Menemukan ketenangan di Gereja, ingin menjadi Katolik
romo saya adalah seorang muslim yg sangat ingin masuk khatolik. saking besarnya keinginan saya ini. saya putuskan untuk pergi kegereja,di saat saya dalam kebingungan saya yg teramat besar akan apa yg saya rasakan pada ke iman saya,saya berdoa di gereja dan saya tenang sekali rasanya,dan saya merasa ketika saya berdoa dengan cara khatolik saya menemukan kebahagiaan yg lain yg tak prnah sy tmukan. akhirnya saya putuskan untuk setiap minggunya kegereja,saya ingin sekali romo,ada yg dpt memebantu saya untuk menjadi khatolik yg sesungguhnya dan membimbing saya, bagaimana caranya romo,saya sudah mantap sekali dengan pilihan saya ini, saya merasa tenang didalam khatolik. romo, tolong bantu saya.
Vita







Dear Vita,
kita sedang mengalami hal yang sama.saya seorang muslim. saya sangat ingin masuk katolik karena saya merasakan ketenangan saat berada di dalam gereja. saya sering ikut misa hari minggu atau sabtu sore. Rasanya tenang sekali saat berdoa di dalam gereja. saya udah mendapatkan informasi ttg cara utk menjadi katekumen di gereja terdekat tmpt tinggal saya. Tapi keluarga saya menentang, Romo apa yang harus saya lakukan. Bagaimana agar keluarga saya mengizinkan saya untuk mengimani katolik.. Mohon pencerahannya dari Romo tentang apa yang harus saya lakukan. Vita,mngkin kita bisa sharing soal ini.
Terima kasih,
Jesus Bless u
Dear Vita,
Dalam postingan Anda tidak disebutkan Anda mengikuti ibadat di Gereja mana, namun tidak masalah karena setiap Gereja Katolik pasti bersedia memandu seseorang yang ingin masuk menjadi anggota Gereja tsb. Bila yang Anda maksud Gereja St. Anna, silakan menghubungi Sekretariat di samping Gereja, Anda akan mendapatkan panduan. Ada tahap-tahap yang perlu dilalui bagi seseorang yang ingin secara resmi diterima sebagai umat Katolik. Proses pengenalan, belajar dan persiapan hingga ybs sungguh-sungguh mantap dengan pilihannya untuk masuk dalam naungan Gereja Katolik.
Tuhan yang telah menyapa Anda dan memberikan ketenangan dalam hati Anda, Dia juga yang akan memberikan jalan serta kelancaran untuk langkah Anda selanjutnya. Tuhan mendengar doa Anda, baik itu bahasa “bathin” yang tak terucapkan, ataupun cara lain yang Anda pergunakan untuk berkomunikasi dengan Dia. Dia yang adalah Kasih, akan membimbing Anda dalam Kasih yang sejati.
Tuhan memberkati.
Salam,
Adi
Dear Putri,
Kita bisa pahami bahwa keluarga Anda menentang maksud Anda untuk menjadi Katolik. Dalam agama manapun kiranya sama jika ada salah satu anggota keluarga yang ingin berpindah keyakinan biasanya keluarga keberatan. Bila kita mengandalkan kemampuan kita sendiri, akan sangat sulit untuk melunakkan hati mereka agar merelakan Anda berpindah agama.
Karena Tuhan mengajarkan kasih, kasih yang tanpa batas, mungkin sebaiknya Putri tidak terlalu mendesak mereka untuk menyetujui maksud Putri tersebut. Tetaplah menjadi anggota keluarga yang hangat, ramah dan penuh kasih. Kita belajar menyandarkan harapan kita pada pertolongan Tuhan, sampaikanlah pengharapan Putri dalam doa. Tuhan kita adalah Tuhan yang kreatif, Dia bisa memakai jalan/cara yang tidak terpikirkan oleh kita.
Dalam Amsal 21:1 dikatakan demikian “Hati raja seperti batang air di dalam tangan Tuhan, dialirkanNya kemana Ia ingingi”. Bila hati raja yang biasanya keras saja bisa diubahkan oleh Tuhan, tidakklah sulit bagiNya untuk melunakkan hati keluarga Putri.
Baik Putri, Tuhan memberkati.
Salam,
Adi
@Vita dan Putri,
Puji Tuhan, Allah telah memanggil kalian untuk dibaptis menjadi Katolik dan menjadi anggota Gereja yang adalah Tubuh-Nya sendiri. Teruslah memupuk dan memelihara kerinduan kalian itu di dalam hati kalian dan perkayalah dengan pengetahuan iman Katolik yang sungguh luar biasa banyaknya.
Jika kalian ingin menjadi Katolik tentulah sangat mudah, kalian bisa datang ke paroki terdekat dan menjalankan proses persiapan baptis dewasa.
Mengenai keluarga.. yang perlu diingat adalah bahwa memeluk agama adalah hak asasi manusia yang dilindungi negara. Tetapi bagaimana pun, jika kalian tidak mendapatkan dukungan dari keluarga, dan kebutuhan hidup kalian masih tergantung orang tua, maka janganlah kalian khawatir, justru ini menjadi ujian untuk menjawab panggilan Allah lebih sungguh.
Jika ada anggota keluarga, paman atau bibi yang beriman Kristen dan cukup didengar perkataannya oleh orangtua kalian, kalian bisa meminta tolong mereka untuk membantu berbicara dengan orang tua kalian. Tentu saja ada kemungkinan mereka ragu untuk membantumu, karena ingin menghindari cekcok di antara keluarga. Tetapi bagaimanapun layak untuk dicoba
Jika tidak ada pertolongan, maka berdoalah dan hiduplah sebagai seorang “Katolik” dalam status agama kalian dan carilah kehendak Allah dengan sungguh-sungguh dan lakukanlah. Dengan demikian kalian menjaga kerinduan itu dan menjawab panggilan Allah hingga kelak kalian secara batiniah dan juga lahiriah sudah siap untuk dibaptis.
Jika kalian secara lahiriah sudah matang, artinya kalian sanggup memenuhi kebutuhanmu sendiri, kamu sebenarnya bisa memutuskan sendiri, ujian terberatnya adalah apabila kamu diminta memilih antara dibaptis Katolik dan keluarga.
