<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Cinta dan Tanggung Jawab</title>
	<atom:link href="http://gerejastanna.org/cinta-dan-tanggung-jawab/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gerejastanna.org/cinta-dan-tanggung-jawab/</link>
	<description>Situs Resmi Gereja St. Anna - Paroki Duren Sawit, Jakarta Timur</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 May 2012 21:35:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: angela a.</title>
		<link>http://gerejastanna.org/cinta-dan-tanggung-jawab/comment-page-1/#comment-2526</link>
		<dc:creator>angela a.</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 May 2010 00:43:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=1250#comment-2526</guid>
		<description>hehe... tapi lelah yg sgt menyenangkan ^_^ jd, skrg tinggal bagaimana caranya kembali melemaskan otot2 yang tertarik - tarik.
Trima ksh senamnya, Bu. ndak terbayang kalau tdk pakai senam..
(nah.. mulai pakai pikiran lg nih hehehe..)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hehe&#8230; tapi lelah yg sgt menyenangkan ^_^ jd, skrg tinggal bagaimana caranya kembali melemaskan otot2 yang tertarik &#8211; tarik.<br />
Trima ksh senamnya, Bu. ndak terbayang kalau tdk pakai senam..<br />
(nah.. mulai pakai pikiran lg nih hehehe..)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: luci</title>
		<link>http://gerejastanna.org/cinta-dan-tanggung-jawab/comment-page-1/#comment-2524</link>
		<dc:creator>luci</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 May 2010 00:19:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=1250#comment-2524</guid>
		<description></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tadi malam aku tidur nyenyak meski sebelum terlelap aktivitas 1 Mei melintas, sebelum merapihkan tempat tidur sy sempat melakukan rutinitas harian bukan sekedar memori yg merespon.  Tanggung jawab bergerak bukan atas keterkondisian aku yg lelah penat dst, ia bergerak sendiri tanpa sempat berpikir tugas itu dikerjakan atau tidak.  Melihat langsung keterkondisian tanpa si aku sbg pengamat saya alami malam sebelumnya (Jumat malam) ketika hendak memasuki suatu ruang tertutup saya tidak tahu dimana letak tombol lampu kamar itu, Saya masuk ke dalam tanpa berpikir tempat itu gelap, saya hanya melihat cahaya lampu dari luar masuk ke dalam kamar itu .. hehehe.. </p>
<p>Pagi ini kembali saya alami tanggung jawab yg bergerak bukan berdasakan keterkondisian bangun terlalu pagi atau masih lelah..  3.30 terlalu pagi utk melakukan aktivitas harian di hari Minggu, sementara kebanyakan orang masih nyenyak saya mmenyalakan kompor utk memasak, menyalakan mesin air ketika air di tower habis, ke pasar dst &#8230;</p>
<p>Ooo.. begini rasanya ketika cinta dan tanggung jawab bergerak tanpa sekat identifikasi atau apa yg dikatakan kerinduan murni utk melakukan sesuatu.  Kemana “aku” yg capek yg masih merasa ngantuk dst ketika respons thd memori berhenti?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mary</title>
		<link>http://gerejastanna.org/cinta-dan-tanggung-jawab/comment-page-1/#comment-2523</link>
		<dc:creator>mary</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 May 2010 13:54:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=1250#comment-2523</guid>
		<description>@asri &amp; @ novi: tadi pagi sudah ketemu kan kita n pasti malam ini pada kecapekan kan, take a rest n tidur nyenyak</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@asri &amp; @ novi: tadi pagi sudah ketemu kan kita n pasti malam ini pada kecapekan kan, take a rest n tidur nyenyak</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Daniel</title>
		<link>http://gerejastanna.org/cinta-dan-tanggung-jawab/comment-page-1/#comment-2521</link>
		<dc:creator>Daniel</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Apr 2010 18:19:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=1250#comment-2521</guid>
		<description>Shaaloomm Romo Sudri.....
always gv an inspiring writing ya !!!,

