Mengalir Bersama Arus Kehidupan

Banyak orang tidak mau hidup dalam kepasrahan. Sebagian yang lain ingin berpasrah tetapi tidak tahu bagaimana bisa melakukannya. Orang tidak melihat bahwa sesungguhnya gerak kepasrahan sudah berlangsung begitu saja. Kepasrahan alamiah inilah yang menopang kehidupan tetap ada. Apa itu kepasrahan dan bagaimana gerak kepasrahan alamiah ini berlangsung?

Kepasrahan Sebagai Gerak Alamiah Kehidupan
Kepasrahan merupakan tindakan alamiah seperti orang bernafas. Lihat anak bayi yang baru lahir. Begitu ke luar dari kandungan ibu, seorang anak bayi menghirup udara kehidupan yang disediakan oleh alam semesta. Ketika mengirup nafas untuk pertama kalinya, ia menerima kepasrahan alam semesta. Kemudian ia menyerahkan nafas kehidupan itu kembali kepada alam semesta. Demikian seorang anak bayi dan alam semesta saling menyerahkan dirinya secara timbal balik melalui nafas yang dihirup dan nafas yang dihembuskan. Kepasrahan timbal balik seperti ini membuat anak bayi mendapatkan kehidupannya, tumbuh dan berkembang. Kehidupannya akan berakhir saat kepasrahan timbal balik tak bisa dilangsungkan lagi. Demikianlah kehidupan berawal dan ditopang dari kepasrahan timbal balik dan berakhir saat kepasrahan timbal balik berakhir.

Kepasrahan timbal balik mencakup setiap unsur kehidupan: tanah, air, api, udara, dan ruang-waktu. Segala ciptaan hidup saling bergantung secara siklis. Awan memberikan hujan kepada sungai dan sungai memberikan uap kepada awan. Kita bergantung pada bumi dan bumi memberikan makanan supaya kita hidup. Kekurangan unsur-unsur kehidupan mengakibatkan kita mati kekeringan kurang air, mati kedinginan kurang kehangatan, mati lemas kurang tenaga dan udara. Keberlanjutan hidup dalam ruang-waktu terhenti. Demikianlah kehidupan terus berjalan karena ditopang oleh penyerahan timbal balik.

Gerak kepasrahan timbal balik yang menopang kehidupan ini dimulai dari sumbernya. Seperti seorang ibu harus lebih dulu memberikan susu kepada anak bayinya supaya ia hidup, demikianlah Kehidupan lebih dulu menyerahkan DiriNya kepada ciptaan dan ciptaan menyerahkan dirinya sehingga ia hidup.

Kehidupan atau Sumber Kehidupan tidak pernah berhenti menyerahkan DiriNya kepada ciptaan. Dan dengan berserah, ciptaan mampu terus melangsungkan hidupnya. Kalau salah satu memutus penyerahan timbal-balik ini, maka kehidupan akan terhenti.

Kepasrahan Bukan Tanda Kelemahan atau Kekalahan
Kepasrahan sering dipandang sebagai bentuk kekalahan, kelemahan atau sikap negatif. Di medan perang, pasukan musuh yang menyerah dianggap kalah. Orang yang berjuang tetapi cepat menyerah kepada segala keterbatasan dianggap lemah. Kepuasan atas kondisi saat sekarang dan hilangnya keinginan akan sesuatu di masa depan membuat orang tidak berani melangkah lebih maju dan ini dipandang sebagai sikap negatif.

Kepasrahan yang kita bicarakan bukanlah kepasrahan dalam pengertian di atas. Sesungguhnya tidak ada kemenangan, kekuatan atau tindakan positif tanpa kepasrahan. Ketidakmampuan berpasrah atau berserah diri justru merupakan tanda kelemahan dan ketidaktahuan.

Kepasrahan adalah kerelaan untuk melepaskan pola resistensi diri dan mengambil sikap lentur terhadap arus kehidupan. Resistensi diri terjadi ketika pikiran atau ego didaulat sebagai penggerak utama roda kehidupan. Cara hidup seperti ini cenderung menerima apa yang disukai dan menolak apa yang tidak disukai. Kehidupan bergerak pada arus dualitas suka dan tidak suka.

