KEP VII (Kursus Evangelisasi Pribadi VII)

LATAR BELAKANG

KURSUS EVANGELISASI PRIBADI

“Pada umumnya kekristenan/ kekatolikan hanya berlaku untuk satu generasi…” kata Rm. Subroto Widjojo SJ (moderator BPK PKK KAJ*), ketika memberikan kata sambutan untuk buku Misi Evangelisasi (Cetakan pertama edisi revisi – 2008).

* BPK PKK KAJ = Badan Pelayanan Keuskupan – Pembaharuan Karismatik Katolik – Keuskupan Agung Jakarta.

Maksud pernyataan ini adalah, banyak orang tua katolik merasa selesai tugasnya bila sudah membaptis & menyekolahkan anak di sekolah katolik. Menjadi kenyataan umum bahwa sangat kecil kemungkinan orang tua mempersiapkan bagaimana anak tersebut mengalami penginjilan dalam dirinya. Itulah sebabnya banyak sekali (tentu tidak semua) orang katolik yang belum mengalami diri pribadinya “diinjili” apalagi “menginjili” orang lain.

Inilah yang menimbulkan banyaknya krisis iman di kalangan katolik seperti mengikuti misa Ekaristi ala kadarnya, tingginya kasus kawin campur, berpindahnya umat ke gereja Kristen non katolik, keraguan umat terhadap Bunda Maria, tradisi2 katolik, dll. Umat banyak yang kehilangan kebanggaannya terhadap iman katolik.

“Melalui Konsili Vatikan II (1965), para Uskup sedunia mengharapkan suatu gelombang baru dalam pewartaan Injil, baik di dalam umat Gereja maupun keluar di masyarakat. Para Uskup mengakui akan pentingnya suatu dorongan khusus ke arah tersebut.

Sepuluh tahun sesudahnya (1975), diselenggarakan Sinode Uskup se dunia, khusus untuk memikirkan, mendoakan, merumuskan tugas pewartaan Injil ini oleh seluruh umat katolik. Hasil Sinode ini diumumkan oleh Paus Paulus VI melalui Imbauan Apostolik “Evangelii Nuntiandi” (Pewartaan Injil pada Jaman Modern)”. Demikian kutipan dari sambutan Rm. L. Sugiri v.d. Heuvel SJ, pada buku Misi Evangelisasi (Cetakan pertama edisi revisi – 2008).

Akhirnya Imbauan Apostolik tadi mewujud dalam KEP (Kursus Evangelisasi Pribadi) di paroki2 se-Keuskupan Agung Jakarta.

Kursus Evangelisasi Pribadi bertujuan untuk menyentuh dimensi lama yang bernama “PENGINJILAN”  dan memperbaharuinya, supaya umat mengalami diri pribadinya “DIINJILI” (oleh Yesus sendiri) sehingga pada gilirannya mau “MENGINJILI” (menjawab panggilan Yesus), seperti pesan yang disampaikan para Imam pada saat misa Ekaristi selesai “Pergilah kita di utus”.

Berangkat dari kerinduan Rm. L. Sugiri v.d. Heuvel SJ untuk mengembangkan evangelisasi, akhirnya th. 1988 lahirlah SEP (Sekolah Evangelisasi Pribadi) Shekinah, angkatan pertama di Jakarta.  Mulai tahun 1990, SEP Shekinah mendapat permintaan kerjasama dari Paroki2 yang ingin mengadakan KEP. Dan sampai akhir 2007, SEP Shekinah telah bekerjasama dengan 46 Paroki di KAJ.

“Buah2 positif karya Roh Allah yang dipancarkan mellalui penyelenggaraan SEP / KEP antara lain, tumbuhnya kesadaran dan komitmen yang lebih mendalam dalam hidup menggereja & bermasyarakat, terjadinya perubahan hidup yang lebih baik karena mengalami pembentukan watak kristiani selama kursus, lebih peduli pada sesama, terpulihkannya relasi2 yang retak, dan sebagainya.

