yang udh mapan yang udah siap untuk menghidupin sy.
yang ingin sy tanyakan :
1. apakah dy bnr2 bisa menerima sy sepenuhnya setelah dy tau ms lalu sy?
2. apakah dy bnr2 ingin menghabiskan hidup dgn sy?
3. bagaimana cara menyakinkan dy kalau sy bs dy percaya?
4. apakah mama sy bs memberikan restu untuk kami berdua?
5. apakah suatu hubungan bisa langgeng kalau blm mendapatkan restu dari ortu (hanya mama sy)?
terima kasih banyak sebelumnya romo untuk saran dan jawaban atas sharing sy
AML







AML, jika saya membaca cerita anda, justru saya merasa yakin bahwa dia bukanlah calon suami yang baik, setidaknya saat ini ia belum menunjukkan bisa menjadi suami yang baik bagi dirimu. Jika kamu bersikukuh menjalin hubungan dengannya, hendaknya kamu tidak cepat-cepat mengambil keputusan untuk menikah. Mengapa saya berpendapat demikian ? Hal yang paling utama, adalah masih banyak pertanyaan yang belum bisa kamu jawab dengan pasti termasuk mengapa ia bersikap emosional 1 tahun terakhir. Selama satu tahun terakhir, pernahkan ia menceritakan mengapa ia bersikap demikian kepadamu ? atau pernahkah kamu benar-benar menyelami apa yang menjadi permasalahan hidupnya ?
Jika masalah itu benar-benar membebani dirinya, maka ia belum siap untuk melanjutkan hidupnya menjadi seorang suami dan kelak menjadi seorang ayah. Karena kelak dengan kondisi psikisi seperti saat ini, baginya memiliki keluarga, bukan mengurangi masalah, melainkan berpotensi menambah masalah baru bagi dirinya. Itulah cara pandangnya pribadi yang menimbun masalah dalam dirinya. Cara pandang itu akan berbeda apabila ia sungguh-sungguh menjadi pribadi yang matang dan mapan.
Jadi saran saya sebaiknya anda mengenali pasangan anda lebih dekat lagi. Kenali dirinya dan apa yang ia pikirkan, apa yang menjadi masalahnya, apa yang ia rencanakan, apa yang menjadi harapannya, apa yang ingin ia lakukan. Cari cara untuk membantunya dengan semaksimal anda agar ia dapat menjadi pribadi yang lebih baik. Tetapi ingatlah, ada saatnya kelak anda harus menyadari bahwa usaha anda sudah maksimal dan anda haru mundur untuk memberinya dan memberi anda ruang untuk “bernafas”. Ini bukanlah hal yang mudah memang, tetapi anda harus lakukan demi kebaikan dirinya dan juga demi kebaikan anda.
Jika ia seorang Katolik, maka ingatkan, ajaklah ia menerima sakramen tobat dan sakrament Ekaristi. Ajaklah ia berdoa bersama. Doakanlah bukan saja untuk dirinya tetapi juga untuk dirimu. Mintalah kebijaksanaan dan kekuatan untuk menjalani hidup ini, termasuk menjalani hubungan pertemanan dengannya.
Idealnya adalah teman pria-mu menjadi pribadi yang lebih baik, lebih sabar, lebih kuat, lebih percaya diri, lebih bijak dan dewasa, dan menjalani hubungan denganmu dengan lebih sehat, lebih komunikatif, lebih kuat dalam relasi.. dan itu adalah kondisi ideal untuk pribadi yang siap menjalani kehidupan baru dalam keluarga yang ia bangun. Mama kamu pun bisa diyakinkan, sehingga tidak ada lagi keraguan atau kecemasan dalam memberikan restu kepadamu.
tetapi kadang atau bahkan sering, hal yang ideal sulit diperoleh, sehingga bisa saja kondisinya sebaliknya, dan kamu pun harus berani mengambil keputusan dan siap menghadapinya, supaya kamu tidak menyesal di kemudian hari dan karena apa yang terjadi di masa depan, kita mengambil peran serta mulai dari keputusan yang kita ambil hari ini.
May God bless your steps