<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Dua Pendekatan Menghadapi Masalah Kehidupan</title>
	<atom:link href="http://gerejastanna.org/dua-pendekatajalan-menghadapi-masalah-kehidupan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gerejastanna.org/dua-pendekatajalan-menghadapi-masalah-kehidupan/</link>
	<description>Situs Resmi Gereja St. Anna - Paroki Duren Sawit, Jakarta Timur</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Feb 2012 09:44:04 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Mr. Key</title>
		<link>http://gerejastanna.org/dua-pendekatajalan-menghadapi-masalah-kehidupan/comment-page-1/#comment-502</link>
		<dc:creator>Mr. Key</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Apr 2009 03:22:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=250#comment-502</guid>
		<description>Wah ternyata dlm laku meditasinya pun pak Romo masih sanggup berpikir dgn keras, buktinya lahirlah artikel sebagus ini dr buah2 pemikiran Romo... proficiat Mo, anda menggunakan daya pikir anda yg luar biasa utk membuat hal2 ttg pencerahan2 hidup, bukan spt saya yg sering kali menggunakan daya pikir saya utk membuat masalah bagi diri saya sendiri dan bagi org lain...

Kagum saya, makasi pak Romo buat bimbinganya, saya akan mencoba menaati rambu2 yg anda berikan agar saya sampai di tujuan dgn selamat...   

Peace Mo</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah ternyata dlm laku meditasinya pun pak Romo masih sanggup berpikir dgn keras, buktinya lahirlah artikel sebagus ini dr buah2 pemikiran Romo&#8230; proficiat Mo, anda menggunakan daya pikir anda yg luar biasa utk membuat hal2 ttg pencerahan2 hidup, bukan spt saya yg sering kali menggunakan daya pikir saya utk membuat masalah bagi diri saya sendiri dan bagi org lain&#8230;</p>
<p>Kagum saya, makasi pak Romo buat bimbinganya, saya akan mencoba menaati rambu2 yg anda berikan agar saya sampai di tujuan dgn selamat&#8230;   </p>
<p>Peace Mo</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hermanus Ketut</title>
		<link>http://gerejastanna.org/dua-pendekatajalan-menghadapi-masalah-kehidupan/comment-page-1/#comment-471</link>
		<dc:creator>Hermanus Ketut</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Mar 2009 01:36:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=250#comment-471</guid>
		<description>Oh... tulisan romo Sudri sungguh menjadi salah satu &quot;medium&quot; untuk menemukan kesadaran akan gerak dan kerja pikiran yang senantiasa liar, bahkan sulit untuk dihentikan. Keliaran pikiran senantiasa membawa kita pada entitas &quot;aku&quot; yang lemah dan sekaligus kuat. &quot;Aku&quot; yang lemah membiarkan &quot;diri&quot; dirasuki oleh masalah-masalah yang di-imagine-kan pikiran sehingga &quot;aku&quot; menjadi terbelenggu dan terjerembab didalamnya. Sementara &quot;aku&quot; yang kuat belajar bagaimana belajar menjalani hidup yang penuh dengan dinamika: besar-kecil, terang-gelap, hidup-mati, dst. Dualisme ini menuntut &quot;aku&quot; yang kuat pada kesadaran akan &quot;AKU YANG ABSOLUT&quot;, yang menciptakan semuanya &quot;BAIK ADANYA.&quot; 

