Obat Luka Batin
Dear romo
saat ini saya dalam kondisi kebimbangan yang sangat besar, sebuah keadaan dimana saya sangat kosong.
saya menikah dengan istri saya secara katolik, 2 tahun yang lalu kami beda agama (dia moslem)& saya katolik, pada awalnya dia minta saya menikahi dia dengan cara katolik tapi saya tolak karena kecintaan saya pada iman yang saya anut walaupun harus mengorban hubungan kita, akhirnya dia mengalah untuk menikah cara katolik, hati saya senang sekali karena calon istri saya mau mengikuti dengan cara saya,…
kami awalnya sepakat untuk menjaga keimanan kami masing-masing, setiap dia lupa sholat saya punya kewajiban mengingatkan, begitu juga dia kalo saya bangun kesiangan dia bangunkan untuk pergi ke gereja keadaan itu berjalan hampir 1 tahun setengah, dia (istri saya) memang pemarah, mudah tersinggung, tapi saya tahu menghadapi dia karena pacaran kami cukup lama sekitar 9 tahun, saya sudah terbiasa mengalah, bahkan diam, agar marahnya reda,…..
sebulan yang lau istri saya dipindah dari pekerjaannya karena alasan membuat saya terkejut setengah mati, dia (istri saya) mempunya affair dengan rekan kerjanya,tapi saya memang orang yangtidak mudah percaya begitu saja, waktu dia curhat mau dipindah dengan alasan affair sayapun tidak langsung percaya bahkan saya menyalahkan yang membuat kabar tersebut, akan tetapi perasaan ingin tahu yang sebenarnya tealh membawa saya mengetahui yang sebenarnya, ternyata dia memang punya affair, kata-kata mereka berdua telah membuat terperanjat… demi tuhan seperti inikah istri saya…
akhirnya terjadi pertengkaran hebat karena saya merasa di bohongi setengah mampus oleh dia, sebagai suami dan iman katolik saya tidak punya niat untuk cerai karena dalam injil apa yang disatukan oleh Allah tidak bisa di ceraikan oleh manusia, tapi alasan dia melakukan itu semua membuat saya berphikir kembali alasan “Dia butuh imam yang seiman dengan dia” tapi aku katakan tidak bisa karena aku sudah lebih dulu mencintai yesus daripada dia, dan lagi dia telah mengingkari komitmen indah kami.
salahkah saya untuk berphikir cerai dari dia karena saya benar-benar kalut……
seumpama gereja mengijinkan kami untuk pisah bagaimana caranya??
kalo hubungan kami bisa di perbaiki bagaimana caranya karena istri sudah minta maaf, dan mencoba memperbaiki komitmennya, tapi bagi saya belum bisa mengobati luka di hati saya
terima kasiih
==========
Saudara Blank,
Kalau anda bingung, apapun keputusan yang anda ambil mempunyai resiko salah yang tinggi. Persoalan pokok anda bukan bisakah bercerai, tetapi bagaimana menyembuhkan luka batin anda. Kalau anda memiliki CINTA SEJATI, bukan cinta emosi yang berpusat pada kepentingan diri, tidak ada yang disebut pengampunan. Kalau nyala CINTA itu tidak dibiarkan hidup kembali, maka anda akan terus bergulat untuk mengampuni dari kekuataan sendiri dan pengampunan hasil dari pergulatan anda tidak akan menyembuhkan anda secara tuntas.
Luka batin itu tidak ada obatnya kecuali luka itu sendiri. Apa maksudnya? Dari pengalaman saya pribadi, luka batin tidak bisa disembuhkan secara tuntas kecuali dengan pemahaman total atas luka itu sendiri. Untuk soal ini saya menulis di situs ini “Memahami Rasa Terluka” dan anda perlu mempraktekkannya sendiri.
Anda bisa juga mencoba mengambil konseling psikologis. Kalau anda stress berat dan suka bingung hebat, pendekatan psikologis sering membantu. Tetapi itu pun belum akan menyembuhkan anda secara tuntas selama rasa terluka itu belum terpahami secara total, bukan secara intelek. Dan pemahaman secara total itu barangkali hanya mungkin kalau anda membiarkan diri disentuh oleh Yang Kudus atau Roh Kudus dalam iman anda sebagai orang kristen.
Sudrijanta







Kalau saya boleh berpendapat berbeda maka saya akan mengatakan bahwa sesungguhnya yang terluka adalah ego…
Cinta sejati tidak mengenal ego…cinta sejati ibarat lilin yang membakar habis dirinya untuk tetap menyalakan terangnya…
saya juga pernah mengalami luka karena dikhianati…meski luka itu tetap membekas namun cinta sejati mampu membakar habis luka itu…
cinta sejati muncul dari batin yang bebas dari ego…
setiap saat dalam doa saya mohon batin ini selalu dselimuti oleh hangatnya cinta sejati…
berharap sharing saya ini dapat membantu…
sejuk membaca tulisan kamu sdr V
sangat-sangat benar sekali,luka seberat&sebesar apapun bisa hancur&hilang.kalau saja sadar’Ego’masih terus-terus dibawa&amati sampai tuntas.
sekalipun catat batin,yg tiada obat paling ampuh pun,kalau saja.
si’sadar’ada terus bersama-sama kita,itupun akan tersembuhkan
kalau kita ini bukan siapa-siapa yg terhebat,unggul,dsb.
