<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Gelisah belum punya anak</title>
	<atom:link href="http://gerejastanna.org/gelisah-belum-punya-anak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gerejastanna.org/gelisah-belum-punya-anak/</link>
	<description>Situs Resmi Gereja St. Anna - Paroki Duren Sawit, Jakarta Timur</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 May 2012 21:35:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: johan</title>
		<link>http://gerejastanna.org/gelisah-belum-punya-anak/comment-page-1/#comment-1670</link>
		<dc:creator>johan</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 23:57:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=593#comment-1670</guid>
		<description>Pertama, saya ingin mengucapkan PROFICIAT.. selamat karena anda menjawab panggilan-Nya dan menjadi anggota Gereja-Nya dimana di dalam-Nya Allah menjanjikan keselamatan kekal :)

Banyak kasus saya kira, dimana pasangan yang baru memiliki anak ketika usia pernikahan di atas 1 tahun.. ada beberapa orang yang saya kenal memiliki keturunan 5 - 10 tahun setelah mereka menikah. 
Bahkan ada cerita, bahwa diantaranya sudah pergi ke berbagai alternatif untuk bisa mendapat keturunan, tetapi tidak berhasil. Dan ternyata baru berhasil setelah keduanya memutuskan untuk pergi bertamasya selama beberapa hari, tanpa membawa kesibukan keseharian mereka. benar-benar rileks dan tidak terganggu oleh pekerjaan di kantor. dan sukses.. dan keberhasilan ini bukan kebetulan, tetapi secara psikologis, secara ilmu kedokteran ini bisa dijelaskan.

Yang penting sebenarnya adalah apakah anda dan suami anda dapat menikmati kehidupan sebagai sepasang suami dan isteri. Hidup rukun dan damai sesuai dengan kehendak Allah. silahkan anda mencoba berbagai alternatif yang tersedia, tetapi ingatlah bahwa jangan sampai kehendak memiliki keturunan ini lebih besar dari rasa cinta kalian kepada Allah. Jangan melukai hati-Nya yang penuh belas kasih kepadamu dan suamimu. Jadi lakukan tanpa mencederai iman kalian.
Teruslah bertekun dalam doa, dalam sakramen Ekaristi dan dalam perbuatan kasih. Bagaimana pun kondisinya, kalian telah terpanggil untuk menjadi saksi cinta Allah di dunia..

May God bless your steps..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pertama, saya ingin mengucapkan PROFICIAT.. selamat karena anda menjawab panggilan-Nya dan menjadi anggota Gereja-Nya dimana di dalam-Nya Allah menjanjikan keselamatan kekal <img src='http://gerejastanna.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Banyak kasus saya kira, dimana pasangan yang baru memiliki anak ketika usia pernikahan di atas 1 tahun.. ada beberapa orang yang saya kenal memiliki keturunan 5 &#8211; 10 tahun setelah mereka menikah.<br />
Bahkan ada cerita, bahwa diantaranya sudah pergi ke berbagai alternatif untuk bisa mendapat keturunan, tetapi tidak berhasil. Dan ternyata baru berhasil setelah keduanya memutuskan untuk pergi bertamasya selama beberapa hari, tanpa membawa kesibukan keseharian mereka. benar-benar rileks dan tidak terganggu oleh pekerjaan di kantor. dan sukses.. dan keberhasilan ini bukan kebetulan, tetapi secara psikologis, secara ilmu kedokteran ini bisa dijelaskan.</p>
<p>Yang penting sebenarnya adalah apakah anda dan suami anda dapat menikmati kehidupan sebagai sepasang suami dan isteri. Hidup rukun dan damai sesuai dengan kehendak Allah. silahkan anda mencoba berbagai alternatif yang tersedia, tetapi ingatlah bahwa jangan sampai kehendak memiliki keturunan ini lebih besar dari rasa cinta kalian kepada Allah. Jangan melukai hati-Nya yang penuh belas kasih kepadamu dan suamimu. Jadi lakukan tanpa mencederai iman kalian.<br />
Teruslah bertekun dalam doa, dalam sakramen Ekaristi dan dalam perbuatan kasih. Bagaimana pun kondisinya, kalian telah terpanggil untuk menjadi saksi cinta Allah di dunia..</p>
<p>May God bless your steps..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ibnurini</title>
		<link>http://gerejastanna.org/gelisah-belum-punya-anak/comment-page-1/#comment-1668</link>
		<dc:creator>ibnurini</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 03:25:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=593#comment-1668</guid>
		<description>Rans, 
Saya Katolik sejak umur 3 hari, kemudian saya baru hamil setelah 2 tahun menikah.  Selama itu saya terus bersyukur bahwa kami suami istri ada banyak waktu untuk saling belajar mengenal pribadi kami masing masing.  Selama saya belum hamil ya kami bahagia karena percaya bahwa Tuhan memberi yang terbaik.  Sahabat saya suami istri Katolik sejak bayi, sudah 17 tahun menikah dan belum diberi anak, tapi mereka bahagia dan terus bersyukur karena percaya bahwa Tuhan memberi yang terbaik.

