Konflik istri dan keluarga besar
Saya sudah menikah dan dikaruniai seorang anak perempuan yg sekarang berumur 6th. Pada kesempatan ini saya ingin mengutarakan permasalahan perkawinan kami. Selama 6th usia perkawinan saya, kami sudah berada dirumah sendiri dan berdekatan dengan orang tua saya(berhadapan) sedang rumah mertua saya mash 1 kota. Dalam keluarga saya selalu saja ada masalah dengan istri yg menimbulkan pertengkaran. Dimana permasalahan itu muncul dan diawali dari istri saya, selama ini istri saya tidak pernah yang namanya bergaul dengan pihak keluarga saya. Saya memahami bahwa perkawinan tdk hanya menyatukan kami berdua, tetapi juga menyatukan kedua keluarga besar masing-masing. Permasalahan yg sering terjadi ini sudah saya share dengan keluarga besar saya dan keluarga besar istri.
Keluarga besar saya sampai heran dan serba salah menghadapi istri saya, sampai-sampai mereka jengkel & membiarkan istri saya, yg intinya keluarga saya sudah angkat tangan mengadapai sikap/sifat istri saya. Baru saja masalah terulang lagi dan terjadi pertengkaran hebat diantar kami berdua, pada suatu pagi saya dan istri awal-awalnya biasa saja tdk ada masalah dan melakukan tugas pagi masing-masing, tiba2 ada telp masuk dari adik ipar saya yang bermaksud minta tolong saya utk membetulkan Notebooknya. Tidak tau mengapa tiba2 istri saya ngomel-ngomel sambil mencaci maki saya, menjelek2kan adik, keluarga dan bla-bla-bla… pada saat itu saya mencoba utk bersabar dan berbicara dan bertanya pd dia dengan lirih..”Kamu sebenarnya tu ada apa tow… kok sama keluargaku kamu selalu begitu? Dia mash aja ngomel2 dengan cacian2. Saya terus berusaha sabar… tp dia tetap aja tdk berhenti… sampai2 ada kata yang membuat saya menjadi panas hati dan spontan saya langsung marah dan terjadilah pertengkaran itu. Sampai pada akhirnya saya berkata kepada dia “Kalau kamu memang tidak bisa menganggap keberadaan keluargaku, segeralah ambil sikap”. Jawaban yg dia keluarkan adalah “Sikapku ya menunggu surat ceraimu”.
Apa yang harus saya perbuat Romo, selama perkawinan kami selalu saya mengalami tekanan batin dalam setiap kali berkumpul dengan keluarga besar saya. Permasalah ini sudah pernah saya bicarakan dengan keluarga istri saya, jadi keluarga istri saya sudah mengetahui apa yg saya rasakan, dan mereka cuma bisa memberi masukan supaya saya tetap bersabar dalam mengadapi istri. Mohon masukan dan pencerahannya Romo, apa yang harus saya lakukan. Sebelum dan sesudahnya terima kasih.
adr







Dear adr,
antara soal notebook dan minta cerai itu tidak ada hubungannya. Jelas masalahnya sudah demikian ruwet hingga masalah sekecil itu koq ya ujungnya minta cerai. saya sarankan kalian retret saja berdua, lalu mengurai satu satu masalahnya apa saja, carilah solusi yang bersinergi. Lalu buat rencana hidup ke depan dengan lebih menyenangkan.
salam berkat Tuhan, rin
Dear Adr,
Saya setuju dengan Sdri Rin, ttg laptop itu hanyalah sebagai pemicu saja, akar permasalahannya pasti sudah terjadi jauh2 hari sebelumnya & yg terakumulasi hingga memuncak karena masalah laptop ini.
Dan akar masalah ini berawal, tidak bisa dipungkiri pasti ada juga kontribusi dari anda. Mungkin tanpa anda sadari, ada saat2 anda tidak dapat memposisikan diri benar2 netral diantara istri & keluarga anda. Dan mungkin saja keluarga anda kadang juga tidak bisa menempatkan diri & melihat bahwa saat ini ada istri yang juga harus diperhitungkan & dihormati. Akan beda saat anda bujangan & saat anda sudah menikah, & keluarga anda harus paham ttg hal itu.