Saya percaya dan saya berharap kalian pun demikian, Apapun kondisi kalian, Allah tidak akan pernah putus asa memanggilmu supaya kalian dapat masuk ke dalam kerajaan-Nya. Ia pasti membantumu.. jangan berhenti berdoa, karena doa orang benar besar kuasanya..
Jika kalian memiliki kesempatan untuk mengikuti misa di hari Minggu, datanglah. Walaupun kalian belum bisa menerima sakramen Ekaristi, seusai misa kalian bisa datang ke romo, dan memohon berkat Tuhan, maju dan silangkan tanganmu di depan dada dan berlututlah.
Satu hal lagi, dalam proses menjawab panggilan Allah ini, hingga kalian dibaptis, kalian akan mengalami banyak kejadian yang menguji kehendakmu itu. Entah dari keluargamu, dari orang-orang disekitarmu, teman atau sahabatmu, bahkan dari orang Katolik sendiri baik umatnya, pengurus Gereja atau bahkan pastor Katolik. Pesan saya, kuatkanlah kehendakmu itu, ingatlah bahwa kalian datang meminta untuk dibaptis bukan untuk hal duniawi, tetapi untuk hal surgawi yang dijanjikan Allah bagi orang-orang yang setia menjalankan perintah dan ajaran-ajaran-Nya.
May God bless your steps..
Johan & Adi .. terima kasih buat sarannya .. semua yang kalian ungkapkan semakin menguatkan saya untuk mengimani katolik. Saya akan selalu memohon pertolongan Tuhan agar dpermudah langkah menuju iman katolik.
Tuhan memberkati ..
Salam,
Putri
salam sejahtera semuanya
saya seorang muslim ,
saya sebenarnya sejak SMP sudah sangat tertarik dg agama katolik ,
namun sekarang di usia saya ke 18 tahun saya sudah bener* yakin agama katolik adalah agama yg paling benar ,
saya ingin sekali untuk mengimani katolik,
saya juga sering datang ke gereja pada hari sabtu dan minggu , walaupun saya belum mengerti sama sekali tata cara ibadah di gereja,
namun saya duduk dg saksama d dlm gereja mendengarkan khotbah
hati saya sangat tenang dan damai.
saya ingin sekali pindah agama , tapi keluarga sangat menentang
trutama ibu saya .
saya bingung ,
bukankah kita di larang untuk durhaka kepada ibu ? lantas kalau saya mengikuti perkataan ibu saya , saya yg tersiksa.
batin saya menginginkan iman katolik .
tp saya juga menginginkan restu dari orangtua dan seluruh keluarga saya agr d izinkan mnjd katolik sejati
terimakasih
salam
echy
lakukanlah seperti yang Putri tuliskan, dan berusahalah dengan tulus mencari kehendak Allah dalam Gereja Katolik..
Bila suatu hari kelak, kamu dihadapkan pilihan yang sulit..
Percayalah akan perkataan ini :
“carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Mat 6:33)
Saya terharu membaca tulisan Anda.
Saya dulu juga seorang muslim tetapi sejak SD saya mulai bertanya terhadap keyakinan saya. Tetapi memang tidak seperti yang anda alami, orang tua saya tidak mempermasalahkan saya pindah agama, maka setelah saya tingkat II di PT saya dibaptis.
Saya sarankan tetaplah baik terhadap Ibu. Kedurhakaan anak kalau ia tidak baik, tidak hormat, tidak mencintai ibunya, dst. Mulailah berdoa sebisanya sesuai kata hati. Doakanlah Ibumu niscaya akan terjaadi mukjizat….
@johan & Hugo
makasih semua buat sarannya
mudah*n akan terjadi mukjizat kpd keluarga saya mengenai keinginan saya yg ingin menjadi seorang katolik
kemarin saat malam natal saya mengikuti misa di gereja st maria Palembang
saya sungguh terharu .
saya ingin sekali menjadi insan katolik .
kira* bolehkah saya menjadi katolik secara diam* dari ibu saya dan keluarga saya ?
karena terus terang saya ingin lebih mendalami dan mempelajari tentang agama katolik :’) apalagi ketika saya melihat tayangan di sebuah televisi mengenai patung bunda maria menangis :’(
saya sungguh tersentuh menyaksikan nyh :’)
salam
echy
Hallo Echy,
Selamat Natal!
Kamu di Palembang?
Untuk konsultasi mungkin lebih baik kamu bicara dengan Rm Y Samiran SCJ di ysamiran@gmail.com
Beliau di Km 7 Palembang dan ketua Yayasan Musi.
Selamat semakn mencinta Tuhan!
Salam, rin
Saya mau bertanya , ibu saya adalah seorang Katholik , dan ayah saya adalah seorang Protestan , selama 3 tahun saya ikut dgn ibu saya dan saya sembayang di gereja Katholik selama 3 tahun tersebut
keinginan saya untuk menjadi seorang Katholik sangat kuat , karena saya selalu menemukan ketenangan di gereja Katholik
yang ingin saya tanyakan adalah ,saya pernah menerima komuni , namun saya belum sambut baru , apakah itu sah , atau tidak ?
terimakasih
hillary, mengapa kamu tidak menjadi anggota Gereja Katolik jika memang keinginan itu besar sekali ?
hukum Gereja menetapkan bahwa yang menerima komuni harus sudah dibaptis secara Katolik. Artinya bila kamu belum dibaptis atau sudah dibaptis di gereja Protestan tetapi baptisannya tidak sah menurut Gereja Katolik, kamu tidak boleh menyambutnya.
Menjadi Katolik berarti percaya akan adanyta transubstansi, artinya kehadiran nyata Tubuh dan Darah Kristus dalam rupa roti dan anggur dalam perjamuan Ekaristi.
Jika pun kamu tetap menyambutnya, maka [kemungkinan besar] tidak memberikan rahmat adikodrati bagi dirimu.
Jika kamu rindu menyambut Tubuh Kristus, maka saya sangat mendorong kamu untuk bertemu dengan pastor paroki dan menyatakan niatmu untuk menjadi Katolik.
Sementara itu, kamu bisa melampiaskan kerinduan itu menyambut Allah dalam perjamuan Ekaristi kudus dengan komuni batin.
May God bless your steps..
