Istri selingkuh, suami ingin cerai

Romo, saya seorang wanita katolik tapi saya sangat jauh dari Tuhan.

Hampir setahun yg lalu saya menikah dengan seorang pria katolik (tapi belum dibabtis) yang juga jauh dari Tuhan. Kami menikah di gereja Katolik.

Kemudian saya telah melakukan kesalahan terbesar dalam hidup saya, yaitu berselingkuh. Saya benar2 menyesal & ingin memperbaiki kesalahan tersebut.

Namun suami saya, tidak bisa terima hal itu dan dia meminta perceraian. Saya berusaha untuk mempertahankan pernikahan ini, namun nampaknya hal tersebut hanya membuat suami saya merasa tertekan.

Saya telah mengkonsultasikan hal ini kepada Romo di paroki saya dan Romo menyarankan saya untuk tetap mempertahankan pernikahan ini. Kira2 sudah 2/3 bulan berlalu sejak terakhir kali saya berkonsultasi, dan saya selama ini saya masih terus berusaha. Tapi minggu lalu, suami saya kembali berkata kepada saya, kalau dia benar-benar merasa tertekan kalau harus terus menjalankan pernikahan ini. Ada saat-saat dimana dia jadi tertarik dengan wanita lain, jadi dia merasa lebih baik pernikahan ini diakhiri.

Romo, mohon berikan saya saran. Saya betul-betul merasa dilema. Apakah saya harus mempertahankan pernikahan ini? Atau saya mengikuti keinginan dia untuk berpisah, karena memang smua ini adalah kesalahn saya.

Terima kasih
RNY

11 Responses to “Istri selingkuh, suami ingin cerai”

  1. @RNY.. jadi suami anda hingga hari ini belum dibaptis ? jika ya, berarti ia bukan Katolik..

    tetapi jika ia bersikukuh bercerai, maka ia tidak bisa menikah lagi dalam Gereja Katolik, karena statusnya sebagai suami anda tetap utuh sebagai suami anda.. begitu pula dengan anda

    untuk anda, mintalah untuk menerima sakramen tobat. Kemudian kembalilah menyatukan diri anda kembali setelah pertobatan dan berbuatlah sebaik mungkin menjadi seorang isteri yang melayani suami, tetapi tidak perlu berlebihan melainkan sewajarnya.. layani dengan senyum dan semangat kegembiraan. jika ini tidak mendapatkan tanggapan jangan putus asa, pun bila semua itu ditanggapi penuh kesinisan dan ejekan, anda tidak perlu khawatir. ajaklah selalu suami anda berdoa bersama walaupun selalu ditolak.. antar ia ke kantor, dan tunggu ia kembali pulang.. hindari pertengkaran sebisa mungkin. berikan apa yang disenangi selama anda sanggup melakukannya dengan senang hati dan batas yang wajar dan tentu saja tidak membahayakan iman Katolik anda. Setiap usaha anda lakukan supaya suami anda kembali merasakan cinta yang membuatnya ia memilih anda menjadi isterinya.

    di sisi lain, carilah seorang yang anda kenal dan suami anda segani, terutama seorang laki-laki yang sudah memiliki usia pernikahan yang cukup lama.. ceritakan sejujurnya dan mintalah bantuannya untuk menyampaikan keinginan anda itu untuk tetap menjaga pernikahan itu kepada suami anda..pada saat anda bertemu dengan bapak itu sebaiknya anda ditemani oleh orang yang anda percayai dan juga mengetahui mengenai apa yang terjadi sesungguhnya.

    Jika keadaan memburuk, setidaknya ada yang tahu apa yang telah anda lakukan, pengorbanan anda untuk mendapatkan maaf dari suami anda dan mempertahankan pernikahan.

    jika perceraian terjadi, pertahankan janji pernikahan anda hingga maut memisahkan kalian berdua, dan sebaiknya suami anda mengetahui hal ini sejak ia mengatakan keinginannya untuk bercerai.

    bagaimana pun yang anda alami saat ini, anda harus terima sebagai silih pertobatan anda… semoga Allah membantu semua usahamu menyelamatkan pernikahanmu, dan menyentuh hati suamimu untuk memaafkanmu. May God bless your steps..

