Doa Bagi Jiwa-jiwa Di Api Penyucian
Api Penyucian adalah ciptaan Allah yang luar biasa. Gambarannya dapat dikatakan sebagai berikut:
Suatu ketika, sebuah pintu terbuka dan nampaklah sesosok PRIBADI yang sangat luar biasa indah, keindahan yang belum pernah ditemukan di dunia ini. Anda terpesona oleh cahaya dan kesempurnaan PRIBADI tersebut. Terlebih-lebih saat DIA menunjukkan bahwa IA sangat mengasihi Anda (sesuatu yang tidak pernah terbayangkan oleh Anda); Anda juga merasakan bahwa DIA mempunyai mempunyai keinginan besar untuk menarik Anda ke dalam pelukan-Nya. Api cinta kasih telah membakar hati dan mendorong Anda untuk menyerahkan diri ke dalam tangan-Nya.
Tetapi, pada saat yang penting ini, Anda sadar bahwa selama ini Anda belum membersihkan diri; bahwa Anda sangat bau; bahwa Anda sangat jelek; bahwa hidung Anda lengket; rambut Anda kotor dan lengket; dan baju Anda dipenuhi oleh berbagai macam noda… dan seterusnya. Pada saat ini, Anda berkata pada diri sendiri, ”Tidak, aku tidak mungkin bisa memberikan diriku dengan keadaan seperti ini! Pertama-tama aku harus pergi dan membersihkan diriku, mandi dan kemudian aku akan segera kembali kepada-Nya…!”
Tetapi, cinta kasih yang telah lahir dalam hati Anda begitu kuat terasa membakar, sehingga penundaan demi penundaan untuk membersihkan diri ini menjadi sangat tidak tertahankan. Rasa sakit karena ketidakhadiran-Nya, meski hanya untuk beberapa saat, terasa sangat membakar hati. Rasa membakar yang mengerikan di hati Anda benar-benar sesuai dengan pernyataan cinta kasih; itu adalah Api Cinta Kasih…
Ya, inilah api Penyucian. Sebuah penundaan yang diakibatkan oleh ketidakmurnian kita sendiri; penundaan sebelum sampai ke dalam pelukan Allah, suatu api Cinta Kasih yang terasa membakar sehingga membuat kita sangat menderia, suatu penantian, suatu kerinduan untuk Cinta Kasih. Persis seperti api, kerinduan yang membara ini akan memurnikan kita dari segala kekotoran dalam diri kita. Atau dapat dikatakan, Api Penyucian adalah suatu tempat kerinduan yang dahsyat akan Allah, karena kita telah bertemu dan melihat Allah, tetapi dengan-Nya kita belum dapat atau boleh dipersatukan.
Mereka terus menanti sampai jiwa mereka dibersihkan dari noda dosa selama mereka hidup di dunia. Ada yang cepat, ada yang lama… bahkan sampai 20 tahun! Tetapi, jiwa-jiwa di Api Penyucian tidak bisa lagi melakukan sesuatu bagi dirinya sendiri. Mereka sama sekali tergantung pada kita. Dan bahwa, orang yang masih hidup di dunia mempunyai kesempatan besar untuk mengurangi penderitaan mereka yang telah meninggal dunia.
Berikut adalah doa-doa yang dapat membantu saudara-saudara kita, baik yang kita kenal maupun yang tidak kita kenal, yang telah meninggal, yang berada dalam Api Penyucian agar dapat segera bertemu dengan Yesus Kristus, Tuhan kita dalam Kemuliaan-Nya. God bless…
Diambil dari ’Rahasia Jiwa-jiwa di Api Penyucian’,
Seri MCI-2 (Marian Centre Indonesia)
Doa Kepada Hati Yesus
Ya Hati Ilahi Yesus, anugerahkanlah Ramat padaku untuk selalu hidup menurut kehendak-Mu, di saat suka maupun duka.
Semoga aku selalu siap menghadapi saat terakhir dan berikanlah aku keberanian untuk menyerahkan segala-galanya, baik jiwa maupun ragaku kepada-Mu.
O Yesus, demi sengsara-Mu yang suci, semoga pada saat kematianku, Engkau datang dan menemukan aku terjaga seperti hamba yang baik dengan penyerahan yang tulus dan telah menerima Sakramen Tobat serta Sakramen Perminyakan.
