Bingung memilih, orang tua atau calon suami?
Saat in sy sdg bingung menghadapi org tua yg menentang/menolak hub sy dgn pasangan yg berencana menikah. Kami beda agama (katolik-kristen protestan), namun sy memilih ikt agma pasangan (kristen). Berbagai pertimbangan sehingga sy mengambil keputusan ini, yg tentunya menimbulkan kontra dlm keluarga besar sy. Ditambah pula keluarga sy tdk menyetujui karna ada faktor penyakit dr pasangan. Keluarga sy menganggap jika sy menikah dgn dia, terlalu menguras biaya utk berobat krna sakitnya itu bkn penyakit yg dapat sembuh dan bersifat keturunan. Oleh orang tua sy di beri pilihan,antara orang tua sy atau menikah dgn dy dan sy tidak di anggap sbagai anak lagi oleh orang tua. Sy benar-benar bingung,karna sy tidak bsa memilih. Mereka smua adalah org yg saya cintai dan sayangi. Apa yg harus sy lakukan? Sy mohon bantuannya. Trima kasih..
rsl







Dear RSL Yth,
Salam kenal. Rsl sebenarnya masalah yg km hadapi mirip dgn saya, namun sy kurang mendptkan informasi jelas penyakit apa yg diderita oleh calon suamimu. Rsl pertimbanganmu utk pindah agama jgn hanya didasarkan km mencintai psganmu, tp shrsnya didasari keinginan dan keimanan yg kuat. Apakah km siap meninggalkan kepribadian sbg umat Katolik? Maaf bukannya, sy ingin membandingkan agama tetapi jgn mengambil keputusan terburu2. Rsl saya mengerti kegalauanmu krn km mencintai pasangan dan km jg mencintai ke2 ortumu. Rsl, coba tanyakan dlm hati kecilmu dulu dgn berpikiran jernih tanpa dipenuhi ego, apakah km sanggup dan siap mendampingi, menemani, merawat psganmu smp akhir hayat tanpa rasa penyesalan sedikit pun? Rsl, cobalah luangkan sedikit waktumu utk merenung dan berpikir sambil meminta petunjuk Tuhan Yesus. Rsl, dulu psgan sy jg mengalami penyakit psikologis dan sy ditanya oleh seorg Romo spt itu. Sy menegaskan kpd Romo bhw sy sanggup maka sy jalani, meskipun banyak gejolak yg muncul. Sayangnya, hub kami pts di tengah jln krn kami berdua lemah. Jadi, sy menyarankan sebelum kamu menyesali tindakan dan keputusanmu ke depan sebaiknya km minta petunjuk Tuhan Yesus melalui doa. Biarlah Tuhan Yesus sendiri yg memberikan petunjuk penyelesaian dr masalahmu, sambil km tetap berusaha memantapkan diri melanjutkan perjuangan cintamu. Smg Tuhan Yesus memberikan jln terbaik utk hub kalian. GBU
Salam Damai,
SND
saya tidak akan berpihak kepadamu atau kepada orangtuamu.. saya berpihak kepada iman Katolik, bagaimana ?
saya heran mengapa kamu mau pindah agama menjadi Protestan, sementara pacar kamu yang sakit itu tidak mau menjadi Katolik ?Apa jadinya bila kamu tetap bersikukuh menjadi seorang Katolik ? apakah pernikahan tidak akan terjadi ? bisa dibayangkan, bagaimana dalam keadaan sakit seperti itu, jika ia memilih imannya daripada memilih kamu ?
Daging itu memang lemah..
PAdahal dalam agama Katolik pernikahan beda agama [berbeda dengan Protestan], masih mungkin terjadi dengan ijin atau dispensasi. Tetapi kamu tetap lebih memilih untuk mengingkari iman-mu ?
saran saya : sebaiknya kamu menunda pernikahan itu sebelum kamu memutuskan apa yang akan kamu lakukan. Jangan biarkan cinta membutakan iman dan akal budimu.
Saya tidak tahu apakah penyakit teman laki-lakimu itu apakah akan menghalangimu mendapatkan keturunan yang juga merupakan hakikat dari sebuah pernikahan dalam agama Kristen ?
jika ya, maka apa yang kamu cari dari pernikahan ini ?
merawatnya hingga maut memisahkan kalian ?
jika ini keinginanmu, mengapa harus menikah ?
kamu harus menemukan alasan yang kuat menurut iman Kristen mengapa kamu harus menikah.