Shalom semuanya,
Saya menjadi tertarik dengan perbincangan ini, karena saya dulunya juga bukan beragama katholik dan puji Tuhan sekarang saya dapat mengikuti katekumen dan akan dibaptis pada malam Paskah nanti. Keinginan saya untuk menjadi katholik dan dibaptis sudah bertumbuh sejak bangku kelas 5 SD, hampir 11 tahun dari sekarang. Mungkin juga karena dari TK sampai SMA saya bersekolah di sekolah Katholik, saya menjadi sangat terbiasa dan cenderung lebih nyaman dengan agama Katholik. Pada waktu SD ketika minta persetujuan dari orangtua saya untuk dibaptis, Papa saya menolak mentah-mentah ide saya tersebut. Beliau hanya bilang, “Ah kamu masih kecil, belum mengerti apa yang sedang kamu bicarakan.” Pada waktu itu saya sempat kecewa dan sedih, padahal saya merasakan betul-betul ada koneksi dengan Tuhan Yesus itu sendiri. Kemudian sejak saat itu saya mencoba berpikir, “Ah, mungkin memang benar apa kata orangtua saya. Mungkin jika saya memang dilahirkan dengan agama ini maka saya harus sungguh-sungguh menjalankannya.”
Namun seiring waktu berjalan, pada waktu SMA saya merasa dipanggil Tuhan lagi. Pada suatu waktu, saya bertengkar hebat dengan kakak laki-laki saya dan sampai menangis tersedu-sedu. Sebelumnya, kakak saya memberikan sebuah alkitab hadiah pemberian temannya kepada saya, dia hanya berkata dia belum begitu cocok untuk menjadi seorang Kristen. Apa yang saya lakukan? Sambil menangis saya membuka alkitab itu dan sangat terharu membaca Mat 18: 21-35(Perumpamaan tentang pengampunan) dan saya merasa kasih Allah sungguh nyata sebab Ia ada di saat kita membutuhkan-Nya. Sejak saat itu saya mulai berdoa setiap malam sebelum tidur dengan memakai tanda salib, walaupun saya tidak yakin apakah Tuhan akan menjawab doa saya, namun saya percaya bahwa Dia mendengar.
Sampai waktu kuliah, kebiasaan berdoa itu tetap terbawa walaupun saya belum resmi katholik, namun saya sangat mengharapkannya dalam hati. Kebetulan lagi, waktu kuliah teman dekat saya juga banyak yg beragama katholik dan saya sering menemaninya ke misa, namun saya belum berani menyatakan bahwa saya ingin ikut katekumen. Saya hanya berpikir, “Mungkin memang itu adalah mimpi belaka yang tak kan pernah kesampaian untuk menjadi katholik.” Lagi-lagi, Tuhan mengirimkan sebuah jalan bagi saya. Pada suatu saat, saya disuruh untuk mensosialisasikan tentang organisasi pelajar di dalam satu komunitas katolik sewaktu komsel (kelompok sel). Saya merasa sangat disambut oleh teman2 sel, dan bahkan mereka mengira saya datang sebagai seorang katholik utk mengikuti sel, bukan utk yg lain. Kedua kalinya, teman saya yg di dalam sel itu mengajak saya utk ikut lagi, katanya: “Mari, saya ingin mengajak kamu untuk bermain sama Tuhan Yesus.” Entah mengapa, kalimat itu terus mengiang di benak saya, dan saya memutuskan untuk komit masuk ke dalam kelompok itu. Itulah awal saya ikut kelas katekumen di paroki lokal (walaupun dengan bahasa mandarin yg pada awalnya saya yakin tidak akan mengerti-saya sekarang bersekolah di Cina), namun dengan bantuan teman-teman sel dan bimbingan Tuhan, saya dapat menjalaninya dengan baik hingga saat ini. Sempat mendengar berita-berita miring tentang saya yang pindah agama dr teman2 (karena sebelumnya saya juga ikut aktivitas agama lain bersama mantan pacar saya), maupun keragu-raguan mereka, namun saya tetap percaya dengan pilihan saya. Saya juga berdoa agar orangtua saya bisa menerima kenyataan ini, dan yang menjadi surprise buat saya adalah ketika saya bilang kepada Papa saya, “Iya Pa, tadi abis dari gereja.” Dan dia malah berkata, “Oo, gereja mana?”
Jujur, ini adalah sebuah hal yang sangat indah bagi saya akhirnya saya tidak perlu lagi menjelaskan kepada mereka melalui kata-kata, namun melalui bahasa yang paling indah yg diajarkan Yesus kepada kita-kasih. Saya percaya, bagi kita yang telah dipanggil menurut rencana-Nya, Dia juga akan yang menyiapkan jalan bagi kita jika kita sungguh-sungguh percaya dan bersandar kepada-Nya. Tuhan Yesus sudah mengirimkan banyak orang untuk membantu perjalanan saya, saya percaya bahwa Dia juga akan mengasihi kita bila kita ingin terus berjalan di jalan-Nya dan mengasihi Dia dengan setulus hati kita.
Maaf dengan sharing yang agak panjang ini, semoga bermanfaat bagi teman-teman. Tuhan memberkati.
saya sangat ingin sekali katolik, tapi kedua pihak keluarga saya ada yang fanatik dan dikit tidak suka sama katolik/kristen dan sering curhat ke teman2 saya dan saya sering di nasehatin sama teman saya yang beragama katolik dan yg bukan agama katolik untuk sabar semua cobaan ini…
apa yang harus saya lakukan yang penuh cobaain ini?
Dimar
Salam
membaca pengalaman hidup teman-teman semua menjadikan saya ingin menulis sedikit kisah yang saya alami.
