Isteri cemburu berat

Dear Romo,

kami menikah sudah 5 tahun yang lalu secara katolik (istri saya katolik)…dan sudah memiliki seorang anak, perlu di ketahui bahwa isteri saya 2 tahun lebih tua
yang saya bingung, isteri saya kerap kali minta cerai, setiap tahun minimal sekali ia minta cerai…masalahnya cuma ttg persahabatan saya dgn beberapa wanita…tapi saya tidak menutup-nutupi persahabatan itu dari isteri saya, karena mereka adalah teman kantor saya…
pernah suatu ketika, saat ada undangan makan…berhubung tidak ada tempatdi dalam mobil, saya dan teman saya yg namanya rina berboncengan menuju ke tempat undangan…dan saya cerita ke isteri saya… ga taunya ia marah dan meminta cerai padahal dulu ia pernah lebih memilih boncengan dgn teman saya ke tempat lain dgn alasan mengurus masalah retret daripada jalan dgn saya
dan lagi saya dan rina ga ada hubungan apa apa…bahkan rina itu sudah saya anggap seperti kakak sendiri (karena usianya lebih tua dari saya)…jangankan perempun d kantor,boss saya sendiri (seorang lelaki), pernah di cemburuinya bahkan d bilangnya kami ini pasangan gay…ini yg bikin saya bingung???
Ada seorang perempuan muda d kantor saya yg selalu d cemburuinya (inisial N)…dlu si N pernah iseng ngirim sms yg isinya “kangen berat” ke HP seluruh staff cowok d kantor saya…maksdny itu N kangen ma cowoknya,karena cowoknya ga bisa d hubungin akhirnya ia sms kesemua no staff cowok, tp N smsnya pake HP OB…itu isteri saya lsg ngelabrak N d kantor saya…yah saya malu jadinya dgn org” kantor…mulai dari detik itu isteri saya sentimen dgn N…tp setiap kali ribut dgn saya, nama si N selalu d bawa bawa…walaopun ga ada hubungannya dgn N
Saya pernah ke kantor cabang tempat kerja isteri saya,(kebetulan ada kantor cabang dari kantor isteri saya baru buka)…d kantor itu cuma ada isteri saya dan seorang lelaki (kawan kantorya)…saya sempat mikir,kalo saya ada d posisi istri saya,yg ada d kantor cabang…sepi, terpencil dgn lawan jenis, isteri saya sudah pasti minta cerai lagi….tp saya ga mau membalas tindakannya yg dulu dulu, selama saya masih bisa bersabar

saat adik perempuan dari istri saya ma menikah,istri saya tiba tiba biang kalo saya ga usah ikut ke kota kecil tepat pernikahan di langsungkan dgn alasan biar hemat biaya…belakangan saya tau dari pesan di FBnya,kalo ada seorang cowok yg di undanganya ke pesta pernikahan..tp cowok tersebut malu / sungkan bertemu dgn saya…ini yg membuat saya bertanya tanya dalam hati, ada apa gerangan ??
dan saat di sanapun (saya tetap bersikeras ikut), ada seorang cowok dgn inisial Mdn, yg juga merupakan kakak dari mempelai pria, yg statusnya berusaha untuk di tutup”i dari saya…bahkan mertua saya sendiri melarang isteri saya bercerita bahwa Mdn itu mantan pacar dari isteri saya…istri saya bilang mereka tidak pernah pacaran tapi ibu mertua saya, keluarga isteri saya bahkan tetangga istri saya mengatakan bahwa mereka memang pacaran…kira kira siapa yang harus saya percaya ?? isteri saya atau mereka ??
dan masalahnya bukan di situ saja, di saat hari H, saya berusaha membantu acara pernikahan ipar saya tersebut…ngangkat barang dll…di saat saya lagi merekatkan sedotan ke gelas air mineral dgn isolasi, saya minta tolong kepada seorang perempuan (yg notabene adalah keponakan dari mempelai pria) untuk memotongkan isolasi agar saya mudah merekatkan sedotan tsb…tiba tiba isteri saya datang, sambil memfoto” kami berdua…katanya sih sebagai barang bukti…saya tentunya tidak tolol,seandainya saja isteri saya ada…saya pasti minta bantuannya…tapi pada kenyataannya ia malah tidur siang…

