Cinta dan Seks Pra-Nikah

Berikut adalah dialog antara Natalia dengan Sudrijanta seputar cinta dan seks pra-nikah (Admin)
============

Selamat siang romo.. sy memang belum menikah tetapi permasalahan sy ini hampir sama beratnya dengan yg sudah menikah. Sy punya pacar, pria katolik, dia berasal dr keluarga baik2 dan terlihat sangat mencintai sy dengan segala pengorbanannya. Sy sangat bahagia krn akhirnya sy punya pacar yg seiman dan sangat mencintai sy. Kami sudah berpacaran 1 tahun, sangat serius dan sebentar lagi menikah.

Mohon maaf sebelumnya, hubungan kami sudah seperti suami istri. Tetapi belum lama ini ada wanita mengaku telah dihamili pacar sy tetapi sdh digugurkan [kalau dipikir secara logika sepertinya benar]. Tetapi sy tidak berusaha menyelidiki kebenaran tuduhan itu, sy hanya bertanya ke pacar, tetapi pacar tetap menyangkal. Mendengar tuduhan itu keluarga sy [orangtua] marah besar dan menyuruh sy memutuskan pacar sy krn menurut mereka itu adalah ‘petunjuk Tuhan’. Walaupun sy yakin tuduhan itu benar, tetapi sy katakan kpd keluarga bahwa tuduhan itu hanya fitnah, sehingga skrg keluarga merestui kembali hubungan kami. Sejujurnya sy sudah memaafkan pacar sy kalaupun itu memang benar, krn sy sangat mencintai dia.

Romo, yang mau saya tanyakan adalah :
1. Apakah hal itu memang ‘petunjuk Tuhan’ karena Tuhan ingin mengungkapkan kebenaran dan Tuhan tidak ingin saya menikah dengan pacar sy?
2. Apakah dengan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan [manambah keimanan] dapat menyembuhkan ‘penyakit selingkuh’ pacar sy yang kelak menjd suami sy?
3. Apakah baik jika sy tetap melanjutkan rencana pernikahan?
4. Apa yg harus dan bisa sy lakukan mengingat sy jg sudah tidak ’suci’?
Terima kasih banyak Romo.
============

Natalia,
Pertama-tama mari kita selidiki bersama apakah anda betul-betul mencintai pacar anda? Sejauh mana anda mencintai dia? Tentu saja anda berdua bisa saling menyesuaikan diri, saling membuat cocok satud engan yang lain, saling memuaskan kebutuhan seks, kebutuhan rasa aman, mungkin juga kebutuhan sandang-pangan-papan, dst. Tetapi apakah cinta identik dengan kesenangan dan pemuasan diri? Bagi kebanyakan orang itulah cinta. Tapi cinta seperti itu memiliki ketakutan, mengisolir diri, memperkuat ego, cemburu, benci, rasa terluka, mendominasi, dan karenanya menimbulkan konflik, kesedihan dan penderitaan. Apakah itu CINTA? Bukankah itu bukan CINTA yang sesungguhnya?

Selama orang belum sampai menemukan CINTA yang sesungguhnya, maka seks menjadi penting, kesenangan dan pemuasan menjadi penting. Lalu seks menjadi masalah yang besar. Soal itu saya bahas dalam tulisan “Seks dan Kasih Sayang” di situs ini. Sudah berkeluarga atau belum berkeluarga, seks menjadi masalah besar. Manifestasinya macam-macam: ketagihan seks, kekerasan seks, selingkuh, dst.

Orang boleh mempertebal iman, mendekatkan diri pada Tuhan, rajin ke gereja, dst. Tapi kalau batinnya yang kacau itu tidak diolah, problem itu tetap akan muncul. Lalu Tuhan akan gampang dimanipulasi oleh batin yang kacau untuk kepuasan diri. Bagaimana mungkin batin yang kacau bisa bertemu dengan Tuhan? Bukankah batin musti bebas agar Tuhan bisa ditemukan dan bukan sebaliknya?

Dari uraian anda, saya menangkap pacar anda tidak jujur dan belum ada indikasi untuk mengolah batinnya. Kejujuran akan terlahir dan mekar dalam batin yang sadar terus akan kecenderungan ketidak-jujurannya. Kalau itu tidak ada, pacar anda mungkin terus akan menipu anda dan dengan demikian menipu dirinya sendiri.

Memaafkan atau mengampuni itu baik. Tapi bukankah yang diampuni belum berdamai dengan dirinya sendiri? Bagaimana orang yang didera konflik batin akan sungguh mencintai anda meskipun anda mencintai dia?

