<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Di mana bisa belajar Katolik?</title>
	<atom:link href="http://gerejastanna.org/di-mana-bisa-belajar-katolik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gerejastanna.org/di-mana-bisa-belajar-katolik/</link>
	<description>Situs Resmi Gereja St. Anna - Paroki Duren Sawit, Jakarta Timur</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Jul 2010 15:46:57 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Zepe</title>
		<link>http://gerejastanna.org/di-mana-bisa-belajar-katolik/comment-page-1/#comment-2177</link>
		<dc:creator>Zepe</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Feb 2010 03:01:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=463#comment-2177</guid>
		<description>Yup...
intinya anda juga harus kuat mbak sekar...
Kalau anda kuat, anda pasti bisa menguatkan...
Tambah rajin ke gereja, kalau perlu ikut yang harian juga..
aktif di pelayanan..
biar pasangan anda tahu, kalau anda bisa membuatnya lebih dekat dengan Tuhan dan hidup rohaninya pun menjadi lebih baik juga...
n jangan lupa...Bawa doa..

JBU</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yup&#8230;<br />
intinya anda juga harus kuat mbak sekar&#8230;<br />
Kalau anda kuat, anda pasti bisa menguatkan&#8230;<br />
Tambah rajin ke gereja, kalau perlu ikut yang harian juga..<br />
aktif di pelayanan..<br />
biar pasangan anda tahu, kalau anda bisa membuatnya lebih dekat dengan Tuhan dan hidup rohaninya pun menjadi lebih baik juga&#8230;<br />
n jangan lupa&#8230;Bawa doa..</p>
<p>JBU</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: johan</title>
		<link>http://gerejastanna.org/di-mana-bisa-belajar-katolik/comment-page-1/#comment-2020</link>
		<dc:creator>johan</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 22:26:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=463#comment-2020</guid>
		<description>@Sekar... Gereja Katolik masih mengijinkan pernikahan beda agama dengan dispensasi dari uskup. Artinya kamu boleh tetap pada agamamu walaupun pernikahannya dikukuhkan di dalam GK. 

Seorang Katolik tidak diperkenankan mengukuhkan pernikahannya dengan pengukuhan lain, baik sebelum atau sesudah pengukuhan GK tersebut.

Seorang Katolik harus berjanji untuk menjauhkan iman-nya dari bahaya dan dengan se-maksimal mungkin membawa anak-anak ke dalam GK.

@Sekar.. dalam agama Islam, seorang muslim dilarang menikah dengan pria beda agama.. 


Jadi saran saya, jika engkau mencintainya, lakukan jalan keluar terbaik untuknya yang bisa ia lakukan. Jika Engkau belum menjawab panggilan Allah untuk bersatu dalam pelukan Gereja-Nya yang kudus, Katolik dan Apostolik, setidaknya menikahlah hanya di dalam naungan-Nya, dan semoga kelak, seiring berjalannya waktu, kamu menjawab panggilanmu itu di dalam ikatan pernikahan dan keluarga yang diberkati oleh-Nya. Saya percaya, Allah tidak akan berhenti untuk memanggil umat yang Ia cintai masuk di dalam kerajaan-Nya.

