<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Ketidaktertiban Batin Adalah Ketidaktertiban Sosial</title>
	<atom:link href="http://gerejastanna.org/ketidaktertiban-batin-adalah-ketidaktertiban-sosial/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gerejastanna.org/ketidaktertiban-batin-adalah-ketidaktertiban-sosial/</link>
	<description>Situs Resmi Gereja St. Anna - Paroki Duren Sawit, Jakarta Timur</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 May 2012 21:35:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: ibnurini</title>
		<link>http://gerejastanna.org/ketidaktertiban-batin-adalah-ketidaktertiban-sosial/comment-page-1/#comment-2879</link>
		<dc:creator>ibnurini</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Jul 2010 05:12:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=1481#comment-2879</guid>
		<description>Mbak Irene yang baik,

Agama itu mengajari kita bagaimana memiliki batin yang tertib, perilaku yang tertib sehingga hubungan kita dengan Tuhan selama hidup di dunia ini terjaga.  Misalnya, jangan zinah.  Mengapa sih koq gak boleh zinah wong salaman sama siapa aja boleh?!  Itu sebab menurut Tuhan, perkawinan itu adalah gambar persatuan Tuhan dan manusia.  Lha supaya tingkah kita tertib tidak zinah itulah maka batin kita juga mesti tertib, ora thingak thinguk saben wong lewat hayuuuk aja.  

Kalau kita lihat bagaimana Tuhan menginginkan agar kita mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa dan akal budi, itu memang tandanya bahwa Tuhan tidak menghendaki kita selingkuh terhadap apapun: berhala, zinah, curang dll. Itu sebabnya Tuhan juga bilang: Keluaran  20:5 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, ...

Maka agama itu baik, tapi lebih baik lagi memiliki batin yang lurus kepada Tuhan.

Salam berkah Dalem, rin</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mbak Irene yang baik,</p>
<p>Agama itu mengajari kita bagaimana memiliki batin yang tertib, perilaku yang tertib sehingga hubungan kita dengan Tuhan selama hidup di dunia ini terjaga.  Misalnya, jangan zinah.  Mengapa sih koq gak boleh zinah wong salaman sama siapa aja boleh?!  Itu sebab menurut Tuhan, perkawinan itu adalah gambar persatuan Tuhan dan manusia.  Lha supaya tingkah kita tertib tidak zinah itulah maka batin kita juga mesti tertib, ora thingak thinguk saben wong lewat hayuuuk aja.  </p>
<p>Kalau kita lihat bagaimana Tuhan menginginkan agar kita mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa dan akal budi, itu memang tandanya bahwa Tuhan tidak menghendaki kita selingkuh terhadap apapun: berhala, zinah, curang dll. Itu sebabnya Tuhan juga bilang: Keluaran  20:5 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, &#8230;</p>
<p>Maka agama itu baik, tapi lebih baik lagi memiliki batin yang lurus kepada Tuhan.</p>
<p>Salam berkah Dalem, rin</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ibnurini</title>
		<link>http://gerejastanna.org/ketidaktertiban-batin-adalah-ketidaktertiban-sosial/comment-page-1/#comment-2878</link>
		<dc:creator>ibnurini</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Jul 2010 02:55:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=1481#comment-2878</guid>
		<description>Dear Mas Andreas,

Frasa yang mas tulis: &quot;Mencari rasa aman&quot; menunjukkan bahwa ada ketidak-amanan dalam hidup.  
Mungkin: Khawatir gek besok makan apa?
atau: gek besok kalo tua aku sama siapa?
atau: gek besok kalo sakit siapa yang mengurus aku?
Macam macam.