Salam hangat
Hermanus ketut</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Oh&#8230; tulisan romo Sudri sungguh menjadi salah satu &#8220;medium&#8221; untuk menemukan kesadaran akan gerak dan kerja pikiran yang senantiasa liar, bahkan sulit untuk dihentikan. Keliaran pikiran senantiasa membawa kita pada entitas &#8220;aku&#8221; yang lemah dan sekaligus kuat. &#8220;Aku&#8221; yang lemah membiarkan &#8220;diri&#8221; dirasuki oleh masalah-masalah yang di-imagine-kan pikiran sehingga &#8220;aku&#8221; menjadi terbelenggu dan terjerembab didalamnya. Sementara &#8220;aku&#8221; yang kuat belajar bagaimana belajar menjalani hidup yang penuh dengan dinamika: besar-kecil, terang-gelap, hidup-mati, dst. Dualisme ini menuntut &#8220;aku&#8221; yang kuat pada kesadaran akan &#8220;AKU YANG ABSOLUT&#8221;, yang menciptakan semuanya &#8220;BAIK ADANYA.&#8221; </p>
<p>Salam hangat<br />
Hermanus ketut</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ds</title>
		<link>http://gerejastanna.org/dua-pendekatajalan-menghadapi-masalah-kehidupan/comment-page-1/#comment-261</link>
		<dc:creator>Ds</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Dec 2008 15:21:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=250#comment-261</guid>
		<description>Saya membaca tulisan romo tentang dua pendekatan menghadapi masalah kehidupan. Sangat membantu sekali romo dalam menghadapi masalah yang saya hadapi. Dengan mengamati gerak pikiran dan membongkar setiap pertanyaan dan menyelidikinya tanpa ambisi untuk mencari solusi dari masalah, membuat masalah yang saya hadapi terurai dengan sendirinya. Dan hati saya menjadi lebih tenang. Terimakasih romo. Selamat natal.

Tuhan berkati</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya membaca tulisan romo tentang dua pendekatan menghadapi masalah kehidupan. Sangat membantu sekali romo dalam menghadapi masalah yang saya hadapi. Dengan mengamati gerak pikiran dan membongkar setiap pertanyaan dan menyelidikinya tanpa ambisi untuk mencari solusi dari masalah, membuat masalah yang saya hadapi terurai dengan sendirinya. Dan hati saya menjadi lebih tenang. Terimakasih romo. Selamat natal.</p>
<p>Tuhan berkati</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: F.N.S</title>
		<link>http://gerejastanna.org/dua-pendekatajalan-menghadapi-masalah-kehidupan/comment-page-1/#comment-259</link>
		<dc:creator>F.N.S</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Dec 2008 01:12:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=250#comment-259</guid>
		<description>Saya termasuk orang yang mencintai meditasi, mulai dari meditasi dg bdiam diri sampai dg meditasi dg mlakukan gerak...sejak setahun terakhir saya baru menyadari bahwa meditasi tidak hanya berarti &quot;diam&quot; tanpa bergerak, tetapi juga merupakan satu rangkaian kegiatan yang melibatkn rohani, jiwa dan jasmani.
Bdasarkan pengalaman meditasi yang pernah saya alami, meditasi akan terasa efeknya ketika saya mampu be-Rekonsiliasi di akhir proses meditasi, terutama rekonsiliasi dg diri saya sendiri karena diri saya sendiri lah yang mampu memunculkan ataupun men&quot;Tiada&quot;kan ssuatu (ssuatu dalam arti apa saja, masalah, memori...apa saja).
Pengalaman ketika saya kuliah d IPB, saya bersama tim pendamping IPB (asisten dosen agama katolik dbawah bimbingan rm mahasiswa), tbiasa melakukan meditasi bersama terutama ketika terjadi konflik di antara kami,bahkan dalam proses meditasi bersama tsb, kami malah berkesempatan utk saling mengenal dan menerima satu sama lain.berkat proses tersebut, kami,tim pendamping, semakin kompak dan akrab dalam bekerja dan berkarya sebagai tim pendamping (tim pendamping menjadi keluarga kedua bagi kami dg rm mahasiswa sbg kepala keluargany).
Meditasi bukan terutama pada kegiatanny saja tetapi juga Proses yg dialami sejak ptama kali akn dilakukan kegiatan meditasi sampai pada Proses yg dialami ketika kegiatan meditasi selesai dilakukan. 
Bagi saya pribadi,meditasi adalah hidup dan hidup adalah meditasi.

Thanks to rm sudri atas semua tulisan dan renungannya yang telah &quot;menyentil&quot; saya utk kembali SADAR (sekarang kata SADAR menjadi motto dalam keluarga, selain Berserah pd Kuasa Allah dan Sabar)

Buat teman2 yg sedang menjalani meditasi, semoga teman2 mendapatkan ssuatu yg sdh lama dnanti di dalam proses meditasi yg sdg dlakukan

Jangan pernah bhenti berharap dan tetap semangat utk bjuang.

