Ekonomi rumah-tangga dan keutuhan keluarga
Salam sejahtera
Perkenalkan saya adalah remaja putri berumur 16 tahun. Saya,mama,dan kakak saya seorang katolik,dan ayah Kristen.
papa dan mama saya sudah pisah rumah sejak kurang lebih 5 tahun yang lalu,dan saya serta kakak saya (laki-laki) ikut mama saya.Mama memutuskan untuk pergi dari rumah karena suatu alasan,bukan hanya karena alasan ekonomi belaka.
Saya harus mengakui bahwa saya sangat bahagia semenjak mama memutuskan untuk pergi dari rumah karena saya merasa tertekan sekali saat masih tinggal dirumah saya yang lama.alasan saya tertekan adalah karena perlakuan papa saya,saya tidak tahu mengapa tapi saya merasa tidak nyaman,was-was kalau berada didekat papa saya.
ketidakharmonisan papa dan mama sudah lama sekali terjadi,sejak papa di PHK dan ia tidak berusaha untuk mencari pekerjaan baru sehingga mama yang mengambil peranan menjadi kepala rumah tangga(sampai sekarang).
sewaktu kami masih satu rumah pun saya dan kakak serta mama jarang sekali berkomunikasi dengannya,bisa diibaratkan tinggal serumah hanya sebuah formalitas,bukan karena sebuah keluarga.
Apakah saya salah karena tidak menyukai (cenderung membenci papa saya?)ketidaksukaan saya bukan semata-mata karena dia melarang saya melakukan sesuatu atau dsb,tetapi karena perbuatannya yang tidak bertanggung jawab sekali (menurut saya pribadi)pada kehidupan keluarganya,tidak memberi nafkah,bisanya mengomel,tidak peduli pada pendidikan saya dan kakak ,dsb.
Akhir-akhir ini mama dan papa mulai sedikit rukun(sering bertemu dan mengobrol)dan yah,papa kadang memberi saya dan kakak uang jajan.tapi sutu ketika mama mendapat cobaan ekonomi,yaitu memiliki hutang pada bank dan jumlahnya cukup besar, yang sebenarnya yang menggunakan uang bank tersebut adalah kakak mama saya tetapi atas nama mama saya.dan karena hubungan mama dan papa yang sudah cukup membaik papa cukup membantu dalam sedikit hal(walau papa masih pengangguran),tetapi karena ada sedikit kesalah pahaman saat mama mendiskusikan sesuatu pada papa, sifat papa (yang asli) keluar lagi (salah satunya) dengan dia membentak mama dan kalau sudah begitu pasti dia akan sangat sulit sekali untuk dimintai tolong,padahal mama saat ini sedang sangat membutuhkan bantuan.
Jadi,menurut saya papa sangat layak untuk tidak disukai oleh anak-anaknya karena setelah ditinggalkan pun dia tidak mengintropeksikan diri,akan baik kalau memang suasana hati sedang baik (memberi suatu pada anaknya pun mesti ada syarat2)
Dan keputusan mama meninggalkan papa apakah ada hubungannya dengan keadaan ekonomi kami (yang kini sedang sulit), Romo?karena mama konsultasi dengan seorang ahli bisnis (Katolik)dan ia bilang ekonomi keluarga mungkin memburuk karena mama tidak berusaha untuk mempertahankan keutuhan rumah tangganya.
saya tahu bahwa keutuhan sebuah keluarga sangat diingikan oleh Tuhan,tapi kalau keutuhan itu akan membuat salah satu pihak disusahkan apakah itu harus tetap dipertahankan?
Dan adakah solusi yang baik untuk membantu mama melunaskan hutang-hutangnya??
saya mohon jawabannya,karena saya sungguh bingung dan saya ingin sekali membantu mama saya.
Terima kasih, Tuhan memberkati.
Natha







Adik Natha yang baik,
Sebelum Romo memberi solusi,barangkali tumpang lewat ini bisa berkenan.