HP saya selalu d periksa baik sms ataupun panggilan keluar dan masuk…saya sih ga masalah karena memang tidak ada yg saya rahasiakan…bahkan semua email saya di periksa,FB juga di periksa…apabila ada yg ga di suka sama istri saya,hubungan pertemanan langsung d putuskan dan orang tersebut langsung di blokir dari account FB saya…saya ngikutin aja karena menurut saya itu bukan masalah…saya tidak boleh berhubungan dgn mantan” saya…it’s ok tp ada FB mantannya istri (inisialnya Jrd) saya ada di Friendlist isteri saya…bahkan ada 2 account FB Jrd…tapi saya ga mau melarang istri saya…karena menurut saya klo ga masalah dgn masa lalunya…yg penting masa sekarang yg kami jalani
tp kalo saya menanyakan kenapa ada sms dari adiknya yg d hapus di HP isteri saya,ia lsg meradang sambil bilang : jangan ngurusin hubunganku dengan saudara saudaraku!!! (tp klo saya ga cerita apa yg terjadi dgn sodara”saya…ia lsg marah”)

terkadang saya bisa merasa lelah atas semua ini dan sempat terbesit untuk mengakhiri hubungan kami seperti yg selama ini di inginkan isteri saya…tp saya masih mikirkan si kecil, masih memikirkan nama baik keluarga saya…saya selalu berdoa agar Tuhan senantiasa selalu memberikan kekuatan kepada saya

mohon petunjuk /bimbingan dari romo…

best regrads,
Nico

9 Responses to “Isteri cemburu berat”

  1. Saya rasa istri anda kena penyakit yang namanya DEMENTIA, coba priksa ke Dokter. Hati hati, penyakit ini bisa membawa emosi tidak stabil hingga bisa melukai bahkan membunuh orang lain.

    Dan prilaku yang dia tunjukan mirip sesuai yang ditunjukan dalam deskripsi gejala dementia

    Dementia is not merely a problem of memory. It reduces the ability to learn, reason, retain or recall past experience and there is also loss of patterns of thoughts, feelings and activities (Gelder et al. 2005). Additional mental and behavioral problems often affect people who have dementia, and may influence quality of life, caregivers, and the need for institutionalization. As dementia worsens individuals may neglect themselves and may become disinhibited and may become incontinent. (Gelder et al. 2005).

    Depression affects 20–30% of people who have dementia, and about 20% have anxiety.[7] Psychosis (often delusions of persecution) and agitation/aggression also often accompany dementia. Each of these needs to be assessed and treated independent of the underlying dementia.

    -Wikipedia-

    Jangan langsung salahkan Istri anda, coba cari jalan keluar untuk memeriksakan dirinya ke dokter.

  2. @Nico, saya pikir tidak perlu buru-buru ke dokter apalagi referensinya hanya dari wikipedia..

    Ada dua sisi mata uang dari kecemburuan itu, yang satu sisi karena “cinta”, yang lain karena “tidak percaya”. Sebenarnya cerita anda yang cukup panjang itu, tidak mudah untuk dianalisa, karena anda hanya menceritakan sisi isteri anda dan apa yang terjadi saat ini. Tidak anda ceritakan apakah sifat “cemburu” isteri anda ada sejak anda berpacaran dengannya. Jika tidak, kapankah pertama kali ia melakukannya dan apa yang memicunya ? anda mungkin bisa menebak-nebak, tetapi saya percaya isteri anda akan sangat mengetahuinya.
    atau kapankah isteri anda meminta cerai pertama kali dan apakah yang memicunya.

    JAdi mungkin anda bisa menemui seorang konselor perkawinan profesional atau coba bisa juga pastor paroki for start..

    Tetapi sebagai langkah awal hingga pertemuan dengan konselor, inilah yang bisa anda lakukan :

    Karena anda mengetahui bahwa isteri anda pencemburu, mengapa tidak anda kurangi hal-hal yang membuatnya menjadi cemburu. Janganlah pergi atau melakukan sesuatu atau bahkan hanya terlihat berdua saja dengan teman-teman wanita anda yang bukan karena tuntutan pekerjaan, siapa pun itu terlebih sahabat wanita yang anda sebutkan itu.
    Anda harus memahami, bahwa ketika anda memutuskan menikah dengannya, maka komitmen anda kepada isteri anda jauh lebih besar dibandingkan kepada sahabat anda. Jika anda harus berkorban, maka pastikan pengorbanan anda itu mendahulukan kepentingan perkawinan anda, bukan hubungan persahabatan anda.
    Dan sebagai sahabat, maka sahabatmu akan mengerti hal ini. SEbagai sahabat, ia akan senang melihatmu hidup bahagia bersama isteri anda. Dan sebagai sahabat ia akan melakukan langkah yang paling menyakitkan dirinya agar anda bahagia dalam perkawinan.

    anda tidak perlu menjadi musuh bagi sahabat anda, tetapi jadi tidak “not so fun as used to be”.. anda harus sadar anda kini adalah seorang suami dari seorang isteri, ayah dari seorang anak. Jadi anda tidak bisa bersikap sama seperti anda dulu masih lajang.