Yohanes 8:31
&quot;Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku,kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu&quot;  

kita semua akan punya thesis utk mencari dan mendapatkan serta menyampaikan kebenaran kita masing2,akan ada bnyk versi dan ke aneka ragaman, krn berbeda itu indah adanya !
namun TUHAN katakan; agar kita yg percaya, hrs tetap tinggal dlm firman-Nya, agar semua perbedaan punya satu landasan yaitu Firman TUHAN. terlepas dr agama, suku/ras dan pengelompokan !

tentang segala kemelut dunia ini, Pengkhotbah mengatakan :
&quot;apa yg pernah ada akan ada lagi,dan apa yg pernah dibuat akan dibuat lagi; tidak ada sesuatu yg baru dibawah matahari&quot;
(bab 1:9)
dan sepertinya si Pengkhotbah sdh tahu jawaban nya :
&quot;Aku tahu bahwa segala sesuatu yg dilakukan Allah akan tetap ada utk selamanya;itu tak dpt ditambah dan tak dpt dikurangi; Allah berbuat demikian, supaya manusia takut akan DIA. yg skrg ada dulu sdh ada, dan yg akan ada sdh lama ada; Allah mencari yg sdh lalu.&quot; (bab 3:14-15)

kita memang perlu me response atas segala kejadian disekitar hidup kita,sekecil apapun usaha dan upaya kita, kiranya bs membuat TUHAN tersenyum..., yg punya Cinta tulus tanpa beban, tentunya punya kerinduan murni utk berbuat sesuatu. utk mrk yg masih mencintai dgn keterikatan krn merasa wajib dan perlu utk bertanggung jawab, TUHAN pun pasti tersenyum...krn hidup adalah suatu proses pembelajaran sejati,utk berupaya menemukan kehendak-Nya.
yg pasti...TUHAN menciptakan: &quot;sang WAKTU&quot;, yg akan melakukan tugasnya dgn tegas dan jelas. di dalam kuasa sang Waktu; manusia lahir dan mati, sakit dan sembuh, tertawa dan menangis, berbuat baik dan jahat,ada damai namun ada jg kekacauan.
(bab 3)
&#039;Percaya atau tidak, ALLAH sanggup melakukan apa saja dlm kehendak dan rancangan2Nya,apapun yg terjadi dan dialami oleh manusia, tdk lepas dr kuasa-Nya !&#039;(Matius 19:26)

jika demikian kebenarannya, apakah yg harus kita lakukan ?

Terima Kasih Romo Sudri, 
Salam Hormat,
Daniel
========
@Daniel: &quot;jika demikian kebenarannya, apakah yg harus kita lakukan?&quot; Tidak ada yang perlu dilakukan! Selama masih ada &quot;si aku&quot; yang bertindak, maka tindakan itu tidak lebih dari reaksi dari memori. Padahal KEBENARAN YANG HIDUP itu diluar memori. Maka yang diperlukan adalah melihat KEBENARAN itu secara langsung dari saat ke saat dan membarkan KEBENARAN itu sendiri yang bertindak. Bukan lagi &quot;si aku&quot; yang bertindak, tetapi KEBENARAN itulah yang bertindak.