Batin yang mampu berserah tidak akan menerima apa yang disukai dan tidak menolak apa yang tidak disukai. Adalah sebuah kearifan untuk tidak menolak apa yang tidak disukai dan tidak menerima apa yang disukai karena bisa jadi ia merupakan pintu yang akan membuka ruang kesadaran yang lebih tinggi dalam diri anda. Diri yang bebas dari resistensi batin akan mampu hidup seperti arus sungai. Ia mempunyai kelenturan untuk tidak menolak Arus Kehidupan atau untuk mengikuti Arus Kehidupan yang lebih dalam di luar arus dualitas kehidupan.

Dalam berbagai tradisi religius diakui adanya sesuatu yang Tak-Terbatas, Absolut, Allah, Buddha, Kristus dst. Diri atau Kehendak Allah atau yang Absolut ini merupakan fondasi dari diri atau kehendak yang relatif. Diri atau kehendak yang relatif ini mampu bergerak, hidup dan ada karena ditopang oleh Diri atau Kehendak yang Absolut.

Keengganan untuk berserah diri kepada yang Tak Terbatas atau Arus Kehidupan atau apa saja istilah anda, justru sering menciptakan ketegangan hidup dan membuat energi resistensi menjadi semakin tinggi. Diri relatif atau ego ini seperti sebuah cangkang telor. Di bagian dalam cangkang telur sudah terdapat Arus Kehidupan. Namun demikian Arus Kehidupan ini tidak akan bekerja efektif kalau cangkang diri atau ego ini tidak dipecahkan. Karena ketidaktahuan dan kelemahan, orang mati-matian mengandalkan diri atau egonya. Setelah diri tidak bisa diandalkan barulah orang mencoba melepaskan resistensi diri dan mulai berserah diri. Batin beralih dari kebiasaan melawan menjadi lentur penuh penyerahan kepada Arus Kehidupan.*

One Response to “Mengalir Bersama Arus Kehidupan”

  1. KETENANGAN-KEPASRAHAN-ADALAH KEHENDAK MENGIKUTI BERSAMANYA….MENGALIRNYA ARUS KEHIDUPAN….

    Setiap kita termanggu,setiap kita berdiam lama,setiap kita mengucap perlahan,setiap kita berjalan lama,setiap kita tak secepat kilat dlm pekerjaan,setiap kita tak berexpresi&mengebuh dlm isi pertandingan,setiap dalam forum tdk mengeluarkan pendapat hy mendengar,setiap perkataan org kita hny diam&mengangguk,dsb…sepertinya prilaku diatas ini dianggap kebanyakan sebagai orang loyo,orang pasif,orang tidak punya masa depan,orang yg sombong,orang yg tak perduli,orang yg tak ingin maju,dsb…sesungguhnya Diam yg tinggal bersama segala tindakan2 ini,belum berarti orang tersebut seperti CAP kebanyakan orang didunia ini.

    Diam Dalam Ketekunan akan Hening nya Batin,tidak sama diam orang yg penuh kemelut,kelihatan diluar serupa,namun sesungguhnya.diam seorang hening,diam yg menerima segalanya dengan apaadanya,tanpa menilai lbh dahulu,mencemoh,menghujat,memisah,menindak,dsb.

    Kebanyakan dari kita,lebh dahulu menilai baik yg terlontar&dalam hati,sehingga kebisingan batin tercipta karena
    hati penilai,tdk mampu melihat dengan jernih&mengamati dalam2.
    langsung menuding jika tdk baik,menghujat jika didepan mata tak sejalan dgn keinginan nya,memaki jika tdk selaras dgn persamaannya,membicarakan orang yg dianggap tak sepikiran dengan nya,dan masih banyak yg lain dikehidupan ini.
    Bahkan kelupaan&kealpaan sering2 merasuk didalam hati seorang yg bising.