    Jika anda sulit melakukan hal ini, maka akan timbul pertanyaan saya : siapakah sebenarnya yang bermasalah dalam perkawinan ini ?

    contoh lain yang anda sebutkan : merekatkan sedotan, karena anda tahu isteri anda seorang pencemburu, maka mengapa hal itu tidak anda lakukan sendiri. misal dengan cara memanfaatkan tepi meja.. (bingung ? cobalah berpikir lebih kreatif tentang tepi meja itu, saya pun belajar dari orang lain hanya karena melihatnya melakukan hal itu). Anda bahkan tidak perlu menyalahkan isteri anda yang tidur :)

    HAl kedua bangun komunikasi yang lebih positif dalam hal konten :) .. tidak perlu membicarakan hubungan isteri anda dengan orang lain.. misal : cobalah berbicara tentang anak anda, tentang rencana keluarga kecil anda di akhir pekan pergi bersama. rencana makan malam bersama. Mungkin anda perlu waktu pergi berdua dengan isteri anda lagi, makan dan nonton misalnya. Tunjukkan betapa anda menyayangi anak anda. Tunjukkan juga perhatian anda kepada isteri anda. misal anda mempersiapkan surprise party dengan anak kalian untuk isteri anda, dst..

    Dan seperti saran saya sebelumnya, Jika komunikasi dengan isteir anda sudah sangat sulit, maka anda membutuhkan bantuan pihak ke-3 , seorang konselor perkawinan. Karena anda membutuhkan seorang yang netral dan seorang yang mampu membantu kalian membuat perubahan ke arah yang lebih baik. MAsalah perkawinan tidak bisa diselesaikan hanya oleh anda atau isteri anda. Satu sama lain harus berkomitmen dan harus saling bekerja sama. Tidak bisa anda melakukan sesuatu tanpa diketahui tujuannya oelh isteri anda, begitu juga sebaliknya. Harus ada harmonisasi.

    Dan terakhir dan tidak kalah penting, berdoalah kepada Tuhan mohon kekuatan dan bimbingan. Anda katakan isteri anda Katolik, saya tidak tahu apa agama anda. Tetapi jika anda Katolik juga, maka rajinlah pergi ke Gereja bersama, berdoa bersama. Dan terimalah juga sakramen tobat.

    May God bless your steps..

  3. Dear Ray C,

    kalo melukai org mungkin tidak tapi cenderung melukai dirinya sendiri
    dulu waktu awal ketemu, saya pernah ngeliat bekas bekas sayatan d lengannya…padahal dia bukan tipe org yg “ngedrugs”…katanya sih itu luka yg di bikinnya ketika ia benci terhadap mantannya (yg saat itu masih jadi pacarnya)…

    saya masih mikir 5 kali untuk mengajak ia ke psikolog, karna buntut”nya pasti akan terjadi permasalahan yg lebih besar…

  4. Dear Romo,

    Saya berharap berita paroki tiap minggu di muat setiap minggunya, karena saya juga sering menggunakannya mencari lowongan kerja di website gereja santa anna. Sering terjadi Sampai lewat seminggu bahkan 2 minggu baru berita paroki 2 atau seminggu lalu di muat. sedangkan lowongan kerjanya sudah lewat masanya /basi. saya paroki Gereja Santa Anna tapi saya masih sering ke gereja Santo Mikael, Kranji, karena rumah saya yang lama dulu di kranji dan sekarang di Perum.Pondok kopi. Pernah saya ke Gereja Santa Anna tidak kebagian Berita paroki, harapan saya nanti dimuat di websitenya ternyata belum ada sampai seminggu. Dan kalausy dan keluarga mau rencana misa natal/paskah & lihat jadwal misa natal / paskah yang diumumkan di berita paroki, belum juga termuat sampai terkadang sudah basi/lewat waktunya baru termuat.Romo bisa lihat sendiri/buka sendiri websitenya sekarang. Bagaimana yang bukan umat paroki santa anna, tapi ingin lihat jadwal misa Natal/Prapaskah/pengakuan dosa masa adven ini, kalau bukan dari telpon (kalau tahu)/ Websitenya (cari di di internet, seperti sy). Saya kerja dikelapa gading, karena perjalanan macet & mengejar waktu, kalau pengakuan dosa atau ingin ikut misa di kelapa gading (gereja Santo Yakobus : Misa Rabu abu/Kamis putih dll), saya tinggal buka websitenya. Mohon Romo bantuannya. Terima kasih

