Membangun Fondasi Meditasi

Meditasi kini sudah makin menjadi kebutuhan banyak orang. Tidak peduli latar-belakang agama, kebudayaan, ideology, dan profesi seseorang. Banyak orang haus akan kesehatan, kedamaian dan pembebasan batin. Ritus keagamaan, perayaan seni dan budaya, orientasi ideology dan profesi seseorang tidak mampu menjawab kekosongan ini.

Meditasi pertama-tama bukanlah teknik tetapi keahlian yang hanya bisa dikuasai kalau dipraktekkan. Ia menghantar orang untuk hidup lebih dalam, yaitu hidup secara penuh dari saat ke saat.
*
Untuk bisa hidup secara penuh dari saat ke saat, pertama-tama anda perlu secara sadar memberikan perhatian secara terus-menerus pada Saat Sekarang. Saat Sekarang di sini adalah saat meditasi. Cara yang paling cepat untuk masuk pada Saat Sekarang adalah dengan mengembangkan kehendak dan energi untuk melepas segala sesuatu. Lepaskan seluruh beban masa lampau dan beban masa depan. Lepaskan segala pikiran dan emosi yang menggayut. Lepaskan segala jenis pikiran: baik atau buruk, luhur atau biasa, suci atau profane. Segala beban yang ditinggalkan akan membuat hidup lebih bebas dan ringan. Melepas, itulah fondasi pertama semua meditasi.

Gunakan energi kesadaran anda. Energi kesadaran anda adalah seperti kaca transparan. Ketika ada pikiran atau emosi yang masuk, sadarilah ada pikiran dan emosi yang masuk. Ketika pikiran dan emosi pergi, sadarilah pikiran dan emosi pergi. Itulah fungsi dari energi kesadaran aktif-reseptif. Lewat kaca kesadaran ini, anda mengetahui secara jernih arus masuk dan keluarnya pikiran dan emosi anda.

Perhatian yang terus menerus atas pikiran dan emosi anda akan membuat pikiran dan emosi anda berhenti. Menerima apa adanya dan membiarkan pergi apa adanya. Ketika pikiran dan emosi berhenti, anda dibawa masuk pada kesadaran hening yang jernih. Anda bisa mulai menikmati keheningan yang indah.
*
Perhatian secara terus-menerus pada Saat Sekarang akan membawa anda masuk pada fondasi yang kedua, yaitu kesadaran-hening pasif-responsif pada Saat Sekarang.

Kesadaran hening ini bisa dicapai dengan perhatian atas pikiran dan emosi anda apa adanya tanpa reaksi mental. Pikiran atau emosi anda adalah seperti seorang anak bayi yang butuh perhatian. Perlakukan pikiran dan emosi anda seperti anda memperlakukan anak bayi anda. Terimalah pikiran dan emosi anda tanpa memberi komentar atau penilaian. Tidak peduli pikiran atau emosi anda menyenangkan atau tidak menyenangkan. Terimalah apa adanya tanpa komentar batin.

Anda adalah bagaikan tuan rumah bagi tamu-tamu dan pikiran dan emosi anda adalah tamu-tamu anda. Ketika anda memberikan komentar batin, maka anda sudah terperangkap pada satu pikiran atau satu emosi saja. Akibatnya, ruang gerak anda menjadi terbatas. Anda tidak mempunyai ruang lagi untuk tamu-tamu yang lain. Anda kehilangan kesempatan untuk mengenal apa adanya tamu-tamu yang lain. Seperti seorang tuan rumah yang sepenuhnya sadar akan apa yang sedang berlangsung, anda cukup memberikan salam pada setiap tamu anda tanpa ada satupun yang ketinggalan. Berilah senyum yang terbaik dan jangan berbincang sesingkat apapun.

