Bersama Kita Peduli Dalam Kerahiman Allah

DSCF2631

Semarak ulang tahun Stasi Santo Yoakim ke-31 sangat terasa menjadi puncak kebahagiaan umat stasi yang memenuhi Kapel Santo Yoakim, Paroki Duren Sawit Minggu (16/10/2016).

Mengambil tema ‘Bersama Kita Peduli Dalam Kerahiman Allah yang Memerdekakan, Mewartakan Kasih-Nya kepada Sesama’, panitia ingin agar hubungan antarumat semakin erat dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya.  “Kegiatan ini diadakan untuk  menambah kedekatan dan kepedulian umat stasi,” kata Ketua Panitia Hut ke–31 Stasi Santo Yoakim, Ibu Hareva, usai acara pesta ulang tahun.

Merayakan kegembiraan, umat stasi memulainya rangkaian pesta ulang tahun dengan mengikuti jalan santai keluarga dan door prize yang digelar pada hari Sabtu (8/10/2016) dan ditutup dengan acara lomba tumpeng, misa syukur, dan pesta umat pada Minggu (16/10/2016).

Jalan Santai

Lebih dari 300 umat stasi mengikuti kegitan jalan santai yang dimulai pukul 06.00 WIB di Kapel Stasi Santo Yoakim.

Tidak hanya sekedar jalan santai bersama keluarga, umat stasi juga diajak untuk peduli pada kebersihan lingkungan. Mereka diminta untuk mengambil sampah di sepanjang rute jalan santai. “Melalui jalan santai ini kita mendukung program KAJ, untuk peduli terhadap lingkungan.” tutur Ibu Hareva.

Pemberian hadiah dilakukan untuk lebih menyemarakan kegiatan jalan santai. Selesai kegiatan jalan santai, sebanyak 200 peserta diberi door prize oleh panitia yang dipilih secara acak melalui undian nomor peserta.

Pesta Umat

Dibuka dengan perayaan ekaristi, umat memanjatkan syukur kepada Tuhan atas rahmat penyertaan kepada Stasi Santo Yoakim.  Perayaan ekaristi dimulai pukul 08.00 WIB dan dipimpin oleh Pastor F.X. Widiyatmaka, SJ.

Tidak berhenti di situ, umat melanjutkan perayaan ulang tahun penyelenggaraan pesta umat yang dimeriahkan dengan lomba tumpeng diikuti oleh 20 lingkungan di stasi, penjualan barang daur ulang oleh Lingkungan Yustinus, Wilayah Pondok Kopi 2, dan pupuk kompos dari Lingkungan Matius.

Lomba tumpeng hasil kreasi umat dari masing-masing lingkungan dinilai oleh para juri, yaitu Ibu Waliman (Ketua WKRI Cabang Duren Sawit), Ibu Endang, dan Ibu Lis. Usai penilaian, tumpeng dibagikan kepada semua umat yang hadir secara gratis, cukup mengantri dengan tertib dan mengambil kupon.

Pesta umat semakin semarak dengan persembahan tari dari anak–anak TK Santo Yohanes Rasul  yang menampilkan tari Ondel–ondel, Cubit–cubitan, dan Lenggang Nyai.

Tak mau ketinggalan, anak–anak BIA (Bina Iman Anak) dan BIR (Bina Iman Remaja melalui gerak dan lagu juga ikut menyemarakan pesta umat ini.

Hari menjelang siang, tiba saatnya mengumumkan hasil dari lomba tumpeng. Kriteria penilaian meliputi cita rasa, penampilan, kreativitas, keserasian, dan kesesuaian Budget.

Berikut hasil dari lomba tersebut:

Juara:

  1. Lingkungan Monica dengan nilai 1093
  2. Lingkungan Paulus dengan nilai 1040
  3. Lingkungan Petrus dengan nilai 962

Juara harapan:

  1. Lingkungan Alexander dengan nilai 944
  2. Lingkungan Pondok Kopi dengan nilai 932
  3. Lingkungan Timotius dengan nilai 919

Selamat kepada para pemenang!

Waktu terus berjalan. Hari semakin siang, acara semakin hot. Menutup acara pesta, semua umat dan Romo Widi berbaur menjadi satu menarikan tarian Gemu Fa Mi Re dan menyanyikan lagu Kulempar Manggis, Mangga Kudapat bersama–sama penuh kegembiraan. (Saras.ed)

DSCF2615

DSCF2737

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>