Minim, Jumlah Politisi Katolik di Indonesia

 

Tahukah Anda, berapa jumlah orang Katolik yang menjadi Anggota DPR RI? Hanya ada 18 orang Katolik dari 560 anggota DPR RI saat ini atau hanya 3 persen.

Jumlah tersebut dipandang terlalu sedikit untuk bisa menggarami dunia perpolitikan di Indonesia yang sarat dengan kepentingan pribadi, kelompok, juga partai dan kerap mengabaikan kepentingan publik.

Atas dasar keprihatinan itu Seksi Hubungan Antar Agama dan Kemasyarakatan (HAAK) Gereja Santa Anna, Duren Sawit, Jakarta Timur menggelar rekoleksi dengan thema “Karya Penggerak Sosial Politik” di Gedung Yos Sudarso, Minggu (2/7/2016). Hadir sebagai pembicara dalam rekoleksi yang diikuti 58 umat Gereja Santa Anna adalah Ketua Vox Point Indonesia (VPI) Yohanes Handoyo Budhisejati.

“Vox Point Indonesia berdiri 12 Maret 2016 menjawab kegelisahan akan kurangnya awam Katholik yang ikut terlibat dibidang Sosial Politik Kemasyarakatan dan kegiatan kenegaraan, bukan ormas” kata Handoyo.

Menurut dia, awam Katholik diharapkan mampu mengubah pandangan tentang politik yang selama ini mengemuka. Politik harus digunakan untuk menyejahterakan masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi atau golongan. Itulah politik Katolik.

“Perlu adanya kesadaran umat Katolik untuk ikut terlibat di bidang sosial politik kemasyarakatan dan kenegaraan untuk menjawab tantangan kedepan bangsa dan negara,” tuturnya.

Ia mengatakan, sebenarnya saat ini sudah banyak organisasi yang menghimpun orang-orang Katolik. Sayangnya, organisasi-organisasi yang ada banyak berjalan sendiri mengurus kepentingannya masing-masing.

Pengurus Vox Point Indonesia saat ini datang dari berbagai macam latar belakang. Ada politisi, pengusaha, aktivis HAM, pegiat gereja, birokrat, dan purnawirawan TNI/ Polri.

Rekoleksi yang berlangsung selama dua jam ini dirasa kurang karena banyaknya pertanyaan dari peserta yang tidak sempat terjawab.

Anton, salah seorang peserta, mengapresiasi rekoleksi tersebut. Menurutnya, rekoleksi ini di membuka wawasan baru tentang kondisi politik di tanah air.

“Sayang waktunya sangat mepet. Panitia harus bikin acara seperti ini lagi dengan perencanaan matang sehingga banyak umat yang hadir” kata dia.

Sayang yang lain, tidak tampak satupun Orang Muda Katholik (OMK) hadir dalam acara ini.(koko)

DSCF6797

IMG_6633edit

DSCF6829edit

One Response to “Minim, Jumlah Politisi Katolik di Indonesia”

  1. Sudah saatnya umat katolik ikut berpartisipasi dalam bidang politik di Indonesia, dengan tujuan menggarami dunia perpolitikan di Indonesia yang sarat dengan kepentingan pribadi, kelompok, juga partai dan kerap mengabaikan kepentingan publik.
    Yang harus diingat adalah berpolitik yang bersih dengan warna katolik itu seperti apa ? Sebaiknya bagi umat katolik yang ingin terjun dalam kancah politik,pertama harus mampu mengambil dasar politik pra bacaan injil,yaitu sucikan pikiranmu, sucikan tutur katamu sucikan hatimu,demi kemuliaan Tuhan.
    Sucikan pikiranmu artinya kembangkann terus pikiran – pikiran positif, strategik, sistematis memperjuangkan dan mengembangkan kepentingan bangsa dan negara RI
    Sucikan hatimu agar anda memiliki niat yang jujur dan dapat bekerja dengan segenap hati dan akal budi yang terbaik demi kemaslahatan banyak orang
    Sucikan tutur katamu agar anda dapat berargumentasi secara akademis,sopan, santun dan persuasif, agar kehadiran anda selalu dinanti-nantikan orang banyak
    Lengkapi tingkah dan perilaku anda yang terpuji sehingga mampu diteladani oleh banyak orang
    Terakhir bangunlah kerajaan surga melalui jalur politik, ini menjadi tantangan baru bagi kita umat gereja. semoga bermanfaat.

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>