O Tuhan, jangan meninggalkan aku dalam perjuangan yang terakhir di dunia ini, ketika aku harus bertempur melawan setan, mungkin dalam api yang menyala-nyala. Semoga Bunda-Mu yang Suci, Bunda Kerahiman, Santa Mikael dan para malaikat menolong dan melindungi aku dari segala cobaan pada saat aku meninggalkan dunia ini. Semoga mereka menguatkan aku dan menghiburku dalam penderitaan ini.
Berikanlah kepadaku iman yang hidup, kepercayaan yang teguh, kasih yang membara dan kesabaran yang besar.
Tolonglah aku untuk mempercayakan diriku sepenuhnya ke dalam tangan-Mu dan meninggalkan diriku sendiri seperti seorang anak kecil berlari ke dalam kediaman-Mu yang Kudus.
Dalam kebaikan-Mu yang tak terhingga dan kerahiman-Mu yang besar, ya Yesus, ingatlah padaku. Amin.
Mazmur 130: Seruan dari dalam Kesesakan
1.Dari jurang yang dalam aku
berseru kepada-Mu, ya TUHAN!
2.Tuhan, dengarkanlah suaraku!
Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian
kepada suara permohonanku.
3.Jika Engkau, ya TUHAN,
mengingat-ingat kesalahan-kesalahan,
Tuhan, siapakah yang dapat tahan?
4.Tetapi pada-Mu ada pengampunan,
supaya Engkau ditakuti orang.
5.Aku menanti-nantikan TUHAN,
jiwaku menanti-nanti,
dan aku mengaharapkan firman-Nya.
6.Jiwaku mengharapkan Tuhan
lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi,
lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi.
7.Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel!
Sebab pada TUHAN ada kasih setia,
dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan.
8.Dialah yang akan membebaskan Israel
dari segala kesalahannya.
Doa Sta. Mathilda: Untuk Pembebasan Jiwa-jiwa di Api Penyucian
Bapa kami yang ada di surga.
Kami mohon dengan rendah hati kepada-Mu, Bapa yang kekal, mahabaik dan maharahim, ampunilah jiwa-jiwa malang yang merupakan ciptaan-Mu juga, biarpun mereka tidak mengasihi-Mu, telah menolak-Mu dan tidak menghormati-Mu. Demi pertobatan dan penebusan, kami persembahkan kepada-Mu pengorbanan semua kebajikan Putera-Mu terkasih, Tuhan kami, Yesus Kristus.
Dimuliakanlah nama-Mu.
Kami mohon dengan rendah hati kepada-Mu, Bapa yang kekal, mahabaik dan maharahim, ampunilah jiwa-jiwa malang yang tidak memuliakan nama kudus-Mu dan sering menyalahgunakannya. Demi pertobatan dan penebusan, kami persembahkan kepada-Mu pengorbanan semua perkataan yang telah diucapkan oleh Putera-Mu, Tuhan kami, Yesus Kristus semasa hidupnya di dunia untuk memuliakan nama-Mu.
Datanglah kerajaan-Mu.
Kami mohon dengan rendah hati kepada-Mu, Bapa yang kekal, mahabaik dan maharahim, ampunilah jiwa-jiwa malang yang tidak mempunyai hasrat dan kasih membara akan kerinduan pada kerajaan-Mu yang kudus. Demi pertobatan dan penebusan, kami persembahkan kepada-Mu pengorbanan semua kasih Putera-Mu, Tuhan kami, Yesus Kristus, yang menginginkan setiap insan diterima dalam kerajaan-Mu yang kudus.
Jadilah kehendak-Mu, di atas bumi seperti di dalam surga.
Kami mohon dengan rendah hati kepada-Mu, Bapa yang kekal, mahabaik dan maharahim, ampunilah jiwa-jiwa malang yang tidak tunduk dengan tulus ikhlas pada kehendak-Mu yang kudus, tetapi yang sering mengikuti kehendaknya sendiri. Demi hati Ilahi Yesus dan kepatuhan-Nya yang besar.
