Krisis keluarga dan krisis kesadaran

Selama Januari-Desember 2010, saya menerima 150 kasus menyangkut kehidupan keluarga lewat rubrik konsultasi www.gerejastanna.org atau surat elektronik pribadi. Sejumlah 40% menyangkut persiapan perkawinan, 60% masalah konflik antara suami dan istri, dan 50% dari mereka yang mempunyai masalah dalam hubungan suami-istri ingin, sedang, atau sudah cerai.

Usia perkawinan yang problematis sudah mulai kurang dari 1 tahun pernikahan hingga memuncak 5-10 tahun perkawinan.

Krisis dalam relasi suami dan istri seringkali dipicu oleh persoalan ekonomi, hadirnya wil (wanita idaman lain) atau pil (pria idaman lain), hubungan dengan jaringan orang tua, mertua atau jaringan kekerabatan, kekerasan dalam rumah tangga, masalah perbedaan kepercayaan atau cara berpikir, masalah seksualitas.

Tetapi itu semua bukanlah akar krisis. Akar krisis keluarga pertama-tama adalah “krisis dalam kesadaran”. Tipisnya pengolahan hidup membuat keluarga mudah tenggelam dalam masalah. Pada umumnya mereka tidak mampu melihat akar masalahnya, tidak mampu mengolah masalahnya secara mendasar, dan tidak cepat menyelesaikan.

Untuk membantu pasangan suami-istri dalam mengolah hidup pribadi dan hidup perkawinan mereka, maka dibuka retret tanggal 8-10 April 2011. Prioritas untuk pasangan suami istri usia perkawinan di bawah 10 tahun. Mereka yang kesulitan untuk mengajak pasangannya untuk mengambil program retret ini, bisa mengambil program ini sendirian lebih dahulu.

Tempat di Puncak (Alamat akan disusulkan). Tempat terbatas. Pendaftaran langsung menghubungi Rm. J. Sudrijanta, S.J. sudrijanta@yahoo.co.uk atau hp 08161384752.

Retret ini diberikan secara gratis. Tetapi panitia menerima donasi untuk mengganti biaya akomodasi yang besarnya tidak ditentukan.

Dengan retret ini diharapkan pasangan-pasangan suami-istri mampu mengolah hidupnya, mengenali konflik-konflik batinnya, melihat akar masalahnya dan menyelesaikan seketika. Dalam kehidupan sehari-hari diharapkan mereka mampu menjalani kehidupan dalam keluarga secara lebih mendalam, lebih berdaya-tahan, lebih hangat, penuh perhatian dan cerdas.*

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>