Dari kekhawatiran-kekhawatiran itu, lalu mas akan merasa tidak puas atas apa yang ada sekarang.  Selain mas perlu cari uang buat makan hari ini, mas merasa perlu nabung buat makan bulan depan tahun depan dan 100 tahun lagi, juga bayar asuransi kesehatan untuk 100 tahun ke depan, lalu perlu juga cari pasangan supaya kelak punya anak yang bisa nemani mas kalo tua.
Ini semua yang bikin rumit hidup.  Coba bayangkan,  kalo orang menikah dengan pikiran supaya punya anak yang nemani saat tua, lha kalo anaknya pergi ke negeri lain lalu si tua kan misuh misuh,&quot;Anak gak tau diuntung, sudah dibiayai susah susah sekarang malah pergi jauh, aku telantar!&quot; Padahal anak itu punya HAM untuk pergi kemana pun dia mau.

Ini yang disebut ketidaktertiban batin. 

Kalau yang tertib ini begini:
aku hidup diciptakan oleh Tuhan, dipeliharakan Tuhan sepanjang hidupku dan kelakpun aku mati untuk Tuhan.  Maka, mari bekerja untuk Tuhan, tanpa harus repot mikir besok makan apa.  Karena burung pipit yang tidak menabur dan tidak menuai pun diberi makan oleh Tuhan.  
Kalo sakit?  Tuhan sang Maha Tabib pasti akan menolong! Maka tetaplah bekerja tanpa khawatir apapun.  
Besok tua sama siapa? Ya sama semua orang yang hidup bersama dengan kita karena mereka yang mengerjakan perintah Tuhan kan juga saudara kita wong mereka itu adalah saudara Yesus.  Makanya kasihilah tetanggamu, teman-temanmu.  Gak punya anak juga gpp to... Lha, kalo punya anak, itu adalah bonus dari Tuhan.  Hadiah.  Maka monggo bersukacita, bukan koq malah misuh ben dhino.  Apa lalu tidak perlu punya bojo? Ya tergantung perlune.  Kalau bakalan hangus oleh hawa nafsu ya luwih becik kawin untuk Tuhan.  Kalo bakalan tidak kobong oleh hawa nafsu ya monggo hidup seperti Paulus.  Pokoke batinnya tertib mengarah kepada Tuhan selama hidup.
 
Ada beberapa contoh bagaimana Yesus itu tertib batinnya:
Yesus menjalankan tugas-Nya menebus dosa manusia kan tanpa minta bayar, tanpa mbrengkel melainkan patuh kepada Bapa;
Yesus pergi kemana mana mengajar juga tidak ribet mikir mau makan apa, pokoke tugas-Nya mengajar ya mengajar aja;
Yesus gak punya untuk meletakkan kepalaNya ya gak pernah bilang sama murid murid-Nya,&quot;Kamu bikin dong rumah buat aku, ntar kalo aku pulang ngajar dari mana mana, aku pulangnya kemana dong?!&quot; itu karena Yesus tau bahwa RumahNya ya di Surga.

Yang jadi masalah dengan kita manusia itu kan karena kita kadang kurang beriman.  Kita sudah diberitahu bahwa rumah kita ya di Surga, tapi kenapa koq kita serakah maunya punya 10 rumah di bumi, padahal kita cuma perlu ruang ukuran 2x1 m aja?!   2x1 kan bukan cuma kuburan, tapi kasur kan juga ukurannya segitu to...  Naaa... serakah itu kan ya karena kita khawatir ini itu yang tidak tertib yang membuat hubungan kita dengan Tuhan jadi amburadul.

Naaaa... proses mengamati tuh begini:
coba mas memperhatikan batin mas sendiri: apakah mas khawatir kalo sakit gimana?  Bukannya dilarang bayar premi asuransi tapi khawatir itu yang masalah.  kalo batin mas tertib maka mas percaya Tuhan memelihara mas, dan mas mengasihi Tuhan dengan memelihara kesehatan mas.  Kalo toh sakit, ya rpp.  pertama badan toh ya ada saatnya minta istirahat, kedua mungkin baik bila sekali sekali sakit, ketiga mungkin juga itu akan jadi sarana mas makin mengasihi Tuhan.  Biayanya gimana?  Tanpa rasa khawatir karena mas percaya Tuhan pasti memberi rejeki, maka baiklah mas menyisihkan sebagian untuk biaya sakit supaya mas tidak merepotkan orang lain.  Itu karena mas mengasihi orang lain juga to....

