Menyayangi seseorang, konflik batin
saya dlm kondisi batin yg bertentangan. salahkah saya jika menyayangi seseoarng,sedangkan orang itu dlm proses perceraian yg tdk selesai2.krn istrinya kabur dng lelaki lain,sedang saya sendiri jg bersuami,mungkin jika saya tdk disakiti scr bertubi2,scr perasaan melalui kata2 dan tingkah lakunya sprti slingkuh pdhal sy hamil,saya tdk akan seperti ini,lelaki ini perhatian n sayang dng saya,bahkan km sll mengingatkan utk sll misa,rajin novena biar menemukan jalan yg terbaik…pertentangan dlm batin saya….
saya mohon bimbingan bgaimana agar saya bs bangkit..jujur mesq saya menyanayngi dia,namun dlm pikiran saya tdk ada perceraian..memang mudah blang ya tdk usah ketemu n hub dia,tapi yg jd pokok persoalan bgaimana menyelamatkan rumah tangga n membawa suami ke dlm gereja lg ..n menjadi org yg lbh halus,scr jujur saya tau dia seperti ini krn kecewa dng keadaan n keluarganya…terimakasih
mfa







tidakkah anda sendiri dapat menjawab pertanyaan anda ?
jika sayang anda hanya sebatas saudara tentu tidak, tetapi saya yakin itu bukan pertanyaan anda.. jadi jawabannya demikian :
1. Jika anda hidup bahagia dengan suami anda saat ini, apakah anda akan memikirkan laki-laki lain ? jadi apa yang anda pikirkan saat ini karena anda merasa tidak hidup bahagia. Dan hal itu menyebabkan anda mudah “jatuh cinta” pada seorang laki-laki yang memberikan perhatian yang tidak anda temukan dari suami anda. Jadi daripada anda mencari cara untuk mencintainya, carilah cara untuk memperbaiki hubungan anda dengan suami anda. Pun jika hal ini anda rasakan sulit, sebaiknya carilah cara agar hidup anda lebih berkualitas karena anda saat ini sedang hamil. Perbuatan dan pikiran anda secara langsung atau tidak langsung dapat mempengaruhi tumbuh kembang janin anda. Dan tindakan yang dilakukan sengaja sehingga hal itu terjadi membuat anda melukai kasih.
2. si laki-laki, saya tidak tahu apakah dia seorang Katolik atau bukan, tetapi jika ya, maka baginya hal itu merupakan ujian yang harus ia jalani. Jika pun akhirnya perceraiannya dikabulkan pengadilan. Ia belum tentu bisa menikah lagi dalam Gereja Katolik karena harus mendapatkan anulasi dari tribunal. Dan hal ini berlaku untuk dirimu bila kelak menginginkan perceraian untuk dapat menikahinya.
Saran saya :
1. jauhi laki-laki itu dari hidup anda, karena saat ini tidak ada satu pun hal positif yang bisa diberikan olehnya kecuali kelak kemelut dalam diri anda, atau suami anda. Anda akan memperkeruh hubungan anda dengan suami anda, karena tuduhan perselingkuhan. Anda akan sulit mendapatkan pembelaan dari keluarga anda atau dari keluarganya, karena perbuatan anda pun tidak sama baiknya dengan kecurigaan anda kepada suami anda[yang belum tentu ada buktinya].
2. berkonsentrasilah untuk mendapatkan kualitas hidup yang baik selama masa kehamilan anda. Jika saat ini masalah anda adalah komunikasi dengan suami yang rusak. carilah cara yang bisa anda lakukan untuk berkomunikasi dengannya, baik melalui usaha anda, atau pun melalui perantaraan orang lain, baik seorang yang ia hormati [dari keluarga pun tidak masalah] atau seorang konselor pernikahan. Jika hal ini sudah dilakukan dan tidak dirasakan ada perubahan, anda bisa saja untuk sementara meninggalkan suami anda dan hidup terpisah dengannya untuk menenangkan diri anda. Itu sebabnya dalam situasi ini, anda membutuhkan dukungan moril [dan bahkan finansial]yang sebanyak-banyaknya dapat anda peroleh dari keluarga anda [bisa anda bayangkan apabila perbuatan anda terbongkar dan andalah yang dituduh melakukan perselingkuhan - terlebih dahulu].
Intinya anda harus bisa terlepas untuk sementara waktu untuk dapat menjadi diri anda sendiri tanpa permasalahan RT yang rumit akibat hubungan yang tidak harmonis, dan jangan ditambah dengan hubungan rumit anda dengan teman laki-laki. Saya percaya ini tidak mudah, tetapi lakukanlah demi janin yang kamu kandung, demi orang-orang yang menaruh kepercayaan kepadamu, dan terutama demi Allah yang mengasihimu.
Jadi jika kamu diingatkan untuk berdoa, berdoalah agar kamu diberi kekuatan untuk setia kepada Allah dan menjauhi godaan Iblis. Doa orang benar besar kuasanya.. karenanya jadilah orang yang benar..Ingatlah Tidak ada perbuatan buruk menghasilkan yang baik (Lukas 6:43-49). Allah tidak akan berkenan bila perbuatanmu tidak sesuai dengan kehendak-Nya.
May God bless your steps..
Dear Mfa,
Boleh tau apa pengertianmu tentang menyayangi?
Apakah itu sejauh perasaan sayang dan saling support, tidak ada hubungan sexual? Bila ya, Tuhan pun menginginkan semua manusia saling mengasihi. Tapi kalo sampai diurusan sexual juga ya, maka itu sampai di “Jangan berzinah”.
Saya memuji anda untuk “jujur mesq saya menyanayngi dia,namun dlm pikiran saya tdk ada perceraian” memang demikianlah seharusnya. So, yang harus didevelop adalah hubungan internal antara anda dan suami.
Bagaimana melakukan develop?
1. Saya memuji anda untuk rajin Misa dan berdoa. Bersatu dengan Tuhan adalah hal terbaik dalam upaya bersatu dengan keluarga. Bermohonlah secara khusus kepada St. Antonius Padua agar suami menemukan jalan untuk kembali menjadi pemimpin yang baik bagi keluarga kalian.
2. Sekarang anda sedang hamil? Bila ya, konsentrasi saja dengan kehamilan dan pelihara janin/bayi dengan sebaik baiknya. Jangan TERLALU kecil hati/marah terhadap suami, nanti janin akan terpengaruh. Ajari janin untuk mengasihi dan mendoakan bapaknya.
3. Jangan terus menerus menasehati apalagi memarahi suami, mana ada lelaki suka dinasehati / dimarahi oleh istrinya? ajak bercanda saja, omong yang ringan, rajin mencium dia supaya dia kengen anda. Setidaknya tidak kasar terhadap anda.
4. Tapi kalo kasarnya keterlaluan sampai KDRT, kalau anda sudah rela kehilangan dia, adukan dia ke polisi. Jangan lupa buat visum dulu atau saat anda dipukul berteriaklah keras keras sampai tetangga dengar (sebagai saksi) lalu adukan ke RT. Perhitungkan keselamatan dan rasa malu anda dan anak anda.
Salam berkat Tuhan, rin