Mau menikah cara buddha

Calon suami saya beragama budha, sedangkan saya sendiri beragama katolik. saya telah setuju untuk menikah menurut agama budha. kalau boleh saya ingin bertanya, ada satu syarat yang mengganggu pikiran saya. ada syarat menandatangani diatas materai surat pernyataan kalau saya telah beragama budha ( katanya ini surat pernyataan beda agama )

kalau saya tandatangani
- apa saya tidak membohongi agama budha dan agama saya sendiri?
- apakah saya salah dengan menandatanganinya?
- apakah saya menyangkal Tuhan bila saya menandatanganinya?

saya mohon pendapatnya. karna saya berpikir, surat itu hanyalah formalitas untuk saya. haya sebuah surat yang terdiri dari kata2 dan kalimat. dan itu tidak dapat mewakili keprcayaan saya. karna menurut saya, yang terpenting hanyalah hati dan pikiran.

terima kasih.
Elpi

7 Responses to “Mau menikah cara buddha”

  1. Sdri. Elpi ytksh,

    Sebelumnya saya minta maaf, saya bukan ahli dalam bidang ini namun saya ingin sedikit “urun rembug”.

    Surat Pernyataan diatas materai adalah pernyataan resmi, dengan dibubuhkannya materai maksudnya adalah untuk mengkonfirmasikan bahwa apa yang tertera dalam surat pernyataan tersebut adalah suatu “kebenaran”. Bila Sdri. Elpi menandatangani surat pernyataan bahwa Sdri. Elpi sudah beragama Budha berarti secara resmi mengakui telah beragama Budha. Saya mengerti kerisauan hati Sdri bila harus menanda tangani surat pernyataan tersebut. Bukankah kita diajarkan untuk tidak berbohong dalam hal sekecil apapun? apalagi ini hal yang sangat penting dalam kehidupan Sdri.

    Bila Sdri. Elpi masih bersungguh-sungguh ingin tetap memeluk agama Katolik, apakah tidak bisa diupayakan pemberkatan pernikahan Gereja dengan dispensasi? Calon suami tetap Budha tapi Sdri. Elpi tetap Katolik dan tetap bisa menerima komuni. Mungkin akan ada penolakan dari keluarga calon suami, namun demi kehidupan kerohanian Sdri. Elpi lebih baik bila tetap diusahakan. Memang untuk mengikuti Tuhan Yesus ada harga yang harus dibayar .

    Mari kita ingat-ingat Sabda Yesus dalam Matius 10 : 32-33 “Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapak-Ku yang di sorga”.

    Selamat mempersiapkan pernikahan dengan hati yang mantap, bawalah masalah anda dalam doa, kiranya Roh Kudus yang telah membisikkan kepada anda untuk tidak berbohong akan memberikan jalan keluar bagi masalah anda. GBU

  2. Elpi, mengukuhkan pernikahan dengan tata cara agama lain itu saja sudah melukai dan menyangkal iman anda, karena anda melanggar hukum Gereja. Itu saja akan membuat anda ter-ekskomunikasi sehingga tidak melayakkan diri anda untuk menerima sakramen Ekaristi..

    saran saya, sebaiknya anda tidak menyetujui pengukuhan pernikahan anda dengan agama Budha.. sebaliknya anda meminta suami anda untuk mengukuhkan pernikahan dalam Gereja Katolik. Jika suami anda bersikeras melakukannya dan menolak permintaan anda, itu artinya ia kekeh dengan imannya, kini bagaimana dengan anda sendiri ?
    apakah anda akan menyangkal Yesus yang telah berkorban untukmu agar dirimu diselamatkan ?

    Jika pasangan kamu siap meninggalkan kamu demi imannya, apakah kamu juga siap meninggalkan pasangan kamu demi iman-mu ?

    silahkan direnungkan..

  3. Mbak Elpi,

    kenapa Mbak Elpi tidak menemui Pastor yang baik ataupun para Bhikku yang bijaksana. saya rasa para elit agama sudah acap berdialog bersama dan bisa mengerti situasi Mbak Elpi. sehingga kasus-kasus seperti Mbak Elpi ini tidak terjadi. Kalau para elit saja udah guyub bareng gak ada prasangka gitu, apakah para pengikutnya tidak bisa ngikut?

    lalu, siapa bilang para elit agama atau kepercayaan apapun tidak bisa membebaskan?
    dengan melepaskan diri dari dominasi tujuan-tujuan sekedar untuk membengkakkan jumlah pengikut. ketakutan kehilangan pengikut. lepas dari dominasi pikiran mana lebih banyak, mana lebih tua, mana lebih benar, mana lebih cerdas atau intelek, mana lebih nyentrik- tapi jauh lebih luhur dari itu adalah demi pencerahan orang banyak. kalo dah gitu kan para elit agama atau elit apapun juga bisa membebaskan?

    tentunya biar orang-orang awam seperti Anda dan suami Anda atau orang-orang biasa lain , bahkan orang-orang yang boleh Anda bilang sakit seperti saya ini bisa terbebaskan juga, bukan?

    udah dulu ya, pamit dulu. sebagai orang biasa saya juga harus cari makan sendiri dulu, tho?

    salam dan sukses selalu
    r

  4. Dear Elpi,

    Saya tidak tahu, apakah saat ini anda sudah mengambil keputusan mengenai langkah yang akan anda ambil untuk perkawinan anda.