Namun tidak  jarang tersembul juga gejala2 negatif yang merisaukan banyak pihak misalnya sombong rohani, eksklusivisme, yang meyebabkan terkacaukannya relasi dengan sesame dalam hidup di rumah tangga, paroki, dst. Ini tentu saja bukan karya Roh Allah.

Terhadap ekses2 tersebut kita ingin lebih merendahkan diri di hadapan Tuhan untuk memohon ampun dan memohon rahmat serta belas kasihNya yang cukup agar karya2 yang telah dipercayakannya kepada dan di dalam Gereja, janganlah “terhambat” karena kelemahan kita”. Pengakuan yang mencerminkan sukacita sekaligus kerendahan hati ini disampaikan oleh dra. Monica Maria Meifung, M. Psi (Kepala SEP Shekinah) dalam kata pengantarnya dalam buku Misi Evangelisasi (Cetakan pertama edisi revisi – 2008).

MATERI PELAJARAN

v      Misa Pembukaan

v      Pendahuluan / Introduksi

v      Evangelisasi – Pendalaman

v      Evangelii Nuntiandi

v      Perkembangan Iman

v      Kerajaan Allah

v      Berteman

v      Sharing Iman

v      Kisah Kristus

v      Penyajian Injil

v      Ajakan Bertobat

v      Integrasi Dalam Komunitas

v      Orientasi Kunjungan Rumah

v      Iman Katolik

v      Sakramen-sakramen

v      Evaluasi Kunjungan Rumah

v      Evaluasi Misi Evangelisasi

v      Penerimaan Sakramen Tobat

v      Ret-ret Pengutusan

v      Inaugurasi

SHARING PENGALAMAN IMAN PESERTA KEP

*) Banggakah saya menjadi salah seorang umat Katolik? Mengapa?  Berikan alasan atau pandangan anda mengenai hal tsb

Saya Bangga menjadi umat Katolik, karena ajaran Katolik  mengajarkan saya untuk memahami makna Ekaristi akan       kehadiran Yesus yang nyata dalam rupa Hosti, yang kudus dan agung, memberi pengertian dalam menghormati bunda Maria, pengakuan dosa, Api penyucian, orang-orang kudus, dan tradisi katolik dari murid2 Yesus s.d sekarang yang  tetap dijaga kekudusan dan kesakralannya. Dan masih  banyak lagi. Ini merupakan kekayaan rohani saya sebagai  orang Katolik.

* ) Bagaimana pendapat anda mengenai KEP?(menurut anda  apa itu KEP?

Mengajarkan kepada saya pribadi mengenal Yesus dan kerajaan Allah Bapa & KasihNya. Memberi saya pelajaran untuk berani  mewartakannya lewat sikap dan sharing iman.

*)  Apa manfaat yang bisa dipetik setelah mengikuti KEP?

Semakin mencintai Kitab Suci dan mau membacanya untuk lebih mengenai Yesus dan berbagi kepada orang-orang disekitar dalam doa  dan sikap hidup.

*)  Apa pengharapan anda untuk penyelenggaraan KEP  mendatang?

Pelajaran bisa lebih fresh dan suasana yang mendukung baik dari panitia.

*) Ceritakan/sharing pengalaman anda (singkat saja) setelah mengikuti KEP.

Dari beberapa kunjungan rumah kebanyakan orang yang saya kunjungi  memiliki pengalaman iman dan muzizat dari membaca Kitab suci, itu  juga memberi saya kekuatan untuk semakin mencintai KitabSuci.

Pengalaman nyata ini diceritakan oleh : Christina L.

­­­­­­­­­­­­

Ini Sharing iman singkat saya, pada saat mengikuti KEP pada tahun 2004.

Saat itu saya sedang mengalami pergumulan hidup yang berkaitan dengan keimanan. Pertama adalah kehidupan asmara yang telah saya jalin selama 5 th akan hancur, disebabkan perubahan keinginan dari kekasih dan keluarganya yang beragama lain, yang semula mengijinkan untuk menikah campur, menjadi tuntutan kepada saya untuk berpindah agama menjadi penganut agama tersebut. Yang kedua adalah peristiwa yang terjadi pada kakak tertua saya, yang mengalami suatu pencobaan yang sama dengan saya, tetapi saat itu dengan mudahnya ia mengambil keputusan untuk berpindah agama. Dan hal itu membuat suasana dan situasi hubungan antara orang tua dan kakak saya yang semula adalah keluarga yang sangat harmonis, menjadi rusak dan dingin.