Solusi apapun kalau kepekaan dari kedua orang tua,serta kesadaran batin belum hadir disetiap hatinya,titik temu akan jauh untuk ditemui.Karena ‘ego’keduanya masih ada dan saling menyalahkan satu dengan lainnya.
Saran saya,jika adik Natha menyayangi mama,begitu juga semestinya kalian berdua anak-anaknya menyayangi papa kalian.Pasti dari kalian ada yg bisa mendengarkan keluhan papa selama ini.Bukankah kerasnya sifat&prangkai yg buruk setelah PHK baru terlihat jelas,sehingga ia prustasi dengan perangkai marah-marah. Ajak diskusi kalian sebagai anak-anakdan minta waktu papa,pun sebentar untuk bincang-bincang dari hat. Bukan memojokan keadaan ekonomi papa serta prilaku buruknya selama ini.Kalau itu cuma persoalan ekonomi pahamilah keadaannya.Akan tetapi jika papa membuat hal yg tdk wajar diluar tata susila,bolehlah kalian berpihak lebih kepada mama yg sedang kalut juga.
Apakah dengan perpisahan dari kalian,sertamerta menjauhkan papa pun solusi itu telah selesai?dan jarak yang kalian ambil membuat hati papa dan mama mu tenang?belum tentu.Begitu juga keadaan ekonomi apakah bisa terselesaikan,dengan hati yang masih kalut dan keruh,sehingga kejernihan mengambil tindakan tidak menuntaskan rumah tangga kedua orang tua kalian. Gimana sebagai anak-anak yg pernah dikasihi&dibelai&dihibur kala kecil bersama kedua orang tuamu,bisa hadir kembali saat besar kini,yang tak mungkin bagi manusia mungkin bagi DIA.
Ingatlah akan kebaikan dari orang tua kalian khususnya saat ini dari seorang ‘papa’yg sedang problem bagi kalian.Saat kalian ingat akan kebaikannya sedikit saja.Cinta yg sdh ada pada kedua anak2nya,serta seorang mama selayaknya,turut memberikan dukungan semua ini.(kalau permasalahan ini,hy seputar ekonomi&sifat buruk yg datang dalam keadaan kalut karena sebab musabab).Kalau ada orang tua yg saat ia terjatuh,ia akan bangkit kembali melihat semangat seorang istri serta anak-anaknya loh!!.Nah dukunglah dengan penuh cinta yang kalian miliki saat ini juga.
Kalau mengenai solusi ekonomi,barangkali kini giliran mama kalian yg bisa membantu perekonomian keluarga?barangkali juga mama punya keahlian apa?yang dapat dikembangkan.
Hanya dengan ketekunan & kesabaran niscaya,semua pasti ada jalan keluarnya.
Sementara jika ada hutang-piutang,jalan satu-satunya cari saudara yg bisa membrikan pinjaman permodalan serta membayar hutang-hutang yg tanpa bunga&anggunan&dpt memberi tempo yg longgar dalam pembayarannya.Sehingga sebagian pinjaman tsb bisa untuk membayar hutang-hutang kepada orang lain yg sdh mendesak jatuh temponya?.
Ok.adik Natha,ini sekedar solusi ringan dari kami yg tak ubah spt sama kepada kebanyakan tiap-tiap problem rumah tangga pada umumnya.Hanya yang terpenting hadirkan Cinta&kedamaian&ketenangan dari hati/batin kalian ditengah-tengah kedua orang tua yang pasti kalian sayangi&cintai.Jadikanlah kalian berdua penetralisir keadaan semua dari permasalahan orang tua,sehingga hadirnya kalian berdua adalah:kesadaraan dari mereka untuk saling memahami&mengerti,perjalanan kehidupan rumah tangga sesungguhnya…..
salam hangat, buat adik natha.
masalah ekonomi dan masalah suami dan isteri bisa saling mempengaruhi, tetapi bisa juga tidak. Tidak melulu satu dengan yang lain harus terpengaruh.