Katakan, bahwa tidak ada halangan di atas.. pertanyaan berikutnya :
Apakah penyakitnya akan menjadi masalah dikemudian hari ? apakah biaya perawatan dan pengobatannya akan menjadi masalah, terutama ketika kalian sudah memiliki keturunan dimana mereka pun memiliki kebutuhan hidup yang tidak kecil ?
apakah penyakitnya dapat menyebabkan ia tidak dapat menjalankan fungsinya sebagai kepala keluarga dan seorang ayah ?
Kalo pun itu bisa terjadi, dan kamu mengatakan kamu akan menggantikannya, siapakah yang akan menjaga dan merawat anak-anakmu ?
apakah karena kondisi sang ayah dapat membuatmu melalaikan kewajibanmu sebagai seorang ibu ?
Jangan hanya merasakan gelora cinta di dalam diri kamu kepadanya hari ini, karena cinta yang kamu miliki hari ini kelak dalam kehidupan suami isteri akan berkembang antara lain menjadi biaya, perencanaan, pertimbangan yang matang untuk pengambilan keputusan, atau pengorbanan ego individu.
Dan hal itu harus disadari oleh semua pasangan yang hendak melanjutkan hubungannya ke jenjang pernikahan.
berdoalah kepada Bunda Maria, mintalah kepadanya untuk didoakan, agar Anak-nya, mau mendengarkan keluh kesahmu.. [dalam Protestan kamu tidak akan menemukan lagi doa Salam Maria..cobalah kamu cari buku "Rome Sweet Home" karangan Scott Hahn yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia untuk menguatkan iman kamu, cobalah kamu temukan bagian dimana Kimberly,isterinya, pertama kali mengajarkan doa Salam Maria kepada anaknya]..
May God bless your steps..
saya erick, seorang protestan…
tertarik saat sedang browsing dan membaca artikel ini..
sedikit komen walau terlambat sepertinya, tp gpp menurut saya..
1. menurut saya memang tdk perlu rsl pindah agama.. krn bukan itu yg utama.. kitab suci tdk pernah menyebutkan kita harus ikut agama tertentu utk masuk sorga.. krn jalan menuju sorga adalah Yesus Kristus.. sesuai dengan firmanNya “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Yoh 14:6)
dan saya yakin Yesus di protestan dan katolik adalah sama, benar kan?
jadi menurut sy pindah agama dr katolik ke protestan bukan suatu hal yg berkaitan dengan iman.. krn baik katolik dan protestan sy yakin beriman kepada Yesus..
2. kenapa dipermasalahkan soal sakit bawaan, bayangkan saat Yesus menolak kita karena kita penyakitan.. serem kan?
kita beruntung punya Dia yg amat mengasihi kita..
dalam hub ada kasih, dalam kasih ada saling menerima kekurangan.. dan perlu kita imani bahwa Yesus adalah Tabib di atas segala tabib..
segala pertolongan pasti diberikan, imani itu…
burung pipit saja dikasihi Tuhan apalagi kita umat KepunyaanNya sendiri..
salam damai..
@Erick…
jika ego teman pria rsl lebih besar dari rasa kasih-nya terhadap rsl, maka ia akan memanfaatkan rasa kasihan rsl agar dapat menikah dengannya. Tetapi sebenarnya, ia dapat menunjukan kebesaran kasihnya dengan melepaskan rsl untuk dapat hidup bahagia dengan pilihannya.
rsl jika ragu dapat hidup berbahagia dengan teman prianya, sama sekali tidak berdosa bila memilih tidak menikah dengannya. Mengasihi si teman pria tidak harus dengan menikahinya. Tidak menikah bukan berarti menolak si teman pria yang sakit, dan rsl jelas menerima kondisi si pria dengan menjalin hubungan yang lebih dari sekedar teman biasa dengannya.
Yesus tidak akan pernah menolak siapa pun yang datang kepada-Nya dengan iman. Benar kata anda, Iman adalah kata kunci-nya. Katolik dan Protestan bagaimanapun memiliki iman yang berbeda. Jika iman Protestan dan Katolik sama, maka seharusnya hanya ada satu Gereja, dan gereja itu adalah Gereja Katolik (sejarah Protestan baru lahir di abad ke-16).