F.N.S</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya termasuk orang yang mencintai meditasi, mulai dari meditasi dg bdiam diri sampai dg meditasi dg mlakukan gerak&#8230;sejak setahun terakhir saya baru menyadari bahwa meditasi tidak hanya berarti &#8220;diam&#8221; tanpa bergerak, tetapi juga merupakan satu rangkaian kegiatan yang melibatkn rohani, jiwa dan jasmani.<br />
Bdasarkan pengalaman meditasi yang pernah saya alami, meditasi akan terasa efeknya ketika saya mampu be-Rekonsiliasi di akhir proses meditasi, terutama rekonsiliasi dg diri saya sendiri karena diri saya sendiri lah yang mampu memunculkan ataupun men&#8221;Tiada&#8221;kan ssuatu (ssuatu dalam arti apa saja, masalah, memori&#8230;apa saja).<br />
Pengalaman ketika saya kuliah d IPB, saya bersama tim pendamping IPB (asisten dosen agama katolik dbawah bimbingan rm mahasiswa), tbiasa melakukan meditasi bersama terutama ketika terjadi konflik di antara kami,bahkan dalam proses meditasi bersama tsb, kami malah berkesempatan utk saling mengenal dan menerima satu sama lain.berkat proses tersebut, kami,tim pendamping, semakin kompak dan akrab dalam bekerja dan berkarya sebagai tim pendamping (tim pendamping menjadi keluarga kedua bagi kami dg rm mahasiswa sbg kepala keluargany).<br />
Meditasi bukan terutama pada kegiatanny saja tetapi juga Proses yg dialami sejak ptama kali akn dilakukan kegiatan meditasi sampai pada Proses yg dialami ketika kegiatan meditasi selesai dilakukan.<br />
Bagi saya pribadi,meditasi adalah hidup dan hidup adalah meditasi.</p>
<p>Thanks to rm sudri atas semua tulisan dan renungannya yang telah &#8220;menyentil&#8221; saya utk kembali SADAR (sekarang kata SADAR menjadi motto dalam keluarga, selain Berserah pd Kuasa Allah dan Sabar)</p>
<p>Buat teman2 yg sedang menjalani meditasi, semoga teman2 mendapatkan ssuatu yg sdh lama dnanti di dalam proses meditasi yg sdg dlakukan</p>
<p>Jangan pernah bhenti berharap dan tetap semangat utk bjuang.</p>
<p>F.N.S</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: angela asriarti</title>
		<link>http://gerejastanna.org/dua-pendekatajalan-menghadapi-masalah-kehidupan/comment-page-1/#comment-257</link>
		<dc:creator>angela asriarti</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Dec 2008 17:19:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=250#comment-257</guid>
		<description>Bicara soal mudika emm...kayaknya kompleks deh. maunya sih &#039;maju&#039; gitu, tp sulit bgt membangunkan raksasa tidurnya. klo ikut meditasi sih, mau. tp kendalanya waktu dan lokasi rumah sy yg lumayan. maklum, wilayah sy adl. wilayah paling ujung (timur, klo gak salah). membaca dialognya romo dan rekan2 yg lain sj, sy sdh bs belajar banyak.
Romo benar, membiarkan pikiran berhenti lebih mudah daripada memaksa untuk berhenti. masalahnya, sy belum terbiasa dengan memori yg tersimpan. masih perlu banyak berlatih mungkin ya...