Ada keluarga yang kehidupan ekonominya pas-pasan, tetapi rukun dan saling mendukung. ada keluarga yang kehidupan ekonominya berkecukupan bahkan berlebih, tetapi tidak rukun. Saya pernah menemukan kasus, keduanya berasal dari keluarga mampu, keluarga kaya, tetapi kehidupan suami isterinya rusak karena perselingkuhan.
Jadi kerukunan itu tidak bisa melulu diukur dari ekonomi keluarga atau sebaliknya, ekonomi keluarga diukur dari kerukunan pasangan. Memang ada kasus, dimana masalah ekonomi mempengaruhi kerukunan. suami dan isteri bertengkar karena urusan kebutuhan rumah tangga. Tetapi itu tidak bisa di generalisasi. Dalam setiap kasus, harus dicari, dianalisa dulu sebenarnya apa akar permasalahannya. Jadi terlalu tergesa-gesa mengatakan bahwa karena mama Natha tidak memelihara kerukunan maka kehidupan ekonomi keluarga memburuk. Tetapi saya juga tidak tahu cerita mama Natha ke bapak tersebut, sehingga bapak itu mengatakan demikian.
Kalo membaca cerita singkat Adik Natha, memang sekilas muncul karena dari masalah ekonomi keluarga. Tetapi yang lebih terlihat lagi sebenarnya bukan itu, melainkan masalah pride (kebanggaan) dan ego seorang laki-laki, seorang suami, seorang kepala rumah tangga yang besar yang dimiliki papa Natha yang tidak dimengerti oleh mama Natha, dan apalagi kalo mama Natha juga sifatnya keras.
Masalah ini tidak akan bisa dianalisa lebih lanjut tanpa keterlibatan papa atau mama Natha, apa yang sebenarnya yang memicu pertengkaran dan perpisahan di antara mereka. Anak-anak mungkin hanya tahu bahwa sejak papa tidak bekerja, dan mama bekerja, kehidupan di dalam rumah seperti neraka.
tidak jarang, anak-anak bisa membantu orang tua untuk berdamai. Tetapi jika pun ini tidak bisa dilakukan, tidak perlu merasa bersalah. Sekarang Natha dan kakak Natha bersama mama, tetapi saya sarankan agar Natha dan kakak berdamai dulu dengan permasalahan ini, yaitu dengan memaafkan. coba renungkan apakah suasana hati yang dipenuhi kemarahan, kekesalan, kekecewaan, kesedihan atau kebencian memberikan manfaat buat Natha ? Sebenarnya tanpa disadari itu menjadi racun yang menghabiskan enerji dan pikiran. Mengapa itu tidak dibuang ? Memaafkan artinya bahwa ada kesempatan rekonsiliasi atau perdamaian. hubungan yang lebih baik. Dengan memaafkan akan lebih mudah, bagi Natha untuk memberi dukungan moril kepada mama Natha. Bandingkan bila dalam hati yang dipenuhi kemelut dan hati yang damai menjalankan segala sesuatunya, mana yang menurut kamu akan memberikan hasil yang baik dan maksimal ?
Itu adalah salah satu cara membantu mama kamu.
Hal lain yang bisa dilakukan adalah dengan berbuat yang mampu kamu perbuat, membantu dalam hal-hal kecil dan sederhana, seperti membereskan/membersihkan rumah, masak, belajar yang rajin dan menunjukkan prestasi yang baik dan membanggakan, rukun dengan kakak, mendoakan keluarga. Itu semua hal yang bisa kamu lakukan untuk membantu ibumu. Tidak perlu stress memikirkan hal sulit tentang apa yang bisa kamu perbuat untuk membantu masalah ekonomi keluarga.
Ingat jangan lupa, berdoa. Doa orang benar besar kuasanya. Terimalah sakramen tobat dan jangan tinggalkan Ekaristi. Percayalah kepada janji-Nya, bahwa yang datang kepada-Nya akan diringankan bebannya.
May God bless your steps.