Pengalaman Retret 2010 (7): Hidup dengan batin yang hening
Testimoni CS, penulis, 43 th.
============
“Detak jantung sebagai pertanda denyut nadi kehidupan dapat kita rasakan dengan meraba urat nadi di tangan kita. Tetapi, bisakah kita merasakan denyut kematian diri?” Kalimat pengantar dari Romo Sudri saat membuka retret meditasi di Padepokan Bukit Kehidupan pada 22 Januari lalu menggugah perhatian saya.
Ini adalah retret meditasi kedua yang saya ikuti, [...]
Previous Stories
- Batin Hening Kunci Perubahan Total
- Pengalaman retret 2010 (6): Kesadaran baru yang mencerahkan
- Pengalaman retret 2010 (5): Bersatu dengan alam semesta
- Pengalaman retret 2010 (4): Menemukan titik hening
- Pengalaman retret 2010 (3): Mengenal diri dengan mengamati pikiran
- Pengalaman retret 2010 (2): “Hidup bebas dalam harmoni”
- Pengalaman Retret 2010 (1): “Ada perubahan dengan menyadari kebusukan-kebusukan DIRI”
- Pengalaman meditasi (1): Memahami kemarahan
- Testimoni retret (7): Retret ini sangat berbeda
- Testimoni retret (6): Tantangan dan efek meditasi
- Testimoni retret (5): Berakhirnya rasa khawatir
- Testimoni retret (4): Efek tenang dan damai
- Testimoni retret (3): Diam tidak melawan
- Testimoni Retret (2): Pengalaman kekosongan
- Testimoni Retret (1): Memahami diri itu membebaskan
- Hari Raya Bunda Maria diangkat ke Surga – dari Homili
- Pengalaman Retret (8): Dimensi lain alam pikiran
- Pengalaman Retret (7): Ketiadaan Diri dalam Pusaran Hidup Sehari-Hari
- Pengalaman Retret (6): “saya bergetar”
- Pengalaman Retret (5): “Cinta ada kalau aku tiada”
- Pengalaman Retret (4): Sukacita yang Lain
- Pengalaman Retret (3): Mengamati Pikiran
- Pengalaman Retret (2): Berakhirnya Masa Lalu
- Pengalaman Retret (1): Diri Lenyap
- Misa Taize, Apanya yang Anda Suka?
- Kartini Modern
- Retret Meditasi di Cibulan
- Terima kasih TUHAN untuk pelajarannya..
- Selamat Jalan Romo Lamers
- [ Start Afresh: Kembali Hidup.. ]