Anda sendiri juga perlu mengolah diri. Anda sekarang mengalami kebingungan, merasa mencintai, khawatir gagal, takut, merasa bersalah, merasa tidak ’suci’, dst. Bisakah anda menyadari semua itu tanpa menilai, mengharuskan, melawan, atau lari? Saat-saat ini barangkali anda mengalami kesepian, kesesakan, kekosongan. Semakin anda tolak atau lawan, semakin batin anda kacau. Tulisan “Seperti Apakah Wajah Asli Anda” di situs ini barangkali akan menolong anda dalam mengolah batin anda.

Menikah karena telah melakukan hubungan seksual pra-nikah jelas merupakan tindakan yang bodoh. Seperti pacar anda perlu bebas, anda juga perlu memiliki batin yang bebas. Kalau anda menikah hanya karena sudah terlanjur ‘tidak suci’, maka pernikahan anda hanya akan menjadi tempat pelarian. Kalau itu terjadi, pernikahan anda bisa menjadi neraka seumur hidup.

Lihatlah juga mutu relasi anda berdua sekarang. Apakah sungguh ada cinta, keterbukaan, kepercayaan dalam relasi anda? Ataukah relasi anda lebih banyak hanya pengisi kebutuhan seks, rasa aman, kesepian dan kebingungan anda? Meskipun anda merasa cocok satu dengan yang lain, karena masih bisa saling memuaskan, selama tidak ada kualitas cinta, keterbukaan, kepercayaan, lalu apa maknanya suatu hidup bersama dalam pernikahan?

Kalau anda menyadari secara total persoalan itu semua, rasanya anda menemukan kejernihan seketika sehingga tindakan anda tidak salah lagi. Untuk memberi ruang pada pengolahan batin, maka bisa dipertimbangkan untuk menunda pernikahan.

Sudrijanta

5 Responses to “Cinta dan Seks Pra-Nikah”

  1. “Orang boleh mempertebal iman, mendekatkan diri pada Tuhan, rajin ke gereja, dst. Tapi kalau batinnya yang kacau itu tidak diolah, problem itu tetap akan muncul. Lalu Tuhan akan gampang dimanipulasi oleh batin yang kacau untuk kepuasan diri. Bagaimana mungkin batin yang kacau bisa bertemu dengan Tuhan? Bukankah batin musti bebas agar Tuhan bisa ditemukan dan bukan sebaliknya?”

    Tak pernah terpikirkan sebelumnya oleh diriku, terima kasih kanjeng buat pencerahan nya, ijinkan sy meng-copas kata2 bijak tsb buat update status di facebook…. dalem bgt, suwun bgt

  2. Jujur atau tidaknya pacar Natalia tidak bisa dikatakan hanya dengan membaca cerita Natalia. Jadi kita tidak perlu membuat judgement apa pun terhadap pacar Natalia.

    Fokus kita adalah kepada pertanyaan Natalia, apakah ia harus memutuskan pacarnya. Pertimbangan Natalia yang memberatkan dia untuk mengambil keputusan adalah bahwa dia sudah berhubungan intim dengan si pacar layaknya hubungan suami dan isteri. Hal ini tidak jarang dialami oleh mereka yang juga berada dalam situasi yang sama. Adakalanya dan tidak jarang juga, hal ini justru merugikan pihak perempuan. Itu sebabnya saya dalam kesempatan ini mengingatkan kaum muda Katolik untuk tidak tergoda melakukan hubungan seks yang terlalu jauh yang bisa disesali di kemudian hari.
    =============

    Apa yang harus dilakukan Natalia?

    1. kejadian ini adalah momen yang tepat untuk me-rekoleksi dan me-review hubungan yang sudah dijalin selama ini dengan pacar anda. Seperti yang dikatakan romo sudri, coba melihat kembali dasar hubungan kalian. Apakah love or lust ? apakah persepsi atau definisi cinta yang kamu miliki sama dengan yang ia miliki ? Ada laki-laki yang sulit melupakan mantan pacarnya , bukan karena mencintainya, tetapi alasan utamanya karena mantan pacarnya memberikan kepuasan seksual kepada dirinya. Dalam proses review ini termasuk meniadakan aktifitas intim dengan si pacar. Menghindari godaan untuk melakukannya. bila perlu berilah waktu bagi diri anda untuk melakukannya, artinya untuk sementara tidak bertemu dan berhubungan dengan pacar anda. Sampai kapan ? sampai anda sudah dapat memutuskan apa yang harus anda lakukan dengan fakta yang anda temui saat ini. Faktanya apa :

    a. faktanya bukan si pacar berbohong, kecuali hal ini bisa dibuktikan, tetapi bahwa faktanya ada seorang wanita yang mengaku memiliki hubungan khusus dengan pacar anda di masa lalu dan hubungan itu hingga menghasilkan janin yang digugurkan.
    benar tidaknya kita belum tahu.