Berilah kami rejeki pada hari ini, dan ampunilah kesalahan kami seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Kami mohon dengan rendah hati kepada-Mu, Bapa yang kekal, mahabaik dan maharahim, ampunilah jiwa-jiwa malang yang dibebani oleh dosa-dosa karena mereka tidak mengasihi musuh-musuhnya dan tidak ingin mengampuninya. Demi pertobatan dan penebusan, kami persembahkan kepada-Mu pengorbanan kata-kata kudus dari Putera-Mu terkasih, Tuhan kami, Yesus Kristus, seperti dikatakan-Nya pada kayu salib: Bapa, ampunilah mereka, karena mereka tidak tahu apa yang dilakukannya.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan.
Kami mohon dengan rendah hati kepada-Mu, Bapa yang kekal, mahabaik dan maharahim, ampunilah jiwa-jiwa malang yang tidak berjuang melawan cobaan besar, tetapi mengalah pada godaan setan yang mempercepat kehancuran. Demi pertobatan dan penebusan, kami persembahkan kepada-Mu semua ketaatan, kerja keras dan semua penderitaan pahit serta kematian yang dialami Tuhan kami, Yesus Kristus.
Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
Kami mohon dengan rendah hati kepada-Mu, Bapa yang kekal, mahabaik dan maharahim, ampunilah jiwa-jiwa malang dan hantarkanlah mereka bersama dengan Yesus Kristus pada kerajaan-Mu yang mulia karena Engkaulah kemuliaan itu.
Amin.
Rosario Kecil: Bagi Jiwa-jiwa Kudus di Api Penyucian
Dalam nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
1) Yesusku, demi kebajikan dari semua keringat darah-Mu di Taman Getsemani, kasihanilah jiwa saudara-saudaraku terkasih yang menderita di Api Penyucian.
Bapa Kami..Salam Maria..Istirahat Kekal..
2) Yesusku, demi kebajikan dan penghinaan dan ejekan yang Engkau derita di pengadilan, pada waktu Engkau diperlakukan sebagai orang gila dan ditukarkan dengan seorang penjahat, kasihanilah jiwa-jiwa di Api Penyucian yang menanti dimuliakan dalam Kerajaan Kudus-Mu.
Bapa Kami..Salam Maria..Istirahat Kekal..
3) Yesusku, demi kebajikan dari mahkota duri yang menusuk Kepala Suci-Mu, kasihanilah jiwa-jiwa yang paling terbuang dan terlupakan dan yang paling jauh dari pembebasan penderitaan di Api Penyucian.
Bapa Kami..Salam Maria..Istirahat Kekal..
4) Yesusku, demi kebajikan dari langkah-Mu yang sangat menyakitkan yang Kau alami sambil memanggul kayu salib di bahu-Mu, kasihanilah jiwa-jiwa yang mendekati pembebasan Api Penyucian. Demi kebajikan dari semua penderitaan yang Kau rasakan bersama Bunda Kudus-Mu saat Engkau bertemu dengannya di jalan menuju Kalvari, bebaskanlah jiwa-jiwa yang berdevosi pada Bunda Terkasih-Mu terhadap siksaan Api Penyucian.
Bapa Kami..Salam Maria..Istirahat Kekal..
5) Yesusku, demi kebajikan dari tubuh kudus-Mu yang tergantung di kayu salib, dari kaki dan tangan suci-Mu yang ditusuk paku, dari kematian-Mu yang kejam dan dari tusukan di lambung-Mu, kasihanlah dan berilah kerahiman-Mu pada jiwa-jiwa malang dan ijinkanlah mereka untuk bersatu dengan-Mu di surga.
Bapa Kami..Salam Maria..Istirahat Kekal..
Doa Istirahat Kekal
Berikanlah istirahat kekal kepada mereka
ya Tuhan,
semoga terang abadi menyinari mereka
sehingga mereka beristirahat dalam damai.
Semoga jiwa para beriman beristirahat dalam
ketentraman karena kerahiman Tuhan.
Amin.
Luka-luka Suci Bagi jiwa-jiwa di Api Penyucian
Ini adalah janji-janji Yesus yang disampaikan kepada Suster Maria Martha Chambon, seorang suster biasa dan rendah hati yang telah meninggal dunia dalam keharuman dan kesucian, dari biara Visitation di Satander, Perancis.