May God bless your steps..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Sekar&#8230; Gereja Katolik masih mengijinkan pernikahan beda agama dengan dispensasi dari uskup. Artinya kamu boleh tetap pada agamamu walaupun pernikahannya dikukuhkan di dalam GK. </p>
<p>Seorang Katolik tidak diperkenankan mengukuhkan pernikahannya dengan pengukuhan lain, baik sebelum atau sesudah pengukuhan GK tersebut.</p>
<p>Seorang Katolik harus berjanji untuk menjauhkan iman-nya dari bahaya dan dengan se-maksimal mungkin membawa anak-anak ke dalam GK.</p>
<p>@Sekar.. dalam agama Islam, seorang muslim dilarang menikah dengan pria beda agama.. </p>
<p>Jadi saran saya, jika engkau mencintainya, lakukan jalan keluar terbaik untuknya yang bisa ia lakukan. Jika Engkau belum menjawab panggilan Allah untuk bersatu dalam pelukan Gereja-Nya yang kudus, Katolik dan Apostolik, setidaknya menikahlah hanya di dalam naungan-Nya, dan semoga kelak, seiring berjalannya waktu, kamu menjawab panggilanmu itu di dalam ikatan pernikahan dan keluarga yang diberkati oleh-Nya. Saya percaya, Allah tidak akan berhenti untuk memanggil umat yang Ia cintai masuk di dalam kerajaan-Nya.</p>
<p>May God bless your steps..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yohanes PR</title>
		<link>http://gerejastanna.org/di-mana-bisa-belajar-katolik/comment-page-1/#comment-2019</link>
		<dc:creator>Yohanes PR</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 13:41:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=463#comment-2019</guid>
		<description>Sekar,
Silahkan menghubungi Pastor Paroki dari gereja Katolik yang dekat dengan tempat kamu tinggal, dari beliau biasanya akan diberikan penjelasan yang memadai sehubungan dengan keinginan kamu itu. Semoga sesuai dengan yang kamu harapkan.
Salam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sekar,<br />
Silahkan menghubungi Pastor Paroki dari gereja Katolik yang dekat dengan tempat kamu tinggal, dari beliau biasanya akan diberikan penjelasan yang memadai sehubungan dengan keinginan kamu itu. Semoga sesuai dengan yang kamu harapkan.<br />
Salam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ibnurini</title>
		<link>http://gerejastanna.org/di-mana-bisa-belajar-katolik/comment-page-1/#comment-2018</link>
		<dc:creator>ibnurini</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 09:50:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=463#comment-2018</guid>
		<description>Hallo mbak Sekar,
salam kenal.

Bagi muslimah ada 2 opsi untuk menikah di gereja Katolik. 
1. Mbak tetap muslimah.  Dalam hal ini calon suami mbak harus mengurus izin dispensasi.  Proses cukup panjang dan dibicarakan dengan romo di paroki calon suami.  Hanya saja dari sudut hukum Islam, mbak akan disebut berzina karena kawin dengan lelaki bukan muslim.  Apakah mbak mampu menjalani cara ini?

2. Bila Mbak masuk jadi Katolik, tentu mbak tidak zina dengan suami.  Pertanyaannya, apakah mbak sungguh percaya bahwa Yesus adalah Tuhan penyelamat mbak.  Bila mbak tidak percaya, lebih baik jangan.  Jangan pernah pindah agama hanya karena ingin menikah.    

Silakan berpikir dulu mengenai 2 opsi ini dan yakinkan diri mana yang akan diambil.  Bila tidak dapat menjalani ke 2 cara ini, ya mungkin sebaiknya mbak pikir ulang apakah lelaki itu adalah memang jodoh mbak.  Jangan sampai kecewa di kemudian hari, mbak.

