Menikah beda agama 4 tahun, tidak tahan
selamat siang pastor, saya lagi mengalami cobaan dalam pernikahan saya,saya harap pastor bisa memeberikan masukan untuk sikap dan pemikiran saya.
saya menikah dengan istri yg dulu beda agama,dia komitmen untuk masuk katolik,yah seiring pernikahan kami yg hampir menginjak 4 th ini,saya mengetahui bahwa dia sudah tidak nyaman dengan agama katolik,hal ini sudah beberapa kali saya dapati dan kami ributkan,tp puncak nya pastor saya sudah tidak tahan lagi untuk mempertahankan rumah tangga kami ini karena perbedaan agama ini,saya hanya malu dengan janji di gereja dulu,bahwa kita akan buat gereja kecil dalam rumah tangga kami,saya tidak bisa menerima jawaban dari istri saya bahwa dia sudah tidak nyaman dengan agama yang dianut nya.saya beragumen pastor,bahwa tidak mungkin ada 2 agama dalam satu rumah,hal itulah yg saya pegang untuk prinsip saya,mohon dengan sangat pastor masukan dan saran sebelum saya melangkah lebih jauh lagi,demi terwujud nya rumah tangga yg baik, terima kasih pastor.
Jks







@Jks: Apakah Anda melihat bahwa cara Anda beragama justru merusak keluarga Anda dan cara beragama istri Anda juga tidak ada bedanya? Konflik dalam keluarga Anda bukan pertama-tama karena perbedaan agama, tetapi jauh lebih dalam daripada itu. Keluarga Anda masih bisa diselamatkan kalau Anda berdua melihat dan mengolah akar konflik ini.
Dalam hal ini saya setuju dengan romo Sudri… memaksakan agama Katolik untuk dianut oleh orang lain itu tidak sesuai dengan iman Katolik, bahkan dalam pernikahan sekali pun.
Pernikahan beda agama dalam Gereja Katolik memang sebaiknya dihindari.. tetapi bukan di Gereja Katolik saja tetapi di semua agama yang saya tahu. Tetapi pun bila itu terjadi harus ada komitmen bersama untuk menjalankan kehidupan pernikahan, kehidupan RT, kehidupan keluarga sesuai dengan tujuan baik yang ada dalam keyakinan masing-masing. Dengan keyakinan ini maka idealnya tidak akan terjadi konflik tentang agama dalam kehidupan pernikahan beda agama.
Jadi memang perlu dicari tahu lebih banyak lagi.. bagaimana proses ia menjadi Katolik ? mengapa anda sendiri mengatakan ia tidak “nyaman” ? Ada baiknya anda berdua datang menemui Pastor paroki anda atau konselor pernikahan Katolik untuk berdialog sehingga bisa ditemukan pemecahan masalahnya yang tepat.
May God bless your steps..
seperti masalah diatas yang saya baca. Ternyata kehidupanmu seperti aku….Aku tak bisa berbicara banyak lagi.. tidak sanggup mengatasinya
Saya setuju dengan Rm. Sudri. Carilah akar permasalahannya. Karena menurut saya, bukan perbedaan agamanya, tetapi faktor lain yang bersembunyi di balik itu. Mengapa saya berkata begitu ? Karena Anda berdua telah menikah, tentunya melalui proses panjang, telah melalui rintangan,dan berjuang demi cinta Anda sehingga akhirnya pernikahan bisa dilangsungkan. Komunikasikan kembali bersama pasangan, apa yang sebenarnya mengganjal. Kemungkinan ada pihak ketiga, baik teman, saudara, keluarga, handai taulannya yang memberikan masukan, saran, pendapat ataupun komentar kepada pasangan Anda tentang permasalahan perkawinan beda agama. Dalam kondisi seperti itu, sangat jelaslah bahwa pasangan Anda merasa tertekan, pikiran, frustrasi, atau mungkin dilema dan serba salah, kemudian mengatakan bahwa dirinya “tidak nyaman” dengan gereja Katolik, padahal dulu sudah bersedia masuk Katolik. Saran saya, novenalah kepada St. Yudas Tadeus untuk membantu Anda dalam kondisi gelisah yang tidak ada harapannya, sembari belajar dari St. Ireneus (St. yang memiliki iman yang kuat [baca kisahnya]). St. Ireneus mampu membuat orang yang percaya pada ajaran sesat, kembali pada jalan yang benar, melalui kata-kata dan pengajaran sehingga mereka tidak tersinggung. Barangkali kisahnya bisa menjadi inspirasi bagi Anda, agar bisa mengkomunikasikan dengan pasangan yang dulunya bersedia masuk Katolik, sekarang malah merasa “tidak nyaman”, supaya pasangan Anda kembali setia pada janjinya masuk Katolik, tanpa merasa tersinggung atau dipaksa. Mudah-mudahan bisa membantu. Tuhan Yesus memberkati.