Konflik dengan orang tua soal anak
Saya hidup terpisah dengan suami, suami bekerja di luar kota. saya tinggal dengan orang tua saya.
setiap hari saya pasti bertengar dengan orang tua, ya masalah anak. pada saat saya mengajari anak saya agak keras dalam belajar, ortu pasti menyuruh anak saya tidur, saya jadi emosi, saya dak mau mengajari anak saya lagi.
masalah les juga, saya ingin anak saya les privat di rumah tapi ortu bilang u/ apa, wong di sekolah sudah ada les, dan juga ngrepotin kalau ada orang ke rumah, tapi kalau saya kasih masukan untuk les di tempat les, katanya siapa yang mengantar, saya jadi bingung. kalau saya dirumah selalu dibilang orang kok jagain gaji suami, tapi sekarang kerja juga sama aja. saya minta tolong bagaimana saya mesti keuar dari masalah ini. karena kalau saya ikut suami, orang tua tidak memperbolehkab anak saya dibawa. terimakasih
SMT







Sdri SMT,
Ini salah contoh kasus bagaimana campur tangan ortu kepada anak yang sudah berkeluarga. Saran saya sebuah keluarga sebaiknya tidak tinggal serumah sama ortu/mertua. Sebetulnya pada saat anda berdua menikah, saat itu adalah batas akhir ortu campur tangan dalam urusan keluarga baru ini, semua keputusan dalam keluarga baru ini diputuskan oleh anda berdua. Saran boleh didengar dari ortu tetapi keputusan adalah anda berdua.
Saat ini anda tidak ikut suami yang bekerja diluar kota dan sebaiknya anda ikut dengan suami dengan membawa anak anda tentunya dan jelaskan pada orang tua supaya mereka bisa memberi kesempatan kepada anda dan keluarga untuk tumbuh sebagai keluarga yang mandiri, dan biarkan anda dan suami mengambil keputusan yang terbaik bagi keluarga anda. Orang tua anda tidak berhak melarang anak anda ikut dengan orang tuanya, memang kadang-kadang mertua/orang tua kita berpikir sayang sama cucu dan itu semua adalah ego dari mereka yang harusnya mereka sadari karena itu juga menghambat pertumbuhan keluarga anda berdua.Anak anda adalah tanggung jawab dan hak anda. Dengan berkumpulnya anda bersama suami dan anak dan terpisah dari orang tua , saya yakin keluarga anda akan semakin kokoh dan juga anda bisa mendampingi suami saat dia butuh support, teman untuk berdiskusi dan kehadiran secara utuh sebagai sebuah keluarga akan saling menguatkan, semoga anda bisa mengambil keputusan yang jernih dan Tuhan memberkati anda dan keluarga
Dear SMT,
Tentang pelajaran anak,
pertimbangkanlah secara obyektif:
1. apakah anak tersebut memang memerlukan tambahan?
2. apakah anak tersebut akan jadi frustrasi kalau harus menjalani pelajaran tambahan?
Ada anak yang memang memerlukan tambahan dan kalau diminta belajar tambahan dia OK saja, maka silakan memberikan tambahan. Ada juga anak yang sebetulnya dia memang perlu tambahan tapi kalau harus menjalani tambahan, dia frustrasi karena merasa tidak sanggup harus menyerap lebih banyak lagi. Untuk anak yang demikian cara penambahannya harus disesuaikan dengan kemampuan anak. Jangan sampai karena ingin menambahi tapi akibatnya anak makin frustrasi dan akhirnya malah mogok sekolah.
Coba bicarakan hal ini dengan guru kelasnya. Buatlah proses belajar dengan cara yang menyenangkan.
Tentang keributan dengan orang tua anda:
Hak dan kewajiban atas anak ada pada orang tuanya. Bukan pada orang lain, termasuk orang tua si orang tua anak itu. Jadi, bicarakan masalah anak itu hanya dengan suami anda. Kalau suami mampu, lebih baik bersatulah dengan suami bersama anak kalian. Kalau memang ikut suami tidak mungkin (suami ada di dalam hutan atau di rig), mintalah persetujuannya untuk dapat hidup mandiri bersama anak. Mungkin kontrak. Pada akhirnya kelak anda dan suami adalah pihak pihak yang harus bertanggung jawab atas anak.
Salam berkat Tuhan, rin
Dear SMT,
Dari ke 2 response diatas, jika Anda pahami dg seksama sungguh
sudah sangat bagus ,tinggal Anda mengambil keputusan dg tenang
tentunya jg berkonsultasi dg suami lebih dahulu.
Yg ingin sdkt sy tambahkan,jk mmg memungkinkan segeralah pindah
berpisah dr org tua Anda.Yg jd pusat perhatian sy.adlh keprihatinan sy thd anak Anda ,spt yg Anda katakan hampir tiap hr tjd konflik,dan mslh nya hanya seputar urusan anak Anda.
Sy rasa tdk lah “sehat” bg perkembangan jiwanya bila tumbuh dg background yg penuh konflik.si anak jg bs mjd “bingung” aturan
siapa yg akan dia patuhi.
OK,sekian saja,smg bermanfaat,mhn dimaafkan kalau ada kata2 yg
tdk berkenan dihati anda..
Semoga Tuhan selalu menerangi n membimbing langkah Anda.
teriring doa ku…Gbu all