Maria Martha Chambon dilahirkan di La Croix-Rouge pada tanggal 6 Maret 1841 dan wafat di Satander pada tanggal 21 Maret 1921. Ia adalah puteri dari petani miskin dan memasuki biara Visitation di Satander pada tahun 1864, dimana dia menjadi suster biasa sampai akhir hayatnya, bekerja di ruang makan dan di asrama. Dalam hubungannya dengan penampakan salib Berdarah, dia mempersembahkan dirinya pada devosi Luka-luka Suci, dimana ia mengalami penampakan harian yang menarik perhatian. Pada tahun 1875, dia mengalami stigmata.
a) Aku akan memberikan semua yang kau minta pada-Ku dengan perantaraan Luka-luka Suci-Ku. Sangatlah perlu untuk menyebarluaskan devosi ini.
b) Sesungguhnya, doa ini bukan dari dunia, tetapi dari surga,… dan dengan ini kau akan mendapatkan segalanya.
c) Luka-luka Suci-Ku akan mendukung dunia… Mintalah pada-Ku agar Engkau selalu mencintai-Nya, sebab Luka-luka tersebut adalah sebagai sumber segala rahmat. Sangatlah penting untuk memohon pada-Nya (Luka-luka) sesering mungkin dan ajaklah sesamamu untuk berbuat hal yang sama dengan tujuan menanamkan devosi ini ke dalam jiwa mereka.
d) Bila engkau menderita, letakkan penderitaanmu ke dalam Luka-luka-Ku dan penderitaanmu akan berkurang.
e) Bila engkau berada di dekat orang sakit, ulangi permohonan ini berkali-kali: ”Yesus, aku mohon pengampunan dan kerahiman demi kebajikan Luka-luka Suci-Mu.” Doa ini akan memberi pemulihan bagi jiwa dan raga.
f) Para pendosa akan memperoleh pertobatan jika berkata: ”Kupersembahkan kepada-Mu, Luka-luka Tuhan kami, Yesus Kristus sebagai pemulihan dosa-dosa jiwa kami.”
g) Luka-luka-Ku akan memulihkanmu.
h) Tak ada kematian bagi jiwa yang meninggal dalam Luka-luka-Ku, karena Luka-luka-Ku akan memberikan kehidupan sejati.
i) Pada setiap kata yang kau daraskan pada Rosario Kerahiman, aku akan meneteskan setitik darah-Ku pada jiwa seorang pendosa.
j) Jiwa-jiwa yang memuliakan Luka-luka Suci-Ku dan mempersembahkannya kepada Bapa yang kekal bagi jiwa-jiwa di Api Penyucian, pada saat kematiannya akan ditemani oleh Perawan Terberkati dan para malaikat. Dan Aku akan menyambut dalam kemuliaan yang gemilang bagaikan mahkota.
k) Luka-luka Suci adalah harta yang paling berharga bagi jiwa-jiwa di Api Penyucian.
l) Devosi pada Luka-luka adalah obat untuk memperbaiki segala kesalahan yang terjadi pada saat ini.
m) Buah-buah kesucian datang dari Luka-luka-Ku. Dengan merenungkan Luka-luka-Ku, maka engkau akan selalu menemukan sumber kekuatan untuk mengasihi.
Rosario Luka-luka Suci Tuhan Kita, Yesus Kristus
Rosario Kerahiman ini menggunakan rosario biasa dan dimulai dengan doa sebagai berikut:
1) Ya Yesus, Penebus Ilahi, kasihanilah kami dan seluruh dunia. Amin.
2) Allah yang kudus, Allah yang kuasa, Allah yang kekal, kasihanilah kami dan seluruh dunia. Amin.
3) Ya Allahku, mohon pengampunan dan kerahiman-Mu dalam bahaya saat ini, naungilah kami dengan Darah-Mu yang amat berharga. Amin.
4) Ya Bapa yang kekal, kami mohon kepada-Mu, kasihanilah kami demi Darah Yesus Kristus, Putera Tunggal-mu. Amin.
Pada butir manik-manik Salam Maria, doakanlah:
Bapa yang kekal, kupersembahkan kepada-Mu
Luka-luka Tuhan kami, Yesus Kristus,
untuk pemulihan luka-luka jiwa kami.
Pada butir manik-manik Bapa Kami, doakanlah:
Yesusku, melalui kebajikan Luka-luka-Mu
yang Maha Suci,
kasihanilah dan ampunilah kami.