Salam berkat Tuhan, rin</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hallo mbak Sekar,<br />
salam kenal.</p>
<p>Bagi muslimah ada 2 opsi untuk menikah di gereja Katolik.<br />
1. Mbak tetap muslimah.  Dalam hal ini calon suami mbak harus mengurus izin dispensasi.  Proses cukup panjang dan dibicarakan dengan romo di paroki calon suami.  Hanya saja dari sudut hukum Islam, mbak akan disebut berzina karena kawin dengan lelaki bukan muslim.  Apakah mbak mampu menjalani cara ini?</p>
<p>2. Bila Mbak masuk jadi Katolik, tentu mbak tidak zina dengan suami.  Pertanyaannya, apakah mbak sungguh percaya bahwa Yesus adalah Tuhan penyelamat mbak.  Bila mbak tidak percaya, lebih baik jangan.  Jangan pernah pindah agama hanya karena ingin menikah.    </p>
<p>Silakan berpikir dulu mengenai 2 opsi ini dan yakinkan diri mana yang akan diambil.  Bila tidak dapat menjalani ke 2 cara ini, ya mungkin sebaiknya mbak pikir ulang apakah lelaki itu adalah memang jodoh mbak.  Jangan sampai kecewa di kemudian hari, mbak.</p>
<p>Salam berkat Tuhan, rin</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sekar</title>
		<link>http://gerejastanna.org/di-mana-bisa-belajar-katolik/comment-page-1/#comment-2017</link>
		<dc:creator>sekar</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 08:25:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=463#comment-2017</guid>
		<description>aq bingung...aq mencintai laki-laki yang beragama katholik.
sedangkan aq muslim... dan dia minta kita nikah seara gereja. 
teman-teman tolong bantu aq.. makasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aq bingung&#8230;aq mencintai laki-laki yang beragama katholik.<br />
sedangkan aq muslim&#8230; dan dia minta kita nikah seara gereja.<br />
teman-teman tolong bantu aq.. makasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yohanes PR</title>
		<link>http://gerejastanna.org/di-mana-bisa-belajar-katolik/comment-page-1/#comment-1545</link>
		<dc:creator>Yohanes PR</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 17:47:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=463#comment-1545</guid>
		<description>Sdr. Richard, memang kelihatannya untuk belajar agama Katolik selama 1 tahun terasa lama, tetapi sebetulnya belajar 1 tahun itu masih kurang, sehingga perlu selalu diperdalam sepanjang perjalanan hidup ini.
Banyak orang Katolik yang mengira bahwa kalau sudah di baptis sudah tidak perlu belajar agama lagi, dan hasilnya ya pindah ke kelompok lain. Dianggap seperti ganti baju saja.
Idealnya, pelajaran sebaiknya disampaikan  berpusat pada 4 hal pokok, yaitu :
1.Pengakuan Iman - Syahadat Iman : disini bertitik tolak dari Warisan Iman Kita, yaitu Kitab Suci Perjanjian Lama (sejarah keselamatan), Perjanjian Baru (Kerajaan Allah)
2.Perayaan Iman : disini dibicarakan tentang Gereja – sejarah, sifat-sifat dan tugas Gereja, yang antara lain mencakup : Liturgi, Misteri Paskah dalam Sakramen-sakramen.
3.Kehidupan Iman : disini dibicarakan tentang hidup bermasyarakat sebagai umat Katolik, yang antara lain mencakup : Kebebasan – Moral – Dosa – Rahmat – 10 Perintah Allah
4.Doa kaum beriman : diperkenalkan dengan bermacam-macam bentuk doa – kehidupan doa dan doa Bapa Kami.
Dalam waktu 1 tahun tidak akan bisa menyelesaikan ke-4 materi itu, apalagi kalau disertai latihan praktek : mencari / menafsirkan perikop dalam Kitab Suci ; latihan ibadat sabda ; diskusi tentang topik no. 3 ; juga latihan doa dll.
Seseorang yang sungguh-sungguh berniat menjadi Katolik, soal lamanya waktu mestinya tidak menjadi masalah, karena justru hal itu akan menjadi batu uji kesungguhannya.
Dalam kasus-kasus tertentu kebijakan lain tetap bisa diberlakukan dengan pertimbangan tertentu.
Semoga penjelasan ini dapat menimbulkan keinginan untuk lebih mengetahui tentang seluk-beluk agama Katolik secara mendalam, dan bukan sebaliknya. GBU</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sdr. Richard, memang kelihatannya untuk belajar agama Katolik selama 1 tahun terasa lama, tetapi sebetulnya belajar 1 tahun itu masih kurang, sehingga perlu selalu diperdalam sepanjang perjalanan hidup ini.<br />
