Khawatir berlebihan?
Saya mau konsultan mengenai perkawinan saya, saya menikah secara katholik ditahun 2001 (memang bukan dari paroki duren sawit) kami hidup cukup bahagia walaupun belum dikaruniakan anak, namun dlm 6 bulan terakhir ini, terlihat suami saya ada sedikit suka dng wanita lain (muslim ,lebih muda dan teman kantornya) yang terlihat dari sms mereka yg tidak sengaja saya lihat dan wanita tersebut sering menelpon suami saya untuk curhat macem2 serta sikap suami saya yg beda dari biasanya bila bicara dngnya, dan suami saya pernah berbohong dng saya kalo dia bertemu/janjian dengan wanita tersebut di saat saya tidak ada dirumah ,saya pernah bertanya dan memohon sambil menangis jgn seperti itu, tp dia bilang tidak ada apa2 hny kekhawatiran saya yg berlebihan dan saya mencoba untuk percaya dan saya jg mengoreksi diri dan terus berdoa pada Tuhan untuk membantu menjaga keutuhan rumah tangga saya dari gangguan wanita tersebut karena saya pernah tanya suami saya kenapa deket dng wanita itu dari yg lain, katanya cocok aja kalo bicara, namun mengapa hati ini terus terusik dan tidak tenang serta rasa kurang percaya (diartikan oleh suami saya bahwa saya khawatir yg berlebihan.) apalagi bulan lalu suami wanita itu tiba2 meninggal dunia??? apalagi ya Tuhan cobaan ini, tanya saya, shg wanita itu sekarang berstatus janda 1 anak?? terlebih lagi kemarin (mungkin hny perasaan saya) saat suami sama bawa pulang komputer wanita itu utk dibantu diperbaiki terlihat begitu antusias dan really helpfull berbeda bila dia membantu dan memperbaiki komputer teman2 yang lain tidak seperti ini membuat hati saya stresss…, saya tidak mungkin menjaga suami saya 24 jam.
Win







Nimbrung ya Bung Admin!!
YTK;Mba Win yang sedang khawatir.
Kenapa Mba win begitu sangat khawatir?apakah cinta yg ada didalam hati begitu sepenuhnya?sehingga kepercayaan kpd suami sdh tdk ada lagi?apalagi sekarang suami dkt dgn seseorang yg bisa diajak bicara,&lagi-lagi sdh menjadi janda saat ini.
Mba win barangkali hampir semua wanita spt itu ya,akan tetapi kalau kt tdk segera menyikapi isi batin mba Win krn khawatir yg hadir malah menjadi berbeda situasinya,krn dari khawatir yg berlebihan tsb.
a.Jadikanlah suami sebagai sahabat,agar dia lebih terbuka apa saja yg sdg disuka atau tdk.
b.Jadikanlah suami mempunyai kebebasan yang sama spt yg kamu alami.
c.Jadikanlah suami yg bisa dibanggakan kalau ia dpt menolong temannya sekalipun temannya itu wanita.
d.Dekatkanlah untuk bisa dikenalkan kepada wanita tsb sehingga Mba bisa lbh kenal pribadi teman wanita itu.
e.Bebaskan batin/hati Mba setulus-tulusnya,memahami,mengerti,merasakan,keadaan suami saat ini tanpa rasa khawatir yg berlebihaan.
Pastikanlah semua didalam “doa”kalau suami adalah jodoh yg sudah diberikan olehNYA.Apapun rintangan&hambatan diperjalanan kehidupan ini ia tak akan berpaling.Akan tetapi kesehatan Mba jauh blh baik(dari rasa khawatir) sehingga menghadapi semua persoalan mba bisa bijaksana,sehingga dilihat suami terhadap Mba barangkali bisa berbeda….(diamati kembali ya Mba win)
salam&cinta
Ibu Win yang baik,
Sebelumnya saya mohon maaf jika tanggapan saya kurang berkenan di hati Ibu.
Saya rasa kekawatiran yang Ibu rasakan adalah bersumber dari kenyataan yang Ibu lihat sendiri (sikap suami) akan tetapi mungkin Ibu terlalu berlebihan dalam menyikapi dan memikirkannya sehingga hal itu justru menimbulkan rasa kawatir, curiga, stress dan perasaan negatif lainnya. Pikiran dan perasaan Ibu yang serba kawatir, cemas membuat Ibu sendiri tidak bebas. Ada baiknya Ibu mengajak suami bicara baik-baik dengan sikap dan pikiran yang positif terhadap suami. Coba berikanlah kepercayaan yang penuh kepada suami anda. Coba berpikir bahwa sikapnya yang baik terhadap teman wanitanya adalah benar-benar positif dan tidak ada tendensi apapun dibelakangnya. Kemudian, bisa juga Ibu mengajak bertemu dan bicara dengan teman suami Ibu. Dari sini diharapkan Ibu akan mengenal lebih dekat lagi siapa dia yang mungkin memang sedang membutuhkan bantuan suami anda. Sebagai teman yang baik tentu suami Ibu tidak akan membeda-bedakan kepada siapa dia akan membantu. Justru disinilah kita bisa melihat dan mensyukuri karena suami Ibu ringan tangan dan mudah membantu orang lain. Kalau Ibu selalu melihat dalam diri suami Ibu adalah hal-hal positif maka setidaknya hal itu yang akan meringankan pikiran dan perasaan Ibu sendiri. Cinta Ibu kepada suami dapat merubah pikiran yang negatif kepada pikiran yang positif. Demikian juga karena dalam cinta itulah kita percaya bahwa suamipun akan selalu berpikir positif pada Ibu.