Pada akhir Rosario, ulangi 3X:
Bapa yang kekal, kupersembahkan kepada-Mu
Luka-luka Tuhan kami, Yesus Kristus,
untuk pemulihan luka-luka jiwa kami.
Rosario 100 Requiem
Anna Maria Taigi sangat berdevosi pada jiwa-jiwa di Api Penyucian. Dalam kehidupannya yang saleh, dia selalu menjadi perantara bagi jiwa-jiwa terberkati dengan mendaraskan 100 requiem. Dia memberi kesaksian dengan menerima banyak rahmat surgawi dari Allah dalam keadaan yang paling sulit sekalipun. Baik dalam hal jasmani maupun rohani.
Dalam nama Bapa, Putera, dan Roh Kudus. Amin.
1. Yesusku terkasih, kupersembahkan kepada-Mu kebajikan dari segala penderitaan dan kesedihan, yang telah Kau alami demi penebusan kami, untuk menolong jiwa-jiwa di Api Penyucian; aku mulai dengan merenungkan Peluh-Mu yang berdarah pada saat Engkau menderita dan kesepian di Taman Getsemani.
Istirahat Kekal 10x..Jiwa-jiwa Kudus 1x..
2. Yesusku terkasih, kupersembahkan kepada-Mu bagi jiwa-jiwa di Api Penyucian, penderitaan hebat yang melukai Hati-Mu pada saat salah seorang murid terkasih-Mu, Yudas Iskariot, mengkhianati-Mu dengan ciuman palsu untuk menyerahkan-Mu ke dalam tangan musuh yang jahat.
Istirahat Kekal 10x..Jiwa-jiwa Kudus 1x..
3. Yesusku terkasih, kupersembahkan kepada-Mu bagi jiwa-jiwa di Api Penyucian, kesabaran yang mengagumkan yang Kau tanggung dengan banyaknya hinaan dari para serdadu pengecut yang menyeret-Mu dari Anas ke Kayafas, dari Pilatus ke Herodes, yang dengan rasa jijik mengenakan pada-Mu jubah orang gila dan mengirim-Mu kembali pada gubernur Romawi melalui hinaan dan ejekan massa.
Istirahat Kekal 10x..Jiwa-jiwa Kudus 1x..
4. Yesusku terkasih, kupersembahkan kepada-Mu bagi jiwa-jiwa di Api Penyucian, kepahitan yang mengganggu semangat-Mu pada saat Barabas, seorang penjahat dan pembunuh dibebaskan oleh orang Yahudi daripada membebaskan-Mu, seorang tak bersalah; Engkau diikat pada sebuah tiang dan didera berulang kali tanpa rasa belas kasihan.
Istirahat Kekal 10x..Jiwa-jiwa Kudus 1x..
5. Yesusku terkasih, kupersembahkan kepada-Mu bagi jiwa-jiwa di Api Penyucian, penghinaan yang Kau tanggung pada saat mereka mengenakan jubah ungu pada-Mu, memberikan sebatang buluh di tangan kanan-Mu dan meletakkan mahkota duri yang menyakitkan di kepala-Mu untuk mengejek-Mu sebagai raja palsu; dan Pilatus menyerahkan-Mu pada massa sambil berkata: ”Lihatlah orang ini!”.
Istirahat Kekal 10x..Jiwa-jiwa Kudus 1x..
6. Yesusku terkasih, kupersembahkan kepada-Mu bagi jiwa-jiwa di Api Penyucian, penderitaan yang tak terperikan yang Kau alami pada saat mereka berteriak: ”Salibkanlah Dia, salibkanlah Dia!” dan salib besar, kasar dan menyakitkan pada pundak-Mu, Kau panggul dengan kepasrahan yang tulus pada jalan menuju Kalvari.
Istirahat Kekal 10x..Jiwa-jiwa Kudus 1x..
7. Yesusku terkasih, kupersembahkan kepada-Mu bagi jiwa-jiwa di Api Penyucian, keharuan yang menyesakkan dan penderitaan yang Kau alami pada saat Engkau dipisahkan denagn kasar dari Bunda-Mu terkasih yang datang untuk menemui dan memeluk-Mu.
Istirahat Kekal 10x..Jiwa-jiwa Kudus 1x..
