<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Bisnis Sosial sebagai Jalan Alternatif terhadap Krisis Global</title>
	<atom:link href="http://gerejastanna.org/bisnis-sosial-sebagai-jalan-alternatif-terhadap-krisis-global/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gerejastanna.org/bisnis-sosial-sebagai-jalan-alternatif-terhadap-krisis-global/</link>
	<description>Situs Resmi Gereja St. Anna - Paroki Duren Sawit, Jakarta Timur</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 May 2012 21:35:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: regina</title>
		<link>http://gerejastanna.org/bisnis-sosial-sebagai-jalan-alternatif-terhadap-krisis-global/comment-page-1/#comment-244</link>
		<dc:creator>regina</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2008 04:33:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=258#comment-244</guid>
		<description></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pagi Romo, sekedar sharing saja. &#8220;Terhadap Krisis Global&#8221;, kata-kata &#8216;Ayo kita mulai&#8217; mesti nya sudah disadari dari bulan maret 2008 yg lalu. Di st anna ada Program Credit union (CU). Cukup baik salah satu nya untuk tema ini. Selain berinvestasi, menabung, namun ada unsur sosial nya disini.</p>
<p>Saya awalnya tdk mengerti Credit Union itu. Setelah bertanya-tanya, mencari informasi, akhirnya saya sedikit mengerti. Dgn berinvestasi dengan bermodal Rp2.325.000, kita seakan2 sdh mendirikan suatu usaha/kantor di CU. …. Karena saya tdk memiliki dana cash/tunai, diberikan jalan keluarnya. Saya ambil kapitalisasi alias menabung dengan mengangsur.</p>
<p>Ibu rumah tangga bisa menyisihkan uang belanjanya, mungkin Rp 4500 perhari, ayo kita menabung di CU. Para remaja yg uang saku nya lebih dari 25 rb, kenapa tidak juga ikutan. Hitung2 nabung sekaligus berinvestasi dan bersosial. Para bapak, jangan ditanya, ya sisihkan saja Rp 5000&#8230;.</p>
<p>Kalau kita tidak memulai dari sekarang kapan lagi?<br />
&#8220;AYO KITA MULAI&#8221;</p>
<p>GBU<br />
r.m</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Mary</title>
		<link>http://gerejastanna.org/bisnis-sosial-sebagai-jalan-alternatif-terhadap-krisis-global/comment-page-1/#comment-243</link>
		<dc:creator>Mary</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Dec 2008 23:28:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=258#comment-243</guid>
		<description>Ya benar bisnis sosial tersebut harus dilakukan sebagai suatu usaha nyata kita membantu mereka . Saya bersama dengan 6 orang teman melakukannya membuat sebuah koperasi wanita dalam rangka pembinaan terhadap UKM. Koperasi wanita  &#039;Kusuma&quot;ini kami dirikan tanggal 21 April tahun lalu terinspirasi dari kurangnya pengetahuan para UKM dalam melakukan bisnis baik dalam pemodalan, proses produksi, sanitasi/higinitas sampai pada pemasarannya dan rasanya kami merasa terpanggil untuk berbuat sesuatu bukan untuk untuk mencari profit Kebetulan kami bertujuh semuanya Food Techonologist/Scientist, yah juga sudah cukup ibaratnya untuk hidup layak dan saat itu merasa koq belum berkontribusi nyata  dengan apa yang dimiliki. Berbekal sedikit idealisme , pembinaan/pelatihan kami berikan kepada mereka yang memerlukan , bahkan mereka juga bisa menggunakan merk Kusuma untuk produk mereka asal sudah lolos team screaning dari team kami, kebetulan saya sebagai Ketua Bidang Komersil. Kami tidak meminta royalty atau apapun tapi untuk lolos bukan hal yang mudah karena kami menjaga image nama koperasi kami, . Pembinaan kepada UKM kami lakukan lebih kepada rasa keprihatinan dan kepedulian dan kebetulan teman-teman pejabat baik dari Dep Perindustrian, Perdagangan maupun Dirjen POM , Dept UKM, teman-teman sesama alumni sehingga agak mudah dan mereka support sekali. Kami juga bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi seperti IPB, Central Agro Business dan UGM, GAPMMI untuk menjembati hasil penelitian mereka dengan dunia swasta, karena hasil-hasil penelitian tersebut banyak tidak tersosialisasikan dengan baik dan juga masih jauh dari requirement yg dibutuhkan swasta.

Yah cuma itu Romo, karena semua kami volunteer dan ini  hanya  lebih pada suatu usaha sosial sehingga cuma bisa ketemu sebulan sekali dengan segudang permasalahan dan kami sudah memperkerjakan 1 orang full operation namun lebih kepada administration/officer, keputusan yah selalu diambil dalam pertemuan bulanan tersebut.Proses pembinaan/training kami berikan sesuai dengan waktu kami yang ada ditengah-tengah kesibukan sesuai siapa yang sempat dan kebutuhannya bidang apa. 
 