js</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Shaaloomm Romo Sudri&#8230;..<br />
always gv an inspiring writing ya !!!,</p>
<p>Yohanes 8:31<br />
&#8220;Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku,kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu&#8221;  </p>
<p>kita semua akan punya thesis utk mencari dan mendapatkan serta menyampaikan kebenaran kita masing2,akan ada bnyk versi dan ke aneka ragaman, krn berbeda itu indah adanya !<br />
namun TUHAN katakan; agar kita yg percaya, hrs tetap tinggal dlm firman-Nya, agar semua perbedaan punya satu landasan yaitu Firman TUHAN. terlepas dr agama, suku/ras dan pengelompokan !</p>
<p>tentang segala kemelut dunia ini, Pengkhotbah mengatakan :<br />
&#8220;apa yg pernah ada akan ada lagi,dan apa yg pernah dibuat akan dibuat lagi; tidak ada sesuatu yg baru dibawah matahari&#8221;<br />
(bab 1:9)<br />
dan sepertinya si Pengkhotbah sdh tahu jawaban nya :<br />
&#8220;Aku tahu bahwa segala sesuatu yg dilakukan Allah akan tetap ada utk selamanya;itu tak dpt ditambah dan tak dpt dikurangi; Allah berbuat demikian, supaya manusia takut akan DIA. yg skrg ada dulu sdh ada, dan yg akan ada sdh lama ada; Allah mencari yg sdh lalu.&#8221; (bab 3:14-15)</p>
<p>kita memang perlu me response atas segala kejadian disekitar hidup kita,sekecil apapun usaha dan upaya kita, kiranya bs membuat TUHAN tersenyum&#8230;, yg punya Cinta tulus tanpa beban, tentunya punya kerinduan murni utk berbuat sesuatu. utk mrk yg masih mencintai dgn keterikatan krn merasa wajib dan perlu utk bertanggung jawab, TUHAN pun pasti tersenyum&#8230;krn hidup adalah suatu proses pembelajaran sejati,utk berupaya menemukan kehendak-Nya.<br />
yg pasti&#8230;TUHAN menciptakan: &#8220;sang WAKTU&#8221;, yg akan melakukan tugasnya dgn tegas dan jelas. di dalam kuasa sang Waktu; manusia lahir dan mati, sakit dan sembuh, tertawa dan menangis, berbuat baik dan jahat,ada damai namun ada jg kekacauan.<br />
(bab 3)<br />
&#8216;Percaya atau tidak, ALLAH sanggup melakukan apa saja dlm kehendak dan rancangan2Nya,apapun yg terjadi dan dialami oleh manusia, tdk lepas dr kuasa-Nya !&#8217;(Matius 19:26)</p>
<p>jika demikian kebenarannya, apakah yg harus kita lakukan ?</p>
<p>Terima Kasih Romo Sudri,<br />
Salam Hormat,<br />
Daniel<br />
========<br />
@Daniel: &#8220;jika demikian kebenarannya, apakah yg harus kita lakukan?&#8221; Tidak ada yang perlu dilakukan! Selama masih ada &#8220;si aku&#8221; yang bertindak, maka tindakan itu tidak lebih dari reaksi dari memori. Padahal KEBENARAN YANG HIDUP itu diluar memori. Maka yang diperlukan adalah melihat KEBENARAN itu secara langsung dari saat ke saat dan membarkan KEBENARAN itu sendiri yang bertindak. Bukan lagi &#8220;si aku&#8221; yang bertindak, tetapi KEBENARAN itulah yang bertindak.</p>
<p>js</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: angela a.</title>
		<link>http://gerejastanna.org/cinta-dan-tanggung-jawab/comment-page-1/#comment-2520</link>
		<dc:creator>angela a.</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Apr 2010 09:10:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=1250#comment-2520</guid>
		<description>ah, mba Novi, sm sj lah... pertanyaanku jg utk keduanya ^_^ krn memang jarang ketemu lagi di pagi hari nan hening ^_^ (ngerti kan maksudku hehe...). 
Dikau jg, kayaknya sdh lama jg nih... hehe...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ah, mba Novi, sm sj lah&#8230; pertanyaanku jg utk keduanya ^_^ krn memang jarang ketemu lagi di pagi hari nan hening ^_^ (ngerti kan maksudku hehe&#8230;).<br />
Dikau jg, kayaknya sdh lama jg nih&#8230; hehe&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ibnurini</title>
		<link>http://gerejastanna.org/cinta-dan-tanggung-jawab/comment-page-1/#comment-2519</link>
		<dc:creator>ibnurini</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Apr 2010 08:59:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=1250#comment-2519</guid>
		<description>Mbak Novi,

sejauh saya bisa mengerti soal cinta dan tanggung jawab tuh begini:

Mungkin saja perbuatan yang dilakukan sama, misal memberi makan kepada anak.  Bila perbuatan itu dilakukan karena cinta maka itu dilakukan tanpa adanya keterikatan.  Tapi, bila memberi makan itu terasa sebagai kewajiban ya berarti itu dilakukan karena tanggung jawab.  

