Mengobati Rasa Kecewa

Salam damai kristus

Bagaimana cara menghilangkan rasa kekecewaan, keperihan hati yang sangat mendalam karena rasa ini adalah rasa yang kedua kali saya alami dan dilakukan oleh orang yang sama dan sangat saya cintai.
Dan apa yang harus saya lakukan terhadap orang/manusia seperti ini?

Mohon pencerahannya. (J – Jakarta)

============================================================================

Mbak J,

Bagaimana menghilangkan kekecewaan dan keperihan? Tidak ada jalan lain yang akan menuntaskan masalah itu selain memahaminya secara menyeluruh. Upaya untuk menolak atau lari dari rasa kecewa atau perih justru akan memperkuat kepedihan itu sendiri. Kalau-kalau tertarik, bacalah “Dua Jalan Menghadapi Masalah Kehidupan” di web ini.

S

9 Responses to “Mengobati Rasa Kecewa”

  1. Dear TS,

    Lebih terasa perihnya ketika org yg kita cintai menyakiti kita ketimbang oleh org yg tidak kita kenal…

    Lil bit share nih, saya juga senasib sama anda, malah saya merasa lebih parah, krn lebih dr 2kali alias berkali2 dibikin sakit hati sama orang yg itu lagi itu lagi…
    Sampai pada suatu malam saya susah tidur dan memutuskan utk nonton TV kebetulan acaranya ‘bukan empat mata’ (sori moderator, sensor aja klo dianggap ini promosi) dia acara itu host nya yg memang klo bicara asal njeplak bae tiba2 dicela lumayan parah oleh salah seorang bintang tamu dan dia secara spontan berkata “ampunilah dia Tuhan krn dia gak tau apa yg dia perbuat”, sontak saya ngakak dan terkejut krn ucapan itu keluar scr spontan dr seorg yg bukan beriman katholik seperti kita.
    koq bisa yah? itu ada di benak saya menjelang tidur, lalu saya mulai merenung… oh betapa parahnya aku, kata2 itu sering kudengar lewat kotbah maupun bacaan2 rohani, tp hanya numpang lewat begitu saja tak berbekas, sedangkan ketika kata2 itu keluar dr mulut seorang tukul koq langsung berbekas di hati…
    Kata2 itu sejatinya keluar dr mulut Jesus ketika Dia disalibkan (mungkin krn suasana nya begitu sakral, menegangkan, dan berat sekali shg sy hanya fokus memikirkan penderitaan Nya yg sangat menyedihkan) sedangkan ketika dlm suasana yg kocak dan santai di TV, dgn kata2 yg isinya sama, sy dpt dgn mudah mengangkap pesannya…
    (sori Romo, admin, moderator, sponsor, dan umat yg lain, bukan maksud saya ingin membanding-bandingkan Dia dgn dia loh) ini cuman sharing kejadian nyata yg saya alami…
    mari kita lanjut…
    …dalam pikirku “oh iyah yah, dia (yg telah menyakitiku) TIDAK TAU apa yg diperbuatnya itu sangat menyakitkan hatiku, makanya dia mengulanginya lagi dan lagi terus menerus” lalu saya menyimpulkan, berarti DIA TIDAK DGN SENGAJA MENYAKITI HATIKU
    dan aku seharusnya mampu memintakan ampunan utk dia (yg tlh menyakitiku) kpd Tuhan… hal itu sungguh menguatkan hati saya yg sdh hancur berantakan berkeping2…

    Lalu keesokan harinya ketika saya bertemu dgn org itu, saya menjadi agak tenang (biasanya jantung berdebar cepat, darah mendidih dan otak meradang), dlm hati saya berkata “oh ini org yg TDK TAU klo perbuatanya menyakitiku, dia sungguh tdk tau jd msh ada harapan utk memberi tau dia ttg keberatanku dan perasaanku”.

    Perasaan tenang ketika berjumpa dgn ’sang musuh bebuyutan’ ini lalu mulai membuka kesempatan utk berdialog dgn kepala dingin, aliran darah normal dan detak jantung stabil, dan akhirnya tercapai sebuah solusi yg baik dan kata sepakat dr kedua pihak (yg keluar dr otak yg dingin bukan otak yg meradang)saya menggangap dialog ini sebagai bentuk pengampunan walaupun samasekali tdk ada kata2 “maaf” dlm kesepakatan kami. hehehe…
    Hatiku legaaaaa rasanyaaaa….