salam hangat,
angela a.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bicara soal mudika emm&#8230;kayaknya kompleks deh. maunya sih &#8216;maju&#8217; gitu, tp sulit bgt membangunkan raksasa tidurnya. klo ikut meditasi sih, mau. tp kendalanya waktu dan lokasi rumah sy yg lumayan. maklum, wilayah sy adl. wilayah paling ujung (timur, klo gak salah). membaca dialognya romo dan rekan2 yg lain sj, sy sdh bs belajar banyak.<br />
Romo benar, membiarkan pikiran berhenti lebih mudah daripada memaksa untuk berhenti. masalahnya, sy belum terbiasa dengan memori yg tersimpan. masih perlu banyak berlatih mungkin ya&#8230;</p>
<p>salam hangat,<br />
angela a.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Dialog K &#38; S</title>
		<link>http://gerejastanna.org/dua-pendekatajalan-menghadapi-masalah-kehidupan/comment-page-1/#comment-249</link>
		<dc:creator>Dialog K &#38; S</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2008 09:07:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=250#comment-249</guid>
		<description>K: saya jadi inget penitensi romo waktu saya ngaku dosa. terus terang saya orang yang sangat objective dan sangat &#039;logika&#039;...yang ga masuk logika..it&#039;s non sense..
S: Iya, begitulah kecenderungan kita. Logika atau pikiran jadi segala-galanya. Padahal logika tidak mampu memecahkan masalah kehidupan.
K: hingga saat ini , pandangan saya mengenai masalah adalah ya masalah..yang akan datang selama kita masih diberi kesempatan menghirup udara yang ada di dunia ini ..
S: Betul. Tiada hidup tanpa masalah. Tapi kita memang jarang bertanya dengan serius, bagaimana mungkin kita bisa bebas dari masalah? Alih-alih setia menghadapi masalah, kebanyakan orang melarikan diri dari masalah dan mencari penghiburan.
K: ga perlu dihindari, masalah itu akan datang terus2an kok..secara sadar, saya percaya masalah akan terus datang dan ngga perlu dibendung2 apalagi dihentikan...biarlah masalah itu datang dan pergi..sikap yang diperlukan adalah bagaimana respon kita terhadap masalah itu..mau responsif atau apatis (masa bodoh)..
S: Masalah datang terus menerus itu fakta. Tidak perlu dipercaya. Seperti matahari terbit di pagi hari dan terbenam di sore hari. Itu fakta; tidak perlu kepercayaan.  Masalah memang tidak perlu dibendung atau dihentikan. Tapi perlu untuk disadari terus-menerus. Sadar akan adanya masalah tidak sama dengan respon pikiran terhadap masalah. Kebanyakan dari kita tidak sadar akan masalah, tetapi berpikir tentang masalah. Itu dua hal yang tidak sama.
K: saya setuju dengan pendapat romo bahwa pikiran itu licin bagai belut dan licik bagai ular...tapi ada pertanyaan menggelitik yang muncul di pikiran saya? (lagi2 pikiran itu muncul lagi)...kira2 yang menginstall pikiran2 dengan segala ketakutan, kesenangan ,dsb sehingga si &quot;pikiran&quot; itu muncul sebagai sesuatu yang licin bagai belut dan licik bagai ular siapa ya?
S: Bagus, anda sadar akan geraknya pikiran dan anda bertanya siapa si pemikir itu? Adakah entitas lain di luar pikiran yang menggerakkan pikiran? Dalam meditasi, kita akan mampu melihat dengan jernih bahwa ternyata pemikir itu tidak berbeda dengan pikirannya. Itu fakta. Hanya pikiran suka membuat ilusi bahwa ada entitas subjek di luar pikiran. Terjadilah dualitas antara subjek dan objek. Itulah fungsi pertama pikiran, memisahkan si aku dengan pikiran. Lalu terciptalah berbagai masalah.
K: klo Tuhan, moso Dia install yang ga bener ya..
S: Lihat, betapa pikiran ini licin. Si pikiran/pemikir berspekulasi tentang Tuhan yang menginstall pikiran. Spekulasi tidak akan pernah membawa kita ke mana-mana. Mengapa tidak setia melihat gerak pikiran apa adanya?
K: ah, jadi mumet saya..but..thanks for this info...thanks for getting in this comment..sorry if my sentences rankling anyone who read this comment
S: Siapa dan mengapa jadi mumet (pusing)? Bukankah pikiran itu yang bikin pusing? Kalau anda amati saja gerak pikiran yang bikin pusing ini, maka pikiran berhenti dan pusing hilang seketika. 
K: I still believe in Jesus...
S: Semoga anda berani melangkah lebih maju. Bukan hanya beriman pada Yesus, tetapi mengalami Yesus/Kristus/Roh Kudus/Tuhan secara aktuil setiap saat. Untuk mengalami itu, logika/pikiran musti berhenti--dibiarkan berhenti bukan dipaksa berhenti.
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>K: saya jadi inget penitensi romo waktu saya ngaku dosa. terus terang saya orang yang sangat objective dan sangat &#8216;logika&#8217;&#8230;yang ga masuk logika..it&#8217;s non sense..<br />