  5. @Nico,

    sebelum dibawa ke dokter, anda dulu yang harus ke sana dan konsultasi terlebih dahulu. Jelaskan mengenai prilaku istri anda, dia akan lebih mengerti apabila itu betul gejala Dementia.

    Lalu kemudian dia yang akan mengajarkan bagai mana mengatur pertemuan.

    Saya bukan ingin menakuti, tetapi kadang orang suka meremehkan hal hal yang gejalanya sudah jelas dan malah memusingkan hal hal yang belum tentu terjadi.

    Contoh: Orang lebih takut menjaga makan makanan berlemak karena sakit jantung dari pada memeriksakan dirinya yang mungkin mempunyai masalah kepribadian ke dokter.

    Atau orang lebih takut terkena kanker dari pada nyeberang jalan sembarangan.

    Saya hanya memberikan advise saja. Kalau anda berkenan saran pak Johan bisa diterapkan terlebih dahulu. Tetapi melihat ada bukti menyakiti diri sendiri saya yakin dia punya masalah dengan kepribadiannya. Karena sepupu saya juga seperti itu, suka melukai dirinya sendiri pakai gunting. Anaknya pinter, punya gelar doctorate S3 science technology. Tetapi pintar bukan berarti tidak bermasalah.

  6. Dear Johan,

    1. Tidak anda ceritakan apakah sifat “cemburu” isteri anda ada sejak anda berpacaran dengannya.
    => sejak berpacaran memang sudah cemburuan tapi tidak separah ini

    2. kapankah isteri anda meminta cerai pertama kali dan apakah yang memicunya.
    => pada tahun 2007,saya lupa bulan dan tanggalnya, pemicunya hanya karena saya berboncengan naek motor dgn teman kantor ke undangan makan…dan itu ga cuma berdua…ada 2 motor, yang 1, vega, di kendarai teman saya Bn (bertubuh tambun) dan temen saya satu lagi Bdn…sedangkan yg saya kendarai di boncengin oleh Rn (bertubuh lumayan besar), apa tega ngeliat Bn dan Rn berboncengan dgn motor kecil?? sedangkan Bdn ga bisa bawa motor….

    3. mengapa tidak anda kurangi hal-hal yang membuatnya menjadi cemburu. Janganlah pergi atau melakukan sesuatu atau bahkan hanya terlihat berdua saja dengan teman-teman wanita anda yang bukan karena tuntutan pekerjaan, siapa pun itu terlebih sahabat wanita yang anda sebutkan itu.
    => ini sudah saya lakukan, tidak pernah cuma bedua saja pergi dgn lawan jenis untuk tuntutan pekerjaan ataupun bukan…terlebih lg dgn si N…tp untuk tidak berkomunikasi sama sekali (seperti yg di minta istri saya) rasanya susah karena ada beberapa pekerjaan yg mengharuskan saya bekerja sama dgn N walopun sangat jarang sekali, perlu di ketahui kami berbeda ruangan (dan istri saya juga mengetahuinya kalo kami berbeda ruangan)
    tp 75% dari pertengkaran kami,istri saya selalu membawa bawa nama N meskipun tidk ada sangkut pautnya

    okelah kalo mengenai lawan jenis, tp bagaimana dgn atasan saya?? seorang cowok / lelaki yg juga d cemburuinya….????

    4. Dan sebagai sahabat, maka sahabatmu akan mengerti hal ini. Sebagai sahabat, ia akan senang melihatmu hidup bahagia bersama isteri anda. Dan sebagai sahabat ia akan melakukan langkah yang paling menyakitkan dirinya agar anda bahagia dalam perkawinan.
    => setelah kejadian ia d labrak istri saya d kantor, N memang sedikit demi sedikit menjauhi saya…