Lalu mengapa koq: Ketidaktertiban Batin Adalah Ketidaktertiban Sosial? Lha ya itu, kalo batin kita kisruh dengan segala kekhawatiran dan keserakahan ya pastilah kelakuan kita jadi rusuh juga to maka jangan heran kalo kehidupan sosial masyarakat kita jadi rusuh penuh korupsi.

Dengan mengamati batin, kita akan semakin tau apakah kita sungguh mengasihi Tuhan. 

Salam berkah Dalem, rin</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Mas Andreas,</p>
<p>Frasa yang mas tulis: &#8220;Mencari rasa aman&#8221; menunjukkan bahwa ada ketidak-amanan dalam hidup.<br />
Mungkin: Khawatir gek besok makan apa?<br />
atau: gek besok kalo tua aku sama siapa?<br />
atau: gek besok kalo sakit siapa yang mengurus aku?<br />
Macam macam.</p>
<p>Dari kekhawatiran-kekhawatiran itu, lalu mas akan merasa tidak puas atas apa yang ada sekarang.  Selain mas perlu cari uang buat makan hari ini, mas merasa perlu nabung buat makan bulan depan tahun depan dan 100 tahun lagi, juga bayar asuransi kesehatan untuk 100 tahun ke depan, lalu perlu juga cari pasangan supaya kelak punya anak yang bisa nemani mas kalo tua.<br />
Ini semua yang bikin rumit hidup.  Coba bayangkan,  kalo orang menikah dengan pikiran supaya punya anak yang nemani saat tua, lha kalo anaknya pergi ke negeri lain lalu si tua kan misuh misuh,&#8221;Anak gak tau diuntung, sudah dibiayai susah susah sekarang malah pergi jauh, aku telantar!&#8221; Padahal anak itu punya HAM untuk pergi kemana pun dia mau.</p>
<p>Ini yang disebut ketidaktertiban batin. </p>
<p>Kalau yang tertib ini begini:<br />
aku hidup diciptakan oleh Tuhan, dipeliharakan Tuhan sepanjang hidupku dan kelakpun aku mati untuk Tuhan.  Maka, mari bekerja untuk Tuhan, tanpa harus repot mikir besok makan apa.  Karena burung pipit yang tidak menabur dan tidak menuai pun diberi makan oleh Tuhan.<br />
Kalo sakit?  Tuhan sang Maha Tabib pasti akan menolong! Maka tetaplah bekerja tanpa khawatir apapun.<br />
Besok tua sama siapa? Ya sama semua orang yang hidup bersama dengan kita karena mereka yang mengerjakan perintah Tuhan kan juga saudara kita wong mereka itu adalah saudara Yesus.  Makanya kasihilah tetanggamu, teman-temanmu.  Gak punya anak juga gpp to&#8230; Lha, kalo punya anak, itu adalah bonus dari Tuhan.  Hadiah.  Maka monggo bersukacita, bukan koq malah misuh ben dhino.  Apa lalu tidak perlu punya bojo? Ya tergantung perlune.  Kalau bakalan hangus oleh hawa nafsu ya luwih becik kawin untuk Tuhan.  Kalo bakalan tidak kobong oleh hawa nafsu ya monggo hidup seperti Paulus.  Pokoke batinnya tertib mengarah kepada Tuhan selama hidup.</p>
<p>Ada beberapa contoh bagaimana Yesus itu tertib batinnya:<br />
Yesus menjalankan tugas-Nya menebus dosa manusia kan tanpa minta bayar, tanpa mbrengkel melainkan patuh kepada Bapa;<br />
Yesus pergi kemana mana mengajar juga tidak ribet mikir mau makan apa, pokoke tugas-Nya mengajar ya mengajar aja;<br />
Yesus gak punya untuk meletakkan kepalaNya ya gak pernah bilang sama murid murid-Nya,&#8221;Kamu bikin dong rumah buat aku, ntar kalo aku pulang ngajar dari mana mana, aku pulangnya kemana dong?!&#8221; itu karena Yesus tau bahwa RumahNya ya di Surga.</p>
<p>Yang jadi masalah dengan kita manusia itu kan karena kita kadang kurang beriman.  Kita sudah diberitahu bahwa rumah kita ya di Surga, tapi kenapa koq kita serakah maunya punya 10 rumah di bumi, padahal kita cuma perlu ruang ukuran 2&#215;1 m aja?!   2&#215;1 kan bukan cuma kuburan, tapi kasur kan juga ukurannya segitu to&#8230;  Naaa&#8230; serakah itu kan ya karena kita khawatir ini itu yang tidak tertib yang membuat hubungan kita dengan Tuhan jadi amburadul.</p>
<p>Naaaa&#8230; proses mengamati tuh begini:<br />
coba mas memperhatikan batin mas sendiri: apakah mas khawatir kalo sakit gimana?  Bukannya dilarang bayar premi asuransi tapi khawatir itu yang masalah.  kalo batin mas tertib maka mas percaya Tuhan memelihara mas, dan mas mengasihi Tuhan dengan memelihara kesehatan mas.  Kalo toh sakit, ya rpp.  pertama badan toh ya ada saatnya minta istirahat, kedua mungkin baik bila sekali sekali sakit, ketiga mungkin juga itu akan jadi sarana mas makin mengasihi Tuhan.  Biayanya gimana?  Tanpa rasa khawatir karena mas percaya Tuhan pasti memberi rejeki, maka baiklah mas menyisihkan sebagian untuk biaya sakit supaya mas tidak merepotkan orang lain.  Itu karena mas mengasihi orang lain juga to&#8230;.</p>
<p>Lalu mengapa koq: Ketidaktertiban Batin Adalah Ketidaktertiban Sosial? Lha ya itu, kalo batin kita kisruh dengan segala kekhawatiran dan keserakahan ya pastilah kelakuan kita jadi rusuh juga to maka jangan heran kalo kehidupan sosial masyarakat kita jadi rusuh penuh korupsi.</p>
<p>Dengan mengamati batin, kita akan semakin tau apakah kita sungguh mengasihi Tuhan. </p>
<p>Salam berkah Dalem, rin</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Daniel H</title>
		<link>http://gerejastanna.org/ketidaktertiban-batin-adalah-ketidaktertiban-sosial/comment-page-1/#comment-2874</link>
		<dc:creator>Daniel H</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Jul 2010 15:29:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=1481#comment-2874</guid>
		<description>@Andreas