Energi kesadaran hening ini bisa ditingkatkan dengan melepaskan diri dari segala reaksi mental. Kalau anda hadir secara sempurna pada setiap peristiwa atau setiap pikiran dan emosi anda, maka anda terbebaskan dari segala komentar atau percakapan batin. Dengan melepaskan diri dari kebiasaan memberikan komentar dan penilaian, anda akan menjadi lebih bebas. Anda akan mengalami beban yang anda panggul bertahun-tahun seumur hidup anda, kini menjadi ringan.

Metode lain untuk mengembangkan kesadaran-hening pasif-responsive adalah dengan mengenali jeda-antara pikiran atau emosi, jeda-antara reaksi mental. Sadarilah saat-antara ketika pikiran berhenti dan sebelum pikiran yang lain muncul, atau saat-antara ketika reaksi mental berhenti dan sebelum reaksi mental yang lain muncul. Jeda-antara itulah yang disebut dengan keheningan. Semakin panjang jeda-antara, semakin dalam keheningan anda nikmati.
*
Setelah melepaskan diri dari pikiran atau emosi masa lampau dan masa depan serta membebaskan diri dari percakapan batin, anda masuk pada keheningan yang dalam. Anda kini siap untuk masuk pada tahap meditasi berikutnya, yaitu meditasi terfokus atau meditasi tak-terfokus, meditasi objek atau meditasi tanpa objek.

Dalam meditasi objek, anda mengambil focus tunggal sebagai objek kesadaran anda. Focus tunggal ini bisa apa saja: nafas anda, sentuhan angin di kulit, suara, bunga, iman, teks Kitab Suci, dst. Perhatian yang terus-menerus pada focus tunggal ini membuat anda terserap pada objek pilihan anda.

Dalam meditasi tanpa objek, anda terbuka terhadap berbagai pengalaman yang datang. Anda hanya duduk dengan penuh kesadaran-hening, penuh perhatian- telanjang, bebas dari komentar batin, visualisasi atau interpretasi.

Energi kesadaran yang digunanakan dalam meditasi objek maupun meditasi tanpa objek akan semakin matang kalau pemeditasi sudah mampu membangun dua fondasi yang pertama secara kuat. Tanpa dua fondasi yang pertama ini, orang akan selalu menghadapi rintangan yang terus akan berulang: a) kelekatan pada pikiran atau emosi masa lampau dan masa depan; b) percakapan batin atau reaksi mental.
*
Ketika anda melakukan meditasi objek dengan terlebih dahulu membangun dua fondasi pertama secara solid, maka anda dibawa masuk pada pengalaman penyerapan yang sempurna. Penyerapan yang sempurna kemudian akan membuat anda bersatu dengan segala sesuatu. Ambillah nafas sebagai contoh ilustratif.

Ketika anda memberikan perhatian sempurna pada nafas anda, maka anda akan bisa menikmati nafas anda secara mendalam. Pada titik tertentu, nafas anda sebagai objek tunggal menghilang; subjek juga menghilang. Nafas anda jadi lenyap. Tidak ada lagi tarikan nafas atau keluaran nafas. Dunia di luar seolah berhenti: nafas, tubuh, pikiran, suara, dst. Yang ada adalah keindahan terus-menerus tiada henti.

Dalam tradisi timur, nafas bukanlah sekedar udara yang masuk ke dalam tubuh lewat dua lubang hidung. Namun nafas kita adalah nafas kehidupan alam semesta. Lewat nafas, kita masuk pada kesatuan dengan alam semesta yang hidup.

Dalam tradisi barat, nafas atau angin sering dipakai sebagai simbol Roh Kudus atau Energi Allah. Kita menjadi hidup karena Ia bernafas dalam diri kita. Energi Allah itu menyatukan kita dengan semua orang, seluruh ciptaan dan Allah itu sendiri. Dalam tradisi Kristiani, Roh Pemersatu itu adalah Roh Kristus itu sendiri.