    5. anda harus sadar anda kini adalah seorang suami dari seorang isteri, ayah dari seorang anak. Jadi anda tidak bisa bersikap sama seperti anda dulu masih lajang.
    => saya mulai dari awal menikah sudah menyadarinya…bahkan untuk kumpul” dgn teman saja saya sudah hampir tidak pernah lagi…saya ketemu teman sekolah / kuliah saat d mall,rumah makan atau pada saat mereka menikah…sebagian besar waktu saya habiskan unu pekerjaan dan keluarga…

    6. merekatkan sedotan, karena anda tahu isteri anda seorang pencemburu, maka mengapa hal itu tidak anda lakukan sendiri. misal dengan cara memanfaatkan tepi meja.. (bingung ? cobalah berpikir lebih kreatif tentang tepi meja itu, saya pun belajar dari orang lain hanya karena melihatnya melakukan hal itu). Anda bahkan tidak perlu menyalahkan isteri anda yang tidur
    => tidak ada meja, kebetulan ada keponakannya yg sdang duduk” di situ dgn sepupu”nya (cewek semua)…saya sih mikir, ini keluarganya…jadi ga masalah,lg pula cuma memotong isolasi tidak ada bicara, tidak ada kontak fisik,tidak ada pandang”an…bener” fokus buat kerja

    7. tidak perlu membicarakan hubungan isteri anda dengan orang lain.. misal : cobalah berbicara tentang anak anda, tentang rencana keluarga kecil anda di akhir pekan pergi bersama. rencana makan malam bersama.
    => pulang kerja,ia langsung baring berusaha untuk istirahat…setelah itu bangun dan mandi trus makan apabila ia pulang jam 7 malam…kira kira berapa waktu untuk kami berbicara?? ia pernah loh pulang jam 10.30 malam….

    8. Mungkin anda perlu waktu pergi berdua dengan isteri anda lagi, makan dan nonton misalnya. Tunjukkan betapa anda menyayangi anak anda.
    => sudah sering d lakukan untuk pergi makan d luar rumah, cuma nonton bioskop saja saya kurang begitu suka bahkan terkadang kami ke arena bermain anak

    Thanks atas masukannya

  7. @Nico.. jika anda sudah mengetahui sejak awal bahwa isteri anda pencemburu dan anda dapat menerimanya dan tetap memilihnay sebagai isteri anda, maka apa pun yang terjadi kemudian, anda harus menyadari itu adalah resiko dari keputusan anda. Dan anda tentunya dengan berbesar hati bertanggung jawab.

    jika si N, adalah menjadi alasannya, maka saran saya anda mencari pekerjaan baru, bahkan bila perlu tidak berhubungan dengan si N, tutuplah account facebook anda. pernah anda dengar istilah facebook = mendekatkan yang jauh, namun juga menjauhkan yang dekat. Jadi bila anda menutup facebook anda, saya jamin, anda tidak dirugikan apa pun.

    dan ada banyak waktu yang anda tidak sadari untuk bercakap=cakap walaupun hanya sebuah percakapan kecil sederhana. saat ia berbaring, mengapa anda tidak memijat atau melayani dia. Tidak pernahkan anda menghubunginya saat jam istirahat siang ? atau saat weekend, saat anda bersamanya dan anak anda. anda yang lebih tahu tentang isteri anda, jika ada niat pasti ada cara, pasti ada waktu.

    Anda harus sadar jika anda ingin memperbaiki ini, anda pun harus berkomitmen untuk melakukan perubahan, bahkan perubahan itu adalah sesuatu yang tidak anda sukai sekalipun. Anda harus membuang ego bahwa anda-lah seorang korban, pihak yang benar, sehingga melulu berpikir isteri andalah yang harus meminta maaf dan berubah. Anda dan isteir anda harus bekerja sama. bahkan terkadang, yang anda harus berkorban lebih besar. Jika semuanya sudah sedikit terkendali, maka anda bisa mengajaknya bertemu dengan konselor, tetapi ingat intinya bukan memperbaiki sikap isteri anda, tetapi memperbaiki hubungan dimana anda pun berperan di dalamnya.

    Sudah saatnya anda kembali ke dunia nyata, berkelut di dunia maya tidak akan memperbaiki situasi yang anda hadapi hari ini. Jika anda tidak bisa memikirkannya seorang diri, ajaklah seseorang yang anda dan isteri anda segani dan merupakan seorang panutan, untuk berbicara dan berdiskusi. saran-sarannya bisa menjadi masukan dan pilihan, tetapi ingatlah jangan menggantungkan harapan anda kepada siapa pun, karena anda dan isteri anda-lah yang sesungguhnya bisa memperbaiki relasi dalam perkawinan dan keluarga kalian.

