Mari ‘Atur’ Uang Kita Bersama CUBG
Belakangan arus hedonisme terasa semakin gencar menggoda para pecinta shopping dengan segudang tawaran discount atas beberapa “luxurious items” sehingga memberi kesan bahwa barang-barang mewah tersebut menjadi lebih terjangkau oleh kita yang kapasitas dompetnya sangat terbatas. Tak sedikit dari kita yang kapasitas dompetnya sangat terbatas sering termakan oleh godaan discount tersebut sehingga prioritas belanja bulanan kita pun menjadi amburadul yang secara otomatis mempengaruhi alokasi pendapatan per bulan. Kondisi yang demikian lambat laun membuat kita terjebak dalam kondisi dimana pendapatan sangat terbatas namun pengeluaran menjadi tak terbatas, seperti kata pepatah lebih besar pasak daripada tiang.
Pengalaman menjadi korban arus hedonisme sempat saya alami ketika saya pertama kali mendapatkan uang saku bulanan saya dan semakin menggila ketika saya mendapat gaji pertama dari satu proyek pekerjaan. Pada saat itu, hal yang pertama kali ingin saya lakukan adalah belanja tanpa pikir-pikir dulu mau belanja apa, yang penting “hasrat belanja” tersalurkan segera, padahal uang yang diperoleh untuk kebutuhan satu bulan pun (jika dihitung-hitung) pastilah tidak akan cukup.
Satu waktu saya mengalami satu fase dimana saya ingin mengubah gaya hidup saya untuk lepas dari pengaruh hedonis tersebut. Saya ingin melakukan kembali gaya hidup hemat dengan menabung. Awalnya, tabungan saya berasal dari sisa uang bulanan, itupun jika masih ada sisa uang. Sayangnya, semangat menabung saya lekas kendor karena lebih sering mengalami “seret” atau “bokek” ketimbang punya uang di akhir bulan, malahan saya sering pinjam uang ke teman-teman untuk bayar ongkos ke kampus atau kantor. Aduh, sungguh malu jika saya teringat akan masa-masa sulit itu.
Akan tetapi, semangat saya untuk hidup hemat masih ada, hanya saja bingung mau bagaimana karena pengalaman menabung di bank seringkali tidak membantu. Menabung di bank terlalu banyak potongan, biaya adm, biaya tarik tunai ATM, dan biaya lainnya sehingga uang yang tidak seberapa di tabungan lambat laun semakin berkurang saja. Sekitar setahun yang lalu, saya kembali melakukan menabung anak kecil dengan menggunakan celengan. Hasil yang terkumpul lumayan untuk diinvestasikan, hanya saja lagi-lagi saya bingung mau diinvestasikan kemana.
Beberapa teman menawarkan bermacam-macam investasi, namun tidak satu pun menarik minat saya karena gaya hidup yang ditawarkan tidak jauh berbeda dengan gaya hidup yang ditawarkan oleh arus hedonisme. Cukup lama juga masa permenungan saya saat itu hanya untuk memutuskan bagaimana saya harus menginvestasikan uang saya, karena jujur saja, bagi saya sangat sulit untuk mengumpulkan sejumlah uang dalam jangka waktu yang lama (shopping holic gitchu loh…).
Sekitar setahun yang lalu, saya sering mendengar promosi dari romo Sudri tentang CUBG (Credit Union Bererod Gratia). Terus terang saja, ketika itu saya tidak berminat sama sekali karena ragu, jangan-jangan sama dengan bank yang suka potong uang tabunganku atau keraguan jenis lainnya. Untung saja, papa terus menerus meyakinkan saya untuk bergabung dengan CUBG, hingga pada akhirnya saya pun memutuskan untuk mencari tahu sendiri tentang CUBG meski awalnya dilatarbelakangi oleh sharing pengalaman papa sewaktu bergabung dengan CU di Medan.
Lima menit pertama, saya “defense” dengan menanyakan banyak hal karena kali ini saya tidak mau kecewa lagi. Bertahan selama kurang lebih setengah jam, barulah saya sedikit yakin bahwa CUBG dapat membantu saya untuk hidup hemat atau setidaknya menahan saya ikut aur hedonisme lagi.
Belum genap sebulan, saya ditawari oleh petugas CUBG untuk mengajukan kapitalisasi dengan tujuan agar saya memiliki sejumlah uang dalam kurun waktu tertentu sesuai dengan kapasitas keuangan saya. Memang, saat itu pendapatan per bulan saya cukup besar untuk kebutuhan satu bulan, bahkan akan bersisa cukup banyak jika saya tidak lagi menjadi shopping holic ^^.
Betul sekali, dengan semangat dan kemauan, saya ternyata bisa menyelesaikan kapitalisasi tersebut dalam kurun waktu kurang dari 6 bulan (mungkin…jika saya tidak salah ingat). Bagi saya pribadi, pengalaman ini menjadi prestasi yang menarik.
Pengalaman berikutnya menjadi lebih menarik lagi, saya bisa memanfaatkan uang tabungan saya di CUBG secara maksimal untuk mendukung keuangan satu acara yang ketika itu sedang saya geluti bersama dengan beberapa teman. Pengalaman yang paling berkesan adalah saya juga mempunyai kesempatan berusaha dengan modal uang saya sendiri. Sampai saat ini, tiada henti pengalaman menarik yang saya alami ketika saya memanfaatkan uang tabungan CUBG saya secara maksimal, apalagi ketika saya mulai mengenal CUBG secara lebih dekat, pengalaman yang diperoleh pun menjadi beragam dan sangat menarik.
Rasanya sangat sayang jika hanya saya saja yang mengalami pengalaman menarik ini dalam memanfaatkan uang saya sejak bergabung dengan CUBG, karena itulah saya membuat tulisan ini dengan maksud hati ingin berbagi cerita terutama dengan teman-teman di luar sana yang belum bergabung dengan CUBG dan masih terjebak dalam kondisi saya sebelum bergabung dengan CUBG. Memang, pilihan dan keputusan tetap ditentukan oleh teman-teman sendiri karena hanya diri sendiri inilah yang mampu mengatur kehidupan macam apa yang ingin kita jalani, namun tidak ada salahnya khan untuk mendapat pengalaman hidup yang unik dan menarik bersama CUBG dalam memanfaatkan uang kita sendiri (dari hasil jerih payah kita sendiri).
Jika teman-teman berminat dan tertarik untuk bergabung dengan CUBG, silahkan kunjungi kantor CUBG unit Duren Sawit di Ged. Yos Sudarso lt. Dasar Gereja Santa Anna – Duren Sawit setiap hari Minggu dan Senin pukul 10.00 – 16.00 WIB.
Pastinya telah banyak juga teman-teman yang telah bergabung dengan CUBG mendapat pengalaman yang (barangkali) lebih menarik dari yang saya alami, karena itu tulisan ini akan menjadi lebih kaya lagi jika teman-teman sekalian berkenan membagikan pengalaman mengatur uang sejak bergabung dengan CUBG.
Cheers,
Familia Novita S.
Penggerak CUBG Unit Duren Sawit







Leave a Reply