<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Menikah karena kecelakaan, ingin mandiri</title>
	<atom:link href="http://gerejastanna.org/menikah-karena-kecelakaan-ingin-mandiri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gerejastanna.org/menikah-karena-kecelakaan-ingin-mandiri/</link>
	<description>Situs Resmi Gereja St. Anna - Paroki Duren Sawit, Jakarta Timur</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 May 2012 21:35:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Yohanes PR</title>
		<link>http://gerejastanna.org/menikah-karena-kecelakaan-ingin-mandiri/comment-page-1/#comment-1789</link>
		<dc:creator>Yohanes PR</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 03:24:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=622#comment-1789</guid>
		<description>Membaca tulisan sdri. AW saya membayangkan, sekali lagi - hanya bikin skenario sendiri, si pria ini gagah, ganteng, luwes penuh pesona, sehingga banyak cewek yg naksir dia. Merupakan prestasi bahwa bisa menggaet dia, mengalahkan cewek2 lain. Maka terjadilah: si wanita memberika sex untuk memperoleh cinta, dan si pria memberikan cinta untuk memperoleh sex...alhasil...bisa dibaca dari ceritera di atas.
Sdri AW, keputusan Anda...sekarang saya hidup terpisah dari suami..saya berusaha mencari kerja sendiri untuk menghidupi anak...sangat tepat, tinggal memantapkan hati untuk menentukan langkah apa selanjutnya yang masih harus dilakukan.
Kalau dulu menikah di Gereja Katolik, pernikahan sah memang tidak bisa diceraikan. Dari apa yg Anda sampaikan, nampaknya pernikahan Anda masih mungkin dibatalkan karena ada unsur yang mungkin merupakan alasan bahwa pernikahan Anda dulu itu sebetulnya tidak sah. Untuk itu cobalah ke pastor paroki membicarakan hal ini. Kalau menikahnya tidak di Gereja Katolik dan hanya ke catatan sipil, ya tinggal mengajukan gugatan cerai ke pengadilan negeri.
Semoga Roh Kudus menguatkan niat dan kehendak Anda untuk melakukan hal yang tepat bagi iman dan masa depan Anda, dan terutama demi kesehatan jiwa anak Anda. Allah Bapa mengasihimu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Membaca tulisan sdri. AW saya membayangkan, sekali lagi &#8211; hanya bikin skenario sendiri, si pria ini gagah, ganteng, luwes penuh pesona, sehingga banyak cewek yg naksir dia. Merupakan prestasi bahwa bisa menggaet dia, mengalahkan cewek2 lain. Maka terjadilah: si wanita memberika sex untuk memperoleh cinta, dan si pria memberikan cinta untuk memperoleh sex&#8230;alhasil&#8230;bisa dibaca dari ceritera di atas.<br />
Sdri AW, keputusan Anda&#8230;sekarang saya hidup terpisah dari suami..saya berusaha mencari kerja sendiri untuk menghidupi anak&#8230;sangat tepat, tinggal memantapkan hati untuk menentukan langkah apa selanjutnya yang masih harus dilakukan.<br />
Kalau dulu menikah di Gereja Katolik, pernikahan sah memang tidak bisa diceraikan. Dari apa yg Anda sampaikan, nampaknya pernikahan Anda masih mungkin dibatalkan karena ada unsur yang mungkin merupakan alasan bahwa pernikahan Anda dulu itu sebetulnya tidak sah. Untuk itu cobalah ke pastor paroki membicarakan hal ini. Kalau menikahnya tidak di Gereja Katolik dan hanya ke catatan sipil, ya tinggal mengajukan gugatan cerai ke pengadilan negeri.<br />
Semoga Roh Kudus menguatkan niat dan kehendak Anda untuk melakukan hal yang tepat bagi iman dan masa depan Anda, dan terutama demi kesehatan jiwa anak Anda. Allah Bapa mengasihimu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: johan</title>
		<link>http://gerejastanna.org/menikah-karena-kecelakaan-ingin-mandiri/comment-page-1/#comment-1785</link>
		<dc:creator>johan</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 04:32:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=622#comment-1785</guid>
		<description>Saudari AW,

Pernikahan anda memiliki alasan yang cukup untuk dibatalkan (jika pernikahan anda di lakukan di dalam GK).. segeralah berkonsultasi dengan romo paroki mengenai kasus anda ini dan carilah segera bantuan. Jangan anda atasi masalah ini seorang diri. Carilah dukungan sebanyak-banyak dari orang-orang yang dekat dengan diri anda, terutama keluarga.

