Istri tidak tahan dengan keluarga besar suami

Setelah saya membaca beberapa kasus pengalaman pernikahan di atas, saya yakin sekali kalau memang pernikahan secara Katolik ini sangatlah “sakral”, sehingga memang Gereja Katolik tidak mengijinkan perceraian. Dengan kata lain, kalau bisa dipertahankan betul pernikahan yang sakral tersebut.

Tapi ada satu permasalahan yang saya hadapi saat ini dimana istri saya tidak tahan dengan situasi- kondisi dari keluarga besar saya. Sehingga istri saya pernah meminta cerai. Dan saat itu, dari pihak keluarga besar istri melerai situasi tersebut.

Adapun saat ini, istri saya tersebut sudah mulai tidak tahan lagi akan kondisi keluarga besar saya. Dan kami mengalami pertikaian yang besar, istri saya tidak mematuhi komitmen yang kami buat.

Saya yakin, jika saya mengajukan gugat cerai secara Katolik, maka pihak gereja tidak akan memenuhinya. Dan saya pun tidak akan meminta persetujuan perceraian saya kepada Gereja Katolik, karena saya sendiri sama sekali tidak berencana untuk menikah lagi baik secara Katolik maupun Kristen (agama saya sendiri), maupun secara agama manapun.

Hanya itu yang ingin saya sampaikan kepada romo.

IE

One Response to “Istri tidak tahan dengan keluarga besar suami”

  1. pertama saya bukan Romo.. saya awam..

    namun saya akan membantu menanggapi tulisan anda di atas..

    sayangnya anda tidak mengatakan detil mengapa isteri tidak tahan akan keluarga besar anda.
    Tekanan apa yang ia alami ?
    Sejak kapan tekanan itu ada ?
    apakah sebelum menikah dengan anda, ia sudah mengetahui kondisi itu ?
    Jika ya, apa yang membuatnya akhirnya yakin untuk menikah dengan anda ?
    usaha apa yang anda berdua lakukan untuk mengurangi tekanan tersebut ?
    Apakah anda dan isteri tinggal di rumah orang tua anda ?
    Bagaimana pengaruh keluarga anda (orang tua, paman, bibi, saudara) dalam pengambilan keputusan anda terkait dengan keluarga anda sendiri (isteri dan anak-anak anda) ?

    Pada prinsipnya anda dan isteri perlu bekerja sama untuk menyelesaikan permasalah yang anda hadapi dalam kehidupan pernikahan dan dalam upaya membangun keluarga bahagia, damai dan sejahtera seperti yang Allah kehendaki, yaitu menjadi gereja domestik. Bekerja sama itu artinya tidak boleh meninggikan ego pribadi di atas ego pasangan. Dan tidak jarang membutuhkan pengorbanan. Ini harus disadari baik oleh anda dan juga isteri anda. Dan jika komunikasi anda telah terhambat oleh masalah ini, maka tidak ada salahnya anda meminta pertolongan dari konselor pernikahan Katolik atau bisa juga romo, atau seorang yang kalian berdua segani dan hormati yang menurut anda berdua bisa menjadi panutan.

    Last but not least, berdoalah, ajaklah pasangan berdoa bersama, bukan saja dalam perayaan Liturgi Ekaristi, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

    May God bless your steps..

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>