S: Iya, begitulah kecenderungan kita. Logika atau pikiran jadi segala-galanya. Padahal logika tidak mampu memecahkan masalah kehidupan.<br />
K: hingga saat ini , pandangan saya mengenai masalah adalah ya masalah..yang akan datang selama kita masih diberi kesempatan menghirup udara yang ada di dunia ini ..<br />
S: Betul. Tiada hidup tanpa masalah. Tapi kita memang jarang bertanya dengan serius, bagaimana mungkin kita bisa bebas dari masalah? Alih-alih setia menghadapi masalah, kebanyakan orang melarikan diri dari masalah dan mencari penghiburan.<br />
K: ga perlu dihindari, masalah itu akan datang terus2an kok..secara sadar, saya percaya masalah akan terus datang dan ngga perlu dibendung2 apalagi dihentikan&#8230;biarlah masalah itu datang dan pergi..sikap yang diperlukan adalah bagaimana respon kita terhadap masalah itu..mau responsif atau apatis (masa bodoh)..<br />
S: Masalah datang terus menerus itu fakta. Tidak perlu dipercaya. Seperti matahari terbit di pagi hari dan terbenam di sore hari. Itu fakta; tidak perlu kepercayaan.  Masalah memang tidak perlu dibendung atau dihentikan. Tapi perlu untuk disadari terus-menerus. Sadar akan adanya masalah tidak sama dengan respon pikiran terhadap masalah. Kebanyakan dari kita tidak sadar akan masalah, tetapi berpikir tentang masalah. Itu dua hal yang tidak sama.<br />
K: saya setuju dengan pendapat romo bahwa pikiran itu licin bagai belut dan licik bagai ular&#8230;tapi ada pertanyaan menggelitik yang muncul di pikiran saya? (lagi2 pikiran itu muncul lagi)&#8230;kira2 yang menginstall pikiran2 dengan segala ketakutan, kesenangan ,dsb sehingga si &#8220;pikiran&#8221; itu muncul sebagai sesuatu yang licin bagai belut dan licik bagai ular siapa ya?<br />
S: Bagus, anda sadar akan geraknya pikiran dan anda bertanya siapa si pemikir itu? Adakah entitas lain di luar pikiran yang menggerakkan pikiran? Dalam meditasi, kita akan mampu melihat dengan jernih bahwa ternyata pemikir itu tidak berbeda dengan pikirannya. Itu fakta. Hanya pikiran suka membuat ilusi bahwa ada entitas subjek di luar pikiran. Terjadilah dualitas antara subjek dan objek. Itulah fungsi pertama pikiran, memisahkan si aku dengan pikiran. Lalu terciptalah berbagai masalah.<br />
K: klo Tuhan, moso Dia install yang ga bener ya..<br />
S: Lihat, betapa pikiran ini licin. Si pikiran/pemikir berspekulasi tentang Tuhan yang menginstall pikiran. Spekulasi tidak akan pernah membawa kita ke mana-mana. Mengapa tidak setia melihat gerak pikiran apa adanya?<br />
K: ah, jadi mumet saya..but..thanks for this info&#8230;thanks for getting in this comment..sorry if my sentences rankling anyone who read this comment<br />
S: Siapa dan mengapa jadi mumet (pusing)? Bukankah pikiran itu yang bikin pusing? Kalau anda amati saja gerak pikiran yang bikin pusing ini, maka pikiran berhenti dan pusing hilang seketika.<br />
K: I still believe in Jesus&#8230;<br />
S: Semoga anda berani melangkah lebih maju. Bukan hanya beriman pada Yesus, tetapi mengalami Yesus/Kristus/Roh Kudus/Tuhan secara aktuil setiap saat. Untuk mengalami itu, logika/pikiran musti berhenti&#8211;dibiarkan berhenti bukan dipaksa berhenti.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: regina</title>
		<link>http://gerejastanna.org/dua-pendekatajalan-menghadapi-masalah-kehidupan/comment-page-1/#comment-248</link>
		<dc:creator>regina</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Dec 2008 14:31:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=250#comment-248</guid>
		<description>Terima Kasih: saudara NN,atas balasan untuk tema ini,jika ada kata-kata saya yg mungkin tidak tepat,mohon dimakhlumi,karena saya,bergabung di meditasi ini baru 1tahun,..
penulisan saya,&#039;untuk sebagian orang&#039;,..karena..menurut saya,tidak semua orang ingin melakukan meditasi,karena orang yang mungkin pandai dalam..ilmu keagamaan atau sekolah teologi,..meditasi..yg di terapkan romo,..mungkin agak berbeda,
sedangkan saya,mengatakan dengan apa yang saya rasakan dan saya telah dapatkan selama mengikutinya,..dari pengalaman itulah,bisa saya tuangkan..
walau sesungguhnya..Meditasi itu sangat lah berguna,buat saya,mungkin teman-teman lainnya yang juga begabung.
jika,si pejalan rohani atau si pemeditasi,hanya sekedar ikut-ikutan,atau memakai topeng kepalsuan,itu akan sifat nya sementara,tidak akan lama..semua akan bisa terihat dan teramati..satu dengan lainnya,..