Aku terlahir dari keluarga muslim. 20 tahun lebih aku menjadi seorang muslim. waktu yang tidak singkat bagiku sehingga agama yang aku anut mengakar dan mendarah daging. aku sangant benci dengan orang-orang nasrani (katholik maupun kristen protestan) kisah ini berawal ketika aku masih berumur 9 tahun (kira-kira kelas 3 sd) ayahku memutuskan untuk pindah agama menjadi seorang katholik. pada waktu itu aku juga ikut di babtis di gereja. walaupun sebenarnya aku belum tahu arti dari pembabtisan itu sendiri.
hingga guru agamaku di sd tahu kalau aku pernah dibabtis dan dia menasehati aku supaya tetap beragama yang dulu. aku tetap disuruh mengikuti agama islam. sejak itu aku semakin mendalami agamaku dan mengerti bahwa memang agama islamlah yang benar (pada waktu itu)
waktu terus berlalu begitu pula agama ini semakin kuat dalam diriku. sehingga kadang aku menggunjing mereka yang pergi ke gereja. hingga suatu hari kakakku yang dulu anti dengan orang katholik justru malah menikah dengan orang katolik dan menjadi bagian dari mereka. rasa benci dalam hati ini semakin menjadi-jadi. sampai-sampai pada waktu pernikahan kakakku di gereja aku tidak datang. aku semakin benci dengan mereka.
di pintu kamarku aku tulisi pakai huruf arab. dan aku tulisi juga “islam never die”
singkat cerita setelah lulus sma aku melanjutkan studi ke Sanata Dharma. karena bujukan orang tua aku menurut saja kuliah di sana walaupun sebenarnya aku juga merasa tidak nyaman karena kampus tersebut termasuk kampus non muslim.
dari sinilah semua berubah. tapi perubahan itu tidak semudah membalikan telapak tangan. terasa lambat dan berat.
aku kenal dengan seorang gadis katholik. dari sanalah Tuhan merubah hidupku.
hampir 4 tahun aku hidup dalam ketidak pastian dan kehampaan. aku bingung dengan diriku sendiri. kadang aku ke gereja tapi kadang aku juga sholat. jujur saja aku gereja karena gadis yang aku kenal itu. tetapi katika aku tidak bersama dengan dia aku sholat. hidupku semakin tidak menentu. hingga suatu hari aku membaca Al-Kitab. setiap ada waktu aku selalu menyempatkan membacanya. tetapi aku tetap tidak bisa menerima tentang ajaran Trinitas karena sejak kecil telah ditanamkan padaku kalau Tuhan itu Esa. Aku juga sering membandingkan Al-Kitab dengan ayat-ayat yang ada di Al-Quran. semua itu malah menjadikan aku semakin bingung. ketakutanku juga semakin bertambah. aku takut apabila nanti jika aku berubah katholik aku akan dikucilkan oleh teman-temanku yang muslim. seperti aku dulu menggunjing orang yang pergi ke gereja.
setelah itu aku putuskan untuk vacum dari agama. aku mencoba untuk puasa dan membuang segala perbuatan buruk dan mengendalikan hawa nafsu. tujuanku hanya ingin lebih mendekatkan diri pada Tuhan sang pencipta.
Aku juga sempat konsultasi ke ROMO. kata Romo kalau kita membaca AL-KItab harus dengan hati yang bersih dan kita benar-benar ingin mencari dan memndapatkan kebenaran itu.
dan atas saran Romo tersebut aku mulai membaca Al-Kitab dengan tenang. Akhirnya sedikit-demi sedikit semua keraguan mulai hilang. Terimakasih juga buat teman-teman di FB dan Gereja Katholik yang selalu memberi semangat. dan lambat laun aku bisa menerima bahwa Tuhan Yesus adalah Sang Juru Selamat.
Paskah kemarin adalah paskah pertama kalinya aku ikuti dengan penuh suka cita.
aku juga semakin yakin karena kemarin ketika aku berdoa. apa yang aku doakan hanya berselang jam di kabulkan oleh Tuhan. ini sungguh Mukjizat. dan aku semakin percaya.
terimakasih Allah Bapa, terimakasih Yesus, Terimakasih Roh Kudus.
Dear all,
Aku pernah posting sebelumnya.. aku hanya ingin berbagi bahwa memang perjalanan meuju kerajaan Allah memang sangat berat tapi Allah memberiku banyak jalan untuk menuju kerajaanNya dan bersatu dalam kerajaanNya. Puji Tuhan.. memang keluargaku menentang aku untuk mengimani Katolik sangat menentang dan betapa sulitnya ingin mengikuti pelajaran agama katolik karena waktu itu aq sudah terlambat, jadi menurut paroki tempat aku belajar aku harus menunggu sampai pendaftaran berikutnya.
Tangan Tuhan mulai menjamahku dengan mempertemukanku dengan seorang guru agama melalui teman kantorku. Dan tidak perlu menunggu lama aku bisa mulai belajar katolik meskipun hanya sendiri belajarnya. Cobaan datang lagi dari keluargaku saat aku mulai belajar .. mereka bilang aku akan masuk neraka, aku jadi orang murtad kalau sampai pindah agama. Padahal tidak ada agama manapun yang memurtadkan seseorang. Tapi aku tetap pada kata hatiku untuk mengimani katolik.
Aku terus belajar meskipun harus sembunyi dari keluargaku. Aku mulai rajin ke gereja dan mengikuti cara hidup orang katolik. Aku diancam akan dijauhi keluargaku kalau sampai aku pindah agama. Tapi lagi-lagi omongan itu tidak sekalipun menyurutkan niatku dan hati nuraniku untuk mengimani kaolik.
Sampai pada akhirnya aku bisa dibaptis di perayaan minggu palma kemarin. Puji Tuhan .. Tuhan tidak pernah meninggalkan aku dalam situasi apapun.
Jadi untuk teman-teman yang mungkin memiliki kisah yang sama seperti aku, kenalilah dulu niatmu untuk mengimani katolik, yakinkan hati dan diri atas niatmu, karena kalau niat kita kuat tidak akan goyah oleh apapun dan yang harus kita ingat Tuhan selalu bersama kita .
Shalom,
@ Putri: Senang rasanya mengetahui ada orang yang mengalami apa yang saya alami. Saya pun sedang berusaha memeroleh bimbingan ke dalam iman Katolik. Sungguh berat, memang. Benar-benar berat. Tapi saya yakin, dengan kekuatan doa serta kasih-Nya, Tuhan akan mempermudah jalan saya.
@ Romo(?) Adi: Mohon dukungan doa supaya Tuhan Yesus mempermudah jalan saya di dalam upaya untuk mengenal-Nya, serta mempertemukan saya dengan seseorang yang dapat membimbing saya. Karena sungguh saya adalah orang berdosa dan tercela.
