Hidup tidak berarti, ingin bunuh diri
Salam Romo,
Saya dari paroki santo kristoforus grogol, pada saat saya menulis rubrik ini saya dalam kondisi putus asa dan ingin sekali melakukan yang nekat untuk mengakhiri hidup ini…oh iya sebelumnya tahun 1995 saya pernah melakukan bunuh diri dengan minum obat nyamuk dan saya ditolong saudara dan akhirnya saya selamat tapi bila saya mengalami stress dan putus asa saya sering berpikiran untuk bunuh diri..Romo saya menikah dengan seorang wanita katolik dan berjalan hampir 7 tahun dari pernikahan saya dikarunia 2 orang anak laki-laki dan setelah saya jalanin selama ini saya sering cekcok mulut dan hampir KDRT terhadap istri saya memang saya akui kalau saya orangnya tempramental dan sensitif sering cepat tersinggung…Romo saya akui memang di Hukum Gereja Katolik ngak ada perceraian oleh sebab itu saya ingin sekali meninggalkan keluarga saya terutama kebencian saya sama istri dan saya minta romo segera memberikan solusi atau jalan keluar biar saya tenang menjalani hidup ini sebab dari kecil sampai saya berkeluarga saya merasakan hidup ini gak ada artinya dan mohon romo untuk mendoakan saya agar saya tidak berbuat nekat.
STL
Jakarta Barat







Dear bro STL,
Wah jangan bunuh diri dulu donk, kita kan belum ngobrol. Hari Sabtu – Minggu Romo lagi pada sibuk kita kongkow dulu aja ya.
Bro, pertama-tama lupakan dan hilangkan dulu angan-angan untuk bunuh diri……….Lha kalau bro masih temperamental,sensistif…sering cepat rersinggung dsb, terus putus asa…mengakhiri hidup? Bayangkan bro mau kemana nanti? Yang pasti Tuhan gak bakalan terima. Ingat ya bro, seberat-berat beban bro saat ini gak bakalan bisa dibandingkan sama penderitaan yang bakalan bro alami bila mati bunuh diri, kekal…. lagi.
Aku yakin bro udah tahu ajaran Tuhan bahwa hidup adalah anugerah yang harus kita syukuri, juga hidup adalah proses belajar yang tak berkesudahan. Belajar mengasihi, mengampuni, menerima kekurangan orang lain. Coba bro adakan waktu teduh untuk berkomunikasi dengan Tuhan, baca renungan harian, pasti bro akan tenang.
Bro di Kristoforus ada Pak Steve (pernah jadi dewan paroki, rumahnya di Tomang) yang pastinya beliau akan dengan senang hati untuk sharing dan membantu bro cari jalan keluar, coba hubungi beliau, bisa tanya alamat ke Pastoran.
Okay bro….. Tuhan Yesus mengasihimu, Dia pun menderita untuk kita.
Syaloom,
Adi
Sdr. STL,
turut prihatin dengan kondisi kejiwaan Anda. Menyimak surat Anda, banyak sekali pertanyaan yang terlintas dalam benak: Mengapa Anda begitu stres dalam hidup ini? Apakah Anda termasuk orang yang terlalu perfeksionis – ingin segalanya sempurna, sehingga Anda tidak bisa mentolerir sedikit pun kesalahan atau kekurangan? Ataukah Anda punya pengalaman masa kecil yang buruk? Apakah selama ini ada orang yang Anda percaya dan selama ini dapat menjadi tempat curahan hati saat Anda mengalami kegelisahan, kekecewaan, atau kesedihan? Mengapa setelah Anda menikah 7 tahun, Anda membenci istri Anda? Bagaimana hubungan Anda dengan kedua putra Anda?
Betapa pun, Anda sepatutnya bersyukur, karena Anda masih bisa menyadari bahwa ada keinginan dalam diri Anda untuk bunuh diri. Ini menandakan, Anda tetap waspada walau didera stres berat. Teruslah menyadarinya, agar Anda dapat mengendalikan keinginan itu.
Mengapa Anda hanya melihat hidup dari sisi buruknya? Tidakkah Anda bersyukur kepada Sang Pencipta yang telah memberi napas kehidupan, anggota tubuh yang lengkap, dan kewarasan berpikir kepada Anda?(renungkanlah Mazmur 139). Anda pun patut bersyukur atas keluarga Anda – orangtua dan saudara-saudara, serta istri dan kedua putra Anda. Mereka semua mencintai Anda, maka Anda dapat bertahan hidup sampai sekarang.
Anda minta Romo mendoakan Anda, agar tidak berbuat nekat. Semua orang di sekeliling Anda hanya dapat membantu, tetapi daya penyembuhan yang paling ampuh datangnya dari diri sendiri. Belajarlah menerima diri Anda, pengalaman hidup Anda, keadaan dan orang-orang di sekitar Anda, apa adanya – dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Kendalikanlah berbagai kecenderungan negatif dalam diri, kembangkan segi spiritualitas. Jalinlah hubungan pribadi dengan Tuhan, bukan sekadar beribadah karena kewajiban/perintah agama.
Nikmatilah napas kehidupan, karena hidup ini hanya sekali. Meski ada berbagai peristiwa tidak menyenangkan dan mengecewakan yang kita jumpai dalam hidup, sebenarnya apa pun yang terjadi di sekitar kita tidak akan memengaruhi batin kita, jika kita tidak menilai peristiwa-peristiwa tersebut dengan pikiran kita.