Saya pikir untuk sementara waktu sebaiknya anda dan anak anda tidak tinggal bersama suamimu anda. dari ceritamu ia telah banyak mengobral janji untuk tetap bersama anda, mengingat ada resiko kekerasan dalam pernikahan kalian yang bisa membahayakan keselamatan anda dan anak anda.

Jika ingin pernikahan ini dipertahankan harus ada komitmen dari anda berdua, bukan saja anda tetapi juga suami anda (terutama dalam kasus ini adalah dirinya). Komitmen ini harus nyata, harus bisa dilihat dan dirasakan. Bukan janji. Salah satu usaha yang harus dilakukannya adalah konsultasi pernikahan. Saya melihat komunikasi antara anda berdua sudah dirusak karena perselingkuhan dan kekerasan yang ia lakukan. Jadi membutuhkan orang lain yang paham mengenai konseling keluarga untuk menjembataninya dalam proses rekonsiliasi. Selama proses sebaiknya anda tidak tinggal serumah dengannya. Tetapi suami anda boleh mengunjungi atau berkomunikasi dengan anda dan anak anda, sekaligus menunjukkan komitmen terhadap perubahan. Intensitas dan kualitas perubahan signifikan harus bisa dirasakan dan juga terlihat nyata. Kenyamanan dan keamanan adalah faktor yang menentukan apakah anda dan anak anda bisa kembali berkumpul bersamanya. Dan proses ini mungkin butuh yang waktu yang relatif lama dan again.. komitmen.. 
jika suami anda tidak mau berjuang bersama anda, maka proses rekonsiliasi akan semakin sulit dan berat.

mengapa komitmen anda juga dibutuhkan di sini. Karena keutuhan hubungan sebuah pernikahan ditentukan oleh dua orang, bukan satu, yaitu suami dan isteri.

Again, anda punya pilihan untuk bercerai dan membatalkan pernikahan anda. Anda tidak perlu takut mengambil jalan ini. Pernikahan yang terjadi atas dasar keterpaksaan merupakan alasan untuk mendapatkan anulasi.
namun jangan berharap bahwa keputusan pembatalan oleh pengadilan GEreja bisa didapatkan dalam waktu singkat.

Apa pun pilihannya, ada konsekuensi yang harus diterima dan dihadapi di masa depan. Anda secara pribadi dan sebagai seorang ibu harus siap menghadapinya. Secara psikis artinya anda harus tetap sehat dan kuat, dan juga secara materi, terutama finansial, demi kesejahteraan anak anda. Itu sebabnya saya katakan anda membutuhkan dukungan sebanyak2nya dari orang2 dekat anda terutama keluarga anda.

Saya berharap anda mengambil pilihan bukan atas dasar kebencian, melainkan atas dasar kasih. Terutama Kasih kepada Allah, dan juga kasih kepada sesama terutama anak anda.
Again, segeralah berkonsultasi dengan romo paroki mengenai hal ini.