So, terhadap tanah, misalnya, kalo kita emang cinta kepada bumi ya kita akan melakukan apapun untuk membuatnya subur.  tapi kalo kita cuma berasa tanggung jawab yaaaa.... mungkin kita menanami bumi tapi di lain waktu memasukkan plastik ke bumi.

Kan ada frasa &quot;kalo kamu cinta ya bertanggung jawab&quot;.  Na, sebetulnya kalo kita emang cinta ya kita melakukan apapun karena cinta, dengan senang hati, tidak terikat apapun.  Tapi kalo sekedar tanggung jawab ya mungkin juga kita memberi tapi terikat, terpaksa.  Terpaksa oleh apa?  Mungkin terpaksa oleh Kitab Suci, mungkin terpaksa karena takut gak masuk surga, dll.

Mungkin lho ya.... 

Salam berkah Dalem, rin</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mbak Novi,</p>
<p>sejauh saya bisa mengerti soal cinta dan tanggung jawab tuh begini:</p>
<p>Mungkin saja perbuatan yang dilakukan sama, misal memberi makan kepada anak.  Bila perbuatan itu dilakukan karena cinta maka itu dilakukan tanpa adanya keterikatan.  Tapi, bila memberi makan itu terasa sebagai kewajiban ya berarti itu dilakukan karena tanggung jawab.  </p>
<p>So, terhadap tanah, misalnya, kalo kita emang cinta kepada bumi ya kita akan melakukan apapun untuk membuatnya subur.  tapi kalo kita cuma berasa tanggung jawab yaaaa&#8230;. mungkin kita menanami bumi tapi di lain waktu memasukkan plastik ke bumi.</p>
<p>Kan ada frasa &#8220;kalo kamu cinta ya bertanggung jawab&#8221;.  Na, sebetulnya kalo kita emang cinta ya kita melakukan apapun karena cinta, dengan senang hati, tidak terikat apapun.  Tapi kalo sekedar tanggung jawab ya mungkin juga kita memberi tapi terikat, terpaksa.  Terpaksa oleh apa?  Mungkin terpaksa oleh Kitab Suci, mungkin terpaksa karena takut gak masuk surga, dll.</p>
<p>Mungkin lho ya&#8230;. </p>
<p>Salam berkah Dalem, rin</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: novi</title>
		<link>http://gerejastanna.org/cinta-dan-tanggung-jawab/comment-page-1/#comment-2516</link>
		<dc:creator>novi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Apr 2010 08:10:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=1250#comment-2516</guid>
		<description>@ mb asri: mary itu adalah bu mary loh......(ngerti maksudku khan mb^^)

@romo:
do not have any words to express my response, romo =D
karena sekarang adza novi masih dalam fase proses mengenal cinta dan tanggung jawab (yang romo ganti dengan ungkapan total response)