Salam kasih dalam Kristus Yesus bagi Saudara semua
saya Juga merasakan hal yang sama,,,,
saya seorang muslim yang sejak dulu sangat ingin masuk katolik,,,
saya tidak berani mengatakan hal ini ke orang tua saya,,,karrna saya yakin orang tua saya (papa) tidak mengijinkan,,,
klo mama saya sih oke2 aja,,,
karna dia kong hu chu,,,,,
saya berharap kawan2 sekalian mw mendoakan agar saya di berikan jalan untuk bisa menjadi katolik yang utuh,,,,
asal aku memang kristian.memeluk islam.dan ingin kembali ke kristian.boleh kah ini terjadi?kerana aku orang malaysia.apakah dibenarkan?
@rubica.. setahu saya anda harus memperjuangkan keinginan anda ini melalui pengadilan.. boleh atau tidaknya anda kembali ke agamamu ditentukan oleh keputusan pengadilan…
namun.. jika hatimu sungguh-sungguh rindu kembali kepada Kristus, perjuangkan dan jalani hidup sesuai dengan ajaran-Nya.. niscaya Allah akan memberi kemudahan bagimu untuk kembali kepada-Nya.
May God bless your steps..
Apakah saya juga bisa menjadi seorang katolik? sejujurnya saya pun sangat tertarik dengan katolik,keluarga ayah saya adalah katolik. Namun karena saya dibesarkan dilingkungan keluarga ibu yg semuanya muslim saya pun terbiasa dengan ajaran islam. Saat ini saya sangat ingin mengenal apa itu katolik,sama yg dialami oleh putri yakni restu orang tua. Saat ini saya masih belajar melalui buku yg diberikan oleh teman saya,dimakah saya bisa untuk memperdalam katolik ini?
saya juga merasakan hal yang sama, sudah dari akhir saya sekoalh di SD samapai sekarang sudah ada si SMA, saya menginginkan berpindah agama yang tadinya islam menjadi katolik. tapi masih belum ada keberanian untuk saya mengungkapkanya pada keluarga dan teman, karena ada rasa takut yaitu takut ditentang oleh kedua orang tua dan keluarga dan takut diajuhi teman” yang kebanyakan adalah seorang muslim yang taat beribadah.
saya sebenarnya menginginkan sesegera mungkin untuk menjadi seorang katolik tapi kepikiran dengan rasa takut saya yang selalu menjadi pertimbangan. ingin sekali saya ingin menjadi seorang katolik, sampai saat ini usaha saya yang telah dicapai seperti menemukan hal-hal tentang agama katolik di internet dan mendownload alkitab. dan sayangnya masih banyak hal-hal yang tidak saya ketahui tentang katolik. tapi saya bertekad untuk menjadi seorang katolik karena saya selalu merasa bahagia dengan persaan saya tentang katolik.
oh ya, jika ada yang ingin membantu saya tentang cara-cara agar bisa masuk menjadi seorang katolik, anda bisa hubungi saya di email agit_oliviaa@yahoo.com.
saya berharap bisa menjadi seorang katolik
tolong bimbingannya!
menjadi seorang Katolik adalah dengan di baptis dan dimana kalian berdomisili ada Gereja Katolik, nyatakanlah keinginan kalian untuk dibaptis di sana.
Tetapi jika keingnan kalian ini bisa membahayakan jiwa kalian atau karena kalian masih tinggal dan hidup kalian tergantung dengan orang tua kalian, maka kalian boleh menundanya, tetapi jangan berpaling dari kehendak-Nya. Allah yang baik akan membantu kalian untuk bersatu dengan-Nya dengan cara yang tidak kita ketahui. dan bila kesempatan itu datang, jangan lagi kalian menundanya. Allah menanti kalian.
kalian bisa belajar tentang iman Katolik dari forum seperti http://www.ekaristi.org/forum silahkan bertanya apa pun di sana atau bisa juga bertanya disini.. atau bisa menemui pastor paroki, buku-buku Katolik juga lumayan banyak di Gramedia rasanya.
May God bless your steps..
Apa kabar semuanya. Salam hangat. Saya sudah memiliki keinginan untuk menjadi seorang Katolik sejak saya SMA. Namun saat ini keinginan saya sangat ditentang oleh kedua orang tua saya, dikarenakan keluarga kami adalah penganut aliran kepercayaan Konghuchu. Dan mereka juga memberikan alasan yang aneh agar saya tidak mengikuti ajaran agama Katolik, yaitu bahwa saya telah dijadikan anak angkat Dewi Kwan Im. Sehingga jikalau saya dibabtis, maka saya tidak akan lagi dianggap anak oleh kedua orang tua saya dan diusir dari rumah saya. Mohon bimbingannya agar saya segera dapat menjadi seorang pengikut Kristus. Terima kasih.
syalom.,.,.,.,.,,
sya beragama kristen n cwe q seorang katolik. ortu cwe q tdk setujuh dgn hubungan kami terkecuali saya masuk agama katolik.
apakah saya masuk menjadi agama katolik salh apa benar???
tolong d balas yawwww.,,.,.,.,q menanti jawabanx….
@Robby… Puji Tuhan, Allah telah memanggilmu.. jika hidupmu masih tergantung dari orang tuanmu [kecuali kamu sudah bekerja dan dapat hidup mandiri, maka kamu bisa memutuskan hal ini], kamu tidak berdosa menunda dirimu untuk dibaptis, namun, jangan kamu padamkan semangat menjawab panggilan ini dalam hatimu. Gunakan untuk mempelajari iman Katolik untuk memantabkan keinginanmu itu. Berusahalah dengan semaksimal mungkin untuk menghindari dosa, percaya takhyul dan menyembah dewa-dewi, percayalah kepada Allah yang satu dan hidup dan hanya kepada Dia engkau menyembah. Jika kamu terpaksa memegang hio untuk sembahyang, berdoalah di dalam hatimu kepada-Nya. Keterpaksaan membebaskan dirimu dari dosa berat. Namun Minta-lah ampun dalam doa-mu jikalau perbuatanmu tidak berkenan kepada Allah.
Kamu bisa mencari sekutu, yaitu keluarga papa mama-mu yang telah menjadi KAtolik. Ceritakan keinginanmu kepada mereka, semoga saja mereka bisa membantu. Tetapi pun jika ini tidak terjadi, ingatlah bahwa penantianmu tidak akan sia-sia. Berdoalah, dekatkan dirimu kepada Allah, jauhkan hal-hal yang Ia larang, ikuti kehendak dan ajaran-Nya. Jika memungkinkan jadilah partisipan dalam misa Ekaristi.
