Istri sudah letih, ingin cerai
Aku menikah secara katolik sudah 6 thn. Dan di jalan pernikahan 6 tahun lebih 1 bulan ini ternyata bagi istriku sudah mencapai puncak dari apa yang namanya “Letih”. Kami menghadapi masalah baik di komunikasi dimana terkadang masalah kecil menjadi besar, masalah karena faktor financial, masalah karakter, masalah orang tua. Semua masalah yang ada membuat istriku menyerah dalam menghadapi pernikahan ini. Aku sendiri tidak ada niat untuk menceraikannya…namun istri dari tahun pertama hingga saat ini entah sudah berapa kali meminta aku menceraikannya. Dia sdh mencapai puncaknya saat ini dan aku tak mampu lagi membendungnya. Aku dianggap sebagai kepala keluarga yang gagal oleh dirinya. Pernikahannya dengankupun menurut dia adalah karena rasa kasihan. Kami sdh dikaruniai seorg putra yang berusia 4 thn. Apakah memang kami harus bercerai ??
yct







apakah harus cerai ? tidak ada seorang pun yang bisa memberikan jawaban, karena kehidupan RT ini andalah yang menjalani.
sulit menganalisa dan memberikan saran yang baik hanya dengan membaca cerita pendek di atas.
Anda mengatakan bahwa anda tahu anda dan isteri anda memiliki masalah komunikasi. Bahkan sejak satu tahun pertama pernikahan anda, penyebabnya itu sudah ada.
saya jadi bertanya-tanya sendiri.. apa alasan kalian menikah ? saya yakin bukan karena hamil di luar nikah karena anak anda baru berumur 4 tahun sedangkan pernikahan anda sudah berjalan 6 tahun.
dan mengapa ia mengatakan alasannya adalah “kasihan” kepada anda ? seperti itukah pribadi anda sebelum menikah ? seseorang yang gagal dan patut dikasihani ?
6 tahun bukan waktu yang pendek. Dan dalam 6 tahun itu, apa usaha anda untuk menyelesaikan setiap masalah yang anda hadapi ? apakah anda tidak mencari penyebab utamanya mengapa ia sering meminta cerai dan mencarikan solusi terbaik ? Jika anda tidak berbuat apa-apa, tidak heran bila isteri anda merasa letih.
apakah anda sudah berkonsultasi dengan konselor pernikahan atau mungkin dengan romo paroki tentang masalah anda ? apakah anda melakukannya berdua dengan isteri anda ? apabila jembatan komunikasi sudah rusak, anda membutuhkan orang lain untuk berdialog dengan isteri anda untuk membangun kembali jembatan tersebut dan menemukan pemecahan masalah rumah tangga kalian bersama-sama.
tidak ada seorang pun yang dilahirkan ke dunia ini untuk gagal.
Ketika satu dari sekian juta sperma ayah anda bersatu dengan sel telur ibu anda, anda sudah menjadi seorang pemenang sebelum anda dilahirkan. Jika banyak kegagalan terjadi dalam hidup anda jangan berhenti mencoba hingga anda berhasil. Thomas Alfa Edison sebelum berhasil menemukan batu baterai, ia mengalami ratusan bahkan ada yang mengatakan ribuan kali kegagalan. Tetapi Edison tidak pernah mengatakan bahwa ia gagal. ia mengatakan bahwa ia telah menemukan ratusan [ribuan] cara temuannya tidak dapat bekerja. Ia percaya bahwa kegagalan hidup itu terjadi ketika orang-orang tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan keberhasilan, saat mereka menyerah.
Jika anda tidak ingin bercerai, apa usaha anda untuk membuktikan kata-kata anda itu ?
May God bless your steps..
Dear YCT,
Tentu saja TIDAK!
Memangnya kalo cerai lalu tidak ada masalah? hehehehe…. bakalan malah makin banyak masalah! Tetap harus ngurus anak padahal sudah pisah, padahal juga tidak boleh kawin lagi. Opo ra ciloko mencit kuwi?!??!?! (baca: sumprit, cilaka abiz!!!) Lha dalam 1 rumah saja masalah komunikasi tidak dapat diselesaikan, apa lagi kalo udah pisah, gimana mau menyamakan paradigma. Apa lagi kalo udah ada godaan untuk berhubungan dengan orang ke 3 waaahhh… lebih runyam lagi deh!
Bapak YCT yang baik,
Beruntung dalam rumah tangga ini, bapaklah kepalanya dan bapak tidak setuju untuk cerai. Saya mendukung sikap bapak. Bagaimana pun perkawinan itu kan gambar relasi Tuhan dan manusia yang tidak akan terceraikan. Itu sebabnya kita tidak boleh cerai. Naaa.. karena tidak boleh cerai maka buatlah rumah tangga bapak senyaman mungkin untuk berbahagia berdua.
Usul saya,
1. coba ajak istri bapak duduk bersama dan berdoa bersama. Bacalah Kitab Suci untuk mengerti bahwa pondasi hidup berkeluarga adalah Tuhan.
2. ajak istri bicara tentang semua masalah. Bapak kan pemimpin keluarga, jadi silakan memperlihatkan kwalitas pemimpin Katolik. Apa artinya? Seorang pemimpin adalah seorang yang terbesar dalam keluarga. Terbesar kewajibannya, terbesar tanggung jawabnya. Dia harus bisa memimpin keluarganya untuk taat kepada Tuhan. Ini juga sama artinya dengan jika kita menjadi pemimpin dalam organisasi. Seorang katolik yang menjadi pemimpin dalam organisasi memiliki tanggung jawab untuk dapat membawa organisasi tersebut mengerjakan segala sesuatu untuk taat kepada Tuhan.