    Intinya adlh, perasaan jengkel yg mendalam itu sebenarnya ada di dlm pikiran ku sendiri yg sedang sakit meradang, jadi apapun yg dilakukan si penyebab sakit itu di mata ku adalah melulu salah (pdhl tdk melulu salah), kita makin merasakan sakit hati krn kita menganggap org itu melakunanya dgn sengaja, dgn niat sepenuh hati utk menyakiti kita dan pasti krn org itu adlh org yg dekat dgn kita (krn tentunya gak akan terlalu sakit klo kita dikecewakan oleh org yg tdk kita kenal ketimbang dgn org yg kita kenal dekat)

    Maka marilah mulai mendalami makna perkataan “ampunilah dia ya Tuhan, karena dia tdk tau apa yg dia perbuat”, mari mulai mengubah sudut pandang yg kita ciptakan ttg kesalahan yg disengaja menjadi kesalahan yg tidak disengaja / tdk diniati / tdk diketahui…
    Sudut pandang yang baru ini akan menguatkan kita utk kembali menjalin komunikasi dgn cara yg optimis bukan pesimis, dgn pikiran yg positif bukan pikiran yg selalu menyalahkan…

    Cari solusi bersama dgn kepala dingin, bukan dgn otak yg meradang, apapun yg dilakukan oleh nya itu pasti punya alasan tersendiri dan pasti ada jalan keluarnya juga, manusia dianugerahi kemampuan utk berpikir malebihi mahluk hidup yg lain.

    Saya tdk menyarankan apalagi menyuruh anda utk memaafkan dia yg tlh menyakiti hati anda ( anda punya kehendak bebas, dan maaf / pengampunan itu hanya hati anda yg dpt merasakan, org lain gak ada yg bs menerawang ), saya hanya ingin berbagi cara baru utk memandang “musuh” dari sudut pandang yg berbeda yg dpt membuka dialog yg ’sehat dan sehati’ dgn nya agar “musuh” anda dpt menjadi “sekutu” anda… agar hati anda terbebas dan dpt kembali memancarkan cinta dgn sinyal yg kuat… (iklan bgt, norak yah saya)

    selamat berperang… (melawan egomu)

    Peace…
    -key-

  2. saya sakit hati oleh suami saya sendiri,,,kenapa kelakuan dia itu ga bisa memberikan yang terbaik layaknya orang yang sangat dia cintai!!itu semua jadi tandatanya besar dalam kehidupan saya, mungkinkah suami saya itu tidak mencintai saya, seandainya semua itu benar saya sangat sakit hati,,kenapa dia harus menikahiku???

  3. Saya sakit hati…
    PaCar saya d j0dohkn oleh oranq tUa.Nya
    dan dia tak bisa men0lak itu, tpi saya dan paCar saya masih menjalin hbunqan, alias (baCkstreet),
    saya tidak kuat mendEnqar ocehan teman.2 saya, yanq bilanq saya cewek yanq bodoh, yanq mau d duain, tapi saya tak bisa meninqqal kn pacAr saya, karna saya dan dia salinq mencintai

  4. Dear De Danih,
    Saya mengerti betapa kecewanya hatimu. Saya juga pernah kecewa begitu. Tapi patokan saya: kalau orang ini memang jodohku maka pasti kami kembali bersama. Tapi kalau dia bukan jodohku, Tuhan pasti akan memberi yang terbaik bagiku.

    Prosesnya adalah saya lepaskan saja dulu kekecewaanku itu dengan menangis panjang, lalu serahkan masalah itu kepada Tuhan. Lalu masuk saja dalam keheningan. Rasakan bahwa Tuhan mengasihiku. Kalau aku lahir sendiri besok mati sendiri ya sebetulnya hidup juga bisa sendiri. Jadi kalaupun ada pasangan itu bonus namanya. Masa’ bonus koq maksa, kan nggak. Ya sudah terima saja,”Sesungguhnyalah aku hidup bersama-Mu, Tuhan.”

    Kalau dia lelaki sejati yang bisa mempertahankan statusnya untuk hidup denganku ya ayo terus. Sesayang apapun, kalau dia sudah dengan orang lain ya monggo pergi dari hidupku. De, apapun alasannya kan dia pilih ikut ortunya, dan tidak berpihak kepadamu. So?

    Saranku, coba beri jarak beberapa lama, misal 3 bulan untuk putus percobaan. Pikirkan baik buruknya hubungan kalian. Itu juga waktu bagimu untuk retret besar mengenai hubunganmu dengan Tuhan. Apa yang dikehendaki Tuhan darimu?

    Ingat saja: Matius 19:5 Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.