  2. Bu RNY,
    nikah baru 1 tahun dan masih banyak belum pas sih biasa. Gak usah ribet mikir. Selama dia masih bilang ingin cerai ya jangan ditanggapi serius. Ajak aja ngobrol ngorol ketawa ketawa. Manusia itu bu, apa lagi lelaki, kalo emang niat cerai sih gak usah MAU CERAI bisa langsung cerai. Kan tinggal urus ke Pengadilan Negeri to… Jadi selama dia masih bilangnya aja,”Aku kepengen cerai aja dari kamu” antepin aja bu. Jangan keburu nangis ato marah.
    Apa lagi kalo suami bilang,”Aku mulai tertarik pada 1 perempuan nih!” Ya bagus to, suami masih tertarik pada perempuan. Kalo dia tertarik pada lelaki kan ibu repot juga to….
    Minta maaf aja karena kesalahan,”Iya, bodoh ya aku koq bisa- bisanya selingkuh padahal kamu enak lho!”

    Ajak saja suami retret pasutri. Bisa di Marriage Encounter, bisa di Tulang Rusuk, bisa juga di paroki.

    kalo mau di ME, silakan kontak:
    National Ecclesial Team
    Rm. J. Widajaka CM, HP No +62813 3066 6789 – Email: widajaka@indo.net.id
    Suarno & Riana, HP No. +628123098472, Email: riana_suarno@yahoo.com

    Ajak suami berpikir: OK, di awal ini kita emang ada masalah. Sekarang kita gunakan masalah ini sebagai pelajaran. Besok besok mestinya kita lebih kuat dari sekarang. Tentu jangan lupa berdoa ya. Serahkan segalanya kepada Tuhan yang akan menolong kalian untuk lebih baik.

    Kalau…. kalau setelah semua cara ini suami masih juga berkeras mau cerai ya gak usah marah, gak usah sedih. silakan saja cerai, asal dia yang ngurus cerainya. Relakan saja toh memang ibu juga yang salah kan. jadi terima saja akibatnya. tangan mencencang bahu memikul.

    salam berkat Tuhan, rin

  3. Kepada ibu RNY,
    Kelihatannya suami anda belum mau memberi kesempatan kedua untuk anda. Sayang sekali ya, apalagi sekarang ini adalah masa pra paskah dimana kita bisa lebih merenungi apakah kita perlu memberi kesempatan kedua kepada sesama kita ataukah kita diperbolehkan untuk mendapat kesempatan kedua (kesempatan kedua, rm. ardi). Tapi tidak apa2lah karena suami anda non katolik jd ada kemungkinan besar dia tidak memahami makna paskah dan tentunya makna pra paskah.

    Saran dr ibnurini sgt bagus, anda dpt bergabung dgn kelompok2 kategorial seperti yg disebutkan, tetapi masalahnya adalah apakah suami anda mau diajak bergabung ?. Kelihatannya dia masih belum mau memaafkan anda. Hal itu wajar karena saya sendiripun akan marah jika mengalami kejadian seperti itu. Tetapi karena saya beragama katolik, maka saya akan melihat ini sebagai suatu tantangan yg harus saya hadapi dan saya akan mencari acuan untuk menetukan sikap. Salah satu acuan org katolik adalah kitab suci. Jadi saya mengambil kitab suci dan membacanya istilah kerennya Tolle,lege ! (ambillah dan bacalah!)dan saya akan membaca kitab Hosea, setelah itu baru saya akan mengambil sikap terhadap perbuatan istri saya.

    Hal diatas adalah sebuah ilustrasi. Karena anda berdua katanya “jauh” dari Tuhan, bagaimana kalau kalian agak “merapat” sedikit. caranya gampang, sebentar lagi di st anna ada Kursus Evanggelisasi Pribadi (KEP) ajak suami anda ikut supaya “jarak” anda berdua dgn Tuhan jd agak “dekat”, sesudah itu selesai dilanjutkan dgn ME, nah kalau semua sdh terlaksana baru anda berdua membahas mengenai masa depan perkawinan anda.
    tks

  4. sepengetahuan saya ME tidak menyarankan calon peserta yang sedang mempunyai masalah termasuk adanya kasus pihak ketiga.terima kasih.