8. Yesusku terkasih, kupersembahkan kepada-Mu bagi jiwa-jiwa di Api Penyucian, penderitaan hebat yang Kau alami pada saat tubuh-Mu yang berdarah direntangkan pada kayu salib dan tangan serta kaki-Mu ditusuk secara kejam dengan paku, Engkau dinaikkan pada kayu salib hina.
Istirahat Kekal 10x..Jiwa-jiwa Kudus 1x..
9. Yesusku terkasih, kupersembahkan kepada-Mu bagi jiwa-jiwa di Api Penyucian, kesedihan mendalam dan penderitaan yang Kau pikul secara terus-menerus selama 3 jam sambil tergantung di kayu salib hina, kekejangan tungkai dan lengan-Mu yang amat sangat karena kehadiran Bunda-Mu yang berduka menyaksikan penderitaan yang demikian menyayat hati.
Istirahat Kekal 10x..Jiwa-jiwa Kudus 1x..
10. Yesusku terkasih, kupersembahkan kepada-Mu bagi jiwa-jiwa di Api Penyucian, kesedihan yang meliputi Perawan Maria Terberkati dalam menghadiri kematian-Mu dan Luka-luka yang menusuk hati lembutnya pada saat dia menerima dengan lengannya tubuh-Mu yang tak bernyawa yang diturunkan dari salib.
Istirahat Kekal 10x..Jiwa-jiwa Kudus 1x..
Doa Istirahat Kekal
Berikanlah istirahat kekal kepada mereka ya Tuhan, semoga terang abadi menyinari mereka sehingga mereka beristirahat dalam damai. Semoga jiwa para beriman beristirahat dalam ketentraman karena kerahiman Tuhan. Amin.
Doa Jiwa-jiwa Kudus
Jiwa-jiwa kudus, jiwa-jiwa di Api Penyucian, doakanlah aku kelak di hadapan Allah, dan aku akan mendoakanmu sehingga engkau akan memperoleh Kemuliaan Surgawi. Amin
Rosario Requiem Untuk Jiwa-jiwa di Api Penyucian
Menggunakan rosario biasa
Pada butir manik-manik Salam Maria, doakanlah:
Bapa yang kekal,
kupersembahkan kepada-Mu,
Darah Termulia dari Putera Ilahi-Mu, Yesus,
dalam kesatuan dengan segenap kurban misa
yang dipersembahkan di seluruh dunia
pada hari ini,
bagi semua jiwa-jiwa yang kudus
di Api Penyucian,
untuk orang-orang berdosa dimana saja,
di Gereja sedunia, di rumahku dan keluargaku.
Amin.
Pada butir manik-manik Bapa Kami, doakanlah:
Berikanlah istirahat kekal kepada mereka
ya Tuhan,
semoga terang abadi menyinari mereka
sehingga mereka beristirahat dalam damai.
Semoga jiwa para beriman beristirahat
dalam ketentraman karena kerahiman Tuhan.
Amin.







14th June,2009
Thanks a million untuk renungan ini, sungguh indah ,sangat berguna tuk bekal menyongsong hari depan agar saatnya tiba semua sudah siap dan berhias bersih dan rapi
dan another mill thanks for The marvelousSunday morning preach….Amazing…Kanjeng Romo ing Swargo is truly within You,
Romo Sudri, yang terpancarkan luas ke semua umat yang hadir,
itulah opo anane ,mudah2 an terserap dan dapat diamalkan dg sempurna oleh umat semua…
Nuwun sanget Romo,artikel ini masih tetap sangat berkesinambung
an dengan yg sebelum 2 nya,lebih2 remark Romo,mengenai hiden name, saya memang hanya baca2 ,tapi tak nyambung2 mungkin karena mmg sy yg gaptek eh.. telmi…..tapi “cetho” sudah,setelah 2 note/reply Romo yg. terahir.
Maaf juga ,artikel ini baru sy baca, 2 hari tak sempat,kemarin
tugas momong,jd full time.. tak bisa nyambi…
Have blessed time foreve&
Luv in Christ,
lily
Yth Pengasuh Rubrik ini.
