Hamil sebelum nikah dan penerimaan sakramen

Saya mau tanya, apakah boleh menerima sakramen pernikahan secara katolik jika wanita sudah hamil 2 bulan? atau cuma pemberkatan saja?

konsekuensi apa jika ternyata setelah menikah 5 bulan dan terima sakramen di gereja ketahuan udah hamil 7 bulan??

apakah boleh memasukkan intensi misa mengucap syukur hamil 7 bulan padahal nikah baru 5 bulan??

apakah para saksi harus mengaku dosa karena ketidak tahuan ternyata saat terima sakramen mempelai wanita udah hamil 2 bulan?

RIK

5 Responses to “Hamil sebelum nikah dan penerimaan sakramen”

  1. 1. bisa.. tetapi bagaimanapun seharusnya ia menerima sakramen tobat terlebih dulu (hal ini sesuai hukum Kanon tentang sakramen pernikahan) kalo boleh saya tahu, kondisi kehamilan wanita itu, apakah merupakan alasan ia menikah atau memang pernikahannya tersebut memang sudah sesuai jadwal yang direncanakan oleh ia dan pasangannya ?

    2. Konsekuensi yang bagaimana yang dimaksud ? kalo belum ngaku dosa, ya konsekuensinya sama dengan orang yang berdosa berat.

    3. kenapa tidak boleh ?
    4. tidak perlu.. [terlepas bahwa pengakuan dosa perlu dilakukan umat Katolik setiap kali ada kesempatan]

    kecuali bila mereka tahu adanya halangan pernikahan mempelai tetapi tidak memberitahu ke Imam yang memberikan sakramen, mereka berdosa.
    Menurut saya, dalam kasus ini, jika saksi tahu bahwa mereka sudah hamil, tetapi tidak memberitahukan ke Imam, mereka juga berdosa. Karena bagaimanapun kedua mempelai dalam keadaan berdosa berat, dan tidak layak menyambut Tubuh Kristus apabila belum menerima sakramen tobat.

  2. RIK,
    maaf ya pertanyaanmu secara kalimat sih jelas, tapi secara maksud buatku kurang jelas. Sepertinya ada perempuan sudah hamil 2 bulan lalu saling menerimakan sakramen perkawinan, padahal perempuan itu gak bilang siapa siapa bahwa dia sudah hamil 2 bulan… gitu gak sih?

    Karena pengertian saya seperti di atas maka jawaban saya ya dalam asumsi tersebut ya:

    Sebetulnya sih asalkan perempuan hamil itu jujur kepada Pastor yang memimpin sakramen perkawinan mengenai kehamilannya dan pastor itu setuju untuk memimpin sakramen perkawinannya, ya gpp aja. Yang penting kan bukan hamil gak hamilnya, tapi perbuatan yang menyebabkan hamil itu. Biarpun gak hamil tapi kalo sebelum sakramen perkawinan sudah zinah ya harus melalui sakramen rekonsiliasi dulu. Bila itu tidak dilakukan maka seharusnya tiap orang Katolik tau bahwa tidak layak baginya untuk menerima Sakramen Ekaristi karena dalam Sakramen Ekaristi kita BERSATU dengan Tuhan. Juga harus menghormati Sakramen Perkawinan karena Sakramen Perkawinan adalah LAMBANG persatuan Tuhan dan manusia yang tak kan terpisahkan. Sedangkan zinah adalah dosa karena melakukan hubungan persatuan di luar Tuhan.

    RIK:
    konsekuensi apa jika ternyata setelah menikah 5 bulan dan terima sakramen di gereja ketahuan udah hamil 7 bulan??

    Rin:
    Kalo perempuan itu SENGAJA menutupi kehamilannya sehingga dia berbohong secara pasif mengenai perzinahannya, dan dengan demikian dia tidak melakukan Sakramen Rekonsiliasi, maka konsekwensinya dia tidak boleh Sakramen Ekaristi.

    RIK:
    apakah boleh memasukkan intensi misa mengucap syukur hamil 7 bulan padahal nikah baru 5 bulan??

    Rin:
    Boleh, mengucap syukur dan berdoa mohon berkat dalam keadaan apapun boleh.

    RIK:
    apakah para saksi harus mengaku dosa karena ketidak tahuan ternyata saat terima sakramen mempelai wanita udah hamil 2 bulan?

    Rin:
    Kalau para saksi tidak mengetahui keadaan si perempuan pada saat mereka memberikan kesaksian maka mereka tidak dosa jadi tidak harus mengaku dosa.

    Salam berkat Tuhan, rin

  3. Bagaimana bila sudah terima sakramen perkawinan tapi tidak ada pengakuan dosa sebelumnya. apakah sakramen perkawinan tersebut syah? sementara dosa yang dilakukan sebelum perkawinan adalah dosa berat (Zinah) dan hingga saat ini pun selalu ikut perjamuan ekaristi.

  4. Menindak lanjuti mengenai perkawinan dikarenakan sudah hamil
    Saya mau menanyakan bagaimana dan syarat apa saja untuk menikah secara katolik apabila,salah satu dari pasangan adalah non katolik (budha)
    dan sudah hamil 3 bulan.
    1. Yang saya tanyakan adalah,syarat apa saja untuk mengurus surat menikah secara gereja apabila salah satunya non katolik dan beda provinsi.
    2. Apakah proses nya bisa dipercepat,karena sudah hamil 3 bln dan say dengar untuk menikah secara katolik sesuai prosedur yaiut harus mengikuti pelajaran pra nikah dahulu.
    Karena saya dengar nikah katolik paling sulit dibanding dengan yang lainnya.

  5. syalom,
    saya mau nanya ,,kalo misalnya wanita yang hamil sebelum nikah bisa diberkati nggak,,?
    kalo misalnya bisa,,,ada ayat pendukung alkitabnya gak,,?
    makasih

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>