Merasa direndahkan oleh istri dan ayah mertua
Salam Sejahtera Romo,
Nama saya Mrt dari Surabaya. Saya sudah menikah dengan istri saya, sebut saja D, sekitar 1 tahun. Pada awal pacaran kami hingga pernikahan, kami sudah berpacaran selama 9 tahun. Bukanlah waktu yang singkat. Selama berpacaran dia menunjukkan itikad yang baik terhadap keluarga saya, dan terutama saya.
Namun semuanya terbalik semenjak dia menikah dengan saya. Dia sering main perintah, ngata2in saya dqn bhs kasar khas Sby (Maaf: “Jamput”)kepada saya, serta ayahnya yang suka membentak saya, seakan2 saya tidak dihargai sebagai seorg kepala RT. suami. Saya konsultasikan hal ini kpd ibu mertua saya, dan beliau hny bisa berkata sabar kepada saya. Saya berusaha bertahan dan membicarakan hal ini kpd istri saya. Namun dia terkesan tidak peduli. Puncaknya adalah pada saat kami berlibur merayakan natal dan tahu baru di Malaysia dan Singapore.
Dia dan ayahnya suka membicarakan segala hal tentang mama saya, yang seorang janda, mama saya diolok2 sok tau, dibentak, diremehkan, bahkan tak sekalipun istri saya mengajak mama saya ngobrol, walaupun hanya sebentar. Menyapa pun tidak. Saya hanya bisa diam seperti seorang suami/ anak yang tak ada harga diri.
Pada akhirnya, mama saya menyerahkan hal ini kepada saya “cerai/ tidak” dan saya bulatkan tekat untuk menenangkan diri saya dengan kembali kerumah saya yg lama berkumpul kembali dengan keluarga saya yg lama. Mohon tanggapan atau nasihat dari Romo. Saya berasal dari Paroki St. Aloysius Gonzaga Surabaya. Terima kasih, Tuhan Yesus memberkati.
Mrt







Dear mas Mrt,
Sebagai suami anda adalah pemimpin dalam keluarga. Coba pahami dulu sikap sejati seorang suami dari St. Yosef ya.
Tentu anda sudah mengatakan kepada istri keberatan anda di-jamput-jamput-no. Kalo segala saran baik tidak berhasil mengubah dia, coba cara baru. Kalau memanggil dia, coba teriak,”Bojone jamput!!! Mrene!”
atau bila sedang berhubungan sex, tanyakan,”Laopo koen koq gelem-geleme hubungan karo jamput?! Enak tah jamput iku?!”
atau ya tunjukkan hukum pidana untuk perlakuan yang tidak menyenangkan. Katakan pada dia bahwa anda serius akan menggugat dia ke pengadilan kalau dia masih juga bicara tidak senonoh begitu.
Cobalah untuk membawa dia keluar dari rumah itu. Kalau secara ekonomi anda mampu membiayai kehidupan keluarga, perlihatkan wibawa anda untuk adanya keluarga yang mandiri tanpa tergantung mertua.
Selebihnya berdoalah.
Salam berkah Dalem, rin