satu pertanyaan yang masih menggelitik: benarkah dalam cinta terkandung tanggung jawab ataukah di dalam tanggung jawab terdapat cinta? namun novi tidak berupaya untuk menjawab pertanyaan ini karena nanti malah menjadi lebih rancu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ mb asri: mary itu adalah bu mary loh&#8230;&#8230;(ngerti maksudku khan mb^^)</p>
<p>@romo:<br />
do not have any words to express my response, romo =D<br />
karena sekarang adza novi masih dalam fase proses mengenal cinta dan tanggung jawab (yang romo ganti dengan ungkapan total response)</p>
<p>satu pertanyaan yang masih menggelitik: benarkah dalam cinta terkandung tanggung jawab ataukah di dalam tanggung jawab terdapat cinta? namun novi tidak berupaya untuk menjawab pertanyaan ini karena nanti malah menjadi lebih rancu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: angela a.</title>
		<link>http://gerejastanna.org/cinta-dan-tanggung-jawab/comment-page-1/#comment-2513</link>
		<dc:creator>angela a.</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Apr 2010 06:08:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=1250#comment-2513</guid>
		<description>Dear mba Mary,

benar tp... bukankah tdk semua pribadi memiliki keberanian utk memasuki ranah meditasi yg tidak lain adalah ranah diri sendiri.
Bagi sy pribadi, keberanian itu lebih merupakan sebuah panggilan yg selayaknya ditanggapi dgn serius...

Kapankah qt bertemu lagi ^_^

salam hangat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear mba Mary,</p>
<p>benar tp&#8230; bukankah tdk semua pribadi memiliki keberanian utk memasuki ranah meditasi yg tidak lain adalah ranah diri sendiri.<br />
Bagi sy pribadi, keberanian itu lebih merupakan sebuah panggilan yg selayaknya ditanggapi dgn serius&#8230;</p>
<p>Kapankah qt bertemu lagi ^_^</p>
<p>salam hangat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mary</title>
		<link>http://gerejastanna.org/cinta-dan-tanggung-jawab/comment-page-1/#comment-2508</link>
		<dc:creator>mary</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Apr 2010 12:03:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=1250#comment-2508</guid>
		<description>Dear Rm Sudri,

Tulisan yang tepat ditengah suasana caruk maruk dunia saat ini, entah itu di negara ini maupun situasi global yang mendera nilai-nilai hakiki kemanusiaan maupun penderitaan alam semesta karena keserakahan dan tiada cinta  murni dalam berperilaku.

Bukan hal yang mudah untuk bertanggung jawab dengan bebas lepas tanpa keterkondisian namun bila kita mampu lepas bebas mulai dari hal-hal yang terkecil sekalipun maka disanalah akan terlahir cinta dan tanggung jawab murni,sesuatu yang ngga mudah dalam prakteknya namun saya percaya itu bisa dilakukan dalam suasana batin yang jernih.

Saya baru saja keluar rumah karena anjingku didepan memberi tahu sepertinya ada tamu,biasanya pembantu yang keluar tapi kali ini aku ingin keluar.
Wow diluar langit luar biasa indahnya, sebagian masih kena sinar mata hari sore berkilau keemasan, sebagian masih warna biru langit, ada sedikit awan putih bergerak semaunya, ada yang kemerahan , jingga , abu-abu.

Lalu saya memperhatikan banyak sekali burung yang indah, paruhnya merah berloncatan dari bonsai pohon cemara ke pohon beringin dari satu ranting ke ranting yang lain di halaman rumahku, mereka bergembira berceloteh seolah keluar dari batin yang murni, tidak ada rasa takut, tidak ada keterkondisian apalagi terkotak-kotak dan dalam hati saya bertanya adakah ciptaan manusia yang lebih indah dari ini?

Saya merenung saat membaca tulisan Romo, apakah dunia ini akan bebas lepas seperti burung tadi bila tidak ada keterkondisian, pengalaman masa lampau ataupun proses identifikasi?
Namun saya bersyukur karena saya bisa menikmati semuanya itu dan semoga kita bisa memulai dari hal-hal kecil melakukan tindakan tanggung jawab yang bebas lepas.......yang akhirnya ke hal-hal yang lebih besar .

Thanks untuk tulisan Romo yang waktunya saat ini sangat cocok terutama situasi di negara kita saat ini.

