Merebut kekasih orang
siang romo,saya ingin bertanya apakah seseorang yang merebut kekasih orang lain itu termasuk perbuatan dosa,karena sebut saja ‘y’ dia merebut kekasih orang lain dengan sengaja tetapi ketika dia merebut wanita itu sebut saja wanita itu dengan inisial ‘g’ si ‘y’ merebutnya/merayunya dengan cara kegiatan agama (kebetulan agama mereka kristen). padahal kalau saya pikir perbuatan itu termasuk perbuatan yang menyakiti seseorang. Karena kejadian itu saya merasa iman saya semakin keci. dalam pikiran saya buat apa saya mengikuti kegiatan keagamaan tetapi ternyata di dalam itu hanya untuk menyakiti seseorang (atau dengan kata lain hanya sebagai kedok saja). maka dari itu romo saya mohon bimbingannya….
FRS







Dear FRS,
selama perbuatannya itu tidak melukai kasih kepada Tuhan, maka sah saja ia menerima cinta dari seseorang yang belum memiliki ikatan yang sah sebagai suami dan isteri, walaupun ia sudah bertunangan sekalipun.
Misal : seseorang pria yang sudah bertunangan memutuskan untuk memutuskan pertunangan dengan pasangannya, karena telah jatuh cinta kepada teman atau sahabatnya. si teman atau sahabatnya ini, tidak bersalah dalam hal ini.
jika si wanita mendapatkan perhatian dan cinta si pria tersebut dengan cara-cara yang bertentangan dengan iman Katolik, atau dengan kata lain dengan suatu perbuatan dosa, seperti merayu dengan tubuhnya (zinah, cabul) atau berbohong, maka tentu saja cara-cara itulah yang membuatnya jatuh ke dalam dosa. Terlebih dalam perbuatan zinah, bukan hanya si wanita, si pria pun turut berdosa.
tetapi apabila si wanita melakukan itu dengan cara yang tidak bertentangan dengan perintah Tuhan, contoh seperti yang kamu sebutkan itu, yaitu mengajaknya dalam suatu kegiatan bersama, maka itu bukanlah suatu perbuatan dosa, baik si pria maupun si wanita.
FRS, yang terutama dan terpenting dalam menjalin hubungan dengan seseorang secara khusus adalah bagaimana kita melalui hubungan itu bisa lebih mencintai Tuhan, bukan sebaliknya menjauhkan dari rahmat Allah. Apa pun yang terjadi dari kisah cinta manusia, harus dilihat dari kaca mata iman, walaupun kisah itu sangat pahit dan menyakitkan. contoh dalam kisah seseorang yang putus cinta atau patah hati, ditinggal kekasihnya. Jika karena itu ia menjadi meninggalkan Tuhan, malas ke Gereja, bahkan hingga bunuh diri, maka sesungguhnya ia terjebak oleh bisikan Iblis yang memanfaatkan perasaan itu dan mengalahkannya.
Sebaliknya jika hal itu membuatnya semakin mendekatkan diri pada Tuhan [karena ia tidak pernah kehilangan Tuhan, dan Tuhan tidak pernah gagal mencintai], maka ia justru mengambil hikmah terbaik untuk Tuhan yang terlebih dahulu mencintainya dari kisah cintanya. Walaupun kisah itu berakhir dengan kegagalan, namun ia tidak pernah kalah.
Hal di atas akan berbeda jika hubungan itu sudah disahkan oleh Gereja, maka baik perbuatan si pria dan si wanita adalah dosa, bila si pria jatuh dalam perselingkuhan, yang berujung pada perzinahan atau perceraian. Artinya perbuatan si wanita atau si pria yang menggoda atau secara sengaja berusaha mengambil cinta seorang suami atau isteri adalah perbuatan yang melukai kasih kepada Tuhan dan juga sesama.
May God Bless your steps..
Dear FRS,
Beriman itu urusan kita dengan Tuhan, pisahkanlah dari urusan kita dengan manusia walaupun itu suami/istri apalagi pacar. Pupuklah hubungan mesra dengan Tuhan karena kebahagiaan kita sesungguhnya pertama-tama bersama Tuhan baru kemudian relasi dengan manusia. Kita ingat hukumnya adalah kasihilah Tuhan Allahmu lebih dari segala sesuatu dan sama dengan itu kasihilah sesamamu manusia seperti engkau mengasihi dirimu sendiri.
Fokuslah berelasi mesra dengan Tuhan dan rasakan kebahagiaan sejati. Soal pacarmu diambil orang, bersyukurlah itu terjadi sekarang dan tidak kelak ketika kalian sudah kawin. Bersyukurlah dan ucapkanlah terima kasih kepada Tuhan yang tidak akan pernah meninggalkanmu. Bersyukurlah karena cepat tampak bahwa dia bukan jodohmu. 100 pacar boleh pergi tapi Tuhan setia. Belajarlah setia seperti Tuhan dan mohonlah untuk memang bertemu dengan jodohmu. Jangan pernah pergi dari Tuhan oelh karena apapun, apa lagi hanya karena pacar, jangan!
Salam berkat Tuhan, rin