Tuhan memberi yang terbaik itu, mungkin Dia akan memberi kita anak kalo memang Dia lihat memang baik bagi kita untuk punya anak. Mungkin juga Dia menunda memberi, bila menueurt Dia memang baik untuk ditunda. Pasti memang ada baiknya.  Mungkin juga Dia tidak memberi anak kalo Dia lihat memang baiknya tidak ada anak.

Setelah anak anak kami remaja, kami sadar bahwa memang baik bagi kami untuk punya anak dengan segala masalahnya.  Mereka membuat kami belajar sabar, belajar rendah hati.  Sahabat kami itu juga melihat mungkin memang sebaiknya mereka tidak ada anak karena mereka memang model orang orang yang tidak ada waktu.   Jadi mereka bersyukur tidak ada anak.

Pointnya adalah: teruslah beriman bahwa Tuhan selalu baik, selalu memberi yang terbaik.  Mungkin ada hal yang kita pikir kurang baik terjadi pada diri kita, tapi percayalah, Tuhan selalu memberi yang terbaik.  Apa yang kita pikirkan belum tentu sebaik yang Tuhan pikirkan.

So, Rans, teruslah beriman dan berbuatlah kasih.  Bergembiralah selalu dan berbaik sangkalah selalu.  Jangan susahkan hatimu pada apa yang tidak ada, melainkan bersyukurlah selalu.  Bersyukur atas suami dan mertua yang baik (belum tentu kan semua orang punya suami dan mertua yang baik?!).  Bersyukur atas hidup yang baik (bisa tulis e-mail kan berarti hidupmu baik to...) Bersyukurlah atas segala sesuatu!

salam berkat Tuhan, rin</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Rans,<br />
Saya Katolik sejak umur 3 hari, kemudian saya baru hamil setelah 2 tahun menikah.  Selama itu saya terus bersyukur bahwa kami suami istri ada banyak waktu untuk saling belajar mengenal pribadi kami masing masing.  Selama saya belum hamil ya kami bahagia karena percaya bahwa Tuhan memberi yang terbaik.  Sahabat saya suami istri Katolik sejak bayi, sudah 17 tahun menikah dan belum diberi anak, tapi mereka bahagia dan terus bersyukur karena percaya bahwa Tuhan memberi yang terbaik.</p>
<p>Tuhan memberi yang terbaik itu, mungkin Dia akan memberi kita anak kalo memang Dia lihat memang baik bagi kita untuk punya anak. Mungkin juga Dia menunda memberi, bila menueurt Dia memang baik untuk ditunda. Pasti memang ada baiknya.  Mungkin juga Dia tidak memberi anak kalo Dia lihat memang baiknya tidak ada anak.</p>
<p>Setelah anak anak kami remaja, kami sadar bahwa memang baik bagi kami untuk punya anak dengan segala masalahnya.  Mereka membuat kami belajar sabar, belajar rendah hati.  Sahabat kami itu juga melihat mungkin memang sebaiknya mereka tidak ada anak karena mereka memang model orang orang yang tidak ada waktu.   Jadi mereka bersyukur tidak ada anak.</p>
<p>Pointnya adalah: teruslah beriman bahwa Tuhan selalu baik, selalu memberi yang terbaik.  Mungkin ada hal yang kita pikir kurang baik terjadi pada diri kita, tapi percayalah, Tuhan selalu memberi yang terbaik.  Apa yang kita pikirkan belum tentu sebaik yang Tuhan pikirkan.</p>
<p>So, Rans, teruslah beriman dan berbuatlah kasih.  Bergembiralah selalu dan berbaik sangkalah selalu.  Jangan susahkan hatimu pada apa yang tidak ada, melainkan bersyukurlah selalu.  Bersyukur atas suami dan mertua yang baik (belum tentu kan semua orang punya suami dan mertua yang baik?!).  Bersyukur atas hidup yang baik (bisa tulis e-mail kan berarti hidupmu baik to&#8230;) Bersyukurlah atas segala sesuatu!</p>
<p>salam berkat Tuhan, rin</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->