May God bless your steps and give you strength..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saudari AW,</p>
<p>Pernikahan anda memiliki alasan yang cukup untuk dibatalkan (jika pernikahan anda di lakukan di dalam GK).. segeralah berkonsultasi dengan romo paroki mengenai kasus anda ini dan carilah segera bantuan. Jangan anda atasi masalah ini seorang diri. Carilah dukungan sebanyak-banyak dari orang-orang yang dekat dengan diri anda, terutama keluarga.</p>
<p>Saya pikir untuk sementara waktu sebaiknya anda dan anak anda tidak tinggal bersama suamimu anda. dari ceritamu ia telah banyak mengobral janji untuk tetap bersama anda, mengingat ada resiko kekerasan dalam pernikahan kalian yang bisa membahayakan keselamatan anda dan anak anda.</p>
<p>Jika ingin pernikahan ini dipertahankan harus ada komitmen dari anda berdua, bukan saja anda tetapi juga suami anda (terutama dalam kasus ini adalah dirinya). Komitmen ini harus nyata, harus bisa dilihat dan dirasakan. Bukan janji. Salah satu usaha yang harus dilakukannya adalah konsultasi pernikahan. Saya melihat komunikasi antara anda berdua sudah dirusak karena perselingkuhan dan kekerasan yang ia lakukan. Jadi membutuhkan orang lain yang paham mengenai konseling keluarga untuk menjembataninya dalam proses rekonsiliasi. Selama proses sebaiknya anda tidak tinggal serumah dengannya. Tetapi suami anda boleh mengunjungi atau berkomunikasi dengan anda dan anak anda, sekaligus menunjukkan komitmen terhadap perubahan. Intensitas dan kualitas perubahan signifikan harus bisa dirasakan dan juga terlihat nyata. Kenyamanan dan keamanan adalah faktor yang menentukan apakah anda dan anak anda bisa kembali berkumpul bersamanya. Dan proses ini mungkin butuh yang waktu yang relatif lama dan again.. komitmen..<br />
jika suami anda tidak mau berjuang bersama anda, maka proses rekonsiliasi akan semakin sulit dan berat.</p>
<p>mengapa komitmen anda juga dibutuhkan di sini. Karena keutuhan hubungan sebuah pernikahan ditentukan oleh dua orang, bukan satu, yaitu suami dan isteri.</p>
<p>Again, anda punya pilihan untuk bercerai dan membatalkan pernikahan anda. Anda tidak perlu takut mengambil jalan ini. Pernikahan yang terjadi atas dasar keterpaksaan merupakan alasan untuk mendapatkan anulasi.<br />
namun jangan berharap bahwa keputusan pembatalan oleh pengadilan GEreja bisa didapatkan dalam waktu singkat.</p>
<p>Apa pun pilihannya, ada konsekuensi yang harus diterima dan dihadapi di masa depan. Anda secara pribadi dan sebagai seorang ibu harus siap menghadapinya. Secara psikis artinya anda harus tetap sehat dan kuat, dan juga secara materi, terutama finansial, demi kesejahteraan anak anda. Itu sebabnya saya katakan anda membutuhkan dukungan sebanyak2nya dari orang2 dekat anda terutama keluarga anda.</p>
<p>Saya berharap anda mengambil pilihan bukan atas dasar kebencian, melainkan atas dasar kasih. Terutama Kasih kepada Allah, dan juga kasih kepada sesama terutama anak anda.<br />
Again, segeralah berkonsultasi dengan romo paroki mengenai hal ini.</p>
<p>May God bless your steps and give you strength..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: agung</title>
		<link>http://gerejastanna.org/menikah-karena-kecelakaan-ingin-mandiri/comment-page-1/#comment-1783</link>
		<dc:creator>agung</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 11:57:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=622#comment-1783</guid>
		<description>saya melihat hal ini ingin tahu tanggapan gereja. apakah dgn perceraian (atas seijin gereja) bisa dilakukan utk kasus mbak AW? hidup realita, kalo cuman utk memikul salib jawabannya, tdk menjawab keseluruhan masalah mbak AW.siapa tahu seiring dgn waktu mbak AW ketemu dgn laki2 yg mampu bertanggung jwb terhadap dia dan anaknya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya melihat hal ini ingin tahu tanggapan gereja. apakah dgn perceraian (atas seijin gereja) bisa dilakukan utk kasus mbak AW? hidup realita, kalo cuman utk memikul salib jawabannya, tdk menjawab keseluruhan masalah mbak AW.siapa tahu seiring dgn waktu mbak AW ketemu dgn laki2 yg mampu bertanggung jwb terhadap dia dan anaknya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rusa</title>
		<link>http://gerejastanna.org/menikah-karena-kecelakaan-ingin-mandiri/comment-page-1/#comment-1782</link>
		<dc:creator>rusa</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 09:07:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=622#comment-1782</guid>
		<description></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Halo Mbak AW,</p>