Banyak orang Katolik yang mengira bahwa kalau sudah di baptis sudah tidak perlu belajar agama lagi, dan hasilnya ya pindah ke kelompok lain. Dianggap seperti ganti baju saja.<br />
Idealnya, pelajaran sebaiknya disampaikan  berpusat pada 4 hal pokok, yaitu :<br />
1.Pengakuan Iman &#8211; Syahadat Iman : disini bertitik tolak dari Warisan Iman Kita, yaitu Kitab Suci Perjanjian Lama (sejarah keselamatan), Perjanjian Baru (Kerajaan Allah)<br />
2.Perayaan Iman : disini dibicarakan tentang Gereja – sejarah, sifat-sifat dan tugas Gereja, yang antara lain mencakup : Liturgi, Misteri Paskah dalam Sakramen-sakramen.<br />
3.Kehidupan Iman : disini dibicarakan tentang hidup bermasyarakat sebagai umat Katolik, yang antara lain mencakup : Kebebasan – Moral – Dosa – Rahmat – 10 Perintah Allah<br />
4.Doa kaum beriman : diperkenalkan dengan bermacam-macam bentuk doa – kehidupan doa dan doa Bapa Kami.<br />
Dalam waktu 1 tahun tidak akan bisa menyelesaikan ke-4 materi itu, apalagi kalau disertai latihan praktek : mencari / menafsirkan perikop dalam Kitab Suci ; latihan ibadat sabda ; diskusi tentang topik no. 3 ; juga latihan doa dll.<br />
Seseorang yang sungguh-sungguh berniat menjadi Katolik, soal lamanya waktu mestinya tidak menjadi masalah, karena justru hal itu akan menjadi batu uji kesungguhannya.<br />
Dalam kasus-kasus tertentu kebijakan lain tetap bisa diberlakukan dengan pertimbangan tertentu.<br />
Semoga penjelasan ini dapat menimbulkan keinginan untuk lebih mengetahui tentang seluk-beluk agama Katolik secara mendalam, dan bukan sebaliknya. GBU</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Verynandus Hutabalian</title>
		<link>http://gerejastanna.org/di-mana-bisa-belajar-katolik/comment-page-1/#comment-1531</link>
		<dc:creator>Verynandus Hutabalian</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 20:32:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=463#comment-1531</guid>
		<description>Salam Romo, saya pernah ikut gereja Reformis dalam gereja ini banyak hal yang dipertentangkan dengan sudut pandang teologia keimanan Katolik. Saya ingin tahu tanggapan Romo tentang Gereja ini dan sejarah awal gereja tersebut yang memfilosofi ajaran Calvinisme (notabene dulunya seorang pastor). Karena ada beberapa teman yang dulunya Katolik dan dibesarkan dikeluarga katolik yang cukup saklak sudah berpindah ke gereja tersebut.
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam Romo, saya pernah ikut gereja Reformis dalam gereja ini banyak hal yang dipertentangkan dengan sudut pandang teologia keimanan Katolik. Saya ingin tahu tanggapan Romo tentang Gereja ini dan sejarah awal gereja tersebut yang memfilosofi ajaran Calvinisme (notabene dulunya seorang pastor). Karena ada beberapa teman yang dulunya Katolik dan dibesarkan dikeluarga katolik yang cukup saklak sudah berpindah ke gereja tersebut.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Richard</title>
		<link>http://gerejastanna.org/di-mana-bisa-belajar-katolik/comment-page-1/#comment-1354</link>
		<dc:creator>Richard</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Sep 2009 17:29:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=463#comment-1354</guid>
		<description>Dalam pembelajaran 1th itu apa saja yg d plajari¿? 
Apa g klamaan harus sampe 1th?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam pembelajaran 1th itu apa saja yg d plajari¿?<br />
Apa g klamaan harus sampe 1th?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Quo vadis our faith</title>
		<link>http://gerejastanna.org/di-mana-bisa-belajar-katolik/comment-page-1/#comment-1320</link>
		<dc:creator>Quo vadis our faith</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2009 12:08:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=463#comment-1320</guid>
		<description>Imamat 19:1-2
&quot;Tuhan berfirman kepada Musa: Berbicaralah kepada segenap jemaah Israel dan katakan kepada mereka : Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus.