    b. Faktanya bahwa pacar anda tidak mengakui fakta pertama, bahwa ia memiliki hubungan khusus itu dan telah memiliki seorang anak yang kemudian digugurkan. Sulit bila anda berusaha menilai kejujuran dari seorang yang pandai berbohong dari kata-katanya atau sikapnya saat berbicara. Oleh karena itu jika anda percaya kepadanya maka anda akan mengabaikan fakta pertama, atau lebih baik anda mencari tahu lebih banyak dan memutuskan untuk meninggalkan pria yang kelak akan mengulangi perbuatannya, yaitu berbohong.

    c. Faktanya anda tidak memiliki informasi lain selain dari wanita itu dan dari pengakuan pacar anda.

    d. Faktanya anda telah berhubungan intim dengannya. Ini adalah sesuatu yang tidak bisa anda ubah, tetapi anda bisa memutuskan hari ini untuk memperbaikinya dan keputusan anda akan mempengaruhi masa depan anda. Jadi yang pertama anda lakukan, tinggalkan perbuatan yang dapat menjauhkan anda dari rahmat Allah.

    e. Faktanya bahwa orang tua anda sudah mengetahui masalah yang anda hadapi dan meminta anda memutuskan hubungan dengan pacar anda. Karena orang tua sudah mengetahui tentunya masalahnya menjadi lebih rumit. ada desakan dari orang tua anda untuk mengambil sikap yaitu memutuskan hubungan. Dan desakan anda ini bisa anda tanggapi dengan mengabaikannya dan terus melanjutkan hubungan anda, karena “terlanjur sayang”. atau mengikuti nasihat orang tua anda karena tidak mau menyakiti mereka. Kedua pilihan itu sebenarnya tidak sesuai dengan perasaan dan pikiran yang menggeluti anda saat ini. Oleh karenanya tidaklah tepat anda memutuskan saat ini. Anda harus menjernihkan kembali pemikiran anda dan mengembalikan diri anda menjadi diri anda yang seutuhnya.

    f. Faktanya bahwa anda sendiri percaya bahwa tuduhan si wanita itu benar, artinya anda tidak percaya dengan pengakuan pacar anda. Dan bila anda tidak percaya dengan pacar anda, ini berarti sebaiknya anda mengakhiri hubungan anda dengannya. Ketidakpercayaan ini adalah bibit yang Iblis tanamkan di hati kamu dan kelak akan disirami dengan berbagai masalah relasi yang kemudian seperti kata Romo Sudri membuat neraka dalam diri kamu. Tetapi jangan menyangkal, dan membohongi diri anda sendiri. Jika ini anda lakukan seperti yang anda katakan kepada orang tua anda, kecenderungannya, anda akan menyesali diri anda karena mengambil keputusan yang salah. Cari cara untuk menyakinkan anda untuk sungguh-sungguh percaya kepada pacar anda atau sebaliknya meyakinkan dirimu bahwa anda sudah kehilangan rasa percaya kepada pacar anda.

    Dari fakta-fakta di atas, adalah tepat bila anda melakukan poin pertama. Dan apa pun reaksinya, anda tidak perlu terlalu mencemaskannya. Fokuskan pikiran anda kepada diri anda sendiri dulu. Sementara itu, cobalah melakukan kegiatan-kegiatan yang anda senangi yang bisa anda lakukan tanpa pacar anda, baik anda lakukan sendiri atau bersama teman-teman anda. temukan kembali diri anda seutuhnya. jika ia berusaha menghubungi anda, anda jawab sewajarnya, tidak berlebihan dan tidak berbicara dalam waktu lama, anda harus menemukan cara yang tepat dan cepat mengakhiri percakapan dan mengalihkan perhatian ke dalam kesibukan yang lain. Hindari pertemuan dengannya selama anda melakukan poin pertama ini.

    2. setelah anda terbenam di poin 1, cobalah berbicara dengan orang-orang yang anda hormati, percayai dan kata-katanya anda dengarkan selama ini. Mintalah nasihat dan masukan dari mereka. Mungkin anda mendapatkan nasihat dan masukan yang berbeda, tetapi anda tidak perlu mencemaskannya. Karena bagaimanapun itu bukan keputusan yang final. Masukan dari Romo Sudri di atas juga adalah masukan yang baik untuk kamu pertimbangkan.