Bagi kami rasanya mendapatkan suatu kepuasan dan kelegaan melihat beberapa binaan UKM kami bisa membuat produk dengan baik, paling tidak mereka mengenal GMP ( Good Manufacturing Practice) yang sederhana, kemasan yang baik dlsb dan bisa dipasarkan,bahkan ada yang kami bantu dengan ekspor ke Jepang seperti juice mengkudu dll.
 
Ini diluar  koperasi......Hari Kamis minggu lalu, hari itu salah satu client saya ingin ketemu, pagi-pagi  sebelum meeting, pulang dr Misa pagi , saya dapat sms dr CEO nya,....&quot;Bu saya sedih karena harus layoff karyawan saya, hati saya ngga tega karena mereka punya tanggungan keluarga, ada yang masih studi dll, tapi harus dilakukan&quot; Saya bilang nanti kita bicara. Jam 10 .00 saya ketemu mereka , saya berusaha memberikan masukan dari berbagai aspek dan lebih melakukan pendekatan dengan nurani ( kebetulan CEO nya juga Katolik) kalo bisa ditunda sampai mereka mendapatkan pekerjaan ditempat lain/siap dgn PHK ini, karena sebagian dari mereka juga tenaga skill dan sudah berkontribusi selama ini bagi perusahaan dan akhirnya disetujui untuk diberi kesempatan 3 bulan, tadinya per akhir bulan ini dan  di postpone sd 31 Maret 2009, harapan saya semoga mereka bisa mencari ditempat lain, jangan sampai jobless. Hari itu saya lega sekali.

Yah, saat ini ada sedikit kecemasan dalam hati saya kalau-kalau ada sms berikutnya lagi yang berisi hal yang sama...........
 
OK Romo saya harus berangkat , ada janji meeting jam 11 siang ini, selamat beraktifitas.
 
Salam,
Mary</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ya benar bisnis sosial tersebut harus dilakukan sebagai suatu usaha nyata kita membantu mereka . Saya bersama dengan 6 orang teman melakukannya membuat sebuah koperasi wanita dalam rangka pembinaan terhadap UKM. Koperasi wanita  &#8216;Kusuma&#8221;ini kami dirikan tanggal 21 April tahun lalu terinspirasi dari kurangnya pengetahuan para UKM dalam melakukan bisnis baik dalam pemodalan, proses produksi, sanitasi/higinitas sampai pada pemasarannya dan rasanya kami merasa terpanggil untuk berbuat sesuatu bukan untuk untuk mencari profit Kebetulan kami bertujuh semuanya Food Techonologist/Scientist, yah juga sudah cukup ibaratnya untuk hidup layak dan saat itu merasa koq belum berkontribusi nyata  dengan apa yang dimiliki. Berbekal sedikit idealisme , pembinaan/pelatihan kami berikan kepada mereka yang memerlukan , bahkan mereka juga bisa menggunakan merk Kusuma untuk produk mereka asal sudah lolos team screaning dari team kami, kebetulan saya sebagai Ketua Bidang Komersil. Kami tidak meminta royalty atau apapun tapi untuk lolos bukan hal yang mudah karena kami menjaga image nama koperasi kami, . Pembinaan kepada UKM kami lakukan lebih kepada rasa keprihatinan dan kepedulian dan kebetulan teman-teman pejabat baik dari Dep Perindustrian, Perdagangan maupun Dirjen POM , Dept UKM, teman-teman sesama alumni sehingga agak mudah dan mereka support sekali. Kami juga bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi seperti IPB, Central Agro Business dan UGM, GAPMMI untuk menjembati hasil penelitian mereka dengan dunia swasta, karena hasil-hasil penelitian tersebut banyak tidak tersosialisasikan dengan baik dan juga masih jauh dari requirement yg dibutuhkan swasta.</p>
<p>Yah cuma itu Romo, karena semua kami volunteer dan ini  hanya  lebih pada suatu usaha sosial sehingga cuma bisa ketemu sebulan sekali dengan segudang permasalahan dan kami sudah memperkerjakan 1 orang full operation namun lebih kepada administration/officer, keputusan yah selalu diambil dalam pertemuan bulanan tersebut.Proses pembinaan/training kami berikan sesuai dengan waktu kami yang ada ditengah-tengah kesibukan sesuai siapa yang sempat dan kebutuhannya bidang apa. </p>
<p>Bagi kami rasanya mendapatkan suatu kepuasan dan kelegaan melihat beberapa binaan UKM kami bisa membuat produk dengan baik, paling tidak mereka mengenal GMP ( Good Manufacturing Practice) yang sederhana, kemasan yang baik dlsb dan bisa dipasarkan,bahkan ada yang kami bantu dengan ekspor ke Jepang seperti juice mengkudu dll.</p>
<p>Ini diluar  koperasi&#8230;&#8230;Hari Kamis minggu lalu, hari itu salah satu client saya ingin ketemu, pagi-pagi  sebelum meeting, pulang dr Misa pagi , saya dapat sms dr CEO nya,&#8230;.&#8221;Bu saya sedih karena harus layoff karyawan saya, hati saya ngga tega karena mereka punya tanggungan keluarga, ada yang masih studi dll, tapi harus dilakukan&#8221; Saya bilang nanti kita bicara. Jam 10 .00 saya ketemu mereka , saya berusaha memberikan masukan dari berbagai aspek dan lebih melakukan pendekatan dengan nurani ( kebetulan CEO nya juga Katolik) kalo bisa ditunda sampai mereka mendapatkan pekerjaan ditempat lain/siap dgn PHK ini, karena sebagian dari mereka juga tenaga skill dan sudah berkontribusi selama ini bagi perusahaan dan akhirnya disetujui untuk diberi kesempatan 3 bulan, tadinya per akhir bulan ini dan  di postpone sd 31 Maret 2009, harapan saya semoga mereka bisa mencari ditempat lain, jangan sampai jobless. Hari itu saya lega sekali.</p>
<p>Yah, saat ini ada sedikit kecemasan dalam hati saya kalau-kalau ada sms berikutnya lagi yang berisi hal yang sama&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p>OK Romo saya harus berangkat , ada janji meeting jam 11 siang ini, selamat beraktifitas.</p>
<p>Salam,<br />
Mary</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: AH</title>
		<link>http://gerejastanna.org/bisnis-sosial-sebagai-jalan-alternatif-terhadap-krisis-global/comment-page-1/#comment-241</link>
		<dc:creator>AH</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Dec 2008 06:02:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gerejastanna.org/?p=258#comment-241</guid>
		<description>saya pribadi sepenuhnya setuju dengan tulisan yang diposting Romo Sudri...