Hayatilah: Matius 18:4 Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.
Maka, selama mengajak istri membicarakan masalah keluarga, hendaknya bapak merendahkan diri dengan memberikan pelayanan dan antusias tanpa praduga seperti halnya anak kecil. Memang begitulah seorang kepala keluarga itu pak, nomor satu adalah melayani keluarganya. Dan karena bapak bersatu dengan ibu maka ya pelayanan pertama tama memang harus diberikan kepada ibu.
Efesus 5:25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
3. Samakanlah dulu paradigma bapak dan ibu dalam membicarakan masalah. Silakan bersikap obyektif dan bijaksana. tekniknya: tanya dulu semua keinginan istri. Kalo perlu ditulis. Lalu ajak ibu berpikir bersama mengenai kemampuan kalian untuk memenuhi masalah masalah itu. Bersikap jujur saja bila ada yang bapak tidak mampu dalam memenuhi tuntutannya. Tapi tegaskan bahwa bapak sangat menyayangi keluarga dan tidak ada cerita untuk cerai. Kalo perlu bikin flow dari tiap masalah dengan terlebih dulu digambar dibagian akhir: TIDAK ADA CERAI.
Seandainya bapak mengatakan apa detail masalahnya, mungkin saya bisa memberikan idea penyelesaiannya. Tapi yang penting sebagai pemimpin Katolik memang pertama tama bapak harus melayani dan bukan mau menang sendiri.
Usul yang saya sampaikan ini bukan karena saya perempuan lalu saya memberikan usul yang demikian. Ini sungguh sudah dilaksanakan dalam keluarga kami maka saya berani mengusulkannya kepada bapak. Suami saya sungguh seorang pemimpin Katolik sejati jadi saya mengusulkan ini berdasarkan apa yang telah dilakukannya. Karena dia sangat melayani, maka bagaimana pun keras kepalanya saya, setiap kali saya malu untuk berkeras terhadap orang yang telah melayani kami. Yang namanya jengkel ya kadang ada, tapi tiap kali dipikir, gimana saya mau menang sendiri terhadap dia lha wong dia sudah ngalah sengalah ngalahnya. Kalo saya tetap egois kan ya mestinya saya malu, egois koq melawan orang yang penuh kasih.
Saya katakan ini agar bapak lebih berani mengambil resiko dalam merendahkan diri. Gak usah khawatir ntar ibu nglunjak.
Tapi, kalo emang terbukti dia jadi nglunjak ya ajak konseling atau retret keluarga. Pokoke usaha terusss!
Selamat memimpin keluarga bapak!
Salam berkah Dalem, rin
YCT YANG BAIK
Lihatlah anak dan istrimu saat tidur malam hari. Lihatlah dengan penuh rasa syukur bahwa sdr. diberi kepercayaan oleh Tuhan Yesus Kristus istri yang sempurna dan anak yang seluruh panca indranya berfungsi dengan baik dan bayangkan saat anakmu tertawa saat bermain, tertawa saat anda ajak bercanda.
Berdoalah pada malam itu dan bayangkan bila anak anda nanti sudah besar kewajiban apa yang harus anda lakukan ( menyekolahkan, membelikan baju baru, mengajak rekreasi dll) Dan bayangkan apabila anak anda besar nanti dapat menyelesaikan sekolah / lulus dan suatu saat dapat melangsungkan pernikahan.
Anak anda akan sangat bahagia apabila dihari hari yang baik tersebut melihat orang tuanya hidup rukun sebagai suami istri.
Bayangkan saat nanti anak anda mendapat gaji pertama sehingga dapat menraktir makan di restoran dengan bapak ibunya Atau bayangkan apabila saat melangsungkan pernikahan anak anda sujud sungkem mohon doa restu pada kedua orang tuanya.
Maka hilangkan rasa istri anda yang dianggap letih.
Semoga anda dapat merenungkan cerita diatas dan dibahas bersama dengan istri disaat waktu yang tepat.
Tuhan selalu memberkati bila anda memohonNya.
Sulas
Kepada Saudara YCT yang baik,
Sehat Walafiat itulah yang utama.
Kalau anda berjalan di jalan yang baik dan benar berpeganglah teguh akan kebenaran yang Anda yakini.
Berhati – hatilah dengan apa yang Anda lihat dan dengar. Bila yang Anda lihat/dengar itu baik maka teranglah pikiran dan hatimu dan perkataan dan perbuatanmu juga akan baik dan benar. Bila yang Anda lihat/dengar itu tidak baik maka gelaplah hati dan pikiranmu begitu juga dengan perkataan dan perbuatanmu juga akan tidak baik dan tidak benar”.
Berlatihlah menjaga hati dan pikiran supaya tidak melekat dengan pengalaman – pengalaman yang tidak baik.
“Berhati-hatilah supaya tidak Marah : Kemarahan disebabkan karena ketidak mengertian/ tidak memahami dengan jelas suatu persoalan.
Kemarahan disebabkan karena keserakahan”
Karena itu kemarahan dapat menyebabkan perang kepada dunia.
Kemarahan dapat menyebabkan kematian dan hal-hal negatif lainnya.”…
Berlatihlah mengatasi kemarahan maka akan memperoleh ketenangan/ kedamaian hati&pikiran.
Berdoalah untuk dia supaya disadarkan GBU