Practically : distorsi datang coba tidak berusaha  &quot;mengusirnya&quot;.&quot;Biasa aja&quot; gitu loch...:). Sikap lain, kalo memang membantu lakukan, seperti pasrah, rendah hati, pengampunan. Pada kenyataannya akan sangat sulit dan berbeda sehingga kata2 saya ini hanya &quot;kata pengantar&quot; ke pengalaman sesungguhnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Andreas</p>
<p>Practically : distorsi datang coba tidak berusaha  &#8220;mengusirnya&#8221;.&#8221;Biasa aja&#8221; gitu loch&#8230;:). Sikap lain, kalo memang membantu lakukan, seperti pasrah, rendah hati, pengampunan. Pada kenyataannya akan sangat sulit dan berbeda sehingga kata2 saya ini hanya &#8220;kata pengantar&#8221; ke pengalaman sesungguhnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: lily</title>
		<link>http://gerejastanna.org/ketidaktertiban-batin-adalah-ketidaktertiban-sosial/comment-page-1/#comment-2873</link>
		<dc:creator>lily</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Jul 2010 15:24:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=1481#comment-2873</guid>
		<description>Sdr. Andreas,
bila berkenan,kiranya bs memiliki buku:&quot;Revolusi Batin adalah 
Revolusi Sosial&quot; yg tersedia di Pustaka / tk buku, st. Anna,Duren Sawit.Silahkan baca,n hayati pelan2.
 Lalu jika akan mencoba belajar mengolah bathin, silahkan dtg,
dan berlatih bersama di gdg. Yos Sudarso,di gdg yg sama dg Pustaka tsb.
Setiap Sabtu pkl. 7 pagi.Semoga jarak tdk menjadi kendala, bagi
Sdr.Andreas.See You