Anda pernah diselamatkan dari upaya bunuh diri. Itu bukan peristiwa kebetulan, melainkan bukti nyata Tuhan sangat menyayangi Anda, sehingga Anda diberi kesempatan kedua untuk merasakan indahnya hidup dan menjawab panggilan Tuhan dalam hidup Anda. Jangan Anda menyia-nyiakannya. Berilah makna pada kehidupan Anda. Hiduplah pada saat ini, tanpa dibebani berbagai kenangan masa lampau dan kecemasan akan masa depan. Berjalanlah bersamaNya, Anda pasti bisa menjadi pemenang dalam hidup di dunia ini.
hidup itu singkat dan hanya skedar persinggahan saja…so…gunakanlah kesempatan yg singkat itu tuk menemukan petualagan2 menakjubkan dalam karya2 yg tbaik…
Hal2 yg tak perlu dpikirkan, jangan lagi dpikirin krn nanti akan…cape dech…
Hal2 yg belum ssuai dg harapan, biar sj mngalir sambil tetap do ur best then let God make the rest, He will make ur wishes come true in His time (not yours…)
saya jg tmasuk pcinta kematian, tetapi saya sudah tidak terobsesi…kini sembari menunggu giliran tuk berpulang, saya terus berjalan menemukan petualangan2 hebat saya bersama saudara dan semua mahkluk yang ada di sekitar saya…saya yakin anda pun dapat melakukannya…
May you have greatest wonderful journey…
Nn
STL terkasih,
Pandanglah betapa banyak kelebihan Anda………. Mengapa menganggap hidup ini tidak berarti ?……….. bukankan masih banyak orang yang tidak seberuntung anda……
Banyak sekali orang harus berhutang untuk mendapat uang untuk berobat agar dapat sembuh dari penyakitnya……..
Banyak orang sakit kanker harus chemoterapi yang sangat menyakitkan untuk dapat bertahan hidup dan terhindar dari kematian………
Renungkanlah korban Merapi yang 80% tubuh melepuh, mengerang kesakitan dan tetap bertahan dan optimis untuk tetap hidup…….
Betapa beruntungnya kita, Tuhan memberi kesehatan…….dan hidup mengapa pula harus diakhiri…………, menagpa harus disia-siakan.
Sementara orang lain berusaha keras untuk bertahan hidup……….
Sdr STL, semua orang punya masalah….. Masalah harus diselesaikan bukan dihindari……..
Dapat anda bayangkan Anda punya 2 Putra, jika anda bunuh diri, stigma itu akan melekat pada mereka “Ayahnya bunuh diri” mereka akan malu, minder dan sebagainya…..
Kasihan kan sama mereka, padahal mereka tidak bisa memilih orangtua yang melahirkan mereka………
Atau anda mau bunuh diri, untuk menghukum orang lain, istri atau orang-orang yang anda benci supaya timbul penyesalan bagi mereka…………. Kalau memang demikian, hilangkan perasaan konyol itu, mungkin mereka juga tidak merasakan apa-apa jika kehilangan anda………
Hadapilah hidup ini dan pasrahkanlah pada Tuhan, butuh waktu hening di Gereja atau tempat Ziarah…….. lepaskanlah semuanya…….. pasti akan melegakan…..
Tuhan memberkati
Yoan
Berapa beruntungnya ………
Sdr STL..
saya ikut prihatin membaca ini..Ingatlah, Tuhan sangat sayang sm kita umatnya. ketika kita pny masalah or beban apapun,Tuhan tdk pernah meninggalkan kita,dia sll ada, tergantung kita,apa mau mendekat or menjauh..
Setiap kali pikiran itu muncul,berdoalah kpd Tuhan,agar menjauhkan anda dr hal2 buruk,ttp ktk berdoa,bnr2 sadari pikiran anda dan batin anda..saya yakin ktk anda berdoa, diam,namun sadari semua pikiran dan perasaan yg ada saat itu..Stlh itu anda pst akan menemukan kelegaan dan ketakutan2 tsb lambat laun akan hilang.
Saya bs katakan spt itu,krn sy pernah alami,tp kebalikannya..anda mau bunuh diri, saya malah takut bunuh diri. hehehehee…krn ada bbrp orang yg bilang sy disantetlah, sy mau dimatiin lah..stress khan??malah bisa2 GILA d..Tp syukur kepada Tuhan Yang Maha Baik, skrg ketakutan2 saya tsb bnr2 hilang, saya dpt mlakukan aktifitas dgn baik,dpt menyetir mobil lg,pikiran jg makin sehat,shg badan tambah sehat dan malah makin cantik. hahahahaha…cm bercanda ya..Tp bener kok..hehehe
Intinya Pak,jgn ikuti segala pikiran dan perasaan yg datang yg membuat iman dan kepercayaan kita runtuh..Kita semua ini masing2 pny masalah dan pergumulan dlm hidup..namun itu diserahkan kembali kpd kita..bunuh diri???sayang banget pak. Ok pak..salam kenal dr saya ya…
GBU
mas, dalam hidup ini tidak boleh cengeng, kamu benci istrimu apakah tidak terpikir istrimu juga membenci sikapmu yang temperamental dan cengeng itu, memangnya hanya dirimu yg berhak membenci kenyataan hidup, buka mata buka telinga, banyak sekali orang lapar di pinggir jalan, homeless, orang kusta, cacat yang juga membenci kenyataan hidup mereka tapi tidak bunuh diri…, kalau kau mau bunuh diri mungkin kau memang tidak tangguh…, bagaimanapun juga seleksi alam selalu berkalan dengan cara yang berbeda pada setiap orang,.. jangan hanya berani untuk mati tetapi beranilah untuk hidup !!