  5. Mohon maaf ya,
    sumprit saya dan suami memang belum pernah ikut ME.
    So, saya kurang tau betul betul apa saja yang dilakukan di ME.
    Tapi, romo moderatornya, Chris Purba SJ yang sekarang di Kampung Sawah, adalah sahabat saya sejak kuliah
    dan beliau selalu mengajak kami ikutan ME
    sehingga saya percaya bahwa ME itu baik untuk perkawinan
    hanya saja bahwa untuk perkawinan bermasalah ME bakalan tidak menyarankannya untuk ikut …. sorry, saya tidak tau.
    Tapi, kalo ada kesempatan untuk bicara dengan romo Chris, saya percaya beliau akan membantu.

    Salam berkat Tuhan, rin

  6. kepada ibnurini

    Alex benar, saya baru mengikuti acara yg menampilkan SKK (Seksi Kerasulan Keluarga) persyaratan untuk menjadi anggotanya adalah pasangan (couple) saya juga baru tau sekarang.
    Jadi kelihatannya SKK itu bukan untuk pasangan yg bermasalah, karena kalau udah bermasalah enggak mungkin mau berpasangan.

  7. Mas Yanto yang baik,

    Terima kasih berusaha memberitahu saya.
    Saya sangat tertarik pada anak kalimat mas:
    karena kalau udah bermasalah enggak mungkin mau berpasangan.

    Saya sudah minta maaf karena saya tidak tau bahwa ME itu tidak untuk pasangan bermasalah. Tapi, secara logika orang Katolik, kalaupun pasangan itu bermasalah, bukankah ada jalan yang disebut MEMAAFKAN? Ada REKONSILIASI. Kalau selalu tidak ada jalan untuk kembali, mengapa Tuhan kita Yesus mengatakan
    (Matius 19:6) Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”
    Bagaimana pasangan bisa tidak cerai kalau bukan karena ada MEMAAFKAN?

    Perkawinan itu gambaran hubungan Tuhan dengan manusia. Manusia itu kan sontoloyo, suka berdosa. Tapi Tuhan kan selalu mau menerima manusia kembali bila memang tobat. Na… mestinya manusia dalam perkawinan juga begitu. Kalo pasangannya pas keblinger lalu tobat ya manusia sebagai gambar dan citra Allah hendaknya mengampuni dan menerima pasangannya kembali. Gampang ya ngomongnya?! heheheheheee…. Tapi aku tau pasti sulit melakukannya, sebab manusia bukan Allah. Tapi itu bukanlah mustahil bila beriman.

    So, tadinya saya mengira ME bisa membantu pasangan untuk treatment perkawinannya yang hampir bubar. Untuk mendampingi pasutri untuk saling memaafkan dan saling menerima kembali. Mungkin bukan demi diri sendiri atau pasangan tapi demi Yesus Tuhan kita yang sudah menderita oleh dosa kita. Atau kalaupun tidak untuk alasan yang suci itu ya rasionally demi anak anak, kalo punya anak. Kalo belum ya rasionalnya gini: emangnya kalo kita cerai, lalu ganti pasangan, tidak ada kemungkinan pasangan kita akan selingkuh juga? kan ya selalu ada kemungkinan itu. Maka kalo sekarang sudah dimaafkan, diharapkan dia tobat dan tidak mengulanginya lagi demi melihat kemurahan hati kita.

    Kalopun ternyata ME tidak untuk itu, saya kira Rm Chris Purba akan dengan senang hati mendampingi dulu pasangan tersebut menyelesaikan masalahnya baru kemudian ikut ME. Sayangnya dia sedang retret sehingga saya tidak bisa minta konfirmasi mengenai hal ini.

    Ups, kebanyakan ngomongnya ya? maklum, abis makan siang seeehh!