jika,kita mengharapkan,menjadikan diri ini welas asih,dan jujur,tidak bisa dipandang dari luar,karena itu terasa didalam,
karena didalam tidak bisa berubah,tapi di luar dapat berubah,
penilaian baik atau belum baik atau sedang menuju baik,adalah 
&quot;diri&quot; ini yang bisa..di lihat oleh orang lain,bukan menilai diri sendiri.
di sini.di Meditasi baik saya maupun baik saudara NN,atau yang lainnya.jika..sudah..pernah mengalami perubahan baik,dari apa yang dilakukan dan terus berlatih,akan &quot;Kesadaraan&quot;,..dan menerima,melihat,memandang,merasakan,dan..melakukan,semua nya itu dengan pikiran.perasaan.pengamatan,..dengan APA ADA NYA&#039;..semua nya itu,..tidak akan menjadikan kesulitan untuk menghadapi kehidupan ini sesungguhnya,walau tidak mudah..kalau tidak berlatih,tapi akan mudah jika,terus,terus diamati setiap gerak pikiran ini,mulai berjalan.

sesuatu yang luar biasa,buat saudara NN,yang begitu,banyak kemajuan dalam..mengikuti meditasi,sehingga perubahan-perubahan baik diperolehnya,sehingga sharring saudara,.bisa memberikan
semangat dan meyakinkan kepada banyak orang,kalau kita perlu meluangkan wkt didalam kehidupan kita ini,untuk Meditasi.

kesempurnaan,hanyalah milik NYA,tapi kelemahan diri manusia ini,
milik kita,..yang harus terus..di latih untuk menuju &#039;Kesadaraan&#039;