    Lelaki pergi bersatu dengan istrinya. Maka kalau dia pilih untuk beristri dengan perempuan lain, dia memang tidak memilihmu jadi istri. Apapun alasannya. Mungkin dia hanya memilihmu jadi pacar, atau gak tega meninggalkanmu saja. Atau apapunlah… Kalau dia memang memilihmu jadi istri ya bagaimanapun dia yang harus meninggalkan orang tuanya untuk bersatu denganmu.

    De, ini lah waktunya memilih.

    Salam berkat Tuhan, rin

  5. ngaplah q slalu ska ma cwok yg ga ska ma q, tp dy tu sllu ksh hrepan, jd q tu udh terlanjur ska ma dy, tp dy kcwain aq ,,ugh slalu ky gtu……………
    pa yang hrs q lakuin

  6. cobalah melangkahkan kaki dan melanjutkan perjalanan hidup anda :)

    May God bless your steps..

  7. aku kesal aku lagi suka sama seseorang tapi dia ga pernah ngerti dia satu sekolah ma aku aku juga ga tau harus ngapain

  8. akuu sangat kecewa dengan pacar aq.. :-(
    dia selalu membuat menangis,kami udah pcrn dari kelas 2 SMA tp putus nyambung trus..setiap balikan dia baik tapi lam-kelamaan sm seperti dulu, dia mencari kesempatan dari kesalahan terbesar ku terus dia sikapnya jadi ga peduli acuh tak acuh sama aq,, aq kecewa sekali,tiap hari aku hanya menangis, bagaimana cara mengatasinya?makasii..

  9. @noviai.. mengapa tidak kamu ungkapkan atau ekspresikan perasaan kamu lebih dulu. Di jaman dulu, mungkin hal ini masih “tabu” untuk dilakukan. Namun di era masa kini, perempuan harus lebih berani tampil dan berekspresi (tentu saja secara positif dan sesuai iman Katolik ya).
    Jika hal itu sudah dilakukan, dan respon atau jawabannya tidak sesuai dengan harapanmu, kamu tidak perlu kecewa terlalu lama, sudah saatnya kamu pun melanjutkan perjalanan hidup kamu dan menyatakan bahwa dirinya hanya teman biasa. Dengan demikian, kamu pun dalam hal ini menjadi pemenang. KAmu memenangkan perasaan yang membelenggu dirimu karena penolakan, karena kekecewaan. Kelak hal ini akan menjadi modal yang berarti dalam momen-momen hidup yang lain. Jangan lupa berdoa, doakanlah orang-orang yang berperan dalam hidupmu, termasuk teman pria-mu itu karena ia telah membuatmu menjadi seorang novi yang lebih baik.

    @Rissaa, sebenarnya kamu sudah tahu jawabannya, kamu hanya takut untuk menjalankannya. Itu sebabnya kamu harus mengumpulkan sebanyak-banyaknya alasan untuk mempertahankan hubungan kamu dengan teman priamu dan sebanyak-banyaknya alasan untuk melepaskan dirinya. Jika membaca cerita pendekmu, saya pribadi akan mengatakan, kamu layak mendapatkan pasangan yang lebih baik.. jauh lebih baik.. dan saya yakin profil pasangan yang kamu cari itu ada.

    Apalagi di masa pacaran, seharusnya yang kamu dapatkan lebih banyak kegembiraan dalam kebebasan. Yang saya maksud adalah bahwa kamu saat ini masih bebas untuk memilih pasangan hidup kamu, kamu bebas dari tanggungjawab sebagai seorang ibu, bebas dari tanggungjawab seorang isteri. Kamu masih bisa melakukan apa saja yang kamu kehendaki tanpa perlu memikirkan suami atau anak-anakmu, keluargamu. Kamu bebas karena kamu belum berada dalam kondisi itu. Ikatanmu dengan teman priamu adalah sebuah ikatan semu, sama sekali bukan suatu ikatan yang menempatkan dirimu kedalam kondisi yang mengubah kebebasanmu ke dalam bentuk yang berbeda.

    Sebenarnya ketika kamu memberitahukan apa yang hendak kamu lakukan kepada pacarmu, kamu bukan meminta ijin, melainkan memberitahukan apa yang hendak kamu lakukan. PAcarmu, tidak memliki hak untuk melarangmu, walaupun ia bisa mengeluarkan pendapatnya. Ia tidak berhak membatasi ruang gerakmu. Ia tidak berhak mengaturmu.

