Gelisah belum punya anak

Saya ingin kosultasi tentang pribadi saya, saya sudah 1.5 tahun menikah, awalnya saya menikah beda agama, saya islam dan suami saya katolik,dipertengahan pernikahan, saya terpanggil untuk Yesus karena selama saya menikah, saya merasakan kedamai dalam hati saya, yg tak pernah saya rasakan sebelumnya.Dan mulai lah saya belajar agama menjadi
katekumen, bila Tuhan berkehendak bulan desember saya di Babtis.Nah permasalahan saya sekarang, sampai saat ini saya belum mempunyai keturunan, hati saya mulai gelisah lagi dan mimpi2 dan hayalan buruk2 pun ada dalam benak saya, sempet saya berfikir apakah karena sana pindah agama sampe sekarang belum mendapatkan anak.Ayah mertua saya bilang sabar saja, Tuhan pasti kasih ko,kan Tuhan maha kasih atau mungkin setelah saya dibabtis baru saya mendapatkan karunia terindah dari Tuhan,itu menurut Ayah mertua saya. Hati saya mulai sedikit tenang, ya walaupun terkadang ketakutan tidak mendapatkan anak suka terlintas dipikiran saya. tapi saya sangat bersyukur dilingkungan saya banyak yang memberi nasehat dan kekuatan buat saya.Yang saya tanya kan apakah yang saya rasakan itu salah, atau bagaimana yang harus saya lakukan.

Terima kasih atas konsultasinya.
Salam Kasih Kristus
Rans

2 Responses to “Gelisah belum punya anak”

  1. Rans,
    Saya Katolik sejak umur 3 hari, kemudian saya baru hamil setelah 2 tahun menikah. Selama itu saya terus bersyukur bahwa kami suami istri ada banyak waktu untuk saling belajar mengenal pribadi kami masing masing. Selama saya belum hamil ya kami bahagia karena percaya bahwa Tuhan memberi yang terbaik. Sahabat saya suami istri Katolik sejak bayi, sudah 17 tahun menikah dan belum diberi anak, tapi mereka bahagia dan terus bersyukur karena percaya bahwa Tuhan memberi yang terbaik.

    Tuhan memberi yang terbaik itu, mungkin Dia akan memberi kita anak kalo memang Dia lihat memang baik bagi kita untuk punya anak. Mungkin juga Dia menunda memberi, bila menueurt Dia memang baik untuk ditunda. Pasti memang ada baiknya. Mungkin juga Dia tidak memberi anak kalo Dia lihat memang baiknya tidak ada anak.

    Setelah anak anak kami remaja, kami sadar bahwa memang baik bagi kami untuk punya anak dengan segala masalahnya. Mereka membuat kami belajar sabar, belajar rendah hati. Sahabat kami itu juga melihat mungkin memang sebaiknya mereka tidak ada anak karena mereka memang model orang orang yang tidak ada waktu. Jadi mereka bersyukur tidak ada anak.

    Pointnya adalah: teruslah beriman bahwa Tuhan selalu baik, selalu memberi yang terbaik. Mungkin ada hal yang kita pikir kurang baik terjadi pada diri kita, tapi percayalah, Tuhan selalu memberi yang terbaik. Apa yang kita pikirkan belum tentu sebaik yang Tuhan pikirkan.

    So, Rans, teruslah beriman dan berbuatlah kasih. Bergembiralah selalu dan berbaik sangkalah selalu. Jangan susahkan hatimu pada apa yang tidak ada, melainkan bersyukurlah selalu. Bersyukur atas suami dan mertua yang baik (belum tentu kan semua orang punya suami dan mertua yang baik?!). Bersyukur atas hidup yang baik (bisa tulis e-mail kan berarti hidupmu baik to…) Bersyukurlah atas segala sesuatu!

    salam berkat Tuhan, rin

  2. Pertama, saya ingin mengucapkan PROFICIAT.. selamat karena anda menjawab panggilan-Nya dan menjadi anggota Gereja-Nya dimana di dalam-Nya Allah menjanjikan keselamatan kekal :)

    Banyak kasus saya kira, dimana pasangan yang baru memiliki anak ketika usia pernikahan di atas 1 tahun.. ada beberapa orang yang saya kenal memiliki keturunan 5 – 10 tahun setelah mereka menikah.
    Bahkan ada cerita, bahwa diantaranya sudah pergi ke berbagai alternatif untuk bisa mendapat keturunan, tetapi tidak berhasil. Dan ternyata baru berhasil setelah keduanya memutuskan untuk pergi bertamasya selama beberapa hari, tanpa membawa kesibukan keseharian mereka. benar-benar rileks dan tidak terganggu oleh pekerjaan di kantor. dan sukses.. dan keberhasilan ini bukan kebetulan, tetapi secara psikologis, secara ilmu kedokteran ini bisa dijelaskan.

    Yang penting sebenarnya adalah apakah anda dan suami anda dapat menikmati kehidupan sebagai sepasang suami dan isteri. Hidup rukun dan damai sesuai dengan kehendak Allah. silahkan anda mencoba berbagai alternatif yang tersedia, tetapi ingatlah bahwa jangan sampai kehendak memiliki keturunan ini lebih besar dari rasa cinta kalian kepada Allah. Jangan melukai hati-Nya yang penuh belas kasih kepadamu dan suamimu. Jadi lakukan tanpa mencederai iman kalian.
    Teruslah bertekun dalam doa, dalam sakramen Ekaristi dan dalam perbuatan kasih. Bagaimana pun kondisinya, kalian telah terpanggil untuk menjadi saksi cinta Allah di dunia..

    May God bless your steps..

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>