salam penuh kasih
r.m</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terima Kasih: saudara NN,atas balasan untuk tema ini,jika ada kata-kata saya yg mungkin tidak tepat,mohon dimakhlumi,karena saya,bergabung di meditasi ini baru 1tahun,..<br />
penulisan saya,&#8217;untuk sebagian orang&#8217;,..karena..menurut saya,tidak semua orang ingin melakukan meditasi,karena orang yang mungkin pandai dalam..ilmu keagamaan atau sekolah teologi,..meditasi..yg di terapkan romo,..mungkin agak berbeda,<br />
sedangkan saya,mengatakan dengan apa yang saya rasakan dan saya telah dapatkan selama mengikutinya,..dari pengalaman itulah,bisa saya tuangkan..<br />
walau sesungguhnya..Meditasi itu sangat lah berguna,buat saya,mungkin teman-teman lainnya yang juga begabung.<br />
jika,si pejalan rohani atau si pemeditasi,hanya sekedar ikut-ikutan,atau memakai topeng kepalsuan,itu akan sifat nya sementara,tidak akan lama..semua akan bisa terihat dan teramati..satu dengan lainnya,..</p>
<p>jika,kita mengharapkan,menjadikan diri ini welas asih,dan jujur,tidak bisa dipandang dari luar,karena itu terasa didalam,<br />
karena didalam tidak bisa berubah,tapi di luar dapat berubah,<br />
penilaian baik atau belum baik atau sedang menuju baik,adalah<br />
&#8220;diri&#8221; ini yang bisa..di lihat oleh orang lain,bukan menilai diri sendiri.<br />
di sini.di Meditasi baik saya maupun baik saudara NN,atau yang lainnya.jika..sudah..pernah mengalami perubahan baik,dari apa yang dilakukan dan terus berlatih,akan &#8220;Kesadaraan&#8221;,..dan menerima,melihat,memandang,merasakan,dan..melakukan,semua nya itu dengan pikiran.perasaan.pengamatan,..dengan APA ADA NYA&#8217;..semua nya itu,..tidak akan menjadikan kesulitan untuk menghadapi kehidupan ini sesungguhnya,walau tidak mudah..kalau tidak berlatih,tapi akan mudah jika,terus,terus diamati setiap gerak pikiran ini,mulai berjalan.</p>
<p>sesuatu yang luar biasa,buat saudara NN,yang begitu,banyak kemajuan dalam..mengikuti meditasi,sehingga perubahan-perubahan baik diperolehnya,sehingga sharring saudara,.bisa memberikan<br />
semangat dan meyakinkan kepada banyak orang,kalau kita perlu meluangkan wkt didalam kehidupan kita ini,untuk Meditasi.</p>
<p>kesempurnaan,hanyalah milik NYA,tapi kelemahan diri manusia ini,<br />
milik kita,..yang harus terus..di latih untuk menuju &#8216;Kesadaraan&#8217;</p>
<p>salam penuh kasih<br />
r.m</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: NN</title>
		<link>http://gerejastanna.org/dua-pendekatajalan-menghadapi-masalah-kehidupan/comment-page-1/#comment-247</link>
		<dc:creator>NN</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Dec 2008 11:34:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=250#comment-247</guid>
		<description></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Regina:  Meditasi banyak manfaat dan berguna bagi sebagian orang.<br />
Meditasi tentunya bermanfaat bagi semua orang bukan hanya sebagian orang.  Kalau dianggap berguna bagi sebagian orang, apa yang dirasakan oleh sebagian lainnya? Tidak merasakan manfaatnya karena hanya ikut-ikutan meditasi atau sekedar memakai topeng kepalsuan?  Disadari atau tidak meditasi tentu membawa perubahan dalam diri orang yang pernah ikut meditasi, a.l. menumbuhkan rasa jujur dan welas asih, perubahan akan segala tindakan yang terpuji bukan sekedar dalam perkataan atau slogan tetapi dari lubuk hati&#8230;&#8230;..  </p>
<p>Untuk saya yang jauh dari sempurna, manfaat yang saya rasakan secara fisik misalnya kesembuhan dari beberapa rasa sakit yang 2-3 tahun ini terasa mengganggu, membaca teks buku PS ukuran besar biasanya agak sulit sekarang mulai lancar, tidur pulas..  Pengalaman lain misalnya melihat apa adanya mendengar apa adanya merasakan apa adanya yang keseluruhan itu tanpa ingatan, pikiran, emosi masa lalu atau masa mendatang – mungkin untuk sebagian orang sulit dipahami.</p>
<p>Terima kasih.<br />
Salam, NN.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: regina</title>
		<link>http://gerejastanna.org/dua-pendekatajalan-menghadapi-masalah-kehidupan/comment-page-1/#comment-242</link>
		<dc:creator>regina</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Dec 2008 09:12:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=250#comment-242</guid>
		<description>Terima kasih,angela atas masukan nya. Sebenarnya tidak sampai keblinger ko.. Di sini kita-kita berlatih dan mengamati dan malahan mendapatkan masukan-masukan baik dari para pemeditasi. Apalagi hidup sudah susah, kalau tidak bisa menerima apa ada nya, bisa-bisa kita jadi morat-marit. Ujung-ujung nya putus asa. Bahkan makan saja tidak dapat kita nikmati karena dgn makan pikiran mengikuti nya kemana-mana sehingga yg di makan tdk menjadikan sari lagi buat tubuh kita, tapi dgn latihan yang di bimbing oleh romo Sudri, justru kita harus bisa menikmati setiap kita mulai makan, walaupun hanya makan dengan sepotong tempe misalkan tapi terasa nikmat dan mengenyangkan.