    3. Temui kembali wanita itu, gali informasi sebanyak-banyaknya pengenalan wanita itu terhadap pacar anda. Cari tahu seberapa jauh ia mengenal pacar anda. Coba bandingkan dengan apa yang anda ketahui selama ini. Yakinkan diri anda terlebih dahulu, bahwa wanita ini benar-benar mengenal pacar anda. anda tidak perlu marah kepada wanita ini, sebaliknya berangkat dari sebuah niat baik cobalah mengenal wanita ini dan hubungan masa lalunya dengan pacar anda. Apakah benar wanita ini memiliki hubungan khusus atau perasaan cinta seperti yang anda miliki dan rasakan saat ini kepada pacar anda. Jika sudah terungkap, either anda mengasihaninya dan/atau berterima kasih kepadanya, tetapi tidak akan membencinya. Poin ini bisa anda abaikan, apabila anda merasa tidak perlu melakukannya.

    4. Setelah anda mengembalikan diri anda kepada diri anda sendiri, anda menghargai diri anda kembali apa adanya, maka anda akan lebih ringan dalam mengambil keputusan. Akan sulit bagi diri anda, bila pikiran bahwa diri anda sudah tidak “suci” lagi, sudah “kotor”, sudah “ternoda” masih ada dalam pikiran anda, maka keputusan yang anda buat bukanlah keputusan yang anda buat benar-benar dari pertimbangan yang matang dan dari pemikiran yang dewasa. Dewasa artinya bertanggung jawab. Apa yang sudah terjadi di masa lalu tidak bisa anda ubah, tetapi hari ini anda bisa mengambil keputusan yang dapat mempengaruhi masa depan anda.

    Putuskanlah untuk masa depan anda… terimalah sakramen tobat, dan sakramen Ekaristi, berdoalah dan mintalah bantuan Allah. Percayalah Allah tidak akan meninggalkanmu, bila kamu sungguh percaya dan mau sungguh kembali ke dalam kerahiman Allah. Ia akan mendekap dirimu ke dalam diri-Nya. Saat itu anda akan tahu apa yang Allah kehendaki kamu perbuat.

    May God bless your steps

  3. hai… aku seorang cew.. dan sudah punya rencana menikah,,
    enang aku mau menikah karna aku udah tidur ama pansanganku…
    apa aku salah karna stelah kejadian ini aku baru mau nikah ma dia?

    Thx
    ==========
    Bagi anda sendiri Dora, apakah kejadian itu membuat kamu merasa bersalah? Apakah kamu merasa terpaksa menikah karena sudah pernah tidur bersama pasangan anda? Kalau tidak menikah dengannya, apakah kamu memiliki ketakutan tertentu?

    Kalau memang jadi mau menikah, siapkan hati-pikiran anda supaya anda betul-betul bebas. Begitu pula calon pasangan anda. Kalau tidak, pengalaman itu bisa menjadi duri dalam daging selama hidup perkawinan anda.
    Sudrijanta

  4. Dora, coba kamu renungkan pertanyaan ini dan jangan tergesa-gesa menjawabnya, jika kamu BELUM berhubungan intim dengan pasangan kamu, apakah kamu yakin dan percaya dia adalah pria yang dapat kamu andalkan sebagai suami dan ayah dari anak-anakmu kelak ? Ataukah kamu masih ragu atau belum mengenalnya benar ?

    Jika kamu belum yakin, maka sebaiknya kamu tunda dulu keinginan kamu itu. Hindari berhubungan intim yang beresiko seperti itu, dan kembali kepada gaya pacaran yang “sehat”. Yang sudah terjadi, biarkan terjadi. Kamu pergi menerima Sakramen tobat dan jangan berbuat lagi.

    Coba kamu baca juga tanggapan romo Sudri dan saya atas kasus Natalia sebelum pertanyaan kamu di atas.

  5. Duh… sy sedih banget deh baca tulisan2 ini.
    Maaf jika saya berani berkata seperti ini, “Wahai kaum perempuan, nasibmu berada di tanganmu sendiri, bukan di tangan para pria. Jika ada dosa dan kebaikan, maka kuncinya ada di tanganmu. Seperti Bunda Maria yang berani menyerahkan kunci berharga milik perempuan untuk keselamatan kaum terpinggirkan. Jangan ragu untuk menolak seks pra nikah karena tubuhmu adalah Bait Allah. Pertahankan kekudusannya sama besarnya dengan rasa cintamu dengan belahan jiwamu.”

    Saya perempuan berusia 29 tahun, belum menikah, dan berharap seraya berdoa sepenuh jiwa agar hari demi hari ada perempuan yang punya keprihatinan yang sama.

    salam hangat,
    angela asriarti.

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>