Saya, bersama rekan-rekan eks-seminari dan eks-pastor, saat ini sedang menggodog AD/ART untuk pendampingan masyarakat miskin. Semboyan kami adalah &quot;option with the poor&quot;, bukan lagi &quot;for the poor&quot;; karena yang dibutuhkan mereka saat ini adalah pendampingan.

Sudah bukan rahasia lagi, bahwa segala kebijakan ekonomi dan politik di negara ini selalu berpihak pada kapitalis (yang mempunyai kapital/modal yang diuntungkan, lihat saja misalnya kebijakan konversi minyak tanah ke gas--yang amburadul itu), sehingga ekonomi mikro kocar-kacir, tidak ada yang mempedulikan. 
 
Hanya ada sekelompok kecil yang peduli dengan Pengembangan Ekonomi Mikro ini. Baru-baru ini, di Yogyakarta diadakan bazar dan seminar tentang Pengembangan Ekonomi Mikro, yang dibuka oleh Sri Sultan sendiri.

Intinya bahwa masyakat miskin harus bisa mandiri, tidak menggantungkan pada situasi global. Sudah banyak contoh, para kapitalis yang menggantungkan pada situasi global , begitu ekonomi global terpuruk, maka para buruh juga yang terkena dampaknya. Misalnya industri otomotif, garmen, eksportis, dst.
 
Namun, sebagai warga Gereja, secara jujur, saya merasa sangat prihatin. Bukan bermaksud primordial, tetapi ini kenyataan, bahwa yang aktif dan &quot;masuk&quot; dalam pendampingan dan pengembangan ekonomi mikro ini adalah saudara-saudara kita dari golongan Muslim. Mereka mempunyai networking yang rapi-jali dan manajemen yang kuat. Sedangkan Gereja? 

Memang ada KARINA (KARITAS INDONESIA), tetapi saya kira masih kalah gaungnya dengan jaringan saudara-saudara Muslim, melalui ibu-ibu pengajian dan lewat Partai PKS-nya. Pointnya adalah mengedukasi masyarakat miskin agar tidak tergantung kepada situasi global. Proyek Nasional Pengembangan Mandiri (PNPM) masih di menara gading, belum sampai ke akar rumput.
 
Ini hanya sebuah contoh kecil yang konkrit mengatasi kristis global. Sebuah Gereja Kristen di bilangan Pondok Hijau Jakarta &quot;mendampingi&quot; (with the poor) warga miskin di Kuningan, Jawa Barat. Majelis Gereja itu memberikan dana &#039;cuma&#039; 21 juta dan dibelikan kambing etawa sebanyak 12 ekor dan sepetak sawah, agar dikelola warga miskin di Kuningan itu. Belum genap 1 tahun, kambing etawa itu sudah beranak-pinak menjadi 42 ekor; dan sawah yang dikelola bersama itu telah menghasilkan padi untuk mereka makan selama setahun.
 