<p>stay cool, stay cool… please <img src='http://gerejastanna.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
udah deh, berhenti yuk sakit hatinya yuk, takutnya malah saling membabi buta nanti.<br />
sekedar share nih. soalnya saya juga nikah nih. tapi syukurnya nikah saya kebetulan tidak seperti Anda. maksudnya, istri saya tidak hamil terlebih dahulu sebagaimana Anda. kami menikah baik-baik tahun depan ini kami bahkan akan menunggu kelahiran anak kami.</p>
<p> so far… kami juga tidak saling mengkhianati. hanya memang, seturut pengalaman saya sejauh ini tantangan pasangan-pasangan itu lebih pada bagaimana saling mengendalikan diri, untuk tidak mudah marah, tersinggung,  dan hal-hal negatif lain yang bisa bikin membuyarkan apa yang sudah terjalin. sehingga rasa-rasanya kalau di masa pacaran dulu salah satu membayangkan baik, kok tiba-tiba jadi hambar setelah kenyataannya ada yang berbeda dari pasangan kita yang dijumpai setelah menikah.</p>
<p>benar juga lho kalau Bapak-bapak, ibu-ibu, mbak-mbak, atau Romo-romo ada yang bilang agar pasangan untuk saling memeriksa diri. mengolah batin bareng-bareng. jangan cuma seorang saja yang berlatih. repot juga soalnya. ya, kalau Mbak AW katolik, ya… bisa diajak berdoa. atau bisa juga mengolah batin dengan meditasi bareng. </p>
<p>saya dulu kesulitan mengajak istri saya latihan meditasi bareng, karena istri saya belum merasa tertarik . ya udah, saya gak maksa. saya tunggu lagi, sekali waktu saya ajak ke tempat latihan meditasi tertentu. beberapa waktu belakangan ini sudah mulai berhasil. bahkan dia bilang mulai melakukannya di sela-sela waktu luang di tempat kerja. tentunya ini bisa jadi harapan memotivasi bareng dan pengembangan batin dalam hidup sehari-hari bersama.</p>
<p>Ok Mbak AW, pokoknya stay cool dulu deh. Coba konsultasi ma Romo Sudri yang baik, belajar berdoa sama Romo, juga meditasi. saya percaya tentu ini bukan untuk mengkatolikkan orang-orang yang mau belajar meditasi. atau membuat persaingan dengan kantong-kantong meditasi lain. tapi saya rasa ini adalah kerendahan hati gereja untuk mempelajari sesuatu hal yang juga baik di luar gereja.(semoga demikian, ya)</p>
<p>Anda bisa juga coba latihan di vihara-vihara dengan pembimbing-pembimbing yang baik kalau mau. meski kalau sudah ma Romo Sudri.ini bukan persoalan pencarian atau apa. tapi lebih pada mau gak Anda berkawan dengan yang lain ? risih gak Anda dekat dan berkawan dengan yang lain ?</p>
<p>sudah di vihara, mau ke gereja, sudah di gereja mau ke vihara, sudah di tempat dua-duanya masih mau ke mesjid. sudah disitu mau tempat lain lagi. kalau saya sih terserah deh dibilang apa .<br />
wong saya cuma mo berkawan kok. gak dimana-dimana juga gak apa, yang penting berkawan. pilih mana Mbak Aw, cuma di satu tempat, lalu terus naik kelas, tapi gak berkawan sama yang lain ? </p>
<p>udah deh kepanjangan, week end, nih. aku mau main cello-ku . cello yang senarnya baru. Tapi cello-nya ini lucu, kalau di mainkan di nada dasar apapun dan posisi senar manapun, selalu pas bunyi nada ‘Do’ nya yang paling merdu. ‘Do’ it for me…baby</p>
<p> <img src='http://gerejastanna.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>g.loves.U</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sudartono</title>
		<link>http://gerejastanna.org/menikah-karena-kecelakaan-ingin-mandiri/comment-page-1/#comment-1779</link>
		<dc:creator>Sudartono</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 16:34:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=622#comment-1779</guid>
		<description>Saya hanya dapat mengatakan :
Tabahlah dalam memikul salibmu, Tuhan sedang merenda suatu rencana yang indah, yang kita semua tidak tahu dan tidak pernah tahu, tapi percayalah jika kita tetap dijalan TUHAN dan hidup bersama TUHAN, maka segala sesuatu pasti akan INDAH PADA WAKTUNYA.

Saya yakin tidak mudah untuk menjalankannya, tetapi melihat dan membaca tulisan anda, saya yakin anda PASTI SANGGUP menjalani semua ini. TUHAN BESERTAMU SELALU. Amin</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya hanya dapat mengatakan :<br />
Tabahlah dalam memikul salibmu, Tuhan sedang merenda suatu rencana yang indah, yang kita semua tidak tahu dan tidak pernah tahu, tapi percayalah jika kita tetap dijalan TUHAN dan hidup bersama TUHAN, maka segala sesuatu pasti akan INDAH PADA WAKTUNYA.</p>
<p>Saya yakin tidak mudah untuk menjalankannya, tetapi melihat dan membaca tulisan anda, saya yakin anda PASTI SANGGUP menjalani semua ini. TUHAN BESERTAMU SELALU. Amin</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->
