Hubungan dengan istri bermasalah, ingin kawin lagi

Saya telah menikah secara katolik th 1995 dan telah dikaruniai 3 anak. Sejak 5 tahun terakhir (2005) hubungan suami-istri sering tidak harmonis apalagi sejak 2 tahun terakhir. bahkan dlm hub sex pun jadi ikutan panas dingin (cuma bs 1 bulan sekali) kadang 2 bulan sekali. Komunikasi dgn berbagai cara sdh ditempuh namun mungkin karena kami hanya berbeda usia 1 tahun, menyebabkan sama2 keras.. Hal ini terjadi krn pd saat2 dimana saya tidak bekerja (org kantoran) ekonomi keluarga juga terpengaruh. padahal sejujurnya telah berulang kali saya katakan bahwa: saya ingin berusaha sendiri (wiraswasta), dgn bekal pengalaman puluhan tahun di dunia pemasaran, tentu bukanlah hal sulit. Namun sang istri tetap tidak pernah mau mendukung jika pilihan saya begitu. Selalu saya yg dipersalahkan, dibilang egois, tdk bertggjwb, dll.(kalo dia lg emosi). Saya maklum krn dia mgkn lupa bahwa sejak anak ke-3 lahir (th 2001) Sayalah yg menafkahi keluarga.. tapi ya begitulah, dia selalu merasa ada yg kurang dan salah terus dari saya.

Hingga akhirnya pd sekitar 2009 lalu saya ‘terpaksa’ berselingkuh dgn rekan kerja wanita katolik yg kebetulan berusia 14 th lebih muda dari saya. Dia sdh bersuami dan punya 2 anak. Singkat cerita: kehidupan rumah tangganya juga ga beres, suaminya 13 th lebih tua darinya, sangat berbeda sikapnya dgn dulu ketika pacaran… walau org tuanya ‘kurang’ merestui pilihan putrinya namun pernikahan mereka secara katolik tetap dilangsungkan. Nah, 2 tahun ini suaminya sering keluyuran malam pulang pagi (katanya mancing), memang hobinya mancing & minum miras. dalam seminggu bisa 5x.. Yg jadi persoalan bagi istrinya, si suami kurang peduli dgn keluarganya bahkan thd kedua anaknya yg masih balita. Saya sendiri juga kaget, ternyata si istri & anaknya cuma ‘dikandangin’ sehari-harinya. Gak pernah pergi ke Mal, rekreasi kalo liburan, dll. Jujur, saya jadi ‘kasihan’ dan semkin memotivasi saya utk dapat membahagiakan dia (apalagi toh hubngan saya dgn istri sendiri sedang bermasalah). Jujur juga, saat ini kadar cinta saya kpd dia melebihi kpd istri saya. Dan dia juga yg selama ini sebagai tempat curhat saya, bahkan diantara saya dan dia, sudah bersepakat utk memulai hidup baru dgn saling menerima kekurangan masing2. Bgmana kelanjutannya, apakah secara katolik kami boleh menikah lagi?? Tolong berikan solusi yg terbaik. Terima kasih atas bantuannya.

Ads

2 Responses to “Hubungan dengan istri bermasalah, ingin kawin lagi”

  1. anda memutuskan untk membahagiakan istri org lain ketimbang istri&anak2 anda?? Sbenarnya siapakah yg anda ikat janjinya ketika menikah tahun 1995 yang lalu dihadapan Allah yg dsaksikan oleh saudara2, teman2 dan keluarga anda?

    Jika anda tdk mampu mlihat knyataan yg sdg anda alami dg mata dan hati yg jernih, silahkan anda buat ptanyaan2 yg dpt mbantu anda mrefleksikan pjalanan keluarga anda sejak menikah dg gadis pilihan anda…

    Dalam sakramen prnikahan yg pernah sy hadiri, sy mndengar kotbah pastor, dlm kehidupan pkawinan sdh tdk layak lagi mlakukan yg ‘enak2′ sj melainkan lakukanlah yang BENAR. Contoh: sy ingin mbahagiakan wanita lain drpada istri sy krn wanita itu sudah mjadi tempat curhat sy. Kputusan itu enak bagi anda krn wanita itu mjd obat curhat bagi anda, tetapi apakah keputusan itu BENAR mnurut kenyataannya?? Silahkan jawab sendiri…

    Memang, yang BENAR itu seringkali tidak enak rasanya, tetapi sebagai manusia yg (katanya) punya hati, harus mulai mengasah hatinya untuk mbuat kputusan yg BENAR shg prbuatan yg dhasilkan pun mjadi BENAR…

    Dmikian tanggapan dr sy. Mhn maaf jk tdapat kata2 yg kurang bkenan.