Allah Yang Maha Baik Yang telah memanggilmu akan memberimu jalan untukmu masuk dalam pangkuan-Nya.
@Yealz, menurut anda sendiri bagaimana ?
jika saya menjadi orang tua temanmu, saya tidak akan memintamu menjadi Katolik untuk dapat menjadi “pacar” anak saya.
Jika teman-nya malas ke Gereja, saya pasti tidak akan menyetujuinya menjadi “pacar”-nya, jika ia tidak sayang orang tua apa lagi (sayang bukan berarti manja, yang ini saya juga tidak akan setuju), jika sekolah lebih mementingkan penampilan alias bergaya dari pada prestasi, ini juga saya tidak setuju. Jika sikapnya tidak rendah hati atau tidak sopan dan santun, ini juga. Dan jika ia pindah agama hanya karena ingin menjadi pacar anak saya, mendingan nggak usah deeeeeh.
Saya akan meminta anak saya untuk mencari seorang Katolik
Bukan meminta temannya menjadi Katolik untuk jadi pacarnya, ini berbeda.. bukan diminta, tetapi yang dengan kehendak bebasnya memilih untuk menjadi seorang Katolik.
salam…
saya mau bertanya.. sbnrya bagaimana cara ibadah agama katolik?? semenjak saya dekat dgn laki2 agama katolik saya ingin msuk agama itu, krn saya prnh ikut misa dgn dia rasanya damai sekali… tp keluarga dr ibu saya banyak yg haji,namun dr papah ad yg katolik. saya seorang muslim. bsakah saya mengikuti ajaran katolik dengan damai tanpa ada perdebatan dari ortu?? tolong di bantu yaaa…
—- terimakasih —–
Romo dan teman2.. Saya juga memiliki masalah tentang perbedaan agama dengan pacar saya yg seorang Hindu. Saya katolik dan saya tidak ingin pindah agama karena saya mengimani Yesus Kristus. Dulu pacar saya berjanji ia yang akan pindah, tetapi baru setelah 9 bulan berpacaran, ia mengungkapkan bahwa keluarganya keberatan dengan alasan adat istiadat bali yg tidak memperbolehkan anak laki-laki untuk pindah agama, sebab mereka harus meneruskan keluarga. Pacar saya mulai memaksa saya utk pindah agama hindu. Saya sangat tidak ingin berpisah dgn dia,saya terus berdoa dgn harapan ada mukjizat yg bs membuat ia tersentuh hatinya untuk menjadi pengikut Kristus. Apakah dalam keadaan seperti ini masih mungkin ia meninggalkan hindu? Mohon tanggapannya romo dan teman2. Terimakasih. Tuhan berkati.
Romo dan kawan2 semua persaya kenalkan nama saya bobby johansyah umur saya 27 tahun..
saya adalah seorang yatim piatu yg dibesarkan oleh keluarga chinesse dari saya berumur 8bulan hingga saya beranjak besar kira2 berumur 17 tahun, dulu saya disekolah kan disekolah protestan oleh org tua angkat saya.
saya aktif di dlm acara rohani sekolah dan sebagainya namun hanya sebatas menjalani saja tanpa agama dan keyakinan yg jelas dan org tua angkat saya berpesan agar saya jgn dibaptis entah alasan apa mereka bicara seperti itu saya tak mengerti sampai saat ini..
jujur dulu saya nakal sekali baik dsekolah maupun di lingkungan rumah dgn kenakalan saya itu pasti membuat jengah org tua saya sampai akhirnya keluar kata2 yg sungguh saya belum sanggup mendengarnya di usia saya yg masih belasan tahun, klo saya ternyata bukan anak kandung mereka saya syok mendengar itu Romo kenakalan saya pun tak henti sampai disitu saya mulai jarang pulang mulai pesta-pesta narkoba karna saya rasa ini jalan terbaik untuk meluapkan semua yg saya rasakan mulai dari 1996 saya ketergantungan narkoba serasa hancur hidup saya keluar masuk panti-panti rehabilitas sampai akhirnya tahun 1999 saya dikirim ke pesantren didaerah jawa timur tepatnya pasuruan 1tahun kurang lebih saya d’sana, hidup saya semakin tak mengerti Romo dengan kebiasaan agama di sekolah yg saya jalani tiba2 masuk seperti ke dunia lain yg membuat saya bingung saya dan akhirnya pun saya masuk islam Romo namun ditengah perjalanan hari-hari saya d’pesantren saya banyak melihat keanehan yg ibarat senakal-nakalnya saya djakarta saya tak pernah melihat seperti ini atau mungkin karena d’pesantren itu khusus pria atau wanita saja jadi banyak dar mereka menyukai sesama jenis seperti itu,rasa kacau dalam otak saya kembali setiap hari saya minum minuman keras d’pesantren tanpa sepengetahuan org d’sana habis saya kecewa Romo dengan kenakalan saya d’jakarta aya harus melihat kejadian2 seeprti itu sampai akhirnya saya pun kembali k’jakarta tahun 2000
hati saya bergejolak dan pemandangan itu selalu mengganggu pikiran saya sesampainya d’rumah saya tak langsung menceritakan kejadian yg saya lihat d’pesantren tempat org tua saya menitipkan saya tiba2 kawan saya datang k’rumah mengajak main atau nongkrong istilahnya tanpa saya sadari saya kembali ketempat saya dulu berkumpul bersama kawan2 menikmati narkoba dan kembali bertemu kawan2 yg lama pula hati yg bergejolak membuat saya kembali ke narkoba, meluapkan emosi, mencari ketenangan kembali jarang pulang,, sampai akhirnya masa libur pesantren pun usai saya d’suruh kembali lagi k’pesantren namun saya bersikeras tidak mau,sampai saat malam hari didalam rumah kepergok kakak angkat saya dia menemukan 1/2 gram sabu dan 2 paket ganja kering, saya pun diancam akan dilaporkan k’polisi oleh kakak saya hingga akhirnya saya memutuskan untuk keluar dari rumah dan memilih narkoba..
dan dtahun 2002 saya stop berhenti menggunaka narkoba karna saya dah merasa jenuh dan kawan2 sayapun banyak yg meninggal karena OD hingga timbul rasa benci pada narkoba karna telah mengambil kawan dan sahabat2 saya,.