Kini pada tahap kelima, anda mengalami berhentinya dualitas secara sempurna. Pikiran berhenti. Tidak ada lagi objek-subjek. Diri dilebur dalam kesatuan. Kesadaran-pasif bergerak dengan sendirinya. Anda mengalami pencerahan, pembebasan dan kedamaian yang intense. Seluruh pemahaman anda diperbaharui.
*
Ketika kembali pada hidup harian, anda membawa kesadaran meditative yang baru. Kebiasaan bermeditasi setiap hari membuat energi kesadaran anda lebih tinggi dibanding rata-rata orang lain yang tidak pernah berlatih meditasi. Dalam meditasi duduk, orang berlatih untuk memberikan perhatian penuh dari saat ke saat. Perhatian yang tak terbagi selama bermeditasi menyiapkan basis yang solid untuk menjalani hidup harian dengan energi ketunggalan. Dengan demikian praktek meditasi harian membantu anda hidup secara penuh pada setiap moment hidup harian anda.

Meditasi berjalan mempunyai tempat khas sebagai penjembatan dari meditasi duduk ke meditasi hidup harian. Dalam meditasi berjalan, anda berlatih untuk bersatu dengan setiap gerak langkah anda. Anda berlatih untuk menyadari setiap gerak tubuh dan batin apa adanya. Berjalan seperti apa adanya, bebas dari aktifitas berpikir atau perbincangan batin. Tujuan dari langkah anda adalah langkah anda itu sendiri. Kesadaran meditative saat duduk anda bawa saat berjalan; kesadaran meditative saat berjalan kemudian anda bawa saat beraktifitas dalam kesibukan harian.
*
Ketika anda memberikan perhatian penuh pada setiap moment 24 jam setiap hari, anda telah masuk pada jantung meditasi kehidupan. Sadar setiap saat memang tidak mudah namun tidak sulit. Yang dibutuhkan hanyalah pembiasaan untuk sadar. Setiap saat anda bisa berlatih sadar bahwa tidak sadar. Latihan ini seperti membuka pintu kesadaran luar untuk masuk pada pintu kesadaran yang lebih dalam.

Meditasi melatih anda untuk masuk pada pengalaman kesatuan ini. Kalau anda bermeditasi dengan mata tertutup, anda mengalami penyerapan internal yang intense. Sebaliknya, kalau anda bermeditasi dengan mata sedikit terbuka, anda cenderung untuk melebur dengan segala sesuatu.

Meditasi dengan posisi mata sedikit terbuka punya dua maksud sekaligus: supaya pemeditasi bukan hanya mengalami penyerapan internal tetapi juga peleburan diri dalam kesatuan dengan segala sesuatu. Posisi mata sedikit terbuka memberikan ruang lebih lebar untuk mengembangkan kesadaran meditative di tengah kesibukan harian. Selain mengurangi kecenderungan untuk tertidur dan lembek, juga akan mengurangi halusinasi, visualisasi, dan imaginasi yang menghalangi proses penyerapan dan peleburan diri.*

2 Responses to “Membangun Fondasi Meditasi”

  1. Rm, Sudri
    Terima kasih untuk tulisan Rm kali ini, saya rasa ini baik sekali sebagai panduan kami dan rekan-rekan yang lain dalam bermeditasi yang benar untuk bisa hidup secara penuh dari saat ke saat. Manfaat dari meditasi ini sangat mempengaruhi hidup saya, baik dalam keluarga, pekerjaan, organisasi, dll. Setiap tindakan yang terjadi tidak lagi dipengaruhi dari pikiran tapi itu murni tindakan itu sendiri. Dari setiap peristiwa yang terjadi, saya tidak bisa memberi komentar dan hanya bisa berdecak kagum bahwa DIA hadir dan bekerja bersama dalam setiap moment, dan hidup saya rasanya menjadi penuh.

    Syalom, Christina L.

  2. Christina,

    Selamat menikmati langkah hidup anda bersama DIA yang Tak-Dikenal, yang Tak-Terbatas…

    Sudrijanta

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>