Damai Batin di Luar Arus Dunia

Saat Sekarang adalah saat Keabadian. Di sana ada Damai, Ketenangan, Kasih, Sukacita tanpa batas. Damai tanpa batas itu berasal dari Alam Surgawi di luar arus dunia. Ia bagaikan medan gelombang energi yang tidak punya kebalikan. Maka Damai tanpa batas yang dimaksud itu bukan lawan dari konflik, Ketenangan bukan lawan dari kegaduhan, Kasih bukan lawan dari benci, Sukacita bukan lawan dari dukacita.

Untuk masuk pada Alam Surgawi, arus dunia musti berhenti. Dualitas konflik dan damai, suka dan duka, cinta dan benci hanya ada dalam arus alam fenomena. Di alam neumena, tiada lagi dualitas. Yang ada adalah kesatuan dalam segala sesuatu. Bagaimana mungkin orang bisa masuk Alam Surgawi sementara masih hidup di tengah dunia?

Dualitas Konflik dan Damai sebagai Ilusi
Pikiran kita sudah terbiasa membuat polarisasi. Dualitas konflik dan damai, suka dan duka, benci dan cinta dianggap sebagai nyata, padahal ilusi belaka. Lihatlah pengalaman saat anda didera oleh penyakit, kehilangan, gagal, kepahitan dalam berbagai bentuk. Anda begitu mudah melihat semua itu sebagai sesuatu yang buruk atau jahat. Namun pada moment tertentu kepahitan itu menyadarkan anda tentang hidup yang sejati atau Kebaikan Tertinggi. Setelah itu anda melihat kepahitan secara berbeda. Kepahitan ternyata menjadi bagian dari Kebaikan Tertinggi.

Ambillah kasus berikut sebagai contoh. Karena resesi ekonomi, ada seseorang yang kena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). Ia berpandangan bahwa nasib buruk telah menimpanya. Ia menjadi bingung dan mudah marah. Karena terpepet oleh kebutuhan hidup, ia memberanikan diri untuk jualan barang-barang kelontong kecil-kecilan. Lama-lama usahanya makin maju dan memberikan penghasilan yang jauh lebih besar dibanding ketika ia bekerja sebagai karyawan. Kini ia melihat bahwa PHK bukan sebagai sesuatu yang buruk.

Orang yang tercerahi tidak akan melihat keberhasilan sebagai nasib baik dan kegagalan sebagai nasib buruk. Pahitnya hidup tidak identik dengan keburukan, manisnya hidup tidak identik dengan kebaikan. Karenanya gambaran bahwa dualitas berhasil dan gagal, baik dan buruk, kepahitan dan kemanisan sebagai suatu yang nyata merupakan sebuah kesesatan.

Alih-alih menilai sebuah kenyataan hidup dalam polaritas baik dan buruk, lebih bermakna melihat fakta kehidupan seperti apa adanya, tidak kurang tidak lebih. Di luar itu hanyalah ilusi.

Damai Batin sebagai Fakta
Kalau orang melampaui dualitas baik dan buruk, damai dan konflik, maka ia memahami dari pengalaman langsung apa artinya Damai Batin yang bukan lawan dari konflik, Sukacita Tak Terbatas yang bukan lawan dari dukacita, Kasih Suci yang bukan lawan dari benci.

Orang bisa jadi merasakan munculnya kesedihan saat ditinggal pergi oleh sahabat atau orang yang dikasihinya. Namun kesedihan atau polaritas sedih dan gembira yang disadari saat kemunculannya, langsung melenyapkan bangkitnya arus dualitas itu. Kini bukan kesedihan atau arus dualitas itu yang menguasai, melainkan Damai Batin tanpa batas.

Damai Batin selalu bersanding dengan fakta kehidupan. Pemutusan setiap rantai upaya untuk melarikan diri atau menentang fakta kehidupan akan memberikan peluang bagi Damai Batin untuk terlahir dalam diri anda.

Alam Surgawi
Saat anak bayi masih belum mengenal perbedaan antara baik dan buruk, mereka hidup dalam Kesucian, Damai dan Kepenuhan. Situasi berubah setelah mereka mengenal dualitas baik dan buruk. Kegelisahan dan kekhawatiran mulai merasuki hidupnya.

Dalam Kitab Kejadian dikisahkan bahwa Adam dan Hawa sebelum jatuh ke dalam dosa hidup dalam Damai dan Kepenuhan. Setelah memakan buah pohon pengetahuan baik dan buruk, mereka jatuh ke dalam dosa. Arus dualitas itu menjadi akar dosa dan dosa menenggelamkan manusia hidup dalam arus dualitas.

Arus dualitas adalah arus dunia. Di luar dunia, tiada arus dualitas. Keduanya sudah ada dalam diri setiap manusia. Dalam dunia bentuk, arus dualitas itu bergerak. Dalam Keberadaan kita di luar arus dunia, hanya ada Kesatuan. Di dunia bentuk di luar, medan gelombang energi selalu mempunya lawan. Di titik Keberadaan, kita menemukan medan gelombang energi yang solid, tidak punya lawan, tidak ada kebalikan.

Setiap makhluk yang hidup melampaui arus dualitas, hidup seperti di alam Surgawi. Nabi Yesaya menggambarkan datangnya Saat itu. “Serigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa akan makan rumput bersama-sama, dan seorang anak kecil akan menggiringnya.” (Yes 11:6) Pada Saat itulah, tidak akan ada yang berbuat jahat atau yang berlaku busuk.