namun saya masih mengalami kebimbangan dalam ajaran agama yg saya anut yaitu islam jujur saya tak mengeri dgn apa yg saya jalani saat ini
hingga sampai saya bertemu dengan wanita yg menjadi pacar saya saat ini namanya Juliana Natalia dia seorang katholik saya pernah ikut misa natal tahun kemarin di gereja st theresia jujur saya merasakan sebuah ketenangan yg tak pernah saya rasakan seumur hidup saya dan saya ingin sekali menjadi seorang katholik Romo dengan masa lalu saya yg kelam, dan banyak melakukan perbuatan yg buruk saya ingin berubah menjadi bobby yg baik saya ingin tobat Romo saya ingin kembali ke jalan yg benar d’dalam Tuhan Yesus.
apa aja yg saya yg harus asaya lakukan agar saya menjadi seorang katholik Romo? mohon bantuan dan penjelasanya Romo terima kasih SYALOM
@Tia, coba lakukan pendekatan perlahan-lahan ke orang tuamu terutama dengan ibumu..
lalu coba baca mengenai seluk beluk iman Katolik, termasuk mengenai makna perayaan liturgi yang kamu ikuti, dan juga mengenai orang-orang Kudus Gereja Katolik, para martir yang rela mati dalam membela iman Katolik.
Coba baca tulisan-tulisan di sini semoga bisa menguatkan keinginanmu menjawab panggilan-Nya masuk ke dalam Gereja-Nya yang kudus.
May God bless your steps
@Maria, Gereja Katolik masih memberikan peluang kalian bersatu perkawinan, dan ia tetap beragama Hindu. Tetapi pengukuhannya harus disahkan menurut hukum Gereja Katolik. Tidak boleh terjadi pengukuhan dengan agama Hindu baik sebelum atau sesudahnya. Dan dalam untuk perkawinan tersebut, kamu membutuhkan dispensasi, dalam dispensasi itu kamu harus berjanji untuk menjaga imanmu Artinya kamu tetap menjalankan kewajiban2mu dan menghindari segala sesuatu yang membahayakan imanmu, termasuk berpartisipasi aktif dalam perayaan agama suamimu, dan juga dengan segenap kekuatan dan akalbudimu membawa anak-anakmu ke dalam Gereja Katolik.
Jika dalam hal ini pengaruh keluarganya sangat kuat sehingga ia sendiri tidak dapat memutuskan apa yang ia kehendaki, maka ini perlu dicermati, apakah dalam hal lain dan hal-hal apakah itu keluarganya pun dapat mempengaruhi keputusannya. Hal ini dapat menjadi pertimbangan untuk melihat apakah ia sungguh siap menjadi seorang suami, ayah dan kepala rumah tangga.
Satu hal lagi, dalam hal ini, saya sangat menyarankan anda, terutama dalam masa pra Paskah ini, lebih mendekatkan diri kepada Allah, karena daging ini lemah, sedangkan Iblis akan terus mencoba dan menggoda manusia untuk meninggalkan-Nya.
May God bless your steps..
Dear all…
Seorang teman di kantor saya dulunya adalah seorang Katolik, pada tahun 2007 ia berkenalan dan menikah dengan seorang muslim kemudina berpindah agama juga menjadi muslim.
Belakangan ini teman saya merasa bimbang dengan agama yg dianutnya. Ia ingin kembali menjadi katolik, namun ia merasa bimbang dengan rumah tangganya dan anak-anaknya.
Sebagai teman, saya jugamerasa kebingungan untuk membrikan solusinya.
Bagaimana menyikapi permasalahan ini?
@QQ, tidak banyak yang bisa dilakukan, karena teman anda pun masih ragu memutuskan. Itu sama saja dengan tidak dapat mengambil keputusan.
satu hal yang pasti, bila ia kembali ke pangkuan Gereja Katolik, maka ia perlu melakukan pertobatan, salah satunya adalah membereskan perkawinannya di Gereja Katolik. Karena perkawinannya adalah tidak sah.
NAMUN, bila suaminya tidak mau hidup damai dalam perkawinan dengan temanmu karena ia kembali menjadi Katolik, maka ada pilihan lain yaitu mengajukan anulasi ke tribunal karena memiliki alasan yang kuat, sehingga temanmu kelak bisa menikah di dalam GK [tentu saja sangat disarankan pernikahan terdahulunya telah diceraikan secara hukum negara, yaitu melalui pengadilan agama].
hope this helps
Dear All
Saya juga mengalami hal demikian. Jiwa saya merasa terpanggil untuk menjadi seorang katolik, namun saya bingung, yang pasti saya tidak akan mendapatkan izin dari orang tua, karena ortu saya adalah keluarga KIAI (tokoh dalam agama Islam).
Romo dan kawan, Puji Tuhan bahwa saya ikut diperkenankan mengikuti jalan-Nya yang kudud.
Saya sempat mengenal Katolik di pendidikan dasar, tapi karena latar belakang keluarga yg Muslim, saya mengikuti agama keluaga.
Beberapa waktu terakhir ini, saya merindukan Tuhan Yesus, di mana seolah saya harus kembali ke jalan saya.
Dimana semuanya tenang, damai dan indah.
Tuhan Yesus benar-benar luar biasa.
Saya benar2 mengimani Katolik.
Tapi bingung memulai dari mana.
Saat ini saya masih menjalani pendidikan S1 di Luar kota kelahiran saya.
Diam2 ke gereja, berkumpul dengan komunitas katolik di kampus, membaca alkitab,
Ada 1 hal yang saya bingungkan,
hingga kapan saya seperti ini, menutupi dr keluarga saya.
Mungkin keadaan saya hampir sama sdengan saudara Dary, nenek saya adalah orang yang benar taat dengan agama Islam.
Sungguh Puji Tuhan saya rindu dengan Tuhan Yesus Kristus, mujizat-Nya begitu nyata kepada saya.
Merasa bahwa 1 ekor domba yang tersesat kembali menemukan Gembala.
083847022711 for shared.
Mohon bantuannya kawan.
Terima Kasih banyak.
Tuhan memberkati
Desy
@Dary and Desy… cobalah membaca-baca pertanyaan, tanggapan dan jawaban sebelum-sebelumnya di topik ini..