Regards,
lily</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sdr. Andreas,<br />
bila berkenan,kiranya bs memiliki buku:&#8221;Revolusi Batin adalah<br />
Revolusi Sosial&#8221; yg tersedia di Pustaka / tk buku, st. Anna,Duren Sawit.Silahkan baca,n hayati pelan2.<br />
 Lalu jika akan mencoba belajar mengolah bathin, silahkan dtg,<br />
dan berlatih bersama di gdg. Yos Sudarso,di gdg yg sama dg Pustaka tsb.<br />
Setiap Sabtu pkl. 7 pagi.Semoga jarak tdk menjadi kendala, bagi<br />
Sdr.Andreas.See You</p>
<p>Regards,<br />
lily</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Andreas</title>
		<link>http://gerejastanna.org/ketidaktertiban-batin-adalah-ketidaktertiban-sosial/comment-page-1/#comment-2871</link>
		<dc:creator>Andreas</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Jul 2010 10:37:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=1481#comment-2871</guid>
		<description>Mo Sudri..... n temen2 terimakasih responnya.
Mencari rasa aman..., yang didapatkan diri/ daging ini sungguh lemah......
Mungkinkah pengalaman bisa dibagikan , bagaimanakah agar dalam pengamatan atau melihat batin supaya tidak terpengaruh atau terdistorsi oleh pengalaman masa lalu ? Apakah melupakan masa lalu = hidup tidak ada apa-apanya......?

Salam damai Kristus
Andreas</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mo Sudri&#8230;.. n temen2 terimakasih responnya.<br />
Mencari rasa aman&#8230;, yang didapatkan diri/ daging ini sungguh lemah&#8230;&#8230;<br />
Mungkinkah pengalaman bisa dibagikan , bagaimanakah agar dalam pengamatan atau melihat batin supaya tidak terpengaruh atau terdistorsi oleh pengalaman masa lalu ? Apakah melupakan masa lalu = hidup tidak ada apa-apanya&#8230;&#8230;?</p>
<p>Salam damai Kristus<br />
Andreas</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Irene</title>
		<link>http://gerejastanna.org/ketidaktertiban-batin-adalah-ketidaktertiban-sosial/comment-page-1/#comment-2870</link>
		<dc:creator>Irene</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Jul 2010 01:47:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=1481#comment-2870</guid>
		<description>Tapi manusia kan harus mempunyai pegangan hidup yang benar kan Romo.. seperti AGAMA , kalau tidak bukankah hidup semakin kacau....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tapi manusia kan harus mempunyai pegangan hidup yang benar kan Romo.. seperti AGAMA , kalau tidak bukankah hidup semakin kacau&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Daniel</title>
		<link>http://gerejastanna.org/ketidaktertiban-batin-adalah-ketidaktertiban-sosial/comment-page-1/#comment-2868</link>
		<dc:creator>Daniel</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Jul 2010 00:55:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=1481#comment-2868</guid>
		<description>@Rm Sudrijanta,