    Dapatkah kebisingan itu dari gejolak hati yg terus menerus,dan panas hati yg terus mendidih krn tidak ideal dgn banyak keinginan diri, untuk segera hilang?..sehingga orang yg kita anggap loyo tadi,atau pasif,atau tdk punya semangat hidup.bisa mengubah penilaian kita terhadapnya?atau bahkan kita sendiri yg masih terus mencari ketenangan&kedamaian&keindahan yg dari luar?
    bagaimana jadinya?kalau batin sendiri tidak mampu disadari untuk bisa hening,belum tuntas mengubah orang lain,tapi amati setiap timbul semua itu didalm diri kita ini.sebelum kita ingin orang lain berubah atau sama dengan keinginan2 kita..

    Kalau saja setiap Pribadi2,memberikan segala sesuatu itu dengan apaadanya,memandang dengan apaadanya,melihat dengan apaadanya.
    segalanya juga Penuh Keindahaan.Batin yg lbh dahulu jernih&tenang tiada lagi kita menuntut orang lain mesti sama dengan keinginan kita,atau mencurigai orang lain atau membicarakan orang lain,krn batin yg mampu untuk diam-tenang-laras,ROH ygtinggal didalam Batin kita mengerakkan semua itu.ROH PENUH KESADARAAN.melingkupi hati kita yg selalu memandang baik semua orang.
    Hidup dari hari kehari lebih bermakna,dengan arus kehidupan apaadanya.

    Dengan segala kondisi apapun juga disaat ini,kita tidak membuat penawaran2 kepada ALLAH Pencipta kita.betapa banyak kondisi saat ini tepuruk.untuk makan-biaya hidup banyak sebagian orang serbah pas-pasan,kekejaman rasanya dengan kehidupan ini bagi sebagian orang.sehingga rasa hampa&gampang ambruk menghadapi kenyataan2 penderitaan hidup ini.tetapi jika kita mengikuti kehidupan ini bagai sungai mengalir&kehidupan arus kita lalui dengan Kepasrahaan,kita diberi segalanya dengan kekuatan lain yg baru.

    Karena dalam Diam,dan hening disini Sabda ALLAH bekerja,
    kita mempercayainya itu.IA TUHAN KITA YESUS KRISTUS meneladani dengan semuanya juga dalam kepasrahaan yg tertinggi kepada BAPA NYA.kita bisa melihat orang2 yg lbh dahulu bisa menerima ini.sehingga ucapan terima kasih bisa kita sebarkan bagi orang2 yg membantu membuka mata hati kita dengan segala banyak pristiwa
    baik peristiwa besar atau kecil.
    kita terus menyadari untuk melupakan kepentingan diri kita sendiri,sehingga rasa berbagi untuk membebaskan dari segala keterbelenggu hidup ini,kalau kita semua saudara, segala penderitaan hidup bukan milik seorang,tapi semua pernah merasakan,namun bisa terbebaskan karena kita percaya!!apapun yg tersulit dari kita,jalan keluar dengan mengikuti arus kehidupan ini apaadanya disana tiada lagi menjadi beban pribadi,tetapi Roh Allah yg terus bersemayan didalam relung hati kita yg paling dalam turut merasakan semuanya,dan IA tak pernah DIAM
    untuk menghidupi kembali semua orang yg mengimani dan penuh Kepasrahaan hny pada NYA(Yes49;10).

    Mengalir bersama Kehidupan,sebagai tulisan yg menghidupi kita
    sebagai Jiwa2 yg Penuh KASIH ALLAH,IA membuka mata hati semua orang,Menyadari semua orang kalau hidup ini punya Arti.
    Tiada lagi Kepedihaan dan tangisan dunia,karena Roh Kudus Kita selalu melengkapi dalam banyak Rupa &Bentuk.
    Menjadikan orang2 Sederhana tahu jalan Keluar & terus mengingatkan kita dengan kepenuhan Batin yg selalu Hening.

    Dalam Kepasrahaan&mengalir disetiap Arus Kehidupan ini,kita semua sudah menjadi satu kesatuan dengan KECINTAAN BAPA ALLAH TUHAN KITA,karena nama kita sudah ada padanya(Yes49;16).

    salam&cinta

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>