Saya sangat menyarankan kepada kalian untuk memelihara kerinduan itu dan berjanji dengan sungguh-sungguh bila saatnya tiba nanti, kalian akan menjawab panggilan Allah dan masuk ke dalam pangkuan GEreja-Nya. Berusahalah untuk menghindari segala sesuatu yang bertentangan dengan iman Katolik .. iman Abraham,iman yang sama yang dimiliki dalam agama Islam adalah juga iman Katolik, jadi seharusnya tidak sulit melakukan hal tersebut..
May God bless you and protect you..
syalom, saya rohana pertanyaan- pertanyaan yg saya baca disini banyak yg serupa dengan apa yg saya alami. saya tumbuh dalam keluarga muslim, tapi sejak saya SMP saya mulai meragukan keyakinan saya. saya sangat suka membaca Alkitab, sering bertanya pada teman-teman yg beragama nasrani. dan pada akhir nya, sudah 3 tahun ini saya ikut ibadah di gereja. awalnya saya ikut teman ibadah di gereja protestan, ya saya menemukan kenyamanan. tapi setelah 2-3 kali saya ikut, ada rasa yg berbeda dari apa yg saya rasakan sebelumnya. akhirnya saya mengikuti teman saya yg lain Misa di gereja St. Maria Assumpta Klaten. pada mulanya yg saya rasakan itu aneh, bingung (karena saya tidak paham dengan tata Ibadah nya), rumit (bagi orang awam), rasanya berbeda sekali. setelah saya hayati, ternyata di balik kerumitan itu ada banyak makna dan kenyamanan. memang setiap peribadatan itu mempunyai makna, tapi menurut apa yg saya alami, apa yg saya pikirkan, apa yg saya rasakan, dalam Katholik itu lebih sakral, lebih khidmat. dan sampai saat ini saya mengikuti Misa di gereja Katholik. saya akui, saya ingin di baptis selayaknya umat Katholik yg lain, menerima komuni. pasti sangatlah lengkap rasanya menjadi Katholik sejati. tetapi yg saya ingin tanyakan, apakah ada larangan bagi seseorang yg belum di baptis dalam mengikuti Misa? tq
Yesus memberkati
hai…
saya seorang muslim … tapi saya ingin sekali menjadi agama katolik . mama dan eyang saya setuju , karena dulu nya juga seorang katolik . tetapi papa saya pasti tdk setuju akan hal itu .
saya merasa sangat tersentuh jika membaca al kitab milik mama saya , jika mendengar lagu-lagu rohani kadang saya sampai menangis . jika saya ada masalah dengan teman ata keluarga , saya selalu sempatkan membaca al kitab , hati saya terasa damai …
yang ingin saya tanyakan . bolehkah saya masuk agama katolik tanpa sepengetahuan papa saya ?? dan bagaimana proses katekumen itu ???
sebelumnya saya ucapkan terimakasih …
God Bless You
salam,
Dhea
@Rohana, tidak ada… justru itu akan sangat membantu untuk menguatkan panggilan untuk menjadi seorang Katolik.. Kamu boleh maju pada saat pembagian komuni (menerima komuni secara spiritual) berlutut di hadapan Tubuh Kristus dan silangkan kedua tanganmu di dada.. jika Imam, diakon, suster atau prodiakon yang membagi komuni mengerti, mereka akan mengatakan “Terimalah Tuhan Yesus dalam hatimu”. Ini bukan berkat melainkan undangan untuk penyembahan kepada ilahi.
jangan padamkan api kerinduan untuk menjawab panggilan Tuhan untuk dibaptis dan menjadi seorang Katolik yang sungguh Katolik..
May God bless your steps..
@Dhea, dibaptis tanpa sepengetahuan papa anda ? lalu apa rencana anda setelah dibaptis ? soon or later pasti diketahui bukan ?
apa rencana anda bila papa anda kemudian marah ?
akankah keputusanmu menimbulkan konflik keluarga ?
jika ini terjadi, apa rencanamu ? siapkah kamu dengan segala konsekuensi terburuk yang mungkin terjadi akan keputusanmu menjadi seorang Katolik ?
Apakah niat ini sudah pernah dibicarakan dengan ibu dan eyangmu ? bagaimana pendapat mereka tentang ayahmu bila mengetahui keinginanmu ini ? Tindakan apa menurut mereka yang perlu kamu tempuh agar harapanmu menjadi Katolik dapat diwujudkan ?
Cobalah mencari jawaban-jawaban di atas sebagai bahan pertimbanganmu memutuskan… apa pun bagaimana pun, jangan padamkan semangat dan kerinduanmu untuk menjadi bagian dalam Tubuh-Nya yaitu Gereja-Nya yang satu, kudus, Katolik dan Apostolik
May God bless your steps..
Hay semua, perkenalkan saya Nichan. Saya seorang muslim yang ingin menjadi seorang Katolik, tapi belum tahu apa yang harus pertama-tama saya lakukan sebagai seorang Katolik, sedangkan saya masih sering menjalankan salat atau hanya sekedar menjalankan saja tapi keyakinan tetap pada katolik. Tapi keinginan saya untuk pindah sudah bulat. Saya mohon bimbingannya agar saya dapat menjadi seorang katolik. Terimakasih
God Bless You
@Nichan.. cobalah membaca pertanyaan dan jawaban-jawaban di atas..
adakah halangan berarti bagimu untuk dibaptis. Jika tidak ada mantapkan langkahmu, datang ke paroki dimana anda berdomisili dan tanyakan mengenai prosesnya, anda pasti akan diberi petunjuk. Selebihnya, anda bisa membaca-baca mengenai pengetahuan iman Katolik. Di dunia maya banyak sekali informasi mengenai hal ini, namun juga ada yang salah dan bahkan menyesatkan. Untuk itu kamu harus pandai memilah dan memilih informasi yang benar. Website -website seperti vatican.va, newadvent.org, yesaya.indocel.net, ekaristi.org, catholicculture.org, catholic.org, ewtn.com, atau jimmyakin.com adalah contoh website yang bisa kamu jadikan referensi.
jangan ragu untuk terus mencari jawaban dan kebenaran pasti akan anda temukan, Allah akan membantumu untuk bersatu dengan-Nya dalam Gereja yang satu, kudus, Katolik dan Apostolik.
May God bless your steps..