Demikian saja Ibu, tanggapan saya. Semoga dapat sedikit memberikan bantuan kepada Ibu.
Salam dan Doa,
Fr. Andri
Mbak Win,
suami istri itu teman hidup. Yang namanya teman kan ya mendampingi. Jadi, ya dampingi suami dalam berteman dengan si janda. Jangan musuhi suami karena berteman dengan si janda, jangan musuhi janda karena berteman dengan suami. Bila itu terjadi, sangat mungkin yang tadinya biasa saja karena dapat musuh bersama maka mereka akan bersatu melawan mbak. Malah kacau to….
Ikhlaslah dalam mencintai. Kita diciptakan sendiri, lahir sendiri, besok mati juga sendiri. Lha kan ya sebetulnya kita ini diberi rahmat untuk juga dapat hidup sendiri dengan akal budi kita. Tapi kemudian diberi bonus berupa teman, suami, anak, dan apapun dalam hidup kita. So, ikhlaslah mencintai. Suami mau berteman dengan siapa? Monggo, hayuuuukkk…. kita temani suami kita berteman dengan orang itu. Caranya? Cari kesempatan untuk kenalan dengan janda itu baik baik. Jadilah temannya yang baik. Bicarakan dengan suami tentang si janda dengan cara terbuka, sopan dan ramah. Jangan menjelek-jelekkan walaupun si janda jelek, apa lagi kalo si janda emang cantik. Karena itu akan membuat suami berpikir bahwa mbak jeles marjeles aja. Jangan juga menyudutkan suami, karena orang tersudut, seperti halnya macan, dia akan melawan ato lompat langsung ngibrit.
Selain itu, cobalah mengerti, mungkin soal tidak ada anak membuat hubungan kalian jenuh. Kalo tiba tiba datang ada orang yang memperhatikan dia ya panteslah kalo dia semangat. Perbaharuilah kehidupan perkawinan kalian. Semarakkan dengan segala macam cara. Jangan buat keadaan tidak anak ini jadi masalah yang bikin tambah BT aja.
Segala macam cara tuh apa? Bisa banyak bercanda, memperhatikan banyak hal kecil, mesra, adakan lebih banyak waktu untuk berdua menjalani hobby, nonton, baca buku dll…dan yang paling penting berdoa bersama. Pokoke mengasyikkan untuk berdua laaaahhh… Tunjukkan bahwa dia beruntung punya istri mbak.
Takut sang suami pergi dari mbak? Berdoalah dan lakukan semua yang saya sebut. Kalo ternyata dia tetap pergi, ikhlaskan. Tetaplah percaya bahwa Tuhan selalu memberi yang terbaik.
salam, rin
gimana saya lagi pacaran tapi saya tkt berlebihan gimana cara saya mencegah agar tidak terjadi hubuga sexsual
@Lina..
hindari berada di tempat yang privasi (yang sepi) yang mengundang keinginan untuk melakukan sesuatu yang tidak diketahui orang lain, misal di dalam kamar, di dalam rumah saat kosong tidak ada orang lain, di dalam mobil di tempat yang sepi, etc.
hindari cumbu rayu berlebihan yang mengundang kepada keinginan seksual
tolak ajakan untuk bercumbu di luar batas orang berpacaran. tolak sentuhan [atau ciuman] yang merangsang emosi seksual anda atau bagian-bagian tubuh private anda. gunakan rasa takut anda sebagai senjata untuk alert hal ini
jika mengarah kepada paksaan, anda harus marah dan membela diri. cara menolaknya bisa dengan cara halus… “jangan, ah, bahaya” atau “huss, dilarang agama” atau “no..no.. tunggu kalo sudah resmi jadi suami”
sambil mendorong tangan pasangan anda.. kalo masih bandel.. lakukan dengan tegas dan tunjukkan bahwa anda tidak menyukainya..
jangan minta maaf kalo ia tiba-tiba ngambek atau kesal karena ditolak. Lebih baik anda pergi juga, dan biarkan ia sendiri dengan kekecewaannya itu. kalo ia benar-benar sayang kamu, ia yang akan minta maaf.. kamu tidak perlu minta maaf karena bukan kamu yang salah..
tetapi kalo ia tak kunjung minta maaf, cuekin aja, jangan telepon atau menghubungi dia. Jika cukup lama berlalu dan ia tetap bersikap seperti itu, kamu boleh menghubunginya dan tanyakan, mau dilanjutkan kemana hubungan kalian.. jangan takut memutuskan hubungan.
jika karena seks saja dia bersikap demikian, ia bukan pasangan yang layak bagi anda, karena cintanya hanya sebatas seks.
seorang wanita harus berani menunjukkan sikap dan jangan mudah dipermainkan oleh laki-laki seperti itu, atau anda sendiri yang rugi
Terakhir, ajaklah melakukan kegiatan bersama yang menyita pikiran dan tenaga sehingga tidak melulu ke arah seksual.
May God bless your steps..