Efesus 5:3-4
Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut saja pun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus. Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono - karena hal-hal ini tidak pantas - tetapi sebaliknya, ucapkanlah syukur.

2Tim 2: 16
Tetapi hindarilah omongan yang kosong dan yang tak suci yang hanya menambah kefasikan.


Anak Tuhan memang seharusnya menjadi makhluk yang suci, karena Bapa-nya suci. Sama sekali bukan hal yang mudah, tetapi sangat mungkin untuk diupayakan, karena Roh Kudus akan menyertai kita.

Sekadar intermezzo tentunya harus dibedakan dengan suatu penyimpangan terhadap ajaran yang sehat, dalam hal ini ajaran Tuhan sendiri melalui Gereja-nya.

1Korintus 10: 23
&quot;Segala sesuatu diperbolehkan.&quot; 
...Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna.
&quot;Segala sesuatu diperbolehkan.&quot; 
...Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Imamat 19:1-2<br />
&#8220;Tuhan berfirman kepada Musa: Berbicaralah kepada segenap jemaah Israel dan katakan kepada mereka : Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus.</p>
<p>Efesus 5:3-4<br />
Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut saja pun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus. Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono &#8211; karena hal-hal ini tidak pantas &#8211; tetapi sebaliknya, ucapkanlah syukur.</p>
<p>2Tim 2: 16<br />
Tetapi hindarilah omongan yang kosong dan yang tak suci yang hanya menambah kefasikan.</p>
<p>Anak Tuhan memang seharusnya menjadi makhluk yang suci, karena Bapa-nya suci. Sama sekali bukan hal yang mudah, tetapi sangat mungkin untuk diupayakan, karena Roh Kudus akan menyertai kita.</p>
<p>Sekadar intermezzo tentunya harus dibedakan dengan suatu penyimpangan terhadap ajaran yang sehat, dalam hal ini ajaran Tuhan sendiri melalui Gereja-nya.</p>
<p>1Korintus 10: 23<br />
&#8220;Segala sesuatu diperbolehkan.&#8221;<br />
&#8230;Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna.<br />
&#8220;Segala sesuatu diperbolehkan.&#8221;<br />
&#8230;Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: V</title>
		<link>http://gerejastanna.org/di-mana-bisa-belajar-katolik/comment-page-1/#comment-1316</link>
		<dc:creator>V</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2009 01:35:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=463#comment-1316</guid>
		<description>@ sdr. johan: mmmm...menjadi katolik khan tidak harus menjadi makhluk ideal...atau makhluk suci ataupun makhluk yang serius buanget khan...hidup itu terkadang butuh intermezzo agar lebih berwarna dan kaya rasa (^_^)

mendengar bahwa akan ada saudara yang ingin menjadi katolik merupakan kabar yang menggembirakan akan tetapi bukanlah lebih baik jika kita yang saat ini menjadi katolik menggiring saudara tersebut untuk mengenali gerak batinnya itu apakah gerak batin itu murni membawa dia menjadi katolik atau malah ada gerak lainnya yang terkadang hanyalah sekedar emosi sesaat...

@ sdri. lia: secara tulus, saya gembira membaca keinginanmu untuk menjadi katolik...akan tetapi mohon sdri selami lebih dalam apakah keinginan ini semata hanya ketertarikan saja ataukah benar2 panggilan dariNYA kepadamu untuk menjadi katolik...barangkali seorang pastur pendamping akan dapat membantumu menemukan jawaban ini...selamat berproses yach dalam KasihNYA

Salam,
V</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ sdr. johan: mmmm&#8230;menjadi katolik khan tidak harus menjadi makhluk ideal&#8230;atau makhluk suci ataupun makhluk yang serius buanget khan&#8230;hidup itu terkadang butuh intermezzo agar lebih berwarna dan kaya rasa (^_^)</p>
<p>mendengar bahwa akan ada saudara yang ingin menjadi katolik merupakan kabar yang menggembirakan akan tetapi bukanlah lebih baik jika kita yang saat ini menjadi katolik menggiring saudara tersebut untuk mengenali gerak batinnya itu apakah gerak batin itu murni membawa dia menjadi katolik atau malah ada gerak lainnya yang terkadang hanyalah sekedar emosi sesaat&#8230;</p>
<p>@ sdri. lia: secara tulus, saya gembira membaca keinginanmu untuk menjadi katolik&#8230;akan tetapi mohon sdri selami lebih dalam apakah keinginan ini semata hanya ketertarikan saja ataukah benar2 panggilan dariNYA kepadamu untuk menjadi katolik&#8230;barangkali seorang pastur pendamping akan dapat membantumu menemukan jawaban ini&#8230;selamat berproses yach dalam KasihNYA</p>
<p>Salam,<br />
V</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