Kedua hal itu membuat saya mencoba mempelajari kembali Kitab Suci dan berusaha keras mencari tahu tentang YESUS.

Dan luar biasa, TUHAN mengetahui hal tersebut. setelah tujuh bulan saya ,mempelajarinya sendiri. Tiba2x di paroki St Antonius (paroki masa kecil saya), saya melihat spanduk yang mengandung pesan,”Ingin dapat mengenalkan YESUS sebagai TUHAN & Juru selamat” kepada orang lain, ikuti Kursus Evangelisasi Pribadi. Langsung saya tertarik untuk mendaftarkan diri. Sebelumnya saya tidak pernah mengikuti suatu kursus/kegiatan rohani seperti ini.

Dan memang seperti sudah disiapkan oleh ALLAH sendiri. Dari pengajaran pertama, saya sudah mulai berkobar, yang disebabkan antara lain :

1. Pembicara adalah orang awam masih muda yang mengalami kehidupan real sama seperti saya, tetapi dia berbicara sangat memiliki kharisma dan kuasa keyakinan akan YESUS sebagai TUHAN dan JURUSELAMAT yang mengajak kita semua untuk menjadi seperti DIA, apabila kita sebagai orang Katolik memang mengimani YESUS sebagai TUHAN dan juruselamat”

2. Firman TUHAN, bukan sekedar pesan2x TUHAN dalam tulisan pada buku KITAB SUCI, melainkan nyata dan hidup dalam perilaku dan sharing iman pribadi para pembicara. Membuat saya menjadi yakin dalam hati, bukan sekedar pikiran pengetahuan saja, yaitu bahwa YESUS TUHAN memang ada dan kita bisa “BERUBAH” menjadi seperti DIA, seperti yang terjadi pada para pengajar.

3. Melalui KEP ini, saya menjadi tahu, mengenal, dan merasakan ALLAH yang begitu TOTAL mengasihi manusia yang sangat nyata dalam puteraNYA YESUS KRISTUS dengan penyalibannya. Sebelumnya saya hanya sekedar tahu bahwa YESUS disalib untuk menebus dosa, tanpa mengerti kenapa DIA harus disalib, dan kenapa dosa2 kita harus ditebus. Kenapa ALLAH harus menjadi manusia…OH TUHAN, begitu besar KASIHMU padaku, orang yang berdosa ini.

3. Retret pengutusan yang membuat saya merasa dipenuhi oleh ROH KUDUS, untuk melanjutkan tugas yang dahulu dilakukan oleh para murid KRISTUS, yaitu “hidup seperti seperti YESUS dan ajaran KASIHNYA, lalu bercerita/mewartakan tentang YESUS dan kasihNYA ke seluruh dunia.”

Hdiup saya berubah 180 derajat setelah saya mengikuti KEP ini. Berawal dari orang yang sangat emosional, kasar dan semuanya sendiri. Lalu sangat menikmati nikmatnya kehidupan duniawi. Perlahan tapi pasti semuanya itu menghilang seiring dengan rasa cinta yang besar saya kepada YESUS, ditambah keinginan untuk membalas KASIHNYA kepada saya.

Demikian sharing iman saya…

Terima kasih, Tuhan YESUS memberkati

Pengalaman nyata ini diceritakan oleh : Dhony Widhiyanto

Saya belum pernah merasa sangat bergairah dan bersemangat seperti saat ini.

Pembahasan topik-topik tentang Perasaan, Hati Nurani, Wahyu, dll bersama Rm. Hardi Jantan, sangat semarak. Teman-teman sekelas dengan antusias juga banyak bertanya banyak hal.

Lalu penjelasan pak Stefan betapa Allah begitu mengasihi manusia sehingga Ia selalu mewahyukan diriNya sampai akhirnya semuanya dipenuhiNya secara tuntas dalam diri Yesus, dan bagaimana kepenuhan wahyu Allah dalam diri Yesus itu diwariskan kepada Gereja Katolik dalam Tradisi Apostolik dan Kitab Suci, sangat mempesona.