Kami mau bertanya bagaimana seharusnya menurut iman Katolik kalau kita berdoa didepan kubur orang tua kita, apakah kita mendoakan mohon ampun atas dosa kedua orang tua kita sehingga dosanya diampuni dan jiwanya diterima diSorga/ sisi Bapa atau boleh kita mohon restu pada orang tua yang sudah meninggal.
Terima kasih atas penjelasannya.
DH,
Saya ingin menanyakan pula, bagaimana bentuk kunjungan / bakti seorang anak bila jenasah orang tua dikremasi dan ditabur di laut?
Apakah harus menabur bunga di laut atau cukup dengan doa2 di Gereja / ujud dalam misa khusus ??
Terima kasih.
Sekedar ingin sharing atas pertanyaan saudara/i Deph.
Saya rasa bergantung dimanakah Anda menemukan Tuhan.
Kalau Anda menemukan Tuhan di laut, maka taburkanlah bunga di laut. Kalau Anda menemukan menemukan Tuhan di gereja, maka taburkanlah untaian kata-kata doa di gereja.
Terimakasih untuk semua. Salam hormat dan bahagia selalu.
Yth. Bp. Ign.Sulastiyana
Dalam ajaran Gereja kita, dikenal Gereja yang masih hidup di dunia ini (Gereja yang masih berjuang di dunia), Gereja yang di api penyucian dan Gereja Para Kudus yang kita imani sudah bahagia di Surga. Ketiga Gereja ini saling tolong menolong hingga akhirnya kita yakin bahwa kita semua selamat sampai di Surga. Gereja Para Kudus sudah bahagia di Surga sehingga mereka mendoakan kita yang masih di dunia dan yang di Api Penyucian. Kita mendoakan mereka yang di Api Penyucian agar lekas murni lepas dari kelekatannya terhadap selain Tuhan, dengan demikian mereka akan segera masuk ke kebahagiaan Surga. Kalau mereka sudah masuk ke Surga, tentu mereka akan mendoakan kita juga. Selama mereka, dan kita kelak, ada dalam Api Penyucian, Roh sibuk mencapai kesucianan (mumpung udah gak ada daging si biang kerok dosa)hingga mohon maaf tidak bisa mendoakan siapapun termasuk dirinya sendiri. Jadi mereka memerlukan doa kita.
(thingak thinguk mode on
bener gitu ya mo? hehehehe… kalo salah aku dijewer aja, mo!)
Naaa…. biasanya yang didoakan adalah agar Allah Bapa mengampuni dosa mereka. Mungkin rumusan itu benar juga karena kalo diingat mungkin aja orang itu tidak sempat bertobat sebelum ajal. Tapi kalo diingat bahwa orang di Api Penyucian itu targetnya jadi suci, maka saya kira doanya mestinya: Mohon pertolongan Bapa agar ortu dapat segera menjadi suci sehingga lekas bahagia bersama Bapa di Surga.
Mohon restu kepada ortu? Saya pikir boleh sih boleh aja. Tapi kalo lihat pengajaran tersebut di atas, sejauh ortu kita masih di Api Penyucian, maka mereka tidak kuasa menolong kita. Sedangkan, kalo ternyata beliau sudah ada di Surga, saya kira tanpa kita minta pun mereka akan mendoakan anak cucunya.
Tentunya ada Orang Tua yang pasti menolong kita, yakni Bapa Tuhan Allah kita. Jadi silakan selalu mohon restu kepada Beliau.
salam, rin
Sorry, ketinggalan:
Itu sebabnya sebaiknya sekarang ini, selama kita masih hidup di dunia kita belajar lepas dari kelekatan pada segala hal selain kepada Tuhan. Jangan lekat mencintai anak kita sendiri, bukankah Yesus datang dengan membawa pedang untuk memisahkan ortu dan anak? Jangan lekat pada harta pada tahta lebih lebih pada istri tetangga, bukankah seharusnya Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dengan segenap jiwamu. Bukankah itu juga yang diusahakan untuk dikatakan oleh mo Sudri kepada kita dalam homili homilinya….
