Tidak Sia-sia
LJ, 41 tahun, Dokter Gigi, Tangerang.
Kisahnya berawal dari seminar “Meditasi sebagai Pembebasan Diri. Setelah membaca bukunya, yang juga berjudul Meditasi sebagai Pembebasan Diri, timbul keinginan untuk memahami lebih jauh. Saya lalu mendaftar retret meditasi 7 hari di akhir tahun 2011.Tidak mudah memutuskan untuk pergi karena selama ini saya tidak pernah pergi sendiri meninggalkan suami dan [...]
Previous Stories
- Ketakutan sebagai Pelarian Diri
- Membangkitkan Kesadaran Meditatif
- Kilatan Momen di Luar Waktu
- Melihat dengan Jelas
- Manusia Baru
- Melampaui Badai Hidup Berkeluarga
- Kekuatan Keheningan mengungkap Hal-hal yang Tersembunyi
- Penemuan Jati Diri Melalui Meditasi
- Kotoran batin menipis, stress dan penyakit akibat stress pun berkurang
- Keheningan dalam Kesibukan Sehari-hari
- Testimoni retret 9-17 Sept 2010 (6): “Dalam setiap gerakan, compassion itu selalu menyertai”
- Testimoni retret 9-17 Sept 2010 (5): “Memandang sakit secara baru”
- Testimoni retret 9-17 Sept 2010 (4): “Belajar meditasi dalam kondisi apapun”
- Testimoni retret 9-17 Sept 2010 (3): “Bangun dari tidur”
- Testimoni retret 7-19 Sept 2010 (2): “Sebuah pengalaman mengenal diri yang luar biasa”
- Testimoni retret 9-17 Sept 2010 (1): “Getaran itu sampai sekarang kadangkala masih terasa”
- Manfaat meditasi
- Pengalaman mistik katolik
- Meditasi dan pengolahan hidup seorang calon Trappistin
- Pengalaman Retret 2010 (10): “Oh my God, saya baru sadar”
- Pengalaman retret 2010 (9): “Segala sesuatu tampak berbeda dan lebih bermakna”
- Pengalaman Retret 2010 (8): Melihat Sang Tunggal
- Pengalaman Retret 2010 (7): Hidup dengan batin yang hening
- Batin Hening Kunci Perubahan Total
- Pengalaman retret 2010 (6): Kesadaran baru yang mencerahkan
- Pengalaman retret 2010 (5): Bersatu dengan alam semesta
- Pengalaman retret 2010 (4): Menemukan titik hening
- Pengalaman retret 2010 (3): Mengenal diri dengan mengamati pikiran
- Pengalaman retret 2010 (2): “Hidup bebas dalam harmoni”
- Pengalaman Retret 2010 (1): “Ada perubahan dengan menyadari kebusukan-kebusukan DIRI”
- Pengalaman meditasi (1): Memahami kemarahan
- Testimoni retret (7): Retret ini sangat berbeda
- Testimoni retret (6): Tantangan dan efek meditasi
- Testimoni retret (5): Berakhirnya rasa khawatir
- Testimoni retret (4): Efek tenang dan damai
- Testimoni retret (3): Diam tidak melawan
- Testimoni Retret (2): Pengalaman kekosongan
- Testimoni Retret (1): Memahami diri itu membebaskan
- Hari Raya Bunda Maria diangkat ke Surga – dari Homili
- Pengalaman Retret (8): Dimensi lain alam pikiran
- Pengalaman Retret (7): Ketiadaan Diri dalam Pusaran Hidup Sehari-Hari
- Pengalaman Retret (6): “saya bergetar”
- Pengalaman Retret (5): “Cinta ada kalau aku tiada”
- Pengalaman Retret (4): Sukacita yang Lain
- Pengalaman Retret (3): Mengamati Pikiran
- Pengalaman Retret (2): Berakhirnya Masa Lalu
- Pengalaman Retret (1): Diri Lenyap
- Misa Taize, Apanya yang Anda Suka?
- Kartini Modern
- Retret Meditasi di Cibulan
- Terima kasih TUHAN untuk pelajarannya..
- Selamat Jalan Romo Lamers
- [ Start Afresh: Kembali Hidup.. ]






