Mama suka membentak, anak balas membentak
Romo, memang berani kepada ibu berdosa…dalam arti sy berantem ama mama karena saya dibentakkk saya ikut bentakkk juga…romo sy menyesalll …bgmn solusi spy saya bisa sabar menghadapi mm sy yang selalu bentak bentak sy ..doakanlah sy mo, bantu sy untuk berdoa menghadapi mama sy ini.
RAE







katakan saja dalam sakramen tobat, itu akan meringankanmu..
Berdoa minta kesabaran untuk menghadapi sikap orang tua..
jika memungkinkan minta maaf sama mama anda secara eksplisit, tetpai jika tidak secara tersirat pun tidak apa .. yang penting ada niat untuk berbaikan.
Cari cara untuk tidak menyebabkan mamamu marah-marah sama kamu. Jadi hindari hal-hal yang menyebabkan mama-mu marah. Jika ada hal yang tidak cocok, didiskusikan baik-baik. Tetapi selama hidupmu masih tergantung sama orang tua, dan selama itu tidak melukai iman Katolik yang dilandasi kasih, maka turutilah kata-kata orang tuamu.
May God bless your steps..
Hallo RAE!
Hebat sekali kamu! Seorang anak SADAR bahwa membalas membentak mama adalah tindakan tidak terpuji dan menyesalinya…. wah, itu sungguh bagus. Itu adalah modal kamu untuk menjadi dewasa yang bijaksana!
RAE,
Kalo kamu berhasil tidak membalas membentak mama maka kwalitas dirimu akan meningkat! Itu namanya kamu berhasil meningkatkan mutu hidupmu. Maka silakan membuat goal 1: Saya tidak akan membalas membentak mama. Caranya?
Ubah paradigmamu, ubah cara pandangmu!
kalau mamam membentak, selama ini apa yang membuatmu membalasnya? Itu kan sama seperti orang main tinju kan? Mike Tyson memukul lalu lawannya balas pukul, demikian terus sampai KO. Tentu dalam kesadaranmu itu tidak baik maka kamu menyesal. Apa paradigmamu terhadap mama yang sedang membentak selama ini? Apakah dalam pandanganmu mama sedang menzolimimu, sedang berbuat tidak adil, “enak aja mama membentak bentak seperti itu?! aku juga bisa!”?
Sekarang katakan kepada dirimu sendiri:
Bila mama membentak itu karena mama mengasihimu, ingin kamu berubah tapi mungkin:
mama sedang capek;
mama sedang banyak urusan;
sedang tidak sabar….
WELL…. tapi bagaimana pun juga DIA MAMAKU. Tuhan sudah membuat aku lahir darinya. Dan, lihatlah bagaimana mama menyayangiku sehari hari bila tidak membentakku. Sejak kecil mama memberiku makan, baju, hidup, kasih sayang. Yang kalo dulu waktu aku bayi mama menolakku maka dengan mudah mama membuangku ke comberan….
DAN…..
toh aku anak Tuhan yang pasti tau mengasihi mamaku seperti aku mengasihi Tuhan
SO….
Coba latihlah begini:
Bila mamamu membentak:
1. Tariklah nafas panjang
2. Tenangkan dirimu, biarlah dia menyelesaikan bentakannya blablabla….
3. Dengarkan apa saja yang dikatakan, sama sekali tekan keinginanmu untuk membalas
4. Kalo kamu berhasil tidak membalas, kamu hebat. Tuhan Yesus bilang “Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.” Matius 5:39
5. Maka berikanlah pipi kirimu dengan cara:
pandanglah mamamu dengan penuh kasih
mintalah maaf
ciumlah pipinya
konfirmasi perbuatan apa yang membuatnya membentakmu, berjanjilah dan berusahalah agar kamu dapat memperbaikinya
Misal, mama membentak,”R, jangan main PS melulu!!!!”
seketika berhentilah main PS
tariklah nafas
tenang
dengarkan
pandanglah mama
tersenyumlah, ciumlah pipinya
dan katakan,”Mama mau aku bantu apa koq aku gak boleh main PS?”
ato,”Aku mesti belajar ya koq aku gak boleh main PS?”
SEKALIPUN kamu dalam keadaan benar, misal sudah belajar dan sudah waktunya boleh main PS, jangan sekali sekali membalas membentak mama. Katakan saja baik baik,”Aku sudah selesai belajar lho, ma. Dan ini kan malam minggu, jadi main PS agak lama kan gpp….”
Teruslah berlatih hingga kamu jadi orang bermutu tinggi. Nanti kamu akan menuai hasilnya. Emotinal Quotientmu akan bisa tinggi dan akan banyak orang yang suka berelasi denganmu.
Sebagai sharing, anakku umur 15 tahun baru masuk SMA. Dia ingin ambil banyak kegiatan extra di sekolah. Saya hanya memperbolehkan 1 saja dan itu membuat dia BT banget. Saya memang tidak membentak bentak dia, tapi yang menarik adalah dia bisa menyampaikan pertanyaan dengan sopan,”Bu, kenapa ya kalo ibu blablabla blablabla blablabla, itu aku rasa BT sekali?” hahahahahahhhaaaaaa…. tentu saya menjawab,”Tentu saja kamu BT karena apa yang ibu katakan tidak sesuai dengan keinginan hatimu. Coba kalo ibu blablabla ayo kita belanja ke ambas pasti kamu gak BT!” hahaha… tentu dia ketawa,”Ya, betul!”
Dia mudah berkata kata sopan karena ibunya tidak membentak. Kamu punya tantangan lebih dari anakku itu karena mamamu membentak. Maka kalo kamu berhasil mengatasi keadaan, kamu pasti akan jadi orang yang bermutu.
Selamat berjuang, karena awalnya pasti penuh perjuangan. (masih ingat kan minggu lalu ada kalimat: Berjuanglah masuk melalui pintu yang sesak! Itu artinya kita memang harus ada effort perjuangan melalui hal hal yang penuh rintangan di dunia ini untuk mencapai Tuhan) Nanti, kalau sudah terbiasa (habit), kamu akan merasakan itu sebagai suatu yang menyenangkan.
Salam berkat Tuhan, rin