Brgds,mary</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Rm Sudri,</p>
<p>Tulisan yang tepat ditengah suasana caruk maruk dunia saat ini, entah itu di negara ini maupun situasi global yang mendera nilai-nilai hakiki kemanusiaan maupun penderitaan alam semesta karena keserakahan dan tiada cinta  murni dalam berperilaku.</p>
<p>Bukan hal yang mudah untuk bertanggung jawab dengan bebas lepas tanpa keterkondisian namun bila kita mampu lepas bebas mulai dari hal-hal yang terkecil sekalipun maka disanalah akan terlahir cinta dan tanggung jawab murni,sesuatu yang ngga mudah dalam prakteknya namun saya percaya itu bisa dilakukan dalam suasana batin yang jernih.</p>
<p>Saya baru saja keluar rumah karena anjingku didepan memberi tahu sepertinya ada tamu,biasanya pembantu yang keluar tapi kali ini aku ingin keluar.<br />
Wow diluar langit luar biasa indahnya, sebagian masih kena sinar mata hari sore berkilau keemasan, sebagian masih warna biru langit, ada sedikit awan putih bergerak semaunya, ada yang kemerahan , jingga , abu-abu.</p>
<p>Lalu saya memperhatikan banyak sekali burung yang indah, paruhnya merah berloncatan dari bonsai pohon cemara ke pohon beringin dari satu ranting ke ranting yang lain di halaman rumahku, mereka bergembira berceloteh seolah keluar dari batin yang murni, tidak ada rasa takut, tidak ada keterkondisian apalagi terkotak-kotak dan dalam hati saya bertanya adakah ciptaan manusia yang lebih indah dari ini?</p>
<p>Saya merenung saat membaca tulisan Romo, apakah dunia ini akan bebas lepas seperti burung tadi bila tidak ada keterkondisian, pengalaman masa lampau ataupun proses identifikasi?<br />
Namun saya bersyukur karena saya bisa menikmati semuanya itu dan semoga kita bisa memulai dari hal-hal kecil melakukan tindakan tanggung jawab yang bebas lepas&#8230;&#8230;.yang akhirnya ke hal-hal yang lebih besar .</p>
<p>Thanks untuk tulisan Romo yang waktunya saat ini sangat cocok terutama situasi di negara kita saat ini.</p>
<p>Brgds,mary</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: lily</title>
		<link>http://gerejastanna.org/cinta-dan-tanggung-jawab/comment-page-1/#comment-2503</link>
		<dc:creator>lily</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Apr 2010 07:01:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=1250#comment-2503</guid>
		<description>Dear Romo,
Terima kasih,ya....extraordinary writing art.
Sgt. menolong bagi &quot;the needy&quot;.Yach,memang mempraktekkannya
tdk.lah semudah membacanya.akan tetapi ,pelan2 it will really work a lot, bg kami semua.

No thing else but many thanks Mo....
Sulit...tapi akan saya hidupi pelan2....slow but sure...
Tulisan ini bagai sepotong ice di cuaca yg extrem HOT ahir2 ini
Tetapi sekaligus bak palu godam, krn ulah &quot;Ku&quot; yg brutal...


Rgrds, Luv in Christ,
Ly</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Romo,<br />
Terima kasih,ya&#8230;.extraordinary writing art.<br />
Sgt. menolong bagi &#8220;the needy&#8221;.Yach,memang mempraktekkannya<br />
tdk.lah semudah membacanya.akan tetapi ,pelan2 it will really work a lot, bg kami semua.</p>
<p>No thing else but many thanks Mo&#8230;.<br />
Sulit&#8230;tapi akan saya hidupi pelan2&#8230;.slow but sure&#8230;<br />
Tulisan ini bagai sepotong ice di cuaca yg extrem HOT ahir2 ini<br />
Tetapi sekaligus bak palu godam, krn ulah &#8220;Ku&#8221; yg brutal&#8230;</p>
<p>Rgrds, Luv in Christ,<br />
Ly</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->