    Salam,
    NN

  2. @Ads.. perbuatan anda membahayakan bukan saja diri anda tetapi keluarga anda. Karena perbuatan anda sudah tergolong perbuatan yagn melanggar hukum pidana dan bisa dijerat pasal perzinahan.

    Dalam tulisan anda, anda menempatkan diri anda sebagai pihak yang tidak bersalah, tetapi menurut GK, sebaliknya, isteri anda dalam hal ini adalah pihak yang tidak bersalah. Anda berselingkuh, anda melalaikan kewajiban anda sebagai suami dan juga sebagai ayah dari anak-anak anda. sebagai seorang Katolik anda telah melukai kasih.

    Sebagai kepala dan penyedia finansial keluarga, anda memiliki kewajiban utama untuk memberikan kesejahteraan anak-anak anda, termasuk memenuhi kebutuhan RT. Kecuali anda bersedia bertukar tempat dengan isteri anda, karena isteri memiliki penghasilan lebih besar sehingga isteri menjadi motor penggerak finansial keluarga dan anda menjadi pengurus RT termasuk kebutuhan sehari-hari anak-anak anda. Jadi anda tidak perlu merasakan bahwa perbuatan anda mencari nafkah perlu diberi kredit lebih oleh isteri anda atau merasa anda lebih berperan dalam keluarga, karena memang itu sudah menjadi kewajiban anda.

    Keputusan anda untuk berwiraswasta,harusnya didukung dengan perencanaan yang matang dan bijaksana, karena anda bekerja bukan untuk kepuasan diri anda lagi, melainkan untuk sebuah keluarga yang menggantungkan kesejahteraannya kepada usaha yang anda lakukan. Jadi walaupun anda memiliki obsesi wiraswasta, tetapi bila itu mengancam stabilitas finansial keluarga, sebaiknya anda menundanya sampai saat yang tepat, misal : setelah anda memiliki cukup tabungan, sehingga bila usaha anda belum membuahkan hasil atau bahkan gagal, kebutuhan keluarga anda tidak ikut terseret karenanya. Sehingga anda bisa punya waktu untuk mengubah keputusan atau strategi anda dalam memenuhi kebutuhan finansial keluarga. Ini disebut backup plan.

    Kembali kepada pertanyaan anda, apakah anda bisa menikah secara Katolik ? jawabannya sederhana, tidak ! Justru Gereja akan menyarankan anda untuk segera bertobat dan kembali kepada keluarga anda.

    Mengenai perempuan yang menjadi teman selingkuh anda saat ini..jika menelusuri cerita anda, anda sebenarnya sadar atau tidak telah memanfaatkan kondisi labil yang kini dialami oleh perempuan itu. Dimana ketika suaminya tidak memperhatikan dirinya, anda tiba-tiba muncul sebagai sosok laki-laki ideal dimatanya. Jika si perempuan tidak mengalami apa yang ia alami hari ini, tentunya anda bukanlah seorang yang penting dalam hidupnya..

    Jadi solusi terbaik adalah, tinggalkan kehidupan perselingkuhanmu itu, dan kembalilah kepada keluargamu. selesaikan masalahmu dengan isterimu. Bila perlu cari waktu untuk berkonsultasi, mencari kembali yang hilang yang dulu telah mengikat tali cinta kalian ke dalam pernikahan. Luangkan lebih banyak waktu untuk bersama isteri dan anak-anakmu. Jika anda bisa bersepakat dengan perempuan lain untuk menjalani kehidupan baru dengan saling menerima kekurangan masing-masing, mengapa anda tidak bisa bersepakat dengan isterimu sendiri untuk memulai babak baru dalam pernikahan dengan saling melengkapi kekurangan satu sama lain, saling mendukung dan lebih saling mengasihi..

    May God bless your steps..

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>