Apalagi.Nyala Api Cinta yg tak pernah padam.wihhhh!!ada didlm hati kita???
yang ada,sayang menyayangi,menghormati,berbelas kasih,ada cinta kasih yg terus2 mere’kah.apalagi berhadapan dengan banyak orang2
yg sungguh tulus…Keindahaan itu terus2 mengalir.
adakah pengampunan yg paling ampuh??selain CINTA SEJATI…
hanya kepada DIA ALLAH YG KUDUS,kita diberi…
salam
Mr Blank,
Sedikit sharing , sebaiknya tidak mengambil keputusan apapun bila pikiran sedang kalut karena biasanya keputusan diambil keliru sebab hanya berdasarkan emosi dan suasana hati sesaat dan batin sedang kacau.
Cobalah menenangkan diri dan dengan berjalannya waktu mencoba untuk memahami batin yang terluka dan disana kita coba merefleksikan diri, masih adakah CINTA SEJATI dalam diriku?
Bila Cinta sejati tumbuh subur dalam batin maka ia bisa mengalahkan ego diri dan itu hanya bisa bila kita membiarkan Roh Kudus selalu bekerja dalam hidup ini, dengan demikian bisa memahami rasa terluka/ego secara utuh , nah pada saat itu anda bisa mengambil keputusan dalam suasana batin yang tenang karena cinta sejati menyelimuti hati anda dan biasanya keputusan tersebut akan lebih tepat karena sudah tidak berdasarkan ego diri lagi.Tuhan memberkati anda
Hi salam kenal,
Ada hal yang ingin saya konsultasikan semoga romo dapat membantu memberikan solusi/pandangan lain.
Calon suami saya memiliki kebencian yang luar biasa kepada papanya.
Ketika dia kecil,dia selalu dipukuli oleh papanya tidak hanya badannya tapi kepalanya sering di pukul, bahkan dulu dia sampai dikirim ke asrama karena kata orang tuanya dia nakal.
Sekarang ketika dia sudah besar,dia masih menyimpan semua kenangan buruk masa kecilnya.
Di rumah hanya ada dia dan kedua orang tuanya. Adiknya yang telah menikah sudah tinggal bersama keluarganya sendiri. Setiap hari yang selalu ada di rumah adalah papanya. Ketika calon suami saya mulai membantu usaha mamanya, setiap hari selalu saja ada masalah.
Mulai dari selisih pandangan antara calon suami saya dengan mamanya dalam mengelola tokonya. Kemudian papanya yang selalu marah2 selalu bilang kalau calon suami saya ga pernah ngebantuin.
Sekarang calon suami saya itu mengalami kesulitan tidur cepat, jadi baru bisa tidur tengah malam, kalau dia bangun jam 7 pasti papanya marah2. Sedangkan papanya tiap hari di rumah,bisa istirahat kapan pun jadi tidak mengherankan bila bangun pagi.
Sekarang kalau ada apa2 pasti calon suami saya juga yang bantu mereka, tapi kenapa orang tuanya selalu menyudutkan dia? bukan kata2 motivasi tapi selalu kritikan dari mereka.
Hubungan yang tidak baik itu membuat calon suami saya kalau ada di rumah selalu diam diri di kamar. Tapi akhir2 ini papanya komplain pada mamanya ‘bilangin jangan di kamar terus, jangan dimanjain terus.
Aneh khan masa mamanya ga boleh mengurus keperluan makan calon suami saya? Papanya juga sebentar2 marah bilang ‘kalau gw mati,ga akan ada yang tahu’ nah sekarang bagaimana saya dan calon suami saya dapat ngobrol ringan hingga menanyakan kabar papanya bila papanya selalu di kamar? Kami mana tahu apakah papanya itu bangun atau tidur? Bagaimana obrolan itu bisa terjadi kalau hubungan antara calon suami saya dengan papanya tidak baik. Ketika kebencian calon suami saya memuncak, ada kalanya dia berfikir jahat.
Memang betul bila dikatakan ada kepahitan di hatinya. Bagaimana dia bisa mengasihi papanya bila papanya selalu mengucapkan kata2 yang menyakitinya? Bagaimana luka batin itu dapat terobati karna hingga sekarang pun papanya tidak menyadari bahwa perkataannya dan perbuatannya ketika calon suami saya masih kecil adalah perbuatan yang salah?
Mohon bantuan solusinya, selain berdoa sendiri apakah tidak ada jalan lain?
Terima kasih sebelumnya dan Tuhan Memberkati
Evi
Maaf, kami dari panitia Kep IX, paroki santo yoseph, matraman akan mengadakan seminar penyembuhan luka batin.
Yang akan kami adakan di Aula Gereja Katedral, Jakarta.
Pada Bulan Maret – April 2010.
Silahkan daftar di http://www.seminarlukabatin.co.cc
Terima kasih.
Hanya mau share aja. Saya kadang merenung pada jalan salib Yesus, setiap kali saya mengalami peristiwa yang bisa membuat hati saya terluka, sebenarnya enggak ada apa – apanya dibanding Tuhan Yesus yang dipukulin, diludahin, dicambuk, dikata – katain. Bisa dibayangin enggak cuman luka badan, tapi luka batinnya juga khan dan setelah saya merenung dan berdoa mohon bimbingan Roh Kudus. Saya yakin Yesus berada di samping saya untuk apa yang saya lakukan. Yesus tidak akan pernah meninggalkan kita, karena kita anak – anak-Nya.