Church Social Responsibility di Gereja Kita
Dalam berbagai kesempatan bertemu dengan beberapa umat Katolik terutama yang termasuk golongan menengah ke atas, baik di Paroki maupun di luar Paroki, ternyata pengertian mereka tentang Bidang Pelayanan Paroki adalah Pelayanan Doa (Karismatik) atau yang mereka kenal dengan Pelayanan Doa Karismatik Katolik (PDKK).
Banyak dari umat yang kurang paham dengan Bidang Pelayanan Paroki yang menangani berbagai hal yang menyangkut pelayanan sosial ekonomi dan kemasyarakatan. Boleh saya simpulkan, karena ketidak-tahuan mereka dengan kiprah bidang ini, maka perhatian maupun keterlibatan mereka dalam menyambut kiprah bidang pelayanan ini menjadi kurang.
Dalam kesempatan memeringati Hari Komunisasi Sosial Sedunia, saya dari Bidang Pelayanan Paroki ingin menjelaskan apa sebenarnya kiprah kami dan apa saja problematika yang dihadapi serta sejauh mana umat menaruh perhatian terhadap masalah bersama ini.
Bidang Pelayanan Paroki mengkoordinir berbagai Seksi sebagai kepanjangan tangan Dewan Paroki dalam memberikan perhatian tulus dan peduli kepada mereka yang miskin, sakit dan terpinggirkan di Paroki Duren Sawit pada khususnya dan Keuskupan Agung Jakarta pada umumnya. Bidang Pelayanan hadir agar Gereja Katolik dapat memberi makna bagi sesama terutama yang menderita.
Adapun Seksi Seksi maupun Sub Seksi yang ada dalam lingkup Bidang Pelayanan:
1. Seksi Pelayanan Sosial Ekonomi (SPSE) dengan Sub Seksi Santo Yusuf, APP/APS, dan Micro Finance,
2. Seksi Kesehatan, meliputi poliklinik termasuk poligigi, pijat refleksi dan energi prana, dan
3. Seksi Lingkungan Hidup
Persoalan Sosial Ekonomi Kesehatan dan Kemasyarakatan
Situasi ekonomi global yang berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia, mengakibatkan peningkatan jumlah pemutusan hubungan kerja dan pengangguran yang berarti meningkatkan jumlah keluarga pra sejahtera yang tersebar di berbagai lingkungan Paroki. Keluarga pra sejahtera ini kemungkinan akan menghadapi ancaman kesehatan karena lingkungan yang tidak kondusif untuk tempat tinggal yang layak, sanitasi yang buruk hingga menyebabkan munculnya bibit penyakit dan diperparah dengan harga obat serta tarif dokter yang semakin tidak terjangkau .
Inilah sebagian persoalan yang kita hadapi dan kita tidak dapat berpangku tangan. Himpitan penderitaan yang terus menerus dan seolah-olah tidak ada akhirnya itu akan menimbulkan kegalauan hati yang mungkin saja dapat mengguncang iman mereka. Pertanyaannya adalah apakah manusia akan selalu mampu mempertahankan keyakinannya ditengah-tengah masa penderitaannya yang seolah tidak pernah berakhir itu? Benarkah Tuhan hanya berpangku tangan melihat penderitaan itu?
Kitalah yang justru diutus untuk ikut meringankan penderitaan orang lain sesuai dengan kapasitas masing masing. Kalau kita mampu merenungkan ini, maka jalan akan terbuka bagi kita untuk ikut menyelesaikan persoalan yang dihadapi. Sebaliknya jika kita tidak peka terhadap masalah ini, tidak heran jika datang penolong dari keyakinan lain yang akan mengguncangkan iman mereka. Ini salah satu tantangan Gereja Katolik, termasuk gereja kita.
Gereja adalah Kita Semua
Strategi pendekatan yang telah dirintis oleh Gereja ialah menggerakkan seksi-seksi seperti SPSE, Kesehatan, APP/APS, Lingkungan Hidup, dan Micro Finance dengan program-program yang memfasilitasi berbagai kebutuhan dalam masyarakat terutama bagi keluarga pra sejahtera yang tersebar di Paroki bahkan termasuk warga non-Katolik di sekitar Gereja kita.
Yang perlu ditingkatkan adalah sinergi antar seksi-seksi bekerja sama dengan para ketua lingkungan yang sungguh-sungguh mengenal situasi lingkungan. Agar ketua lingkungan dapat memantau keadaan warganya, ia harus melengkapi kepengurusan lingkungan di lingkungan masing-masing.
Penyadaran akan kepekaan terhadap penderitaan sesama bisa dirintis antara lain melalui khotbah di Gereja dengan cara yang lebih atraktif. Diharapkan bahwa hasil dari usaha tersebut dapat dijaring melalui ketua lingkungan. Di sini sebenarnya letak pergulatan membangun kelompok umat basis di lingkungan yang bisa digerakkan hanya oleh semangat Roh Kudus.
Mudah-mudahan artikel ini sedikit memberikan gambaran tentang pelayanan gereja melalui seksi-seksi di Bidang Pelayanan dan bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan maupun yang tulus mau membantu saudara sesama yang memerlukannya.
Oleh: Roesilah Kasiyanto
(Ketua Bidang Pelayanan – Dewan Paroki Harian)







Leave a Reply