Korban KDRT ingin cerai

Adik saya “Tari” telah ditelantarkan suaminya selama 3 tahun.Dia ditinggalkan begitu saja setelah suaminya berkali-kali melakukan KDRT.Keluarga telah menghubungi beberapa romo untuk membereskan masalah ini tapi tidak ada solusi.Keluarga kami menginginkan adanya perceraian resmi(mereka tidak memiliki anak) sedangkan pihak suami benar-benar sudah masa bodoh.Jalan apa yang harus ditempuh..kami mencoba juga ke pengadilan negeri tapi yang terjadi kami di pingpong dan dimintai uang tanpa ada hasil apapun.Mohon solusi dan saran terima-kasih.

ATS

One Response to “Korban KDRT ingin cerai”

  1. Ceritanya terlalu pendek untuk mengambil kesimpulan dan memberikan masukan..

    jika ingin bercerai, sebenarnya mudah saja, ajukan gugatan perceraian ke pengadilan negri. Jika suami tidak menunjukkan itikad memenuhi panggilan pengadilan hingga 3 x, maka pengadilan bisa dilakukan tanpa suami dan biasanya untuk kasus adikmu, gugatan akan dikabulkan.

    Tetapi perceraian itu tidak akan diakui oelh Gereja Katolik. Untuk dapat menikah lagi dalam Gereja Katolik, adikmu harus mengajukan permohonan anulasi untuk pernikahannya.

    Berapa tahun usia pernikahan mereka ?
    apa dasar mereka menikah ?
    Bagaimana kondisi saat mereka belum menikah ?

    ini contoh pertanyaan yang biasa diajukan dalam penyelidikan.. kasus KDRT semata tidak bisa menjadi alasan untuk membatalkan pernikahan yang sah dan sempurna menurut hukum kanonik.

    Jadi dalam hal ini sebaiknya adik kamu berkonsentrasi dulu memperbaiki kualitas hidupnya, yang rasanya menjadi buruk oleh perlakuan suaminya. Memperbaiki kualitas hidup termasuk mengembalikan semangat hidupnya, rasa percaya diri, membangun kesehatan baik secara fisik maupun spiritual, meninggalkan sementara kemelut RT-nya untuk berusaha menemukan dirinya secara utuh kembali sebelum hidupnya berubah karena masalahnya itu. Mintalah ia mencari pekerjaan, atau mungkin kuliah kembali, berolah raga, mencari aktifitas yang positif. Hindari berhubungan khusus atau perhatian khusus yang diberikan seorang pria. Bagian terakhir ini bisa saja tidak terhindari, tetapi ini harus dilakukan, bila tidak, ia akan gagal mencapai targetnya menjadi dirinya kembali, melainkan karena sedikit banyak mulai ada ketergantungan terutama secara psikis dengan pria itu. Pikirannya akan segera kembali ke masalah perceraian yang mengganjal karena hubungan spesial itu, dan itu akan membuatnya tertekan.

    dan tugas anda dan keluarga adalah menjadi keluarganya.. jangan berlebihan, karena itu juga tidak akan membantu.. tetapi berilah dukungan seperti seorang keluarga, memberi keleluasaan tetapi bertanggungjawab, tidak sungkan pula menegur bila memang ia berbuat salah. Jangan membuat dirinya merasa diistimewakan karena masalahnya dan jangan memperlakukannya istimewa. Be her family…not so difficult to do it, but it will affect her a lots..

    May God bless your steps..

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>