Dari situ aku menyadari betapa berharganya Ekaristi Kudus yang selama ini aku hadiri dengan perasaan ogah…mulai dari gereja yang panas, koor yang salah nada, dan segudang complain lainnya. Apalagi bila ditambah cerita banyak teman, sangat menarik dan sangat mengobarkan semangat. Juga kata-kata yang mereka pakai..wah kerenn..seperti “dibaptis jadi Kristen adalah sesuatu..tapi menjadi sungguh-sungguh Kristen ..IT’S A MATTER OF CHOICE…(aku jadi minder, rasanya koq aku belum pernah make a decision like that yah…hi..hi..hi payah ya, padahal aku sudah terima Sakramen Krisma loh!!)

Seiring dengan itu saya mendapat wawasan baru tentang berdoa… ya berdoa…suatu hal yang tampak sederhana… yang dulu tidak pernah kuhiraukan. Dengan meneliti kitab Mazmur, terbukalah wawasanku betapa sejak ribuan tahun lalu, bangsa Israel, umat Tuhan Terpilih itu, dapat berdoa begitu indah. Kupikir doa yang indah itu yaah seperti teman-teman tadi…cepat, indah, kayaknya karena sudah terbiasa banget berdoa jadi pede nya luar biasa, dan …bersemangat … sampai saking semangatnya pernah aku dengar begini ..Yesus doakanlah aku …

Juga terjawablah pertanyaanku selama ini “mengapa kita tidak benar-benar mengandalkan Kitab Suci … lihat tuhh saudara-saudara kita ……. jago banget soal Kitab Suci…tiap ke gereja mereka bawa Injil…Katolik mana …huh memble…, dll”.

Begitulah saya yang dulu, sebelum Tuhan Yesus menyentuh hatiku dengan sangat lembut. Penuh complain tapi tidak fair, karena aku sendiri tidak mau menghidupi iman Katolik ku.

Aku percaya Tuhan Yesus tidak pernah melupakan diriku. Perlahan-lahan aku dituntunNya … Awalnya seorang sahabat, Mas Eko namanya, mengajakku mengikuti KEP 6 di St. Anna. Aku benar-benar tidak tahu apa itu KEP, setahuku itu adalah sebuah kursus yang mempersiapkan aku kalo mau belajar Kitab Suci. Dan belajar Kitab Suci nya juga yang singkat-singkat aja. Nah di sini lah Tuhan mulai mengubah diriku. Melalui sharing-sharing yang diberikan para pengajar, beberapa dari pandanganku dulu yang keliru mulai mendapat penerangan. Dan puncaknya ketika ikut Ret-Ret saat persiapan menerima Sakramen Pengakuan Dosa, saya mencoba membuka diriku seluas-luasnya bagi Yesus. Aku memintaNya untuk menyelidiki hatiku.  Dan sungguh ajaib lah Dia, ingatan-ingatanku di masa lalu seolah keluar semua…dan aku melihat betapa KE-TIDAK PEDULIAN-KU, yang dulu kukira baik-baik saja, ternyata di mata Yesus adalah suatu DOSA BESAR. Saat membaca pengalaman St. Faustina, terungkaplah saat berada di Taman Getzemani, mengapa Yesus merasa sangat menderita sehingga Dia ingin agar “Piala Penderitaan” itu berlalu … Salah satu penyebabnya ..yah Ketidakpedulian umat itulah.

Dan ketika menerima Sakramen Pengakuan Dosa itulah, untuk pertamakalinya setelah bertahun-tahun aku terkubur dalam kesombonganku, aku menangis tanpa bisa dibendung lagi….

Aku merasa betapa Tuhan saat itu merangkul aku dengan mesra dan lembut …Dia tidak menolak hatiku yang hancur…dan malah memberiku semangat untuk memulai kehidupan yang baru…Akhirnya dari KEP itulah aku melangkahkan kakiku, untuk mendalami Kitab Suci di KPKS, yang makin membuatku bangga dengan iman Katolik dan membuka hatiku betapa Allah selalu menawarkan dan menghantar manusia yang mau menanggapi-Nya, menuju keselamatan.