Seorang Guru Rohani 2000 tahun yang lalu mengajak para muridNya untuk mencicipi Damai dari alam Surgawi itu ketika Ia menampakkan diri setelah kebangkitanNya dari kematian. Para muridNya yang tadinya didera oleh arus kesedihan dan ketakutan kini mengalami Sukacita. Mereka juga menerima Kekuatan Surgawi untuk bersaksi tentang Penyelamatan atau Pencerahan yang mereka alami. Orang-orang seperti itu bisa diandalkan dalam gerakan pembebasan atau penyelamatan untuk mengurangi berbagai bentuk kepedihan hidup di luar maupun di dalam batin.

Latihan Pelepasan
Keselamatan hanya terjadi kalau orang keluar dari arus dualitas dunia dan masuk ke Alam Surgawi. Hambatan terbesar masuk dalam alam Surgawi adalah identifikasi diri dengan berbagai bentuk kepedihan maupun kebahagiaan hidup. Maka latihan melepaskan diri dari arus dualitas itu akan membantu untuk memeluk Damai dan Kekuatan dari Alam Surgawi.

Kepahitan hidup bukanlah aku
Aku bukanlah kepahitan hidup
Aku tidak terperangkap pada kepahitan hidup
Aku hidup dalam Damai dan Kekuatan tanpa batas

Kemanisan hidup bukanlah aku
Aku bukanlah kemanisan hidup
Aku tidak terperangkap pada kemanisan hidup
Aku hidup dalam Damai dan Kekuatan tanpa batas

Aku bukanlah gelombang-gelombang yang berlawanan
Aku adalah samudra raya yang dalam dan luas tak terbatas
Aku tidak bergantung pada arus dunia yang saling berlawanan
Aku hidup dalam Damai dan Kekuatan tanpa batas.*

3 Responses to “Damai Batin di Luar Arus Dunia”

  1. Romo, ini suatu refleksi kebatinan yang bagus…
    suatu pandangan tentang kehidupan yang diluar penglihatan manusia biasa….

  2. DAMAI ITU TELAH KUPEROLEH

    Damai Batin diluar arus dunia,menciptakan damai mulai lah mencinta,mengwujudkan sukacita,biarlah setiap detik diri ini lenyap dari’Ego”memohon untuk terus menyadari..damai sesungguhnya,ada didalam batin.(yoh 14,ayt27)bukan dari dunia.

    Saat ini,saat semuanya mengalami pula Damai yang tak terbatas,diluar pikiran,diluar rasa perasa,diluar music keindahaan,diluar org menyanjung,melainkan damai penuh sukacita
    didalam Batin,tiada tepi,tiada hamparan,tiada kedalaman ukuran,tiada pemisah,tiada jarak,tiada batas,IA mampu meledak
    mampu memberikan kehangatan&kecintaan bagi orang lain,karena damai batin sdh ia peroleh terus menerus.
    dengan penyadaran setiap detik&setiap saat..kalau hembusan KasihNYA
    merasuk didalam batin.karena Roh Pendamai senantiasa melingkupinya sungguh2 murni dari kedalaman hati..tak dapat diurai &tak dapat diungkap kalau itu semua sdh datang..

    tiada lagi duka,tiada lagi suka,ia serupa,pikiran sering nya menjauhkan kita pada Damai sesungguhnya..
    sehingga ada pemisah,hidup ini bagai arus,bisakah arus itu tdk banyak gelombang?agar arus itu mengalir dengan laju tanpa hambatan?..kehidupan ini tdk jauh dari berbagai pengalaman satu dng yg lainnya.namun mampukah kita menumbuhkan suatu hari yg baru terus menerus?dan mengagumi&bersyukur..setiap peristiwa yg teralami oleh kita atau org2 yg terdekat dengan kita.

    Damai Batin,jika itu sdh kau miliki,ia tak akan jauh dari batin ini,bahkan menuntun untuk memberikan penghiburan bagi yg putus asa,memberi jalan bagi yg ragu,menunjukan jalan bagi yg tesesat.
    mendamaikan bagi yg terpecah.kalau semua itu kita yakini&percayai..Damai sesungguhnya berasal dari ALLAH YG MAHA KUDUS..IA mampu mengucap,&meyakinkan banyak orang dengan penuh Kuasa(1 korints4 ayat20).

    Jika saat ini,ada kelelahan,kepedihaan,kesesakan,keharuan,penderitaan yg sangat2 mendera.dengan segala macam prahara kehidupan,biarkan batin ini hening,se’hening’tanpa jangkauan dan harapan,biarlah keheningan itu,menghapus dari pola pikir kita yg lbh dominan pada arus dunia.tapi biarlah arus keheningan dalam batin yg memberi semua
    jalan&jawaban.yg hanya ada d dalam Batin kita sesungguhnya.

    sehebat,secanggih,seindah,apa yg diluar tak punya arti,jika
    didalam belum mampu menyadari,kalau semua itu berasal dari dalam
    Batin kita,Batin dimana ALLAH menyelimuti dengan Kekudusan NYA.

    salam

  3. … wuih! tapi sy tetap perlu proses Romo. terus menerus tanpa henti. semoga.

    trima kasih semuanya ^_^

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>