Dalam keprihatinan semacam ini, kami sepakat untuk &#039;option with the poor&#039;; karena kebetulan kami mempunyai ekspertis yang telah malang-melintang dalam Pengembangan Ekonomi Mikro, pencarian donor, dan bergerilya di LSM. Namanya Bpk. Haryasumarta. Apabila Gereja Santa Anna menghendaki menghadirkan beliau untuk sekedar sharing, saya akan coba jajaki kemungkinannya; karena waktu beliau sangat padat; jadi harus dijadwal jauh-jauh hari.
 
Salam hangat,
AH

PS
Mas Harya Sumarta, mohon maaf, namamu saya &quot;bajak&quot; demi saudara-saudara kita yang kurang beruntung.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya pribadi sepenuhnya setuju dengan tulisan yang diposting Romo Sudri&#8230;</p>
<p>Saya, bersama rekan-rekan eks-seminari dan eks-pastor, saat ini sedang menggodog AD/ART untuk pendampingan masyarakat miskin. Semboyan kami adalah &#8220;option with the poor&#8221;, bukan lagi &#8220;for the poor&#8221;; karena yang dibutuhkan mereka saat ini adalah pendampingan.</p>
<p>Sudah bukan rahasia lagi, bahwa segala kebijakan ekonomi dan politik di negara ini selalu berpihak pada kapitalis (yang mempunyai kapital/modal yang diuntungkan, lihat saja misalnya kebijakan konversi minyak tanah ke gas&#8211;yang amburadul itu), sehingga ekonomi mikro kocar-kacir, tidak ada yang mempedulikan. </p>
<p>Hanya ada sekelompok kecil yang peduli dengan Pengembangan Ekonomi Mikro ini. Baru-baru ini, di Yogyakarta diadakan bazar dan seminar tentang Pengembangan Ekonomi Mikro, yang dibuka oleh Sri Sultan sendiri.</p>
<p>Intinya bahwa masyakat miskin harus bisa mandiri, tidak menggantungkan pada situasi global. Sudah banyak contoh, para kapitalis yang menggantungkan pada situasi global , begitu ekonomi global terpuruk, maka para buruh juga yang terkena dampaknya. Misalnya industri otomotif, garmen, eksportis, dst.</p>
<p>Namun, sebagai warga Gereja, secara jujur, saya merasa sangat prihatin. Bukan bermaksud primordial, tetapi ini kenyataan, bahwa yang aktif dan &#8220;masuk&#8221; dalam pendampingan dan pengembangan ekonomi mikro ini adalah saudara-saudara kita dari golongan Muslim. Mereka mempunyai networking yang rapi-jali dan manajemen yang kuat. Sedangkan Gereja? </p>
<p>Memang ada KARINA (KARITAS INDONESIA), tetapi saya kira masih kalah gaungnya dengan jaringan saudara-saudara Muslim, melalui ibu-ibu pengajian dan lewat Partai PKS-nya. Pointnya adalah mengedukasi masyarakat miskin agar tidak tergantung kepada situasi global. Proyek Nasional Pengembangan Mandiri (PNPM) masih di menara gading, belum sampai ke akar rumput.</p>
<p>Ini hanya sebuah contoh kecil yang konkrit mengatasi kristis global. Sebuah Gereja Kristen di bilangan Pondok Hijau Jakarta &#8220;mendampingi&#8221; (with the poor) warga miskin di Kuningan, Jawa Barat. Majelis Gereja itu memberikan dana &#8216;cuma&#8217; 21 juta dan dibelikan kambing etawa sebanyak 12 ekor dan sepetak sawah, agar dikelola warga miskin di Kuningan itu. Belum genap 1 tahun, kambing etawa itu sudah beranak-pinak menjadi 42 ekor; dan sawah yang dikelola bersama itu telah menghasilkan padi untuk mereka makan selama setahun.</p>
<p>Dalam keprihatinan semacam ini, kami sepakat untuk &#8216;option with the poor&#8217;; karena kebetulan kami mempunyai ekspertis yang telah malang-melintang dalam Pengembangan Ekonomi Mikro, pencarian donor, dan bergerilya di LSM. Namanya Bpk. Haryasumarta. Apabila Gereja Santa Anna menghendaki menghadirkan beliau untuk sekedar sharing, saya akan coba jajaki kemungkinannya; karena waktu beliau sangat padat; jadi harus dijadwal jauh-jauh hari.</p>
<p>Salam hangat,<br />
AH</p>
<p>PS<br />
Mas Harya Sumarta, mohon maaf, namamu saya &#8220;bajak&#8221; demi saudara-saudara kita yang kurang beruntung.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->