Terimakasih Yesus, Engkau telah menyelamatkan aku, dan aku ingin membagikan Mujizat Suka Cita Keselamatan ini pada umat lainnya. Semoga Roh Kudus membuka hati umat yang mungkin mengalami hal-hal seperti yang kualami tadi. Percayalah Suka Cita-nya itu sungguh indah …. Mari rasakan sendiri, nikmatnya pelukan Tuhan Yesus kita…

Pengalaman nyata ini diceritakan oleh : Sonny (Peserta KEP 6 – 2009)


CARA PENDAFTARAN

1. Isi Formulir Pendaftaran dengan lengkap.

2. Berikan Potongan Formulir tersebut ke :

  • Petugas/ penjaga stand KEP VII yang sedang bertugas, atau
  • Contact Person yang tercantum dalam brosur, atau
  • Melalui Ketua Lingkungan masing-masing, atau
  • Masukkan dalam kotak di Sekretariat Paroki, atau
  • Langsung dari website Gereja St. Anna (Online)

3. Pembayaran dapat secara tunai atau diangsur, ke :

  • Petugas/ penjaga stand KEP VII yang sedang bertugas, atau
  • Contact Person yang tercantum dalam brosur, atau
  • Melalui Ketua Lingkungan masing-masing.

Ikuti KURSUS EVANGELISASI PRIBADI VII

Diselenggarakan mulai April – Agustus 2010 (tanggal pastinya menyusul)
Setiap hari Selasa dan Kamis
Pkl 19.00 – 21.00 Wib
Tempat : Gedung Yos Sudarso

Pendaftaran dapat melalui pengisian formulir yang disediakan di gereja Santa Anna, Kapel Santo Yoakhim, Stasi Maria Bintang Samudra, Kapel Wisma Samadi dan Ketua Lingkungan

Biaya Rp.150.000,- bisa diangsur, bagi yang tidak sanggup membayar dapat menghubungi Ketua Lingkungan masing-masing. Transportasi untuk pulang akan dikoordinasi oleh panitia

Informasi & Pendaftaran, hubungi :

Bpk Sonny: 0816-191-3642/021-3254-8257
Bpk Suryanto: 0818-867-917
Ibu Ratna: 0816-867-456


Formulir Pendaftaran Dapat di Download di

http://www.ziddu.com/download/8105243/formpendaftaran.doc.html

Kirim formulir pendaftaran via email ke :

pendaftaran.kep7@gmail.com

2 Responses to “KEP VII (Kursus Evangelisasi Pribadi VII)”

  1. Pak Sonny, gimana sie promosi KEP yang kunjungan ke Lingkungan-lingkungan , kapan direalisasikan, saya rasa akan sangat efektif , kerja sama dengan Ketwil and Ket Lingkungan.
    Salam,

  2. Dear Moderator KEP/SEP,

    Setelah mencermati ulasan dan program mengenai KEP/SEP sebagai orang katolik saya semakin merasakan bahwa saya (mungkin juga kebanyakan orang katolik) tak lebih hanya sebagai “orang katolik KTP”, yang dalam perjalanan waktu makin merasa tidak “diinjili” apalagi mampu “menginjili”.
    Persoalannya saya ada di luar kota Jakarta (Samarinda-Kaltim) dan masih sibuk dengan perkara-2 duniawi (artinya kesibukan kerja/kantor/cari makan). Kalau harus mengikuti KEP/SEP di Jakarta dengan program 4-6 bulan jelas tidak mungkin. Pertanyaan saya adalah apakah SEP Shekinah sudah memikirkan untuk membuka program-program SEP secara “long distance learning”? Atau kursus tertulis semacam Universitas Terbuka, sehingga kendala yang saya maksud dapat diatasi. Hal ini perlu karena agar diperoleh sistem dan metodologi evagelisasi yang standar yang telah diakui atau dilegalisasi oleh gereja.

    Terima kasih,

    Markus Sargani

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>