Saya mengalami hal yang sama, tapi sayalah yg dekat dg pihak keluarag, & suami kadang merasa terganggu. Tapi semua bisa teratasi karena walaupun saya tetap membantu keluarga namun saya membatasi diri & tidak mau terlibat jauh dg permasalahan keluarga. Saya berusaha menempatkan diri senetral mungkin, karena buat saya hidup saya ke depan adalah bersama suami, bersma keluarga yang saya bentuk sendiri. Dalam hal ini, saya tidak kehilangan keluarga asal saya, tapi ruimah tangga saya pun tidak bermasalah.
Jadi intinya adalah bukan pada istri atau keluarga anda, tapi pada diri anda sendiri, sejauh mana anda bisa netral, & menempatkan istri sedemikian rupa, sehingga istri merasa dihargai oleh anda di depan keluarga anda
Solusi ekstrim, jika memungkinkan adalah pindah rumah, jauh dari ke 2 keluarga, sehingga anda & isti akan benar2 independet.
Demikian saran saya, semoga berguna
GBU
Carol
@adr, masalahmu rasanya tidak bisa dianalisa hanya dari sebuah cerita pendek.. harus ditemukan akarnya untuk menemukan solusi yang tepat.
1. apakah hal itu terjadi sejak sebelum kamu menikahinya ?
2. jika ya, pernahkah sebelum menikah kamu menanyakan hal ini ?
3. bagaimana hubungannya dengan keluarganya sendiri ?
4. adakah orang yang dekat dengannya dalam keluarganya ?
5. adakah orang lain yang dekat selain anda, teman atau sahabatnya ?
6. bagaimana hubungannya dengan anak anda ?
7. bagaimana hubungan anak anda dengan anda sendiri ?
8. pernahkah anda sekeluarga diundang merayakan suatu peristiwa di dalam keluarganya, seperti pernikahan, ultah ? bagaimana sikapnya ?
9. kapan pertengkaran hebat pertama kali terjadi sebelum pernikahan ? dan apakah penyebabnya ?
10. kapan pertengkaran hebat pertama kali terjadi sesudah pernikahan ? dan apakah penyebabnya ?
11. Pernahkan kalian mengalami kebahagiaan bersama di dalam keluarga ? bagaimana dan kapankah itu terjadi ?
12. bagaimana hubungan anda sebagai suami dan isteri khususnya di dalam kamar tidur ?
13. Apa hadiah terbesar, terindah atau termahal yang pernah anda berikan untuknya ? dan dalam rangka apakah hadiah itu diberikan ?
14. Apa hadiah terbesar, terindah atau termahal yang pernah ia berikan untuk anda ? dan dalam rangka apakah hadiah itu diberikan
15. apa yang membuat ia tertawa bahagia
16. bagaimana saat ia tahu bahwa dirinya hamil ? apakah ia bahagia ?
17. dan bagaimana perasaan anda ketika tahu bahwa isteri anda hamil ?
18. bagaimana perhatian keluarganya selama masa kehamilan ?
19. bagaimana perhatian keluarga anda selama masa kehamilan ?
20. kapan anda terakhir berbicara lama dengannya ? bercerita dari sesuatu yang penting hingga sesuatu yang tidak penting ?
21.
dan pertanyaan2 akan terus mengalir untuk membuat anda sendiri melakukan instropeksi.. tetapi dalam konseling, akan jauh lebih efektif apabila anda dan isteri anda bisa hadir.
Terlepas dari itu semua, perhatian saya justru jatuh kepada anak anda. Bagaimana pun pertengkaran demi pertengkaran yang terjadi di antara kalian dapat mempengaruhi tumbuh kembangnya terutama secara psikis, dan bisa menjadi trauma. hal itu akan mempengaruhinya secara negatif dalam komunitas sosial, dalam pelajaran di sekolah, dalam merespon suatu kejadian, dll. Jadi masalah ini harus diselesaikan secara bijaksana. Dan saya percaya anda membutuhkan bantuan orang lain, karena jembatan komunikasi anda mungkin sudah rusak. Anda bisa meminta seseorang yang ia hormati dan segani, atau seorang konselor pernikahan. Lakukanlah secara tepat, hati-hati dan bijaksana.
satu lagi… janganlah lupa berdoa, menerima sakramen tobat dan Ekaristi..
May God bless your steps..