Pada tahap tertentu kita manusia mengungkapkan pendapat kita melalui &#039;doktrin&#039;, pendapat yang sudah baku, kita semua sepakat bahwa ini itu benar. Tapi yang jarang bahkan tidak pernah dilakukan adalah &#039;MENGALAMINYA&#039;. Salah satu cara mungkin apa yang romo katakan yaitu mengamati SECARA LANGSUNG, tinggalkan sebentar doktrin itu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Rm Sudrijanta,</p>
<p>Pada tahap tertentu kita manusia mengungkapkan pendapat kita melalui &#8216;doktrin&#8217;, pendapat yang sudah baku, kita semua sepakat bahwa ini itu benar. Tapi yang jarang bahkan tidak pernah dilakukan adalah &#8216;MENGALAMINYA&#8217;. Salah satu cara mungkin apa yang romo katakan yaitu mengamati SECARA LANGSUNG, tinggalkan sebentar doktrin itu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sudrijanta</title>
		<link>http://gerejastanna.org/ketidaktertiban-batin-adalah-ketidaktertiban-sosial/comment-page-1/#comment-2864</link>
		<dc:creator>Sudrijanta</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Jul 2010 16:23:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=1481#comment-2864</guid>
		<description>@Andreas: Apa yang Anda ungkapkan itu adalah doktrin. Sekarang tinggalkan dulu doktrin itu dan Anda amati secara langsung batin Anda sendiri. Mengamati  SECARA LANGSUNG artinya, melihat gerak batin Anda TANPA melalui teori, doktrin atau kesimpulan tertentu. Mengapa Anda mencari rasa aman dan apakah Anda mendapatkan?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Andreas: Apa yang Anda ungkapkan itu adalah doktrin. Sekarang tinggalkan dulu doktrin itu dan Anda amati secara langsung batin Anda sendiri. Mengamati  SECARA LANGSUNG artinya, melihat gerak batin Anda TANPA melalui teori, doktrin atau kesimpulan tertentu. Mengapa Anda mencari rasa aman dan apakah Anda mendapatkan?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: lily</title>
		<link>http://gerejastanna.org/ketidaktertiban-batin-adalah-ketidaktertiban-sosial/comment-page-1/#comment-2863</link>
		<dc:creator>lily</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Jul 2010 15:15:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=1481#comment-2863</guid>
		<description>Thanks Romo,
Indah sekali..very meaningful and inspiring.,applicable as well.
Mudah dicerna dan kmdn dihidupi hari demi hari dlm sikon spt ini,rasanya cocok benar....

Terima kasih, untuk great reminder ini,jd se makin eling, dan siap melangkah maju dg batin yg jernih bening,yg sebetulnya  sdh tertanam,........
namun kadang terlupakan, a l krn kelekatan2 diri ini.


Best Regards,
ly</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Thanks Romo,<br />
Indah sekali..very meaningful and inspiring.,applicable as well.<br />
Mudah dicerna dan kmdn dihidupi hari demi hari dlm sikon spt ini,rasanya cocok benar&#8230;.</p>
<p>Terima kasih, untuk great reminder ini,jd se makin eling, dan siap melangkah maju dg batin yg jernih bening,yg sebetulnya  sdh tertanam,&#8230;&#8230;..<br />
namun kadang terlupakan, a l krn kelekatan2 diri ini.</p>
<p>Best Regards,<br />
ly</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Andreas</title>
		<link>http://gerejastanna.org/ketidaktertiban-batin-adalah-ketidaktertiban-sosial/comment-page-1/#comment-2861</link>
		<dc:creator>Andreas</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Jul 2010 10:13:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=1481#comment-2861</guid>
		<description>Romo Sudrijanta......

Mo, bukankah sudah kodrat manusia untuk mencari fondasi rasa aman ? Dan sudah sewajarnya toh kalau manusia kembali ke sang Pencipta yaitu Allah Bapa di Surga sebagai dasar atau fondasi atau pegangan dalam menjalani kehidupan yang fana ini.
Maaf ya Mo, cuma ungkapan hati atau pikiran.

Salam Damai Kristus
Andreas</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Romo Sudrijanta&#8230;&#8230;</p>
<p>Mo, bukankah sudah kodrat manusia untuk mencari fondasi rasa aman ? Dan sudah sewajarnya toh kalau manusia kembali ke sang Pencipta yaitu Allah Bapa di Surga sebagai dasar atau fondasi atau pegangan dalam menjalani kehidupan yang fana ini.<br />
Maaf ya Mo, cuma ungkapan hati atau pikiran.</p>
<p>Salam Damai Kristus<br />
Andreas</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->
