Hidup Persaudaraan Dalam Semangat Misioner Beata Maria Ines

Saat ini aku berbahagia

Vanclar bersatu sebagai saudara

Tuhan Yesus melayani kita

Kita wartakan DIA Kabar Gembira

Bagun hidup baru,  ‘bijak badan’

Unggul pelayanan

Kepada Tuhan dan semua ciptaan

Ku anak Tuhan, kau anak Tuhan

Kita semua p’lita t’rang benderang … ooooo

Ku bersyukur kini kuterima

Anug’rah nyata berbina bersama

Bapa Putra b’riku Roh Kudus-Nya

Aku ‘mendengar dan lakukan Sabda’

Saudara-saudari

Mari kita hidup dengan benar

Menjadi umat yang tulus dan pintar

Stop muka angker, buanglah minder

Agar badanmu bebas gatel, kanker …

Stop trouble maker, lelet, dan killer

Agar sesama tak panggil kau monster.

Diawali  dengan lagu di atas yang menggambarkan kita sebagai anak Tuhan, mengapa harus membuang jauh semua  sifat dan pikiran  buruk, segala dosa dalam kehidupan kita seharai-hari yang menjadi penyebab penyakit menjadi topik renungan kotbah oleh Pastor J. Abdipranoto, SJ dalam rekoleksi yang diadakan oleh kelompok Vanclar pada Sabtu-Minggu, 22-23 Oktober 2016 di Rumah Doa Maria Guadalupe, Jakarta Timur.

Berekoleksi, melakukan Sabda Tuhan, bermisioner adalah tujuan hidup utama kita.

Kadang-kadang, teguran merupakan penyebab renggangnya persahabatan, tapi selama kita berpatokan pada Sabda Tuhan berarti kita telah bersahabat dengan orang tersebut karena Yesus bersabda, “Tegurlah empat mata apabila ada yang melakukan kesalahan,” dan karena yang berbahagia adalah orang yang mendengarkan dan melakukan Firman. Ukuran yang kau pakai akan terpakai untuk kamu, maka apabila  sekarang kita menegur, sewaktu-waktu pun kita akan ditegur dan dinasehati orang.

Namun kita diharapkan terus mendengarkan kemudian melakukan Sabda Tuhan yang terutama, yaitu Kasih.

Kenali Yesus, sifat dan tindakan-Nya, lalu realisasikan dengan membawa orang kepada Kristus maka kita telah melakukan karya misioner

Lebih lanjut diungkapkan mengenai persaudaraan yang missioner, yaitu persaudaraan yang menyebarkan KABAR GEMBIRA atau INJIL.  “Membawa Kristus ke segala lingkungan, membawa Kristus kepada sesama kita, ” demikianlah  yang diungkapkan oleh Beata Maria Inez.

Tidak menjadi kelompok yang exclusive dan  tidak memaksa.

Tuhan Yesus secara nyata memberikan banyak contoh supaya kita mampu menghayati  tindakan kasih dan juga persaudaraan yang missioner, misalnya seperti persaudaraan Yesus dengan Zakeus atau dengan Natanael dan tentu dengan para murid.

Contoh lain yang bisa diketemukan dalam kitab suci sebagai berikut:

–   Luk   8: 21

–   Yoh   1: 14

–   Yoh  14:  6, 24a

–   Yoh  17: 17

–  Luk     7: 7b, 9–10

–  Mat  20: 28

Dengan berbuat kasih dan menjalankan persaudaraan yang missioner, kita akan beroleh buah-buah kebaikan, antara lain yaitu:

  • kita bahagia (Luk 11: 27–28)
  • kita benar-benar merupakan murid Yesus  (Yoh 8: 31)
  • Kasih Allah tinggal di dalam kita dan kita di dalam Dia (Yoh 2: 5)
  • kita akan menerima apa yang kita minta kepada-Nya (Yoh 15: 7)
  • kita bersih (Yoh 15: 3)
  • kita tidak akan mengalami maut  (Yoh 8: 51)

Di sisi lain, terdapat hal yang menjadi perusak dan penghambat persaudaraan, yaitu  keegoisan.

Oleh sebab itu, sebagai pelaku Firman kita harus menyangkal diri, buang keegoisan, bukalah hati kita untuk berani menerima kritik, tidak minder, tidak sakit hati, tidak memaksa kehendak diri sendiri, selalu bercermin, dan mencontoh teladan Yesus untuk selalu berdoa mohon bimbingan Allah sebelum melakukan tindakan.

Maka, dengan mengikuti Yesus dan menghayati prinsip persaudaraan-Nya, kita pun sebagai individu maupun anggota Vanclar bisa berbahagia bersama para kudus khususnya Beata Maria Inez. (Rm. J.Abdipranoto,SJ-Shinta-Irwan.ed)

DSC_0589

DSC_0602

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>