    Semula saya sudah “tenang” saat saya membaca 2 respons dari bu Agatha & pak Johan. Namun saya “terusik” saat membaca repons dari mbak/mas Rusa.

    Saya sering merasa “bingung”, pihak yang hadir dengan pertanyaan dalam rubrik ini tentunya memerlukan jawaban / respons yang “standard” secara ajaran Gereja Katolik, namun seringkali muncul respons yang membingungkan.

    Dalam pengertian saya, bila kehadiran Tuhan Yesus bisa tergantikan oleh orang lain yang sudah hadir sebelumNya atau yang lahir sesudahNya, mengapa Tuhan sendiri perlu hadir ke dunia ?

    Bila kita mendukung seseorang agar teguh dalam iman kepada Kristus, maksud kita adalah agar ybs mempertahankan keselamatan yang telah diperolehnya. Bukan untuk “membengkakkan jumlah pengikut”, “takut kehilangan pengikut” namun DALAM KASIH KRISTUS kita mengajak pihak yang kita dukung agar mempertimbangkan kembali langkah yang akan diambil. Selebihnya pilihan ada di tangan ybs.

    Bila kita membaca dalam Yoh 15 : 16 “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah…………..”
    Bila Tuhan telah memilih kita dan mengutus kita, pasti Tuhan juga memperlengkapi kita dengan hikmat, sehingga melalui karya, tutur kata dan perilaku kita banyak jiwa datang kepadaNya.

    Bila elit agama berdialog dan guyub, itu memang sudah selayaknya karena kita harus saling menghormati. Sebagai pengikutnya kitapun harus rukun/guyub dalam bersosialisasi, namun dalam hal ajaran agama, kita tetap harus tegas.

    Elphi, bila saat ini anda masih dalam pergumulan, ingatlah Yesus mengasihi anda, datanglah kepadaNya. Hanya Dialah yang dapat memberikan “pencerahan sejati”, “membebaskan” kita dari ikatan-ikatan yang membelenggu kita. Bagi Dia tidak ada sesuatupun yang mustahil. Tuhan memberkati anda dan pria yang anda cintai.

    Salam

  5. Bung Adi,

    maaf sekali kalau respon-respon saya seolah melulu mengusik dimana-mana. maaf ya. maklumlah, saya kan orang sakit. sejak duluuu sekali di situs ini saya sudah blak-blakan kalau saya bilang- saya ini orang sakit. kurang apa lagi.

    saya ini orang sakit yang kebetulan hidup di dunia yang isinya orang-orang sehat semua seperti sekarang ini. orang sakit yang cuma pingin belajar lagi dari orang-orang seperti Anda yang sehat-sehat.

    namun pertanyaan saya, kriteria standar-nya Gereja itu yang kayak apa sih?
    ya udah deh, kalo gitu gini aja, gimana kalo Mbak Elpi diajak ke gua Maria. sambil berdoa kali aja Mbak Elpi akan dapat jawaban juga disana.

    udah ya, mau mengecap anggur dulu nih dengan yang lain. gak usah ikutan ya Mas Adi. nanti ikutan sakit.

    Christ w/ All :)

    wassalam…

  6. rusa..bila seorang yang sedang terganggu jiwanya berpura-pura menjadi psikolog untuk pasien yang memiliki masalah psikis..kamu tahu resikonya ?

    anyway.. saya heran, mengapa kamu betah di website ini..
    mengapa tidak cari website lain yang lebih bisa menampung aspirasi liar di otakmu, seperti forum webgaul atau kaskus. Saya pikir di sana lebih cocok daripada di sini atau mungkin kamu membuat forum lintas agama sendiri, mungkin kamu bisa menjala pengikut di sana. Atau mungkin, misi hidup kamu adalah mengganggu website ini ? sekedar saran…

    Namun saya maklum kamu juga tidak bisa memahami tulisan saya ini.. wong orang sakit yang sedang berusaha melawak, mo dibilang apa :(

  7. sori baru bales, bis diajak minum anggur.
    salam Damai dan Cinta aja deh kalo gitu :)

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>