Sebagai.saudara dalam komunitas st anna, seperti nya angela cocok untuk bergabung dgn teman-teman di meditasi, mungkin juga  bisa mengajak teman2 di mudika nya, untuk bersama-sama berlatih. Meditasi banyak manfaat dan berguna buat sebagian orang.
Apalagi permasalahan di muda-mudi pasti juga bervariasi ya?

Biar muda-mudi st anna semakin marak kembali dan mengenal satu dan lain nya, dan mungkin bisa semakin maju di segala bidang kepemudaan nya. &quot;Ayo maju untuk Angela&quot; . GBU

salam
r.m
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terima kasih,angela atas masukan nya. Sebenarnya tidak sampai keblinger ko.. Di sini kita-kita berlatih dan mengamati dan malahan mendapatkan masukan-masukan baik dari para pemeditasi. Apalagi hidup sudah susah, kalau tidak bisa menerima apa ada nya, bisa-bisa kita jadi morat-marit. Ujung-ujung nya putus asa. Bahkan makan saja tidak dapat kita nikmati karena dgn makan pikiran mengikuti nya kemana-mana sehingga yg di makan tdk menjadikan sari lagi buat tubuh kita, tapi dgn latihan yang di bimbing oleh romo Sudri, justru kita harus bisa menikmati setiap kita mulai makan, walaupun hanya makan dengan sepotong tempe misalkan tapi terasa nikmat dan mengenyangkan.</p>
<p>Sebagai.saudara dalam komunitas st anna, seperti nya angela cocok untuk bergabung dgn teman-teman di meditasi, mungkin juga  bisa mengajak teman2 di mudika nya, untuk bersama-sama berlatih. Meditasi banyak manfaat dan berguna buat sebagian orang.<br />
Apalagi permasalahan di muda-mudi pasti juga bervariasi ya?</p>
<p>Biar muda-mudi st anna semakin marak kembali dan mengenal satu dan lain nya, dan mungkin bisa semakin maju di segala bidang kepemudaan nya. &#8220;Ayo maju untuk Angela&#8221; . GBU</p>
<p>salam<br />
r.m</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: angela asriarti</title>
		<link>http://gerejastanna.org/dua-pendekatajalan-menghadapi-masalah-kehidupan/comment-page-1/#comment-237</link>
		<dc:creator>angela asriarti</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Dec 2008 15:45:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=250#comment-237</guid>
		<description>Mo, klo diladeni terus2an nanti lama2 Romo pusing loh hehehe...inget Mo, meditasi itu jg perlu makan. jgn lupa makan jg Mo biar agak &#039;berisi&#039; dikit gitu loh (hehehe...maaf Romo klo sy kurang sopan, abisnya sdh banyak yg protes tuh hahaha...)
Dear all,
Pokoke ojo keblinger, titik. selalu ingat klo hidup sangat berarti. jgn sdh susah malah dibuat makin susah. dinikmati saja apa adanya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mo, klo diladeni terus2an nanti lama2 Romo pusing loh hehehe&#8230;inget Mo, meditasi itu jg perlu makan. jgn lupa makan jg Mo biar agak &#8216;berisi&#8217; dikit gitu loh (hehehe&#8230;maaf Romo klo sy kurang sopan, abisnya sdh banyak yg protes tuh hahaha&#8230;)<br />
Dear all,<br />
Pokoke ojo keblinger, titik. selalu ingat klo hidup sangat berarti. jgn sdh susah malah dibuat makin susah. dinikmati saja apa adanya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->