    May God bless your steps..

  8. Dear Nico,

    saya pernah mendapat masukan dari seorang senior, kira2 spt ini :

    dalam hidup ini hal terpenting adalah memperbaiki hubungan kita kepada Tuhan.. dan menemukan/mengalami kasih sayangNya. Semua masalah yang terjadi itu adalah sarana untuk kita semakin ingat dan mengandalkan kasih sayang Tuhan.

    Pastilah jika sesuatu terjadi dalam hidup kita yang berupa ketidakpuasan dan ketidakbahagiaan, sudah pastilah kita penyebabnya dan satu2nya alasan adalah kita sudah tidak punya hubungan yang baik dengan Tuhan.

    cobalah kita cek dalam diri kita sendiri, pada saat kita merasa tidak puas/tidak bahagia, bagaimana sikap hati kita kepada Tuhan dan sesama ?

    Dan dalam membina hubungan, janganlah mengandalkan pemikiran kita sendiri, rasio/logika/analisa apa pun, dalam hal apapun janganlah pernah mengikuti emosi kita sedikit pun.. Janganlah bersandar pada aku ini.. Tetap dalam ketenangan hati, dan ada Kasih di sana, dan pastilah pada saat2 itu kita akan dapat melihat permasalahan kita dengan lebih jelas. Dan kita akan lebih tahu keputusan apa yang terbaik untuk itu.

    Ketenangan hati adalah sesuatu yang perlu dilatih sehari2 dalam waktu apapun. karena kita cenderung selama bertahun2 mengikuti pikiran dan emosi kita. Maka belajar masuk dalam ketenangan hati adalah sesuatu yang perlu dilatih. Pada saat kita lebih tenang, hati kita akan lebih mudah menerima Kasih Tuhan. Dan kita akan dapat berpikir, berucap, bertindak sesuai dengan kehendakNya.

    Di sini banyak kan pelatihan2an termasuk meditasi, doa, dsb nya.

    dan terakhir, memang teori dan nasehat adalah sangat gampang, dan praktek sungguh tidak gampang, apa lg bagi seseorang yg sudah sering tidak puas..

    semua nasehat ini juga adalah untuk diri saya sendiri..

    selamat mencoba..

  9. Mungkin ini juga dapat menjadi pembelajaran bagi semua orang dari apa yang pernah saya alami.

    saya sendiri pernah pacaran dan awal2 rasanya sangat indah, tapi lama2 saya mulai jenuh, karena sifat saya sendiri yang selalu ingin mencari lebih baik, lebih cakep.. Saya sendiri sering merasa tidak puas dengan pacar saya, dalam arti saya melihat begitu banyak kekurangan2 dalam dirinya. Dan hubungan kami yang kurang baik, selalu saya merasa saya adalah pihak yang benar dan dia di pihak yang kurang benar.

    Akhirnya kami pun berpisah..

    Setelah suatu hari saya mulai berlatih dan mulai masuk dalam ketenangan hati. Permasalahan dulu mulai terlihat kembali, Saya mulai menyadari, bahwa hubungan kami yang kurang baik, saya sendiri terlibat di dalamnya. Saya tidak mencintai dirinya dengan sungguh2, dan juga chemistry2 cinta sudah tidak ada.. Dalam pikiran saya waktu itu, saya selalu ingin berhubungan dengan yang orang lain yg saya anggap lebih baik, lebih cakep, dsbnya.. dan itu karena kebiasaan hidup yg disertai hawa nafsu.. saya juga tidak memperlakukan dia dengan baik.. tidak memberi perhatian dan kasih kepadanya.. dan banyak hal yang saya lakukan cuman basa basi.. dan melakukan dengan rutinitas.

    pada waktu itu sehari2 saya sulit mengontrol pikiran dan nafsu saya, dan ini adalah pemicu terburuk hubungan kami menjadi kandas.. karena dengan hawa nasfu, saya selalu ingin berhubungan dengan yang lebih cakep dan sering merasa tidak puas..

    walaupun pasti adalah kekurangan2 dan kesalahan2 dalam diri pacar saya, tapi pasti tidaklah sepenuhnya semua masalah karena dia.

    ke depan pun, bila menjalin hubungan, belum tentu semua akan sempurna dan bagus.. Dan itulah tantangannya. Saya sendiri salut dengan Anda yang dapat begitu sabar menerima perlakuan sang istri. Tapi percayalah, pasti kita juga ada terlibat di dalamnya.

    Salam,

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>