    Contoh : seorang perempuan yang memiliki pacar, bernama Sinta, pacarnya bernama Beni. Suatu hari Sinta diajak teman-temanya bertemu. Beni juga diajak teman-temannya bertemu. Dan kebetulan sekali, waktunya bersamaan dengan acara Sinta. Beni melarang Sinta bertemu teman-temannya, supaya ia bisa mengajak Sinta pergi bertemu teman-temannya. Sinta tahu, jiak ia tetap ngotot pergi bertemu teman-temannya, BEni akan marah dan bisa jadi memutuskan hubungannya. Beni pernah melemparkan ancaman putus dengan Sinta. Hubungan Sinta dan Beni sudah terlalu jauh, mereka sudah berhubungan layaknya suami dan isteri. Apa yang harus Sinta lakukan ? Putus dengan BEni ? terlalu banyak yang sudah diberikan Sinta sehingga membuatnya berat meninggalkan Beni.

    Nah, apa yang kita pelajari dari kasus di atas. Sinta terbelenggu oleh namanya “cinta semu”. SEbenarnya sudah tidak ada lagi cinta yang bebas, yang membuat seseorang sungguh-sungguh bebas mecintai seseorang karena ia sungguh bisa mencintainya, bukan karena perasaan yang didorong karena alasan lain. PErasaan seperti Sinta akan membuatnya menderita jika ia terus melanjutkan hubungannya dengan Beni. Karena kebebasannya terengut sejak ia bahkan belum menjadi isteri Beni. Beni menguasai kebebasannya. Ini sama saja dengan menjadi “Budak perasaan” bahkan “budak nafsu”. Sinta bisa memutuskan apabila Beni fine-fine saja dengan keputusan itu. Seperti burung yang bisa mengepakkan sayapnya untuk terbang bebas,tetapi tidak bisa karena ia berada dalam sangkar. Saya selalu menyarankan seorang yang berada di posisi Sinta, untuk terlebih dulu membebaskan dirinya dari belenggu ketakutan dan kekhawatiran itu. Tidak perlu mengkhawatirkan dirinya yang sudah berhubungan suami isteri dengan pacarnya [karena kita tidak lagi memiliki kesemaptan untuk memperbaiki hal itu. Itu sebabnya bagi mereka yang berpacaran jangan lakukan hal yang sama. SElain hal itu dilarang oleh agama, itu tidak akan mengubah hidupmu menjadi lebih baik, tidak mengubah hubunganmu menjadi lebih baik, kalian hanya berbagi kegembiraan yang disebut nafsu, dan kelak nafsu itu yang bisa mengendalikanmu].

    Jika Beni seorang yang baik, maka ia tidak akan mengikat Sinta demi kepentingannya. Ia memberikan kebebasan Sinta untuk bertemu teman-temannya. Ia tidak harus datang bertemu teman-temannya dengan Sinta. Hal itu bisa dilakukan dalam kesempatan lain. Sinta pun bisa mengambil keputusannya dengan bebas. Ia tetap bisa pergi dengan teman-temannya atau memilih pergi dengan Beni. Tapi tidak ada rasa takut, khawatir dalam mengambil keputusan itu. Pun bila ia mengambil keputusan pergi dengan teman-temannya, Sinta tidak bersalah, dan sama sekali tidak bisa diartikan ia tidak peduli dengan Beni. Mengapa ? karena Beni mengijinkan Sinta memilih dengan bebas. Apakah beni bisa kecewa atau sedih ? YA.. tetapi ia tidak akan marah dengan Sinta. sama halnya dengan bila Sinta memilih untuk pergi dengan Beni. Sinta akan sedih dan kecewa karena tidak bisa bertemu teman-temannya, tetapi ia tidak akan marah dengan Beni. Dan bila keduanya memahami kondisi ini. Maka keduanya tahu bagaimana mereka pun harus bisa “mengobati” kesedihan dan kekecewaan pasangannya. Sikap inilah yang membuat Sinta dan Beni menjadi seorang yang lebih baik bagi dirinya dan juga dalam hubungan dengan orang lain. Kelak hal ini akan menjadi modal yang berarti pula bila mereka melanjutkan hubungan mereka ke jenjang yang lebih tinggi, yaitu suatu ikatan perkawinan. Dan dalam ikatan ini, maka kebebasan individu akan bertransformasi menjadi kebebasan individu di dalam keluarga. Ia masih memiliki kebebasa individu tetapi sekarang setiap keputusan yang ia buat tidak bisa lepas dari kepentingan sang pasangan. Karena mereka bukan lagi dua melainkan satu.

    Hope this helps.. May God bless your steps..

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>