Tak lain dan tak bukan supaya kita terbiasa lekat kepada Tuhan sehingga saat kita bertemu dengan PRIBADI yang mempesona itu kita sudah gak harus lama untuk jadi serupa dengan-Nya yang mencipta kita. jangan lupa kita dicipta serupa dengan-Nya to…
kalo kita kelak ketemu PRIBADI yang mempesona itu dalam keadaan sama sekali tidak serupa dengan-Nya kan gimana mau bersatu dengan Beliau?! kan Beliau pasti heran heran,”Sapa neeeh?!?! Koq Aku gak kenal ya…?!?!?!” hehehehhh….
salam, rin
Halo Ibnurini,
Dari sini senyuman hati anda tampak begitu manis
Andai saja aku bisa meminjam sepotong senyum anda, bergegas ke fotokopian terdekat, mengkopi sekaligus melaminatingnya, lalu menyimpannya di dompet bilik persahabatan hati-ku.
Jabat tangan erat-erat.
Salam
Aw.Rusa_mendamba.SI
(Aw=awam, SI=Serikat Imajiner);)
Halo lagi Ibnurini,
Di atas itu sajak seorang kawan lama yang saya suka untuk sebuah persahabatan.
Tapi saya tertarik untuk menulis lagi :
Senyum di hatimu, mempesona-ku. Pesona-mu, pesona-ku. Pesona kita. Pesona itu, pesona kita.
Salam
Hwakakakakakakaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…….
Halah! aku kan bukan tersenyum, aku ngakak abizzzz!
Rusa, anda mendamba apa to?
Kalau begitu, biarkanlah aku mengantongi tawa renyahmu, sebagai bekal persahabatan kita sepanjang hari.
‘Sayur asam kacang panjang! Persaudaraan akan panjang!
Lauk tempe sambil terasi ! Ada yang gurih lagi di hati!
Jantung hati-ku, jantung hati-mu
Aku mendamba apa saja…, termasuk Jantung hati kitaaaa
:*
Betul kan ! Dalam hitungan menit sejak saya mengantongi tawa renyah anda, saya menemukan kembali jantung hati kita. Kalau sudah lebih mesra begini, rasa-rasanya kerinduan apapun sudah terwakili. Kendati hanya bersama dengan anda. Maka, dengan ini nick name saya, saya ‘up date’ menjadi : ‘rusa’ saja atau ‘rusa’ thok !
Makasih ya Ibnurini, anda memang mempesona
Terima kasih juga, Rusa.
Anda lucu sekali!
dan mencerahkan pagi hariku.
Pagi pagi meeting neh!
salam, rin
Yth Ibu Ibnurini
Salam kenal nich .
Terima ksih atas jawaban diatas, yach menurut logika yang sangat terbatas ini kami bisa mengerti tetapi kapan kita mengerti kapan saudara ( ortu ) kita saat ini apa masih di api pencucian atau sudah di Surga.
Jadi tentunya kita kalau berdoa di kuburan disamping mendoakan juga minta didoakan juga jadi pazzzz gitu loh.
Tapi apa sudah jadi jaminan kalau kita berdoa pada eyang buyut yang sudah 1000 tahun yang lalu meninggal pasti sudah masuk Surga ?.
Ini ada pengalaman sewaktu saya mengikuti penguburan salah satu warga Katolik si Prodiakon yang memimpin doa sudah minta doa kepada yang meninggal/baru dikubur agar sepeninggalnya warga yang ditinggalkan mendapatkan berkatnya.
Trima kasih atas info selanjutnya
Salam, – Sulas
Pak Sulas,
Hanya Tuhan yang tau waktunya.
Tapi bagi kita: tau ato tidak, apakah itu penting?
Bukankah lebih manfaat bila kita mengimani bahwa Bapa kita di Surga pasti mengasihi ortu kita sehingga pasti mau agar ortu kita bahagia di Surga? Relakanlah mereka dalam Kasih Tuhan (biarlah itu menjadi urusan Tuhan yang pasti mengasihi mereka lebih dari kasih kita anak mereka) dan biasakanlah berdoa HANYA kepada Tuhan. Toh, seandainya pun ortu ternyata sudah di Surga, kita mengimani bahwa mereka akan mendoakan (merestui) anaknya.
Soal berdoa itu kan bukan soal banyak yang mendukung kita (ada ortu, ada Bunda Maria, ada Santo Pelindung, ada romo, dll) atau tidak tapi apakah kita memang percaya kepada Tuhan. Imanmu menyelamatkanmu, pak.
Maaf ya bila jawaban saya kurang berkenan.
Have a nice weekend!
Salam berkat Tuhan, rin