    Salam dengan semangat memaafkan, rin

  8. Dear Ibnurini,
    Saya juga pada awalnya berpikir bahwa SKK itu adalah semacam kategorial yg berkecimpung dalam masalah yg berkaitan dgn perkawinan. Tapi dari penjelasan singkat yg saya tangkap adalah mengajak keluarga katolik untuk lebih merasul. Jadi ada salah pengertian disini. Dan yang lucunya kita berdua memberikan saran yg kurang tepat hahaha.

    Rin, kalau saja semua suami istri punya landasan perkawinan seperti kamu ya pasti enggak ada masalah. Kalau kita perhatikan permasalahan seputar perkawinan yg ada di situs ini, kebanyakan perkawinannya adalah secara katolik, bukan berlandaskan iman katolik sehingga cara pandang dalam menilai suatu masalah lebih didasarkan pada pandangan diri sendiri (ego)jadi kalau bermasalah ya bubar.

    Karena saya belum makan malam jadi singkat saja.
    tks

  9. Mas,

    Herannya, bagaimana pun perkawinan itu ya selalu ada masalahnya.
    Lha wong jomblo aja ada masalah, apa lagi orang kawin ya pasti ada masalah. Ojo neh kita, Yesus juga punya salib-Nya. Jadi yaaaa… dalam banyak masalah, salib salib kehidupan kami ya kami jalani dengan menyerahkan beratnya kepada Yesus. Dan, memang semua kuk itu pas. Enak to?!

    Selamat makan malam lagi,
    rin

  10. Wah, topik ini sangat menarik..Sebagai seorang suami memang masalah ini sangat berat…beberapa saran diatas memang ada benar dan tidaknya. Yang jelas untuk masalah ketidak setiaan ini tidak mudah diselesaikan dan butuh waktu lama, bisa bulanan, tahunan bahkan puluhan tahun.Tapi Justru itulah jalan Tuhan…memang sulit tapi perlu pengorbanan kedua pihak..dan dalam kasus ini dua2nya bebannya semakin berat…1,Sang istri yang salah: harus tetap setia dalam usaha untuk selalu bersabar menerima perlakuan buruk suami, selalu berbuat baik pada suami, kembali setia, bahkan tetap setia menerima penghinaan suami, melayani dia sebaik-baiknya…sampai akhirnya dia menerima kembali isttri secara utuh…wau ini pasti sulit dan dari pengamatan saya bisa 1000000:1 yang bisa seperti ini…tapi hasilnya DASYAT…kuasa Tuhan seras berlimpah sesudahnya..bahkan kebahagiaan yang diterima sesudahnya berlipat ganda..dan yang lebih baik lagi= Tiket ke surga di Tangan…Godaan terbesar dari usaha ini adalah justru bujukan dan logika manusia, teman, bisikan2 dan omongan orang…pada hakekatnya orang lain tuh merasa senang kalo orang lain menderita dan jauh dari Tuhan karena seperti itulah mereka, jadi semua kembali ke pilihan anda……Bagi Suami=lebih Sulit lagi, bayangkan aja setiap detik melihat orang yang sangat dibencinya…memang jawabannya mudah=memaafkan…prakteknya….sangat sulit tapi ya itu kemabli lagi mau lewat jalan sulit=jalan Tuhan atau jalan yang enak=Jalannya Setan….ayo mari rajin ke gereja, baca kitab suci dan berdoa..pasti ada jawaban pribadi langsung dari roh kudus…dan itu MANTAP>>>

  11. Halo Romo
    kisah ini mirip dengan saya, namun saya sudah tidak selingkuh lg, dan bertobat. Namun masalah tambah rumit karena mendapati suami yg skrg selingkuh
    dan minta ijin punya pacar pada saya. Suami blum memaafkan saya, dan kalau marah suka memukul saya sampai luka. Saya masih ingin mempertahankan perkawinan ini, kami juga punya dua anak yg lucu2. Suami tidak ingin cerai, tp tiap kali gampang naik pitam bila ingat saya pernah selingkuh. Padahsl dia barusan selingkuh, saya sudah tidak selingkuh sejak brp thn yg lalu. Bsgaimana ya? saya bingung, tidak ingin cerai, tetapi seram bila dipukuli suami. Kami berdua menikah di gereja Katolik dan kami sudah dibaptis. Mohon sarannya Romo, trims

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>